Jump to content

Kisah Kesurupan Anak-anak di Negara Barat


blackcompany

Recommended Posts

 Kesurupan merupakan fenomena tubuh yang masih jadi misteri. Sains telah berupaya menjawabnya, namun belum memuaskan.

 

Lalu berkembanglah opini bahwa di era modern ini, kesurupan lebih sering terjadi di daerah-daerah yang masih kental mempercayai dunia mistis atau gaib. Negara dunia ketiga seperti Indonesia pun termasuk di antaranya. Sementara kesurupan jarang terjadi di negara-negara maju. Apakah benar demikian?

 

Bisa jadi ini penilaian sepihak dari orang-orang tertentu. Nyatanya, kesurupan juga dialami kok di negara-negara  barat. Kita mungkin harus berhenti menggeneralisasi semua hal, kan? Inilah beberapa contoh kesurupan yang dialami kulit putih.

 

1. Tiga anak Latoya Ammons

 

post-166-0-34528000-1427751550_thumb.jpg

 

Seorang ibu dari 3 anak yang bernama Latoya Ammons mengalami kisah kesurupan yang mengerikan di rumahnya. Kisahnya itu berawal dari mereka pindah ke rumah barunya di Indiana.

 

Ibu Latoya mulai merasa aneh, ketika ia mendengar suara orang berjalan di rumahnya, lalu peristiwa aneh kerap terjadi dan akhirnya ketiga anaknya pun juga mengalami kesurupan dengan cara yang sama.

 

Sejak kejadian itu, ia lalu ingin mencari tahu dengan meminta pertolongan dengan pekerja medis, polisi, bahkan pastor.

 

Kemudian, terdengar kabar bahwa rumah yang Latoya diami terdapat 200 hantu yang tinggal di sana. Sejak mengetahui hal itu Latoya langsung memutuskan untuk pindah dari rumah itu, karena ia takut akan terjadi peristiwa aneh lagi.

 

2. Anna Ecklund

 

post-166-0-77658400-1427751548_thumb.jpg

 

Dikisahkan seorang anak yang berusia 14 tahun bernama Anna Ecklund tinggal di Earling lowa. Pada tahun 1912 Anna mengalami kesurupan lalu ia dikutuk oleh ayah serta bibinya yang meminta agar setan selalu mengganggu Anna.

 

Pada tahun 1928, Anna pergi ke gereja dan meminta pertolongan untuk membebaskan dirinya dari kutukan tersebut. Lalu, saat seorang suster mendekatinya, tubuh Anna langsung telentang dan kemudian terangkan keatas. Sejak saat itulah Anna dinyatakan telah bebas dari kutukan tersebut.

 

3. Roland Doe

 

post-166-0-65775900-1427751549_thumb.jpg

 

Akibat terinspirasi dari sebuah film Hollywood yang berjudul The Exorcist, seorang anak berusia 14 tahun mengalami kesurupan sebanyak 30 kali. Kejadiaan ini berlangsung ketika ia mengikuti cara memanggil hantu yang diperlihatkan dalam film Hplliwood tersebut. Lalu Roland pun mencoba memanggil hantu bibinya yang telah meninggal.

 

Saat itulah Roland langsung kesurupan, tubuhnya terangkat keatas dan kemudian terdapat bekas cakaran di tubuhnya. Kemudian keluuarga Roland langsung memanggil pastor dan kemudian hantu di dalam tubuh Roland pun berhasil dikeluarkan.

 

4. Anneliese Michel

 

post-166-0-31700800-1427751549.jpg

 

Kisah seorang gadis yang bernama Anneliese Michel berusia 16 tahun merupakan kisah kesurupan yang paling menyeramkan. Anneliese sering mendengar suara-suara aneh, serta berperilaku aneh yang meminum air kencingnya sendiri, kemudian ia juga sering mengalami kesurupan sebanyak 70 kali dalam 10 bulan lamanya. Dan pada akhirnya, gadis ini tewas karena sakit dan kelaparan akibat hantu yang ada di dalam tubuhnya itu.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By taniveline

      Dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang kompleks, dimana terdapat banyak perbedaan, kita sering sekali menghadapi hal-hal yang tidak enak menyangkut kehidupan pribadi kita. Salah satunya adalah masalah pasangan hidup, baik itu pacar atau suami.
      Pasangan hidup, terutama bagi wanita, masih dianggap sebagai salah satu hal yang dapat menaikkan gengsi atau status sosial dalam masyarakat. Contohnya, jika Anda menikah dengan pejabat atau pengusaha sukses, masyarakat tiba-tiba bisa menjadi hormat terhadap Anda dan keluarga.
      Salah satu hubungan yang banyak disorot masyarakat adalah pasangan campuran, yaitu salah satu pasangan berasal dari bangsa lain atau biasa disebut “Bule”. Masalah sering timbul jika Anda hidup dalam lingkungan yang kurang berpendidikan atau di daerah yang jarang sekali ada bule-nya. Masyarakat kita masih banyak yang berpikir bahwa bule adalah orang yang level-nya di atas orang lokal. Akibatnya masyarakat menganggap bahwa para bule pasti kaya, bule pasti lebih mudah cari uang, bule pasti lebih romantis, dan lain sebagainya.
      Dari pengalaman pribadi saya yang memiliki pasangan bule, cukup banyak hal yang menuntut saya untuk bersabar agar tidak terpancing emosi. Terutama tentang anggapan sebagian masyarakat yang memandang negatif hubungan wanita lokal dengan bule. Memiliki pasangan bule memang memiliki suka duka tersendiri, khususnya jika bermukim di Indonesia. Seperti apa contohnya??
      Gak enaknya memiliki pasangan bule :
      1. Dianggap Cewek Matre.
      Orang akan menganggap Anda sebagai cewek matre atau gold digger. Mereka pikir kita memilih bule karena menginginkan harta dan limpahan uang. Padahal banyak wanita Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi dan karir bagus tetapi mereka memiliki pasangan bule. Ini artinya tidak semua hubungan dengan bule bermotif uang. Cinta itu tak pandang ras!
      2. Dianggap Banyak Uang
      Jadi pasangan bule akan dianggap hidup dalam kemewahan. Tak jarang ada teman yang berusaha pinjam uang dari nominal kecil sampai besar. Ada yang minta ditraktir atau mengharap ditraktir. Aduh, dipikir bule itu mesin ATM?? Padahal tidak semua bule adalah orang kaya. Bule punya uang juga hasil dari bekerja atau berbisnis, bukan karena ada hujan uang di negerinya. Biasanya bule melakukan traveling setelah menabung berbulan-bulan.
      3. Dianggap Cewek Murahan atau Pasangan Sementara.
      Berjalan dengan bule bisa membuat Anda dianggap cewek yang mudah ditiduri atau dibayar untuk service sex. Saya heran, kenapa masyarakat kita selalu mengaitkan sex dengan bule?? Sebagian besar orang Indonesia menganggap bule tidak bisa setia dan mudah berganti pasangan. Kalo pasangan kita bule, mereka akan bilang bahwa kita cuma dikasih senang sementara dan ujung-ujungnya akan diselingkuhi atau ditinggal balik ke negaranya. Padahal cowok lokal pun banyak yang tidak setia. Coba deh sesekali Anda ke Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri, tanya berapa banyak perceraian pasangan lokal yang diproses oleh mereka dalam sehari (belum termasuk cerai yang ditinggal begitu saja).
      4. Dikatai Muka Pembantu.
      Banyak orang yang bilang bule itu punya selera yang aneh, cewek berkulit gelap atau berwajah “mbak-mbak” kok bisa dipacari atau diperistri? Hampir semua orang bilang kalo bule senang dengan cewek-cewek berwajah pembantu. Jadi, jika Anda punya pasangan bule berarti Anda masuk dalam kategori cewek jelek! Sayang sekali orang-orang lupa bahwa definisi dan standar kecantikan berbeda bagi tiap orang. Jika menurut Anda cantik adalah berkulit putih dan berambut lurus, belum tentu demikian menurut orang lain.  
      5. Dikira Tour Guide.
      Sering kali saat berjalan dengan bule, saya dikira Tour Guide (pemandu wisata). Pernah ketika saya pergi liburan dengan suami dan keluarganya ke tempat-tempat wisata di Indonesia, ada aja orang yang bertanya; “Bawa turis-turis dari mana, Mbak?” Hiyaaaa…. Wkwkwkwk… Gapapa, berarti saya pinter tentang budaya kalo dikira Tour Guide
      6. Dikira Baby Sitter.
      Biasanya anak-anak hasil dari pernikahan campur memiliki wajah yang menawan (cantik atau ganteng). Rata-rata lebih kelihatan muka bule-nya daripada Indonesianya. Perbedaan wajah dan warna kulit yang mencolok antara ibu dan anak ini sering membuat si ibu kandung dianggap Baby Sitter, terutama kalau sedang jalan-jalan ke luar lingkungan, misalnya ke mall. Kadang si ibu sudah menjelaskan panjang lebar pun orang tidak percaya. Tidak jarang petugas imigrasi airport sering mencurigai si ibu menculik anak orang.
      7. Diperhatikan Banyak Orang.
      Jika Anda berjalan dengan bule, lihatlah sekeliling Anda. Pasti hampir semua orang akan memandang Anda dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu mulai menilai fisik dan penampilan Anda. Ada yang saling berbisik dengan temannya, seolah-olah baru melihat alien turun dari planet. Kadang terlihat muka-muka mereka adalah muka envy. Saya tahu kok dalam hati mereka pasti merasa saya gak cantik tapi kok bisa dapat bule??
      8. Diberi Harga Mahal.
      Lebih baik jangan pergi ke pasar tradisional dengan bule, karena dengan adanya bule di samping kita biasanya harga langsung berubah naik minimal 3x lipat. Begitu juga dengan harga penginapan, taksi tanpa argo, persewaan mobil, atau ojek. Para penjual produk atau jasa akan membedakan harga bule dengan harga lokal.
      Kalau saya bilang, “Kok mahal sih??”
      Mereka menjawab, “Lho, kan yang bayar mas bule-nya??” *nguap – melengos pergi*
      Tempat-tempat wisata di Indonesia juga senang menetapkan harga berbeda untuk bule, bahkan ada yang sampai 300% lebih mahal daripada harga tiket lokal.
      9. Dikerubuti Sales
      Bedakan jika Anda ke mall sendirian dengan saat Anda ke mall dengan pasangan bule. Saat sendirian belum tentu ada SPG atau sales yang menyapa Anda. Giliran ke mall sama bule langsung deh SPG dari berbagai produk hingga sales mobil dan condominium akan menghampiri Anda.
      10. Sederhana Dianggap Kere.
      Banyak orang memandang kehidupan bule itu mewah. Makanya kalau lihat bule naik angkot, pasti dikatai bule kere (harusnya naik mobil pribadi atau minimal taksi silverbird), atau kalau ada bule makan di warung/warteg, langsung dipikir bule kere (harusnya makan di mall atau resto mahal).
      11. Mau Tahu Love Story Kita.
      Kadang suka capek juga sih kalo ketemu orang selalu ditanya kisah cinta kita dari awal sampai menikah. Gimana gak capek kalo harus mengulang cerita yang sama lagi dan lagi? Banyak orang berpikir saya bisa kenal bule karena sering nongkrong di klub malam atau mengunjungi tempat-tempat yang banyak bule-nya.
      Saya sering ditanya: “Kenal suami di Bali ya??” **Aiiihh… Memangnya bule cuma ada di Bali?
      Ada juga yang bilang: “Kirain lo kenal bule gara-gara dugem…”  **Yaelaaahhh… Padahal saya paling males kalo diajak dugem!
      Kadang kalau saya jawab singkat, misalnya: “Oh dulu kerja sekantor…” Teruslah dikejar pertanyaan “Kantornya di mana?”, “Kerjaan lo dulu apa?”, “Dia di bagian apa?” dan lain-lain.
      Kalau saya kasih jawaban singkat lainnya, misalnya: “Dulu teman nongkrong…” tetap ada pertanyaan yang mengikuti; “Nongkrongnya di mana??”  **Ya di toilet lah, Mbak!
      Suatu ketika pernah saya jawab; “Dari internet…” Lalu dikomentari “Gila! Beruntung banget bukan scammer!” **Whoaaahhh…
      12. Minta Dicarikan Jodoh.
      “Kenalin dong ama temen-temen bule lo…”
      “Lo ada temen bule single gak, say?”
      “Laki lo punya temen single, gak? Boleh dong kenalin ke gue…”
      Kata-kata seperti di atas pasti sering dilontarkan kepada pacar atau istri para bule. Lucunya ada orang yang waktu melihat kita pacaran sama bule dia agak sinis, eh saat kita nikah lalu minta dicarikan bule juga. Maksudnya apa ya?? *Gagal paham*
      13. Ditanya Urusan Pribadi.
      Banyak juga yang tanya, “Gaji suami lo Dollar, ya??” atau “Enak dong, gaji suami lo pasti gede!”
      Selain itu ada juga yang mau tahu berapa uang bulanan yang saya terima dari suami, meski bertanyanya tidak secara langsung tapi mengarah ke situ. Ada juga tanya sambil becanda (tapi gak pantas), “Enak ya punya suami bule?? “Itu”nya kan gede!” Iya Mbak, gede ukuran sepatunya, susah nyarinya!
      14. Banyak Digoda Cewek Aneh!
      Tidak sedikit wanita-wanita yang berupaya mendapatkan bule tanpa peduli bule tersebut sudah punya pasangan resmi. Mereka yang pernah mengenal pasangan kita di masa lalu tetap berusaha melakukan kontak agar tidak putus hubungan. Ada juga wanita-wanita yang tidak dikenal menyapa dan memberi nomor telepon padahal mereka tahu atau melihat si bule membawa pacar/istri (lokasi biasanya di mall, restoran, atau tempat wisata). Tak jarang pula banyak cewek-cewek yang meng-add pasangan bule kita di sosial media, dan berusaha menjalin pertemanan.
      15. Harus Sabar Melayani Fans.
      Sering lagi enak-enak jalan berdua, tiba-tiba ada orang yang minta foto bareng sama pasangan saya. Sebenarnya kejadian ini lebih mengarah ke lucu daripada menyebalkan. Hanya saja biasanya orang yang minta foto bareng tidak ada basa-basinya pada saya, seolah saya ini asisten selebriti yang disuruh memotret atau dicuekin sampai mereka selesai foto-foto. Gak sopan!
      16.  Haters Gonna Hate!
      Sering sekali saya mendapat cemooh dari orang-orang yang sirik dengan wanita pasangan bule dan juga bulenya. Apa saja dikomentari jelek, mulai dari muka pembantu gak jelas, bule miskin, bule gak setia, dan lain-lain. Maaf saja, mereka yang berperilaku seperti ini biasanya adalah pecundang! Para pecundang wanita biasanya sirik karena tidak bisa mendapatkan bule meski sudah mencoba segala cara, atau pernah berhubungan dengan bule namun hubungannya bermasalah atau tidak berhasil. Begitu juga pecundang pria, mereka sirik dengan bule karena kalah tampilan dan merasa kalah pasaran dengan bule. Saya sudah biasa menerima komen-komen dengan kata-kata kasar, seperti orang yang tidak berpendidikan. Memang, kedengkian itu menghilangkan etika dan sopan santun…
      Nah, kalau ada duka pasti ada suka dong! Tapi enaknya punya pasangan bule tergantung masing-masing orang, tiap orang belum tentu merasakan hal yang sama. Berikut ini adalah sukanya memiliki pasangan bule versi saya (jadi jangan protes ya!)
      Enaknya memiliki pasangan bule :
      1. Menerima Anda apa adanya.
      Kebanyakan bule tidak peduli dengan keadaan fisik Anda, misalnya: Anda skoliosis, gendut, pendek, kulit Anda gelap, atau rambut Anda jelek. Mereka juga tidak peduli Anda kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak. Jika dia mencintai Anda, dia akan menerima Anda apa adanya. Justru ketika ada cowok lokal yang mendekati saya, mereka cenderung melihat saya dari tampilan luar saja.
      2. Tidak Posesif.
      Jarang sekali bule yang melarang Anda melakukan ini itu atau membatasi pergaulan Anda. Bule lebih logis dalam berpikir. Mereka tidak cemburuan dan tidak curigaan. Anda tetap bisa bergaul dengan teman-teman Anda, pergi ke mana Anda suka, dan melakukan apa yang Anda mau (selama masih dalam hal yang positif dan bertanggung jawab). Kebanyakan teman-teman saya yang punya pasangan lokal sering dilarang ini itu oleh pasangannya.
      3. Lebih mudah berkomunikasi.
      Kebanyakan bule lebih berpikiran terbuka dan smart. Mereka lebih mudah diajak bicara. Mereka akan membahas berbagai hal dengan Anda untuk mengetahui apa pendapat Anda. Mereka mau mendengarkan Anda. 
      4. Lebih mendukung Anda.
      Bule senang dengan kegiatan positif yang Anda lakukan atau sesuatu yang berhubungan dengan bakat atau cita-cita Anda. Misalnya jika Anda suka menulis, fotografi, atau berbisnis, mereka memberikan support penuh untuk mewujudkan impian Anda. Dukungan mereka dapat berupa semangat, ide-ide, bahkan dukungan financial.
      5. Tidak Dipandang Rendah.
      Wanita bukan mahluk nomor dua untuk bule. Mereka menganggap setara derajat pria dan wanita. Anda tidak akan dianggap lebih rendah. Bule juga mau melakukan hal-hal yang biasanya hanya dilakukan oleh wanita di Indonesia, seperti memasak, mencuci piring, mencuci baju, dan bersih-bersih rumah. Suami saya tidak mengharuskan saya untuk memasak. Oh ya, Anda juga tidak perlu mencium tangan suami Anda sebagai tanda Anda berbakti, tapi dia yang akan mencium Anda. (Entah kenapa sejak saya kecil saya tidak suka melihat wanita yang mencium tangan pasangannya, apalagi jika statusnya masih pacaran!).
      6. Lebih setia.
      Anggapan bahwa bule menyukai free sex adalah salah besar. Itu adalah stereotype atau imageakibat kebanyakan nonton film-film asing. Pada kenyataannya, cowok bule sangat menghargai komitmen jika hatinya sudah merasa terikat dengan seorang wanita. Sebab itulah mereka sangat pikir panjang untuk menikah dan jika telah menikah mereka tidak menyembunyikan statusnya. Sebenarnya sama saja dengan kehidupan masyarakat kita, berapa banyak yang sudah melakukan sex sebelum menikah atau tinggal bersama tanpa menikah? Banyak kan orang Indonesia yang nikah gara-gara hamil duluan?? Bukan rahasia lagi kalau banyak mahasiswa yang tinggal bersama di kos-kosan. Bedanya, bule melakukan secara terbuka namun bertanggung jawab, sedangkan masyarakat kita melakukan secara sembunyi-sembunyi (munafik) lalu lari dari tanggung jawab.
      7. Lebih Jujur.
      Bule tidak akan mengatakan sesuatu yang hanya bertujuan untuk menyenangkan hati Anda, atau istilahnya janji-janji manis. Bule akan mengatakan apa yang mereka rasakan dalam hati atau pikiran mereka secara jujur. Meski terkadang kejujuran mereka membuat kita kecewa, itu masih lebih baik daripada dibohongi.
      8. Lebih bertanggung jawab.
      Bule memiliki rasa tanggung jawab yang besar pada keluarga. Bule adalah pekerja keras, dan mereka pandai mengatur keuangan. Bahkan jika Anda bercerai, anak Anda tetap mendapatkan biaya hidup dan pendidikan. Selain karena rasa tanggung jawab juga karena undang-undang di negaranya lebih melindungi wanita. Saya tidak mengatakan bahwa cowok lokal tidak bertanggung jawab, tapi biasanya jika cowok lokal bercerai (apalagi sudah menikah lagi), mereka sering melupakan tanggung jawab pada anak dari mantan istri. Apalagi sekarang makin banyak cowok lokal yang mencari calon istri yang bekerja agar bisa membantu perekonomian rumah tangga.
      9. Keluarga tidak ikut campur.
      Mertua dan saudara-saudara dari keluarga bule tidak akan ikut campur pada urusan pribadi Anda atau urusan rumah tangga Anda berdua. Mereka tidak melihat pada “bibit, bebet, bobot”. Bagi mereka, anak yang sudah dewasa memiliki hak memilih apapun sesuai dengan keinginannya sendiri mulai dari pekerjaan, tempat tinggal, pasangan hidup, sampai agama. Mereka selalu men-support apa pun pilihan anaknya.
      10. Menambah pengetahuan.
      Dengan memiliki pasangan bule, berarti kita belajar tentang banyak hal yang kadang sama sekali belum pernah kita tahu. Hidup kita akan terasa lebih berwarna.
      11. Kemungkinan besar punya anak cakep.
      Biasanya anak hasil dari perkawinan ras Asia dan ras Caucasian (kulit putih) memiliki wajah dan kulit yang bagus. Di Indonesia wajah-wajah campuran memiliki keuntungan tersendiri, entah itu campuran Bule, India, Arab, Cina, Jepang, dan lain-lain. Kepandaian dan pendidikan memang menentukan kesuksesan seseorang, namun tak bisa dipungkiri bahwa orang berwajah cakep biasanya lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan jodoh.
    • By endut
      Menikmati waktu senggang sambil nonton tv atau ngobrol bareng sahabat paling seru jika ditemani dengan jajanan khas Indonesia untuk ngemil. Tidak hanya saat sedang bersantai, bahkan sedang bekerja pun tak sedikit yang menyelesaikan pekerjaannya dengan ngemil snack. Namun pernah terpikirkan oleh Anda bagaimana reaksi bule jika mencoba jajanan dari Indonesia ini?
      Semua tentu tergantung selera dan kesukaan mereka, apalagi jika berbicara soal selera lidah. Tentu hal ini akan menuai banyak ragam komentar, ada yang suka tapi tak sedikit pula yang bilang mengapa orang Indonesia suka makan snack seperti itu. Semua kembali lagi soal selera.
      Anda sendiri mungkin juga tak akan suka jika makan makanan khas Negara asal mereka, jadi sangat wajar. Nah, berikut video ekpresi dan komentar para bule saat disajikan beberapa snack atau jajanan dari Indonesia. Setelah meminta mereka untuk mencicipinya, mereka pun mulai berkomentar.
      Penasaran seperti apa reaksi dan ekspresi mereka saat mulai mencoba snack-snack ini? Video ini hanya untuk bersenang-senang, mengumpulkan komentar bahwa memang selera tak bisa dipaksakan, ada yang suka ada yang tidak, tapi tak sedikit pula turis luar negeri yang memuji rasa dari makanan dari Indonesia yang menggugah selera.
    • By congek
      Apakah ente pernah memperhatikan mata orang-orang bule? Warnanya pasti kalau nggak cokelat pasti biru. Bagaimana hal itu bisa terjadi, padahal lensa mata kita hitam biasa. Coba ente ngaca pasti lensa mata ente berwarna hitam. Sebenarnya memang hal ini sudah tak asing untuk kita ketahui. Orang Indonesia memang terkenal dengan orang ketururan daerah timur. Hal inilah yang menyebabkan mata orang-orang timur berwarna hitam. Sedangkan untuk orang barat atau bule-bule yang kita kenal memiliki warna lensa mata biru atau cokelat.
       
      Pada mata terjadi sebuah proses pengelihatan seperti yang kita rasakan saat ini. Kita bisa membaca juga akibat pengaruh mata yang bekerja. Pada mata orang-orang barat memiliki lebih banyak jumlah zat pada mata mereka hal inilah yang menyebabkan warna matanya lebih biru atau cokelat. Zat ini biasanya sering disebut dengan zat melanin di mana zat ini ada banyak sekali dimiliki oleh orang keturunan daerah timur. Sedangkan di sisi yang lain orang barat hanya memiliki zat ini dalam jumlah yang sedikit.
       
      Namun ada juga yang mengatakan warna lensa manusia ini menganut keturunan, jika kedua orang tua atau nenek moyangnya dulu ada yang memiliki warna mata demikian maka bisa jadi warna mata orang tersebut akan ikut memiliki warna yang demikian. Warna mata hitam, biru atau cokelat memang semuanya ciptaan dari Tuhan. Jangan pernah menyalahkan kehendak Tuhan yang telah menciptakan kesempurnaan ini. Ada yang bilang mata berwarna biru itu jauh lebih terlihat cantik atau tampan.
       
      Namun aslinya semua warna mata ini sama dan yang menunjukkan kecantikan atau ketampanan seseorang adalah bagaimana cara mereka berperilaku. Bersyukurlah ente yang saat ini masih memiliki mata yang sempurna baik dengan warna lensa hitam, cokelat atau biru. Semua ini adalah rizki yang harus senantiasa kita jaga. Jangan ente buang kesempatan ente untuk memanfaatkan mata ente dengan baik dan pastikan fungsinya juga baik dalam berbagai hal.
    • By PusatInformasi
      Demi menarik lebih banyak pembeli dan pelanggan, trik-trik unik dan aneh pun bakal dipilih. Tak ketinggalan dengan memanfaatkan jasa para model tampan atau cantik. Nah, pernah kebayang nggak ada model cowok-cowok ganteng yang hanya mengenakan celana pendek menawari Anda untuk makan di sebuah restoran? Apakah Anda tega untuk menolak?
       
      Sebuah restoran di Tianjin, Cina merekrut beberapa bule ganteng untuk menarik lebih banyak pembeli. Dilansir dari shanghaiist.com, tugas para bule ganteng ini adalah berkeliling menyambut tamu, ber-pose untuk berfoto dengan para pelanggan, hingga membantu mengantarkan makanan untuk para pelanggan. Wah, wah, pasti banyak pelanggan wanita yang akhirnya datang di restoran ini karena terpikat oleh ketampanan para model ini.
       

       
       

       
      Ada-ada saja ya ndral, cara untuk menarik pelanggan. Meskipun para pria tersebut tak bisa berbahasa Cina, dengan pesona dan tubuh yang atletis, mereka pasti bisa menarik para calon pelanggan wanita dalam satu kedipan di sana.
       
      Ehm, kalau di Indonesia ada restoran yang menggunakan para model pria tampan sebagai pramusajinya, apakah Anda tertarik untuk mampir?
×
×
  • Create New...