Jump to content
PusatInformasi

Konglomerat Vietnam beli kota kecil di Amerika Serikat

Recommended Posts

post-45-0-32106400-1428581786_thumb.jpg

PHam Dinh Nguyen (kanan) bersama pemilik Kota Buford sebelumnya, Don Sammons (kiri)

 

Seorang konglomerat Vietnam baru pertama kali datang ke Amerika Serikat, langsung membeli sebuah kota di negara adidaya itu.

 

Pham Dinh Nguyen memang terobsesi terbang ke Amerika buat mewujudkan mimpi masa kecilnya. Dia memenangkan lelang kota Buford, Negara Bagian Wyoming, yang hanya memiliki penduduk satu orang. Dia langsung mendapat perhatian dari berbagai media massa Vietnam dan jejaring sosial.

 

Pham berumur 38 tahun dan menjalankan perusahaan dagang dan distributor di selatan kota Ho Chi Minh, Vietnam. Dia membeli kota Buford 5 April lalu.

 

Banyak pihak mencibir dia karena masih mengira Vietnam merupakan negara miskin. Pham membeli kota Buford senilai USD 900 ribu setara Rp 8,2 miliar.

 

Walau tidak yakin dengan apa yang dilakukan, Pham berniat menjadikan kota Buford sebagai pintu masuk menjual barang-barang buatan Vietnam. Rekan sesama pengusaha, Tran Thanh mengaku terkejut dan sekaligus bangga terhadap langkah kawannya itu.

 

Kota Buford dibangun pada 1860 bersamaan dengan pembangunan jalan kereta api lintas negara bagian. Pada saat itu ada dua ribu orang yang tinggal di kota itu. Sekarang kota itu hanya dihuni satu orang dan dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar, toko swalayan, sekolah, rumah berikut garasi dengan tiga kamar tidur, serta tanah seluas 10 ribu meter persegi.

 

April tahun ini, Kota Buford dilelang oleh pemilik lamanya, Don Sammons, seorang veteran Perang Vietnam pada 1968-1969.

 

Namun, banyak orang di Vietnam menganggap tindakan Pham sebagai langkah yang ceroboh dan menghamburkan uang. Bahkan beberapa di antaranya lebih memilih agar pria itu dapat memberikan lapangan pekerjaan di negara asalnya yang tergolong miskin.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By qbonk

      Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berencana mengirim penyidik ke Australia untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap mengenal Wayan Mirna Salihin dan Jessica Kumala Wongso. Jessica kini menjadi tersangka dalam kasus kematian Mirna. 
      "Kami akan mengirim penyidik ke sana (Australia) untuk interview, karena ada beberapa petunjuk yang (perlu) dikembangkan," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/2).
      Menurut Krishna, penyidiknya perlu dikirim ke Australia untuk menambah materi penyidikan. Sampai saat ini, kata dia, penyidik Polda Metro Jaya belum memiliki informasi detail soal latar belakang Jessica dan Mirna selama di Australia.
      Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia sebab orang tuanya pun menetap di Australia dari tahun 2005. 
      Ketika lulus kuliah, Jessica memilih untuk tinggal di Australia dan Mirna kembali ke Indonesia. Jessica baru pulang ke Indonesia pada 5 Desember 2015 untuk mencari pekerjaan.
      Sekitar sebulan setelah Jessica pulang, pada 6 Januari 2016, saat ia sedang bercengkerama dengan Mirna dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Mirna tewas usai meneguk kopi vietnam yang ternyata telah dibubuhi sianida. 
      “Kami kerja sama dengan polisi Australia karena latar belakang mereka (Mirna dan Jessica) di Australia. Itu biasa dalam penyelidikan,” ujar Krishna.
      Pengiriman penyidik Polda Metro Jaya ke Australia mesti mengantongi izin Australian Federal Police (AFP). “Kami harus ke sana untuk lakukan observasi agar mendapat gambaran. Tapi harus ada dukungan dari Kepolisian di sana dan Konsulat Jenderal Indonesia di Canberra," kata Krishna.
      Sementara soal dokumen AFP yang sudah diterima oleh penyidik, Krishna menyebut hal itu masih dianalisis dan bersifat rahasia. 
      "Nanti di pengadilan saja kami sampaikan," ujar Krishna.
      Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh berencana dalam kasus Mirna. Ia kini dijerat pasal dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati. 
    • Guest News
      By Guest News
      Pemerintah AS lewat deplu terus menawarkan kerjasama anti-terorisme kepada Indonesia setelah aksi teror Thamrin yang telah diklaim dilakukan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Berbagai pihak juga memuji kesigapan aparat RI dalam menangani peledakan bom dan penembakan tersebut
       
       
    • By Ngobas
      Kelompok pecinta dan pemain angklung di Washington DC, House of Angklung, menggelar konser pertama di AS, menghadirkan berbagai kelompok masyarakat serta bintang tamu dari tanah air. Apa pendapat warga AS tentang pertunjukan budaya Nusantara ini?
       
    • By peter_hutomo
      Edward Snowden.
      Edward Snowden, yang selama ini dikenal sebagai pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat (AS), akhirnya bergabung menjadi pengguna media sosial Twitter dengan mengambil alih akun @Snowden pada Selasa (29/8).
      Snowden tampaknya telah mendapatkan bantuan dari Twitter untuk memperoleh akun tersebut dan akun itu juga sudah diverifikasi.
      Dalam waktu kurang dari sejam, akun @Snowden mendapatkan lebih dari 80.000 pengikut. Dia hanya mengikuti satu akun, yaitu @NSAgov yang merupakan akun resmi badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA).
      Kicauan pertama yang dilontarkan Snowden adalah, “Dapatkah Anda mendengar saya sekarang?” yang kemudian disambut oleh banyak retweet.
      Pemerintah AS menganggap Snowden sebagai peretas dan pengkhianat langsung. Negara menggugatnya atas tuduhan spionase. Saat ini dia mendapatkan suaka politik di Rusia setelah kabur dari AS menuju Hong Kong.
      Negara asalnya menolak mengampuni Snowden. Menurut AS, Snowden harus pulang ke negaranya dan diadili karena telah melakukan tindakan yang mengancam keamanan dalam negeri.
      Kendati demikian, tindakan Snowden ini berujung pada keputusan Kongres AS awal tahun ini yang melarang pengumpulan data pribadi besar-besaran oleh pemerintah. Pemerintah AS pada Juli lalu mengatakan bahwa NSA akan berhenti mengakses rekaman 29 November dan menghancurkan seluruh data penyadapan secepatnya.
      Snowden mendapatkan nominasi Nobel Perdamaian dalam dua tahun berturut-turut serta meraih berbagai penghargaan internasional karena mendukung kebebasan berbicara dan kemerdekaan sipil.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy