Jump to content

Walau Menyandang Down Syndrom, Orang Ini Bisa Kalahkan Pemain Karate Idolanya


Recommended Posts

post-161-0-00037100-1428624295_thumb.jpg

 

Melalui kerja keras yang tinggi dan tekat yang kuat, tidak jarang orang-orang yang serba kekurangan bisa mewujudkan mimpinya. Bagi kita, sangat perlu untuk belajar banyak dari orang-orang yang serba kekurangan. Melalui mereka, terkadang kita diajarkan bagaimana untuk kerja keras dan yakin untuk mewujudkan sebuah mimpi.

 

Seorang remaja penyandang down syndrom bernama Jake Backman, dikatakan akan melawan seorang tokoh karate bernama Nathan Quarry (43). Quarry sendiri merupakan tokoh seni bela diri yang telah banyak mendapatkan gelar juara di setiap kompetisi.

 

post-161-0-32813500-1428624293_thumb.jpg

 

Jake Backman yang juga sering disebut dengan "The Snake" ini rencananya akan bersaing memperebutkan gelar juara kelas menengah UFC di acara Rumble, Roseland di Portland, Amerika Serikat dan melawan Nathan Quarry.

 

Dalam sebuah acara, Jake remaja penyandang Down Syndrom mengatakan bahwa ia tidak takut untuk melawan Quarry. Ia mengatakan "Saya pasti bisa mengalahkannya. Saya yakin saya bisa. Saya telah berlatih keras untuk menjadi seorang juara."

 

Backman sendiri diketahui telah berlatih bela diri selama 4 tahun terakhir. Ia juga merupakan remaja yang giat berlatih, tidak mudah putus asa dan baik. Bagi Backman, Quarry adalah tokoh bela diri idolanya. Dan sudah sejak lama ia bermimpi untuk mengalahkannya meskipun ia diliputi segala keterbatasan.

 

post-161-0-22064900-1428624294_thumb.jpg

 

Backman tercatat akan melawan Quarry pada tanggal 18 April 2015 mendatang. Mengingat semakin dekatnya pertandingan, ia dikatakan mulai berlatih dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah.

 

Ndralwati, kisah Backman tentu bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Dengan segala keterbatasannya, ia adalah seseorang yang tak pernah mengenal putus asa dan giat berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Melihat kegigihan dan keyakinan remaja satu ini, masihkah Anda terus mengeluh dan gampang menyerah serta putus asa untuk menggapai mimpi?

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By heriheriheri
      Jihadi John, algojo ISIS yang belakangan diketahui bernama asli Mohammad Emwazi, adalah figur paling berpengaruh dan ditakuti di kalangan jihadis.
       
      Berbicara kepada Sky News, mantan penerjemah ISIS menjelaskan Emwazi -- warga London kelahiran Kuwait -- membunuh beberapa tawanan asing, termasuk Steven Sotloff dan James Foley, keduanya warga AS.
       
      Saleh, demikian mantan penerjemah itu menyebut diri, terakhir menyaksikan langsung Emwazi membunuh Kenji Goto -- wartawan Jepang.
       
      Saleh melarikan diri dari ISIS dan kini berada di Turki. Sky News mewawancarai Saleh di sebuah tempat di Turki, tidak jauh dari perbatasan Turki-Suriah.
       
      "Setelah membunuh, serdadu ISIS memasukan semua jenazah korban ke dalam mobil," cerita Saleh. "Emwazi juga masuk ke dalam mobil, tapi selalu mengambil rute berbeda."
       
      Orang-orang, masih menurut Saleh, menyebut Jihadi John sebagai bos besar. Sebagai bos, Emwazi kerap menginginkan semua berjalan cepat.
       
      "Ia selalu mengatakan; cepat, cepat. Kita harus menyelesaikannya," demikian Saleh.
       
      "Semua orang menghormati dan takut padanya. Setiap perintahnya pasti dijalankan," lanjutnya.
       
      Sejak tiba di Suriah tahun 2012, Emwazi disebut-sebut telah menjadi idola anak-anak para jihadis. Saleh tidak tahu apa yang membuatnya menjadi idola, dan ditakuti.
       
      "Mungkin daya tarik Emwazi adalah semangat membunuh orang asing. Ia tidak menggunakan senjata api, tapi pisau berburu," Saleh berasumsi. "Ia menolak memenggal, tapi lebih suka menggorok."
       
      Di ISIS, setiap orang bisa membunuh. Yang penting ada perintah. Jihadi John bukan satu-satunya yang berani membunuh. Namun, entah mengapa Jihadi John lebih dihormati dan ditakuti dibanding yang lain.
       
      Kepada para tawanan, Emwazi selalu mengatakan; "Tidak ada masalah. Jika pemerintah Anda bersedia membayar, Anda akan bebas." Atau; "Kami tidak punya masalah dengan Anda."
       
      Kata-kata itu, menurut Saleh, yang kerap membuat tawanan tidak merasa khawatir.
       
      "Seiring waktu, ketika tidak ada kejelasan, tawanan tahu mereka akan dibunuh," ujar Saleh.
×
×
  • Create New...