Jump to content
Masuk untuk mengikuti ini  
Metrotvnews

KPK Tahan Dokter Bimanesh

Recommended Posts

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo. Dia ditahan setelah diperiksa kurang lebih 11 jam oleh penyidik.

Bimanesh yang mengenakan rompi tahanan milik KPK tak menggubris pertanyaan awak media. Dia hanya tertunduk dan memilih buru-buru masuk ke mobil tahanan yang sudah terparkir di pelataran KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Bimanesh akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta, untuk 20 hari pertama. Penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.

"Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: Menkes Minta IDI Gandeng KPK Usut Bimanesh

Sebelumnya, Bimanesh bersama dengan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Novanto.

Fredrich dan Bimanesh diduga memanipulasi data medis Novanto agar dirawat dan bisa menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Tak hanya itu, Fredrich pun diduga kuat telah mengatur RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Baca: Bawahan Fredrich Cek RS Sebelum Novanto Kecelakaan

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi