Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
peter_hutomo

Berbekal Email Palsu Narapidana di Inggris Berhasil Melarikan Diri dari Penjara

Recommended Posts

post-6-0-23569400-1428360602_thumb.jpg

 

Nampaknya para petugas di sektor pemerintahan harus menjadi sosok yang benar-benar melek teknologi. Terlebih jika bekerja di lembaga pemasyarakatan. Kalau tidak, kasus pelarian narapidana seperti yang baru-baru ini terjadi di Inggris bisa terulang di tanah air.

 

Langkah pelarian yang dilakukan oleh narapidana bernama Neil Moore memang cukup menarik. Dia tak perlu melakukan berbagai aksi berbahaya ataupun menggali lubang dalam yang butuh waktu panjang. Dalam aksi pelariannya itu, Moore hanya membutuhkan sebuah ponsel yang dipakainya untuk membuat akun email palsu.

 

Moore pun menulis email palsu dengan berpura-pura sebagai salah satu panitera senior pengadilan. Agar tampil dengan meyakinkan, diapun membuat sebuah website yang domainnya sangat mirip dengan alamat situs pengadilan. Tak cukup di situ saja, Moore juga membuat website petugas investigasi yang dilengkapi dengan alamat serta kontak Royal Court of Justice.

 

Dengan berbekal email tersebut, dia pun menuliskan pesan elektronik kepada petugas penjara untuk segera membebaskan Moore. Tentu saja aksi pelariannya tersebut dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Namun selang tiga hari, Moore memutuskan untuk menyerahkan dirinya kepada pengadilan.

 

Moore sendiri dikenal sebagai seorang tahanan yang licik. Bagaimana tidak, pria berusia 28 tahun tersebut didakwa atas kasus penipuan dengan korban adalah beberapa organisasi besar. Dengan latar belakang seperti itu, tidak heran kalau Moore bisa dengan mudah mengelabui para petugas penjara.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Forzaken_DT
      Pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, memvonis Evaldas Rimasauskas, pelaku penipuan terhadap perusahaan sekelas Google dan Facebook dengan hukuman lima tahun penjara. Kedua raksasa teknologi itu diketahui rugi hingga USD 120 juta atau Rp 1,67 triliun akibat penipuan tersebut.
      Tak hanya menghuni sel tahanan, Rimasauskas juga didenda sebesar USD 26,4 juta sebagai ganti rugi.
      "Evaldas Rimasauskas merancang skema berani untuk menipu perusahaan AS lebih dari USD 120 juta dan kemudian menyalurkan dana itu ke rekening bank di seluruh dunia," kata jaksa penutut Geoffrey Berman.
      Semua itu bermula dari aksi Rimasauskas berpura-pura sebagai karyawan dari perusahaan manufaktur elektronik bernama Quanta Computer di Taiwan. Untuk menyakinkan aksinya, pria ini sampai modal stempel perusahaan yang sesuai dengan aslinya hingga email palsu.
      Dari email palsu tersebut, Rimasauskas mengirimkan ke staf Google dan Facebook meminta pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli dari Quanta. Pada saat itu, memang Google dan Facebook bermitra dengan Quanta.
      Rimasauskas pun menginstruksikan agar pembayaran ditransfer ke sejumlah bank di luar negeri yang dikuasainya. Ketahuan menipu, Rimasauskas ditangkap pada 2017 lalu dan pada pekan ini baru diputuskan hukumannya.
      "Rimasauskas melakukan pencurian teknologi tinggi dari belahan dunia, tetapi dia dijebloskan di pengadilan federal Manhattan," pungkas Berman.
    • Guest News
      By Guest News
      Tanggal 19 Mei 2018, perhatian masyarakat dunia tertuju pada pernikahan anggota kerajaan Inggris. Hubungan Pangeran Harry dan aktris Meghan Markle berawal dari kencan buta dan menjadi serius.
       
    • By jokers
      Seorang pria yang dituduh terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan, dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman penjara selama 45 tahun.
      Keputusan tersebut disampaikan oleh Pengadilan Kota Detroit, Amerika Serikat (AS), pada Rabu, 28 Maret 2018, dan dinyatakan tidak akan ada penyidikan lanjutan terhadapnya. 
      Selain membuatnya bebas dari hukuman penjara, keputusan tersebut juga memberinya hak mendapat ganti rugi materi dari otoritas hukum setempat atas perkara salah tangkap. 
      Pria yang bernama Richard Phillips (71) itu mengatakan: "Keadilan memang bekerja, tapi tidak secepat yang saya harapkan."
      Jaksa wilayah Wayne County, Kym Worthy, mengatakan penyelidikan baru oleh kantornya, mendukung klaim bahwa Phillips tidak memiliki peran dalam kasus penembakan fatal pada 1971 silam.
      Dia mengatakan seorang saksi kunci berbohong, menjadikan Phillips kambing hitam di persidangan yang digelar setahun setelahnya, sehingga membuatnya terpaksa mendekam di penjara. 
      "Tidak ada yang bisa saya katakan untuk mengembalikan 40 tahun hidupnya," kata Worthy.
      Kasus ini dibuka kembali atas desakan Klinik Kejujuran di Sekolah Hukum Universitas Michigan, setelah seorang terdakwa -- yang turut menjalani sidang hukum serupa -- mengatakan kepada dewan pembebasan bersyarat negara pada Kepolisian AS, bahwa Phillips tidak terlibat dalam pembunuhan Gregory Harris. 
    • By panji_ukbar
      Pagi ini hari Rabu tanggal 16 November 2016, Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Namun belum ada pengadilan di kejaksaan penuntut umum berapa lama bapak Ahok dipenjara.

      Menurut saya sebagai orang yang objektif, Ahok gak bersalah, siapa yg yakin Ahok gak bersalah? Dan saya tidak mau ahok di penjara
    • Guest News
      By Guest News
      Surat yang ditulis oleh Direktur FBI James Comey kepada Kongres AS hari Minggu (6/11) yang menyatakan tidak ada indikasi pidana pada peninjauan kembali email-email Hillary Clinton.
      Direktur FBI James Comey mengungkapkan hari Minggu (6/11) bahwa peninjauan kembali terhadap email-email Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menlu AS tidak mengungkapkan indikasi tindak pidana.
      Direktur FBI James Comey memberitahu Kongres peninjauan kembali email yang berhubungan dengan masa jabatan Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri AS tidak mengungkapkan indikasi kegiatan pidana, sementara capres Demokrat Clinton dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump bersiap-siap melakukan usaha terakhir untuk memenangkan suara dalam pemilihan presiden hari Selasa (8/11).
      “Berdasarkan peninjauan kembali, kami tidak mengubah kesimpulan yang kami utarakan bulan Juli mengenai Menteri Luar Negeri Clinton,” tulis Comey hari Minggu (6/11).
      Bulan Juli lalu, Comey menyatakan bahwa sekalipun penggunaan email pribadi oleh Clinton ceroboh, “tidak ada jaksa penuntut yang berpikiran wajar” akan melakukan tuntutan pidana terhadapnya.
      Pekan lalu hal tersebut muncul kembali ketika FBI mengatakan mereka sedang memusatkan perhatian pada email Clinton setelah menemukan sejumlah besar pesan email dalam kasus yang tidak berhubungan, yang melibatkan mantan anggota Kongres Anthony Wiener.
      Kampanye Clinton menyambut baik pengumuman itu, dan kepala komunikasi Jennifer Palmieri mengatakan tim-nya telah yakin sebelumnya bahwa Comey akan mencapai kesimpulan itu.
      “Kami gembira masalah ini telah diselesaikan,” katanya kepada para wartawan.
      Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Pennsylvania bahwa Clinton adalah orang yang paling korup yang pernah menjadi calon presiden Amerika Serikat.
      “Penyelidikan mengenai kejahatannya akan terus berjalan dalam waktu yang lama,” katanya, dan menambahkan rakyat pemilih dapat mendatangkan keadilan dengan suara mereka dalam pemilu.
      Ia kemudian mengatakan kepada khalayak di kota Leesburg, Virginia, bahwa pemilihan hari Selasa akan menjadi “Brexit kali 50,”yang membandingkannya dengan hasil yang di luar dugaan referendum Inggris sebelumnya tahun ini untuk keluar dari Uni Eropa. Seperti Trump, pihak yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa, ketinggalan dalam poll atau jajak pendapat sampai Hari Pemilihan.
      Dalam kampanyenya hari Minggu, Clinton berusaha menggambarkan dirinya sebagai calon yang sangat berbeda dari Trump. [www.voaindonesia.com]

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy