Jump to content
blackcompany

Top Secret Weapon: Pistol Serangan Jantung Milik CIA?

Recommended Posts

Kematian aneh banyak tokoh kontroversial akibat 'serangan jantung' telah banyak menimbulkan pertanyaan di benak para pengamat teori konspirasi. Mungkinkah aparat intelijen telah memiliki senjata pemicu serangan jantung mematikan?

 

Kematian misterius terakhir menimpa Andrew Breitbart, orang yang mengumumkan mempunyai rekaman video yang bisa menghancurkan karier politik Barack Obama dan akan segera dibuka ke publik.

 

Ia akhirnya meninggal akibat 'serangan jantung' pada tanggal 1 Maret 2013 lalu. Padahal dengan umur masih 40-an dan tidak pernah memiliki catatan serangan jantung, kematian seperti itu sangat-sangat jarang terjadi.

 

Kematian tersebut menyusul kematian serupa yang menimpa komandan Hamas Mahmoud Mabhouh di sebuah hotel pada tanggal 19 Januari 2013 lalu.

 

post-166-0-75718700-1427751798_thumb.jpg

 

Di antara senjata intelijen baru yang kini menjadi perhatian para pengamat adalah pistol jarum berisi zat-zat yang memicu serangan jantung.

 

Demikian canggih, sehingga jarum yang ditembakkan langsung hancur di dalam tubuh dan melebur dalam darah bersama zat-zat pemicu serangan jantung.

 

Dampak yang dialami penderita saat mendapat tembakan hanya seperti gigitan nyamuk, atau bahkan tidak terasa sama sekali.

 

"Racun pembunuh dengan cepat menyebar melalui pembuluh darah dan menimbulkan serangan jantung hebat. Dan saat kerusakan terjadi, racun tersebut dengan cepat terurai dengan sendirinya sehingga otopsi yang dilakukan hanya menemukan adanya serangan jantung biasa," ungkap Fred Burks, seorang analis intelijen kepada majalan "Examiner" (Fred Burks, "CIA secret weapon of Assassination", 29 November 2009).

 

post-166-0-28002300-1427751799.jpeg

 

Jarum kecil yang ditembakkan akan menembus pakaian dan hanya menimbulkan noda merah di kulit. Jika pakaian yang digunakan cukup tebal seperti jaket kulit, ada kemungkinan korban berhasil diselamatkan.

Setelah itu korban akan menderita gatal-gatal di area tembakan sebelum akhirnya terkulai karena serangan jantung. Kini diyakini pistol jarum pemicu serangan jantung mematikan telah digunakan dinas-dinas intelijen 'pioneer' seperti Mossad dan CIA.

 

Senjata kecil itu gampang disembunyikan dan ditembakkan. Di tengah-tengah keramaian dan oleh agen intelijen terlatih, senjata itu tidak menimbulkan kecurigaan saat ditembakkan.

 

"Saat jarum mematikan itu masuk ke dalam tubuh, individu yang menjadi target mungkin merasa seperti mendapat gigitan nyamuk, atau bahkan tidak merasakan dampak apapun. Jarum beracun itu kemudian hancur saat masuk ke dalam tubuh," papar Burks selanjutnya.

 

Menurut Burks, informasi awal tentang senjata rahasia ini sebenarnya terjadi dalam suatu sidang Komisi Senat yang membahas praktik-praktik ilegal CIA tahun 1975.

 

Namun senjata rahasia ini hanya satu dari beberapa senjata rahasia lainnya yang dibahas dalam sidang yang secara resmi disebut sidang "Komite Khusus Senat untuk Mempelajari Operasi Inteligen Pemerintah".

Kini, 37 tahun kemudian, senjata seperti itu tentu jauh lebih canggih dari yang dibahas dalam sidang senat Amerika tersebut.

 

Namun pastinya, kini perkembangan senjata tersebut sudah termasuk dalam enjata canggih yang tak terlihat dan tak dapat dibuktikan serta sangat-sangat rahasia alias dan tak akan dikemukakan untuk umum! ("Examiner" - Fred Burks, "CIA secret weapon of Assassination", 29 November 2009).

 

post-166-0-25808800-1427751800_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Pamor CIA sudah sangat mendunia. Bukan hanya karena mereka dikemas secara eksklusif dan menarik dalam deretan film Hollywood, tapi juga deretan fakta mencengangkan yang mulai terkuak satu per satu. Keberadaan CIA bagi Amerika adalah hal yang penting. Tanpanya, negara Paman Sam ini takkan sebesar sekarang. Rusia pun takkan punya saingan dalam hal kekuatan dan pengaruh jika CIA tidak melakukan hal-hal besar sehingga membuat Amerika begitu jumawa di dunia.
      CIA adalah agen rahasia paling mematikan di dunia ini. Kiprah mereka sudah dimulai sejak perang dunia kedua dulu. Hari ini, organisasi serba tertutup tersebut tetap berdiri dan masih menjalani misi-misi khusus entah apa itu, yang jelas mereka selalu sukses membuat kejutan-kejutan. Mungkin saja mereka ada di balik huru-hara yang meresahkan dunia sekarang ini.
      Nah, selama 68 tahun terakhir sejak pertama kali dibentuk, apa saja yang sudah dilakukan mereka? Banyak, dan rangkuman fakta berikut akan menjelaskannya untukmu.
      1. CIA Memantau Hingga 5 Juta Tweet per Hari

      Sudah merupakan tugas badan spionase untuk mencari informasi. Termasuk juga CIA yang ternyata melakukan hal yang sama, hanya saja cara mereka agak ekstrem. Ya, mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan infromasi. Termasuk dengan membaca jutaan Tweet dari pengguna tiap harinya.
      Entah bagaimana mereka mendapatkan akses tersebut. Namun CIA diduga memang melakukan stalking terhadap tweet apa pun yang di-post pengguna. Jumlahnya sendiri tidak spesifik, namun diperkirakan hampir 5 jutaan perhari. Jadi, bisa jadi cuitan yang mungkin kamu tulis, sekarang ini tengah dibaca oleh para agen rahasia tersebut.
      2. CIA Rekrut Mantan Nazi

      Di akhir Perang Dunia II, Nazi yang berada di pihak kalah pun mengalami kebinasaan. Termasuk Adolf Hitler yang ditemukan mati di sebuah bunker persembunyiannya. Meskipun sebagai pihak yang kalah, namun tak semua anggota Nazi dibantai. Beberapa bahkan bergabung dengan militer negara lain. Seperti salah seorang mantan tentara Nazi ini.
      Tidak diketahui siapa namanya, namun CIA konon merekrut prajurit ini. Tujuannya sendiri adalah untuk membantu CIA dalam melakukan interogasi, serta membuat eksperimen pengendali pikiran yang sepertinya cukup sukses.
      3. Pill Biru untuk Ditukar dengan Informasi

      CIA biasa menggali informasi dari siapa pun dan juga harga berapa saja. Bahkan dikatakan jika kantor mereka punya budget sendiri untuk hal-hal seperti ini. Uang memang jadi senjata utama CIA untuk mengorek informasi. Namun cara ini tidak selalu berhasil. Setidaknya bagi para informan mereka di Afghanistan.
      Entah dibilang sukses atau tidak, tapi CIA berhasil membayar informan penting mereka di Afghanistan hanya dengan butir-butir pil biru ini [Image Source]
      Namun bukan CIA kalau mereka tak memiliki yang namanya ‘Plan B’. Alih-alih menggunakan uang lebih banyak, para agen justru memberi informan Afghanistan tersebut dengan sebuah pill biru yang diketahui sebagai obat untuk disfungsi alat kelamin. Cara ini ternyata cukup berhasil dan para informan pun dibikin ketagihan.
      4. CIA Pernah Lakukan Salah Tangkap

      Memang mereka adalah para agen cerdas. Namun, namanya manusia tidak ada yang tak pernah melakukan kesalahan. CIA pun begitu, ternyata mereka juga pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal.
      Pada tahun 2003 dilaporkan jika CIA telah menangkap seorang warga Jerman. Oleh CIA, si warga Jerman ini dianiaya sedemikian rupa, bahkan sampai mengalami kekejian luar biasa. Konyolnya, ternyata CIA salah tangkap. Si warga Jerman ini pun dilepaskan pihak CIA tanpa pernah dimintai maaf atau ganti rugi.
      5. Berikan Rusia Alat Kontrasepsi Raksasa dan Menghinanya

      Meskipun sekarang adem ayem, namun rivalitas antara Amerika dan Rusia sudah jadi rahasia umum yang diketahui banyak orang. Beberapa kali mereka pernah menunjukkan rivalitasnya. CIA yang notabene adalah agen penting Amerika, juga sering dilibatkan dalam pergolakan dua negara raksasa ini. Salah satunya adalah memancing kemarahan publik Rusia dengan menghina mereka.
      Bukan secara verbal, hanya simbolis saja. Ketika itu CIA ditugaskan untuk mengirimkan sebuah alat kontrasepsi pria dengan ukuran yang sangat besar ke Rusia. Tujuannya sendiri adalah untuk mengatakan jika pria-pria Amerika jauh lebih jantan dari pada Rusia.
      6. Mereka Punya Buku Manual untuk Melakukan Penyiksaan

      Namanya juga badan intelijen rahasia super, maka segala sesuatunya harus on the track. Percaya atau tidak, para agen CIA ternyata dibekali dengan banyak sekali manual untuk deskripsi kerja mereka. Sangat aneh sih mengingat lulusan CIA adalah mereka yang terbaik.
      Tak hanya tentang mencari informasi atau pakai senjata, ternyata ada pula buku manual soal siksa menyiksa. Di dalamnya dijelaskan bagaimana cara menyiksa dengan baik dan benar. Tak hanya dijelaskan cara menggunakan alat-alat siksa, di dalamnya juga disinggung bagaimana cara efektif melakukan intimidasi secara psikologis.
      7. Mereka Pernah Menghancurkan Guatemala Hanya untuk Perusahaan Buah

      United Fruit Company adalah kantor dagang Amerika yang berfokus pada pengelolaan dan perdagangan buah, terutama pisang, yang ada di Guatemala. Sayangnya, dalam kelola operasionalnya ternyata United Fruit banyak melakukan kecurangan. Hingga akhirnya pemerintah setempat menganggap keberadaan perusahaan tersebut membahayakan. Namun CIA segera melakukan aksi preventif.
      Diketahui, CIA membuat semacam skenario busuk yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan saat itu. Ketika itu mereka melakukan semacam propaganda anti komunis. Siapa sangka cara ini berhasil dan pada akhirnya sukses membuat United Fruit tetap bertahan.
      Inilah fakta-fakta buruk tentang CIA yang berhasil diungkap. Mungkin mereka sangat keren ketika berada di film. Namun, siapa sangka jika dalam praktiknya seringkali melakukan hal-hal kotor. Indonesia sendiri konon katanya pernah jadi korban CIA. Hal tersebut terjadi di masa-masa terakhir kepemimpinan Soekarno yang melibatkan Freeport dan juga Presiden Soeharto.
    • Guest News
      By Guest News
      Trump saat berpidato di markas CIA.
      Presiden Donald Trump, yang pernah mengecam pedas komunitas intelijen sebelum ia dilantik, hari Sabtu mengatakan kepada para staf di Badan Intelijen Amerika (CIA), bahwa ia mendukung mereka. Trump mengadakan kunjungan ke kantor pusat CIA di Langley, Virginia, sehari setelah ia dilantik sebagai presiden.
      Pada hari pertamanya menjabat sebagai pemimpin negara, Presiden Donald Trump mengatakan kepada staff CIA, ia mendukungnya. 
      "Saya sangat mendukung Anda dan saya tahu, mungkin kalian kadang belum tidak mendapat dukungan yang diperlukan, tapi kini kalian akan mendapat begitu banyak dukungan, sehingga mungkin kalian akan mengatakan, ‘Tolong, jangan beri kami begitu banyak bantuan," kata presiden yang disambut tawa.
      Dia mengatakan kepada sekitar 400 staf CIA yang berkumpul, Amerika harus berjuang melawan ISIS.
      "Kita sudah terlibat perang ini lebih lama dari semua perang yang pernah kita lakukan. Kita tidak menggunakan kemampuan penuh, karena kita terkekang. Kita harus menyingkirkan ISIS. Kita tidak punya pilihan." 
      Trump menuduh media menulis berita palsu bahwa ia bermusuhan dengan badan-badan itelojen Amerika. Kurang dari dua minggu sebelum menjabat sebagai presiden, Trump mengkritik badan-badan intelijen setelah bocornya klaim yang belum terbukti, bahwa Rusia mengumpulkan informasi buruk tentang dirinya. Dia mentweet: "Badan-badan intelijen seharusnya tidak memperbolehkan berita palsu ini 'bocor' ke publik ...." Ini akan mengambil Tapi mungkin akan dibutuhkan lebih dari satu kunjungan ke markas CIA untuk memperbaiki hubungan, kata mantan analis CIA, Aki Peritz. 
      "Semua karyawan CIA adalah orang yang cukup cerdas, profesional, berpendidikan, satu pidato saja tidak akan benar-benar mengubah keprihatinan serius mereka dengan presiden sekarang ini," ujarnya.
      Trump memuji Direktur CIA pilihannya, anggota Kongres Mike Pompeo, sebagai "bintang yang mantap". Senat diharapkan mengukuhkan Pompeo hari Senin. 
      Kemudian, setelah kembali ke Gedung Putih, juru bicara pers presiden dengan tajam mengecam media atas peliputan pelantikan. Sean Spicer menuduh media meremehkan banyaknya orang yang hadir pada acara pelantikan. 
      "Upaya-upaya untuk mengurangi antusiasme pelantikan itu memalukan dan salah," ujarnya.
      Pelantikan itu adalah awal dari apa yang dijanjikan Trump masa kepresidenan yang sibuk.
    • By Cahayapurno
      Rodrigo Duterte ialah Presiden Filipina ke-16
      Pada Kamis lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa kebanyakan duta besar  meremehkan pemerintah asing tempat mereka bertugas. Sebab, kata dia, karena tugas mereka lebih sebagai mata-mata.
      Secara khusus, ia menyebut mantan duta besar Philip Goldberg.
      Duterte mencetuskan hal itu ketika menanggapi laporan Manila Times bahwa mantan duta besar AS itu sedang merencanakan untuk 'menggoyang' Duterte.
      Harian tersebut mengaku mendapat informasi dari 'sumber dalam' bahwa Goldberg mencanangkan strategi penggulingan  dalam waktu 1,5 tahun.
      Seperti dikutip dari UPI pada Jumat (30/12/2016), pihak AS melalui State Department atau Departemen Luar Negeri membantah tuduhan itu pada hari yang sama.
      Daniel Russel, staf menlu untuk Uurusan Asia Timur dan Pasifik menyatakan melalui harian tersebut, "Seperti kami katakan, hubungan kami dengan Filipina luas dan persekutuan kita adalah salah satu hubungan yang berjalan dan terpenting di kawasan Asia Pasifik."
      Dalam wawancara televisi itu, Duterte bahkan memperluas tuduhannya kepada para duta besar AS lainnya, katanya, "Mengacu kepada berita yang kredibel, mungkin kalian sudah sedikit mengerti bagaimana mereka beroperasi."
      "Karena kebanyakan duta besar AS, tidak semua, bukan benar-benar duta besar profesional…mereka sedang memata-matai. Mereka sangat terhubung dengan ."
      "Duta besar suatu negara adalah mata-mata nomor wahid, tapi ada sejumlah duta besar AS bertugas menggoyang pemerintahan. Itulah yang terjadi di Bolivia," imbuhnya.

      Philip Goldberg and Duterte.
       
      Goldberg berdinas sebagai duta besar AS untuk Filipina dari 2 Desembeer 2013 hingga 4 November 2015. Sebelumnya ia adalah asisten menteri untuk intelijen dan penelitian di State Department.
      Pada 2006, Presiden George W. Bush mencalonkan dia menjadi duta besar untuk Bolivia.
      Pada 10 September 2008, pemerintah Bolivia memberi waktu 72 jam baginya untuk hengkang, setelah AS dicurigai memberikan jutaan dolar kepada para pemimpin oposisi dan pemikir yang berseberangan dengan Presiden Evo Morales.
      Menurut State Department, tuduhan terhadap Goldberg tidak berdasar.
      Kata Duterte, "Itulah yang terjadi di Bolivia. Dia diusir karena menggoyang presiden pribumi di sana."
      "Dan Goldberg semakin ketahuan, menggerogoti sendi dasar kepresidenan dan diusir sebagai persona non grata (orang yang tak disuka)."
    • By ThinkSmart
      Dokumen-dokumen yang belakangan terungkap ke publik mengungkap keberadaan sejumlah proyek itu, dari yang dirasa lucu, hingga yang berakibat mengerikan. Dari proyek rahasia Angkatan Udara AS membuat piring terbang supersonik hingga penelitia era Perang Dunia II yang menghasilkan senjata pemusnah massal bom atom.
      1. Proyek Manhattan

      Ini adalah proyek yang berujung pada kematian ratusan ribu orang. Dimulai diam-diam pada tahun 1939, Proyek Manhattan, menghasilkan bom atom pertama di muka Bumi.
      Riset dipimpin fisikawan Amerika Julius Robert Oppenheimer, kendali proyek secara keseluruhan ada di tangan Mayor Jenderal Leslie Groves dari US Army Corps of Engineers.
      Meski melibatkan 30 tempat riset dan produksi yang berbeda, Proyek Manhattan sebagian besar proyeknya dilaksanakan di tiga tempat rahasia: Hanford di Washington, Los Alamos di New Mexico, dan Oak Ridge di Tennesse --yang lokasinya dirahasiakan sampai akhir Perang Dunia II.
      Proyek Manhattan menghasilkan rancangan, produksi, dan peledakan dari tiga bom nuklir pada 1945. Yang pertama, menggunakan plutonium dibuat di Hanford, dites pada 16 Juli di Situs Trinity, tes nuklir pertama dunia, dekat Alamogordo, New Mexico. Ledakan menciptakan awan cendawan (jamur) yang membentang selebar 12.200 meter. Kekuatannya setara dengan 15 ribu TNT.
      Sebulan kemudian Jepang jadi lokasi uji coba. Bom uranium disebut Little Boy diledakan pada 6 Agustus di kota Hiroshima, Jepang. Yang ketiga, bom plutonium disebut Fat Man, diledakan pada 9 Agustus di atas kota Nagasaki. Sebuah tragedi di akhir Perang Dunia II yang merenggut ratusan ribu nyawa. Dua bom di Jepang adalah satu-satunya senjata nuklir, sampai saat ini, yang digunakan dalam perang.
      Hari ketika bom atom meledak, Oppenheimer bersorak atas kesuksesan misinya. Namun beberapa bulan kemudian ia menyesal bukan main. Apalagi, Pemerintah AS menggunakan tragedi Hiroshima untuk mempercepat perlombaan senjata nuklir dan bukan untuk menciptakan perdamaian dunia.
      Suatu hari ia bertemu Presiden Harry S. Truman di Gedung Putih dan berkata, "Pak Presiden, aku merasa tanganku berlumuran darah," kata dia, merujuk pada Tragedi Hiroshima-Nagasaki, seperti dimuat Daily Mail. Pernyataan yang membuat Truman marah dan menyebut Oppenheimer sebagai 'ilmuwan cengeng'.
      Pernyataan yang sama diucapkan Oppenheimer 20 tahun kemudian. "Saat ini aku menjadi Kematian. Penghancur dunia."
      2. Operasi Paperclip

      Pada September 1946, Presiden Harry Truman memberikan izin berlangsungnya sebuah program yang diberi nama Operasi Paperclip -- yang bertujuan 'mencuri' ilmuwan dari Nazi Jerman dan memindahkan mereka ke AS.
      Para pejabat dari Office of Strategic Services (cikal bakal CIA) merekrut ilmuwan- ilmuwan Jerman untuk membantu pembangunan di Negeri Paman Sam setelah perang -- sekaligus memastikan pengetahuan ilmiah yang berharga dan strategis tak jatuh ke tangan Uni Soviet, serta Jerman Barat dan Jerman Timur.
      Kala itu, pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.
      Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.
      Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.
      Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin. Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.
      Sementara, Salah satu ilmuwan yang direkrut adalah ahli roket, Wernher von Braun, yang menjadi otak misi Apollo Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Dia mestinya tak masuk kriteria karena keterkaitannya dengan Nazi. Von Braun adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.
      Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian," demikian Liputan6.com kutip dari BBC.
      "Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."
      3. Proyek Grudge

      Sementara Area 51 tak secara khusus ditujukan untuk meneliti makhluk ekstrateresterial, Angkatan Udara AS diam-diam menyelidiki eksistensi UFO.
      Proyek Grudge, adalah program jangka pendek yang diluncurkan pada 1949 untuk menyelidiki benda terbang aneh, seperti piring terbang. Misi ini melanjutkan program sebelumnya yang dinamakan Proyek Sign -- yang melaporkan pada 1949 bahwa sebagian penampakan diduga UFO sejatinya adalah pesawat terbang -- yang tak ada data khusus untuk menentukan asal usulnya.
      Kritik terhadap Project Grudge, bahwa program tersebut semata-mata ditetapkan untuk menghilangkan prasangka laporan UFO -- untuk menenangkan masyarakat -- dan hanya sedikit penelitian aktual yang dilakukan.
      Sebaliknya, banyak pula yang berkata bahwa pemerintah pernah menutup-nutupi proyek ini dari pantauan masyarakat umum, seperti pada awal kasus kecelakaan di Roswell, New Mexico. Pada bulan Juli 1947, pejabat militer mengadakan siaran pers bahwa reruntuhan telah ditemukan dari pesawat luar angkasa asing yang jatuh, namun kemudian menarik kembali pernyataan mereka keesokan harinya.
      Dalam bukunya, Edward J. Ruppelt, Kapten Angkatan Udara sekaligus direktur proyek menulis, "Tak butuh banyak waktu saat mempelajari dokumen UFO lama, untuk melihat bahwa prosedur standar intelijen tidak diikuti dalam Proyek Grudge. Segala sesuatu yang dievaluasi dengan premis bahwa UFO sejatinya tak ada. Apapun yang Anda lihat atau dengar, jangan percaya."
      Setelah bubar, Proyek Grudge bermetamorfosa menjadi "Blue Book Project" yang pada tahun 1969 resmi diakhiri oleh pemerintah Amerika Serikat.
      4. Area 51

      Seperti halnya Segitiga Bermuda, Area 51 adalah salah satu tempat paling misterius di muka Bumi. Banyak teori konspirasi beredar soal lokasi pangkalan militer rahasia AS di Nevada itu.
      Ada yang menduga area 51 adalah lokasi perakitan UFO yang jatuh, tempat penelitian alien yang tertangkap. Ada juga yang mengira lokasi itu adalah tempat pengujian senjata rahasia AS, termasuk senjata pengendali cuaca, juga penelitian mesin penjelajah waktu. Bahkan, ada yang menduga area 51 adalah markas organisasi rahasia, Majestic 12, yang bercita-cita mendirikan pemerintahan tunggal di dunia.
      Pada Juli 2013, dokumen CIA yang status kerahasiaannya dicabut, mengakui keberadaan Area 51 untuk pertama kalinya. Dalam dokumen disebut, situs rahasia tersebut digunakan untuk menguji berbagai pesawat mata-mata, termasuk U-2 -- pesawat pengintai terkenal.
      Lokasi terpencil di gurun yang mengelilingi Danau Groom dipilih karena berdekatan dengan fasilitas pengujian nuklir. "U-2 sangat rahasia," kata jurnalis pertahanan Inggris, Chris Pocock, dan penulis sejarah program pengembangan pesawat U-2 tersebut, kepada BBC. "Mereka mencoba untuk menyembunyikan semua hal tentang itu."
      Pesawat U-2 yang dibuat untuk memata-matai Uni Soviet dimasa perang dingin, masih diterbangkan oleh Angkatan Udara AS hingga saat ini.
      Dokumen ini mencatat bahwa pengujian pesawat U-2 pada 1950 --dengan ketinggian yang jauh lebih tinggi daripada pesawat komersial -- menyulut "peningkatan yang signifikan terhadap laporan benda terbang yang tak dikenal (UFO)".
      "Pada saat itu, tidak ada yang percaya penerbangan berawak bisa terbang di atas 60.000 kaki (seperti U-2), sehingga tidak ada yang menyangka akan melihat sebuah benda yang begitu tinggi di langit," catatan penulis Gregory Pedlow dan Donald Welzenbach.
      5. Proyek MK-ULTRA

      Pada tahun 1950-an, CIA meluncurkan program superrahasia, MKULTRA. Tujuannya mencari obat atau teknik yang bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia. Lebih dari dua dekade selanjutnya, lembaga intelijen itu menggunakan halusinasi, kondisi kurang tidur ekstrem, dan alat kejut listrik sebagai upaya pencucian otak sempurna.
      Ilmuwan CIA melakukan lebih dari 149 proyek riset sebagai bagian dari MKULTRA. Salah satunya, mereka mengetes efektivitas LSD dalam situasi sosial tertentu dengan cara, diam-diam membubuhkan obat di sebuah bar di New York atau San Francisco. Atau menawarkan heroin pada pecandu agar mereka bisa berhalusinasi.
      Dihantui skandal Watergate, pada tahun 1973 Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan dokumen yang terkait dengan proyek tersebut dimusnahkan. Namun, sejumlah dokumen berhasil lolos, pada 1977 atas nama UU Kebebasan Informasi, sebanyak 20.000 halaman dirilis.
      6. Proyek Iceworm

      Pada tahun 1960-an, Angkatan Darat AS memulai sebuah misi rahasia untuk membangun serangkaian situs peluncuran rudal nuklir mobile di bawah lapisan es Greendland. Tujuannya, sebagai landasan rudal jarak menengah untuk menyerang sasaran di dalam Uni Soviet.
      Program tersebut diberi kode Project Iceworm, namun, untuk menguji kelayakannya, Angkatan Darat meluncurkan kedok proyek riset yang dinamakan "Camp Century" pada 1960.
      Di bawah kedok ini, insinyur membangun jaringan bangunan bawah tanah dan terowongan, termasuk tempat tinggal, dapur, ruang rekreasi, rumah sakit, laboratorium, kamar pasokan, pusat komunikasi dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
      Pangkalan, yang juga dirahasiakan dari pemerintah Denmark, beroperasi selama 7 tahun. Program itu akhirnya dibatalkan pada 1966, akibat geseran es yang menciptakan kondisi tak stabil. Hingga kini, sisa-sisa Proyek Iceworm terkubur di bawah lapisan es Kutub Utara.
      7. Proyek 1794

      Pada tahun 2012, Angkatan Udara AS mengungkap dokumen rahasia, termasuk catatan program rahasia pembuatan pesawat yang bentuknya meniru piring terbang.
      Program ambisius itu dinamakan Proyek 1794. Tujuannya,membuat piring terbang yang kuat dan dapat berfungsi untuk melakukan patroli udara. Sekaligus untuk menembak jatuh pesawat pembom Uni Soviet.
      Dalam memo tahun 1956 terungkap, pesawat ditargetkan bisa melaju dengan kecepatan maksimal antara Mach 3 dan Mach 4, melayang di ketinggian 100.000 kaki atau 30.000 meter, dan daya jangkaunya maksimal 1.000 mil laut.
      Target lain, piring terbang itu bisa terbang di lapisan stratosfer, dengan kecepatan 2.600 mil per jam, kemampuan untuk take-off dan mendarat secara vertikal, dan dikontrol dan distabilkan dengan pendorong jet. Saking cepatnya, perjalanan New York - Miami cukup ditempuh 24 menit.
      Lalu bagaimana nasib proyek ini?
      Diketahui, para insinyur telah melakukan tahap awal, lalu membangun desain prototipe. Namun pada akhirnya usaha mereka pupus. Proyek ini ditakdirkan gagal, meski para ilmuwan yang terlibat yakin, mereka di jalur yang benar.
      Uji coba menunjukkan, desain piring terbang, dari kaca mata aerodinamis, tak stabil dan tak terkendali dalam kecepatan tinggi.
      Kendala lainnya adalah soal pembiayaan, untuk meneruskan pembangunan prototipe tersebut membutuhkan uang sebanyak US$3,1 juta atau sekitar US$26,6 miliar jika dibandingkan dengan nilai uang saat ini. Sungguh jumlah yang luar biasa untuk proyek yang belum dipastikan bakal berhasil.
    • By berita_semua
      Kelompok ISIS mengklaim telah memenggal sejumlah pasukan pemberontak Suriah dari faksi Tentara Pembeban Suriah (FSA). Alasannya, FSA bekerjasama dan dididik CIA, Amerika Serikat, untuk menggulingkan rezim Suriah.
      Klaim kelompok Islamic State atau ISIS itu muncul dalam video yang dirilis hari Rabu. Kelompok yang menjalankan eksekusi terhadap para tentara FSA sejatinya kelompok “Wilayat Furat”. Namun, kelompok itu telah bersumpah setia kepada ISIS.
      Video eksekusi yang dirilis berdurasi 19 menit. Seorang anggota ISIS dengan menutup wajahnya mengeluarkan ancaman akan melakukan banyak eksekusi lagi.
      ”Setiap Muslim yang berpikir untuk bergabung kelompok yang didukung AS yang ingin menyingkirkan rezim (Presiden Suriah Bashar) Assad,” bunyi ancaman anggota ISIS itu, mengacu pada target yang akan akan dieksekusi selanjutnya.
      Kelompok itu mengatakan bahwa mereka ditangkap para pasukan FSA setelah bertempur di dekat Kota Al-Bukamal, perbatasan Suriah dengan Irak. “Kami memperkuat saudara-saudara kita di ISIS,” kata seorang militan kelompok itu di video, yang dikutip Al Arabiya, semalam (5/10/2016).
      FSA yang beranggotakan sekitar 60 ribu mantan tentara Suriah sudah lama berusaha menggulingkan rezim Assad. Beberapa anggotanya telah menerima pelatihan dari agen CIA.
×
×
  • Create New...