Jump to content

Misteri kehidupan di bumi yang ilmuwan belum bisa pecahkan


rani

Recommended Posts

post-101-0-56844400-1429310569_thumb.jpg

 

Manusia mengandalkan ilmu pengetahuan untuk mengungkap banyak misteri di dunia, seperti Segitiga Bermuda hingga alien. Sains pun telah berhasil menjawab banyak mitos yang bertebaran di berbagai belahan dunia.

 

Namun, ada kalanya ilmuwan dan ilmu yang ada belum bisa menyelesaikan teka-teki yang ada di kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia. Tujuh misteri ini buktinya.

 

1. Sapi tak pernah hadap timur atau barat saat makan

 

post-101-0-49429900-1429310573_thumb.jpg

 

Fenomena aneh ini terungkap setelah sebuah tim ilmuwan mengamati ribuan foto dari situs Google Earth. Secara tidak disengaja mereka menemukan fakta unik di mana sapi-sapi yang dilepas di luar kandang hampir selalu menghadap selatan atau utara saat makan.

 

Beberapa hewan memang diketahui mempunyai insting 'magnet' di otaknya. Dengan insting itu, hewan tersebut akan cenderung memposisikan tubuhnya searah dengan kutub utara dan selatan bumi.

 

Namun, hal itu tidak ditemukan di mamalia sebesar sapi. Sampai saat ini ilmuwan terus berdebat apakah sapi melakukannya karena insting itu atau sebagai bentuk perlindungan diri terhadap pemangsa.

 

2. Tumbuhan narkoba tak disukai binatang

 

post-101-0-13606500-1429310575_thumb.png

 

Tidak banyak yang mengetahui, tetapi banyak tumbuhan di bumi yang memproduksi senyawa organik yang bersifat basa (kebalikan asam). Menariknya, beberapa senyawa itu terbukti bersifat adiktif seperti narkoba, misalnya morfin.

 

Hal yang membuat ilmuwan heran, morfin biasanya menimbulkan efek penghilang rasa sakit dan disukai oleh pecandu narkoba. Namun, bagi hewan, mereka diketahui menghindari tumbuhan yang memproduksi morfin. Apakah hewan tidak menyukai narkoba?

 

3. Evolusi super cepat bunga

 

post-101-0-39510200-1429310571_thumb.jpg

 

Charles Darwin pernah mengungkapkan kekhawatirannya terkait cepatnya evolusi yang dialami oleh bunga-bunga di bumi. Bagaimana tidak, bunga diyakini berevolusi dan menyebar terlalu cepat, bertentangan dengan teori evolusinya yang menyatakan bila evolusi berlangsung lambat.

 

Ilmuwan sulit untuk mengungkap misteri begitu cepatnya evolusi bunga akibat minimnya fosil bunga yang ada.

 

4. Plankton dijauhi hewan laut

 

post-101-0-00578400-1429310573_thumb.jpg

 

Plankton adalah tumbuhan atau hewan berukuran super kecil yang memenuhi lautan. Mereka adalah sumber makanan bagi hewan-hewan laut.

 

Anehnya, di lautan yang dipenuhi dengan plankton, jumlah hewannya justru sedikit. Padahal, seharusnya di tempat yang banyak tersedia makanan ada banyak pemangsanya. Misteri ini sampai saat ini disebut paradox plankton dan belum bisa dipecahkan oleh ilmuwan.

 

5. Teka-teki hubungan seksual

 

post-101-0-19032100-1429310574_thumb.jpg

 

Hampir semua makhluk hidup di bumi berkembang biak dengan berhubungan seksual. Namun, alasan mengapa 'harus' hubungan seksual untuk berkembang biak masih dipertanyakan sampai saat ini.

 

Sebelumnya, ilmuwan menduga hubungan seksual bisa mengurangi peluang evolusi 'salah' atau mutasi. Tetapi, setelah dilakukan penelitian terhadap 700 gen dari berbagai makhluk hidup, peluang terjadinya mutasi masih bisa terus meningkat saat berkembang biak lewat hubungan seksual.

 

6.Hewan hidup tanpa oksigen

 

post-101-0-19391600-1429310572_thumb.jpg

 

Alasan mengapa hewan dan tumbuhan bisa hidup di bumi adalah keberadaan oksigen. Nah, ilmuwan bertanya-tanya saat mereka menemukan beberapa hewan 'sederhana' yang mampu hidup tanpa oksigen di laut Mediterania.

 

Hewan bernama Loricifera itu awalnya diperkirakan hidup dengan oksigen, namun karena alasan yang belum diketahui, Loricifera akhirnya menggantikan oksigen dengan garam.

 

7.Asal usul manusia

 

post-101-0-65701700-1429310570_thumb.jpg

 

Tidak diragukan lagi, garis 'keturunan' manusia menjadi topik panas sejak lama. Terlebih setelah Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya.

 

Salah satu jenis manusia purba yang paling dekat dengan manusia adalah Denisova hominin. Sayangnya, setelah dilakukan penelitian DNA, terungkap bila ada beberapa kejanggalan DNA yang membuat asal usul manusia kembali kembali diragukan.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Produk yang mengandung antimikroba Triclosan telah digunakan sejak 1964, diklaim menjadi salah satu dari 10 pencemaran lingkungan teratas di sungai negara bagian Amerika Serikat, Nevada. Akibatnya, produk tersebut dapat mengganggu sistem endokrin margasatwa dan menyebabkan efek toksik terhadap reproduksi dan perkembangannya.
      Sebuah studi baru di University of Nevada, telah menemukan cara potensial untuk mengurangi adanya antimikroba yang juga terkait dengan masalah resistensi antibiotik.
      "Hasilnya menjanjikan bahwa kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana triklosan terdegradasi di lingkungan alami, dan berpotensi menemukan cara untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan dan dalam jangka panjang melawan masalah resistensi antibiotik," kata Yu Frank Yang, Asisten profesor teknik lingkungan di Universitas Nevada dikutip dari Eurekalert.
      Triclosan biasanya digunakan untuk hal-hal seperti pembersih tangan, deterjen, sabun dan cat, yang dapat terdegradasi lebih cepat di lingkungan melalui proses kombinasi bakteri pengurang logam dan bahan organik alami.
      Tim yang menguji matriks dari bakteri strain yang dicampur dengan bahan organik untuk mengetahui kondisi triclosan yang terdegradasi paling cepat. Para peneliti juga menemukan sebuah campuran yang mengurangi waktu penyebaran triclosan menjadi sekira 10 jam.
      Hasil keseluruhan ditentukan oleh konsentrasi bahan organik aktivitas mikroba dan kimia air. Penelitian tersebut masih memerlukan studi dan pengembangan lebih lanjut, terlebih faktor biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit.
      Sebagai informasi, Yang dan timnya telah mempresentasikan proyek ini dan pekerjaan lainnya dalam sembilan presentasi di pertemuan musim semi American Chemical Society di San Francisco, California pada awal April.
    • Guest News
      By Guest News
      Pesawat tanpa awak (drone) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak wilayah dunia. Dengan semakin banyaknya drone yang terbang, kemungkinan tabrakan antar drone atau dengan pesawat terbang lain menjadi masalah serius, karena itu para ilmuwan mencoba mencari solusinya.
       
    • By astro
      1. Horizon Bumi Datar Tidak Melengkung.
      Bila memang bumi itu bulat, seharusnya bakal kelihatan melengkung saat dilihat dari atas. Faktanya, orang-orang yang berkeyakinan bumi itu datar (disebut flatter ) sudah terbang setinggi mungkin untuk melihat bumi itu melengkung atau tidak? bulat atau datar.
      Kaum Flatter ingin membuktikan semua klaim foto NASA bahwa bumi itu terlihat melengkung saat dilihat dari atas pada ketinggian tertentu.
      Berikut horizon bumi saat dilihat dari ketinggian tertentu. Bahkan klaim flatter, mereka sudah terbang setinggi NASA dan bumi masih saja datar.

      2. Satelit adalah Ilusi, Internet Terhubung Melalui Kabel Bukan Satelit.
      Menurut Flatter satelit itu hanya kebohongan NASA untuk ngeruk uang. Faktanya, siaran TV, internet, telpon dll terhubung menggunakan jaringan kabel bawah laut dan 7 menara utama di dunia.
      Berikut ini peta jalur kabel data internet di bawah laut.

      Dan untuk diketahui, saat ini dunia mengakui bahwa kecepatan internet lebih optimal melalui jaringan kabel fiber optik daripada sinyal satelit. Bahkan internet melalui satelit masih sebatas wacana gagasan saja.
      Lha terus bagaimana dengan cara kerja GoogleMaps atau game populer Pokemon Go? bukankah pakek GPS? enggak mas bro. Semua itu kerjanya berdasarkan BTS atau tower seluler terdekat dari anda.
      Lalu bagaimana dengan Satelit BRI yang baru saja diluncurkan?. Nagh disitulah bisnisnya, tetap saja data BRI terhubung melalui BTS terdekat lalu tersambung ke melalui kabel-kabel bawah laut. Terus bohong dong satelit BRI itu? disitulah inti bisnisnya. Amerika mengeruk jutaan dollar dari ilusi satelit.
      Masih gak percaya, kata flatter kita disuruh membandingkan bentuk pesawat dan satelit. Satelit BRI bisa ngebut sampai 23 kecepatan suara, tapi kok bentuknya sangat tidak aero dinamis?  tidak seperti jet tempur HTV-3 pesawat tercepat saat ini.
      Tapi kan di angkasa luar tidak ada angin, hampa udara, jadi satelit bisa ngebut. Oke jika benar hampa udara, maka satelit memerlukan gaya dorong untuk bisa ngebut mengitari bumi. Naghhh kira-kira kenalpotnya satelit satu apa dua ya? tenaganya dorongnya berapa kuda ya?

      Yang bikin bingung, spek mesinya satelit berapa DK ya? Kok gak berasap ya?
      3. Coba Deh Cek Jalur Penerbangan Ini.

      Ceritanya pada Oktober 2015 lalu, pada penerbangan Chine Airlines rute Bali – Los Angeles, Amerika Serikat. Ada  seorang wanita melahirkan pada ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 KM. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Alaska. Sangat mengherankan, bukan? Dari Bali ke LA, lewat Alaska? . Klo diliat dengan peta bumi datar, hal tersebut sangat masuk akal, sebagai berikut ini:

      4. Catatan Perjalanan Captain CookCook
      Capt. James Cook menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Ia hanya menemukan tembok es, tak ada jalan masuk. Selama 3 tahun 8 hari itu, tercatat Ia menjelajahi kurang lebih sejauh 60.000 KM tembok es Antartika.
      Menurut peta globe, Antartika yang disebut benua ini memiliki keliling 19.300 KM. Padahal Capt. Cook menjelajahi panjang es Antartika sepanjang 60.000 KM (sekali putar). Loh?
      Berikut ini rute perjalanan Captain Cook jika digambar dengan peta bumi bulat

      Tapi menurut Flatter, justru captain cook sedang mengelilingi dinding bumi

      5. Bumi Memiliki Kubah Langit Yang Tak Bisa Ditembus
      Dalam keyakinan flatter, Bumi memiliki kubah langit yang tidak bisa ditembus oleh benda apapun. Termasuk roket? ya. Dokumen NATO dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka pernah bereksperimen mencoba menghancurkan kubah langit ini dengan bom atom.
      Berikut list data pengeboman kubah langit oleh USA dan Uni Sovyet dalam upaya mereka memburu prestis ke luar angkasa pertama kali:
       
       
      6. Permukaan Laut Ternyata Datar.
      Selama ini kita dikenalkan bahwa bumi berbentuk bulat bola dan permukaan lautnya melengkung. Sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini. Dimana makin jauh kita pergi dari tepi pantai maka kita akan makin tak terlihat karena termakan lengkungan bumi. Masih ingat kan? …. kan kan kan…

      Nagh kaum flatter mencoba  membuktikanya, apakah benar permukaan laut itu melengkung?.
      Gimana? Sama sekali tidak melengkung, kan? Pernah dilakukan percobaan dengan menggunakan sinar laser. Diketahui bahwa sinar laser dapat menempuh jarak sampai 20 KM. Percobaan dilakukan pada jarak 4 miles atau 6,4 KM. Berdasarkan data lengkungan bumi, seharusnya pada jarak 6,4 KM, buminya lengkung 3,2 meter. Maka, dipancarkanlah sinar laser sejauh 6,4 KM. Seharusnya, sinar laser tersebut melenceng sejauh 3,2 meter karena lengkungan bumi, namun ternyata tidak.
      Coba deh cek video berikut ini.
      7. Jika menggunakan teori jarak antar planet NASA, maka gerhana gak bisa diprediksi
      Ini bagian dimana saya mumet. Menurut Flatter, Matahari dan bulan ukuranya lebih kecil dari bumi. Jaraknya pun sangat dekat dengan Bumi, tidak sampai ratusan juga kilometer sebagaimana Klaim NASA. Flatter mendasarkan teorinya ini pada perhitungan “Siklus Saros” yaitu teori astronomi yang dibuat bangsa Babilonia.
      Siklus Saros dibuat berdasarkan perhitungan Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi, dalam siklus ini Gerhana pasti terjadi setiap 18 tahun 11 hari dan 8 jam. Ukuran Matahari dan Bulan sama, diameter 51km dan jaraknya hanya 4000KM dari permukaan bumi. Bulan dan Matahari saling berkejaran di atas bumi, bagai Rama dan Shinta … ehehehe 
      Soal bagaimana gerhana terjadi di bumi datar menurut kaum Flatters akan saya bikinkan artikel khususnya nanti yaa …
      Kali ini kita bahas bahwa gak mungkin akan terjadi gerhana jika bumi bulat dan menggunakan ukuran jarak antar planet milik NASA.

      Menurut Flatter, Ilmuwan NASA tidak bodoh sehingga tidak bisa menghitung Gerhana dan Matahari jika menggunakan asumsi bumi bulat dan jarak yang mereka miliki. Tapi mereka tahu bahwa asumsi teorinya sudah salah makanya menggunakan Siklus Saros saja biar mudah.
      Asumsi dasar NASA tentang perhitungan jarak Matahari, Bulan dan Bumi. NASA menggunakan teori Aristarchus of Samos untuk menghitung jarak Matahari dan Bulan dari Bumi. Aristarchus yang hidup 310 SM – 210 SM, menghitung jarak bulan sewaktu terjadi gerhana bulan dengan rumus Trigonometri dengan asumsi bahwa gerhana terjadi akibat bulan masuk dalam bayang bayang Bumi. Dengan menggunakan perhitungan Aristarchus, maka di dapat angka-angka ukuran dan jarak yang seperti dibawah ini

      Lalu kenapa NASA masih pakek siklus Saros? karena jika menggunakan angka-angka di atas yang namanya gerhana gak bakal bisa diprediksi.
      Naghh silahkan dikunyah-kunyah dulu … mengikuti cara berfikir orang barat itu memang bikin sob. hehehe
      Ayo kita melek, jangan pernah selalu dijajah oleh elite global!
    • By c0d1ng
      Anda masih yakin bahwa Bumi berbentuk bulat? Cobalah baca buku karya Eric Dubay. Penulis ini mengajukan sejumlah bukti untuk meyakinkan orang jika planet yang kita tinggali ini ternyata datar.
      Pemikiran Dubay dituliskan dalam buku “ The Atlantean Conspiracy: 200 Proofs The Earth Is Not A Spinning Ball”. Dalam buku ini pula dia menuding bahwa Bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa.
      Menurut dia, NASA dan astronomi modern mempertahankan pendapat bahwa Bulan itu padat dan berbentuk bulat. Pendapat sama juga dipakai untuk mempertahankan teori bahwa manusia hidup dan menjejakkan kaki di atas Bumi yang melayang.
      “Mereka mengklaim Bulan merupakan benda langit yang tak bercahaya dan memantulkan sinar Matahari,” kata Dubay
      “Kenyataannya adalah, bagaimanapun juga, Bulan bukan sesuatu yang padat, ini jelas-jelas sebuah lingkaran,” tambah dia.
      Perdebatan soal bentuk Bumi sudah terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk datar, seperti budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno.
      Begitu pula dengan periode awal Mesir dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai piringan datar yang mengambang di laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga percaya bahwa Bumi itu datar.
      Pada abad ke-6 SM, kembali muncul kosep Bumi yang bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini dikemukakan oleh Pythagoras.
      Lantas, apa saja bukti yang dipakai Dubay untuk mendukung pendapatnya bahwa Bumi berbentuk datar? Lihat di halaman berikutnya:
      Horizon Selalu Datar, Air Seharusnya Bergoyang
      1. Menurut dia, horizon selalu terlihat datar, kecuali gambar-gambar yang dikeluarkan oleh NASA dan pemerintah berbagai negara, yang menurut dia palsu. Inilah yang dia sebut sebagai konspirasi global.

      2. Menurut dia, kita tidak pernah melihat ke bawah untuk melihat horizon. Jika Bumi bulat, maka manusia harus menunduk untuk melihat cakrawala.

      3. Jika Bumi benar-benar bulat dan meluncur melalui ruang, maka air akan bergoyang-goyang di semua tempat, bukannya diam dan datar.

      Bukti Aliran Sungai, Helikopter, dan Jalur Kereta
      4. Jika Bumi benar-benar bulat, kata dia, aliran sungai, seperti Mississipi, akan berbalik dan tidak akan sampai ke laut.

      5. Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka.

      6. Jalur kereta api dari London ke Liverpool memiliki panjang 180 mile. Jika Bumi benar-benar bulat, maka jalur itu memiliki ketinggian 5.400 kaki di atas Birmingham.

      Bukti Pesawat Terbang, Bintang, Hingga Tembakan Peluru
      7. Jika bumi benar-benar bulat, pilot maskapai harus terus menyesuaikan kontrol mereka agar tidak terbang ke ruang angkasa.

      8. Jika benar-benar ada miliaran bintang di langit pada malam hari --kelompok yang menganggap Bumi datar menolak pemikiran ini, maka seluruh langit akan penuh cahaya.
      9. Jika Bumi terus-menerus berputar, pesawat tidak akan bisa mencapai tujuan mereka karena melawan angin dengan kecepatan 500 mile perjam atau 804 kilometer perjam.
      10. Jika Bumi benar-benar berputar, peluru yang ditembakkan ke atas akan mendarat ratusan kaki di sebelah barat mereka. Tapi, kata Dubay, kenyataannya tidak demikian.
    • By berita_semua
      Kematian blogger cantik Rini Cesillia masih menyisakan tanda tanya besar. Jajaran kepolisian dari  Kepolisian Daerah Bali menyelidiki musabab kematian blogger berusia 27 tahun itu.  Dugaan sementara, Rini diduga meninggal akibat tersetrum listrik. Namun, dari mana asal listrik? Dari pemanas airkah? Sejauh ini kepolisian belum memberikan jawaban.
      "Diperkirakan Rini meninggal akibat tersengat aliran listrik," demikian pernyataan resmi dari Humas Polda Bali Rabu (14/12/2016).
      Kematian ini membuat sedih teman-teman Rini Cesillia. Eric Jansens, contohnya menulis dalam akun instagram Rini Cesillia (@rinicesillia), “Rip Ci Nini .. Da lama ga Ketemu Cici .. Terakhir ketemu 9 tahun yang lalu .. Ga nyangka uda ga bisa ketemu lagi sama cici .. Semoga bahagia ya Ci di Surga.”
      Rini Cesillia diduga sementara meninggal akibat korsleting yang dialami pemanas air. Dugaan ini muncul dari pernyataan polisi yang menyatakan ada terdapat bekas luka bakar di dada bawah payudara Rini Cesillia. Seorang penggemar Rini, yakni Yushin K menguatkan dugaan tersebut. Dia menulis di akun instagram Rini Cesillia, “ RIP (Rest In Peace). Aduh untung pake water heater yg berteknologi tinggi. Aman.”
      Rini Cesillia ditemukan tewas oleh sahabatnya Maria dalam keadaan tanpa busana di dalam kamar mandi di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Bali, Selasa (13/12/2016) siang. Maria curiga setelah, pesan yang dia kirimkan ke ponsel Rini Cesillia tak terjawab.
      Berikut ini kronologi tewasnya Rini Cesillia.
      Rini Cesillia, 26 tahun, ditemukan tewas tanpa busana di sebuah rumah di Renon, Denpasar, Selasa 13 Desember 2016 Wanita asal Jakarta itu ada di Denpasar untuk mengikuti sebuah pertemuan blogger yang digelar sebuah produk kosmetika. Acara itu sudah selesai, namun Rini memperpanjang liburannya di Bali. Rini berpamaitan kepada sahabatnya untuk pergi tidur Selasa pukul  01.00 Seorang sahabat Rini, Maria, mengirim pesan pukul 10.00 tapi tak mendapatkana respon Penasaran, pukul 13.00 Maria menuju kamar Rini Di sana Maria mulai curiga karena air terus mengucur dari kamar mandi, lalu melihat Rini tergeletak Tampak Rini memegang selang shower, terdapat bekas luka bakar di dada membentuk jejak bekas selang. Jenazah Rini Selasa sore pukul 15.30 dibawa ke Rumah sakit Sanglah, Denpasar Rini Cesillia merupakan perempuan blogger yang cukup popular di dunia maya. Dia mengelola situs pribadi http://rinicesillia.com Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 27 tahun lalu itu tinggal di sebuah apartemen di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
      Berita kematian Rini Cesillia menjadi viral. Para netizen penggemar Rini membanjiri akun instagram Rini dengan komentar. Banyak yang tak percaya dengan kepergian Rini Cesillia. “Lu lagi bercanda kan rin? Baru minggu lalu bercanda dikantor bilang mau resign sesegera mungkin. Tapi koq jadi gini rin,” komentar seorang netizen.
×
×
  • Create New...