Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Aladin

Delapan Mitos Tentang PR

Recommended Posts

post-36-0-16676500-1426612818.jpg

 

Sebenarnya apa fungsi dari divisi Public Relations (PR)? Apapun itu, www.ThePRWorld.com merangkum ada delapan mitos terkait profesi ini. Hal ini kerap menjadi aktivitas yang seakan melekat erat. Padahal, mitos ini kerap disalahartikan. Berikut delapan mitos yang ada di dalam dunia PR:

 

1. PR itu bertugas memutarbalikkan fakta

Mitos pertama mengenai PR adalah mereka bertugas untuk memutarbalikkan fakta, mengambil fakta yang ada lalu disesuaikan dengan agenda tertentu. Walaupun praktisi PR memang bertugas membuat pesan, tujuannya sama sekali bukan untuk memutarbalikkan fakta, bahwa hitam adalah putih, tetapi untuk membangun pemahaman dan kepercayaan, dimana hal tersebut hanya dapat tercapai jika dilakukan secara transparan, jujur dan menarik.

 

2. PR = media relations

Pemahaman bahwa praktisi PR hanya bertugas untuk mengatur atau berbicara kepada media adalah ide yang kuno. Ada masa ketika media relations merupakan keterampilan utama yang perlu dimiliki seorang praktisi PR, tetapi sesungguhnya banyak keterampilan yang dibutuhkan seorang praktisi PR, diantaranya menjaga reputasi dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman dan dukungan. Ini membutuhkan perencanaan dan usaha terus-menerus untuk memelihara goodwill dan timbal balik antara organisasi dan publiknya.

 

3. Anda harus memiliki kontak yang besar

Salah satu kesalahpahaman lainnya adalah hubungan pribadi antara seorang praktisi PR dengan para jurnalis kunci menjadi poin andalan. Menggunakan kontak yang dikenal sebagai kunci ketika melakukan pitching dapat menyesatkan karena tidak menjamin koneksi yang kuat. Apakah praktisi PR tersebut bertemu langsung dengan jurnalis atau hanya berhubungan melalui email? Apakah karena mereka berkomunikasi dengan jurnalis menjadikannya berteman baik? Praktisi PR memang seringkali berurusan dengan jurnalis sehingga itu menjadi sesuatu yang klien memang harapkan, tetapi bukan nilai jual yang unik.

 

4. Anda harus selalu melakukan apa yang klien inginkan

Klien ingin pemberitaan, tetapi jika mereka tidak punya sesuatu yang menarik untuk diberitakan, maka ini adalah tugas praktisi PR untuk mengatakannya. Jika Anda mengiyakan semua yang diinginkan klien, siaran pers yang dikeluarkan bisa saja tidak memiliki informasi yang berguna sama sekali.

 

5. Penelitian tidak penting bagi PR

Memberikan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk audiens yang tepat, merupakan kunci. Untuk itu praktisi PR membutuhkan penelitian untuk dapat menyampaikan data dengan akurat.

 

6. Social media adalah segalanya

Tidak ada keraguan bahwa social media merupakan arena yang menarik untuk praktisi PR dan Twitter menjadi salah satu cara utama untuk berkomunikasi pada saat ini. Tapi perlu diingat bahwa sepopuler apapun Twitter dan Facebook, tidak semua orang menggunakannya. Walaupun memang menarik untuk Anda, tetapi mungkin tidak menarik bagi khalayak tertentu yang Anda ingin raih. Terkadang, cara lama adalah yang terbaik.

 

7. PR hanya bersenang-senang

Salah satu mitos menjengkelkan yang beredar di luar lingkungan praktisi PR adalah bahwa seorang praktisi PR hanya bersenang-senang. Tentu, ketika kita mempunyai waktu untuk makan siang sepanjang hari.

 

8. Praktisi PR tidak beretika

Mitos yang juga beredar di luar lingkungan praktisi PR adalah bahwa seorang praktisi PR akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Ini dikarenakan kurangnya promosi maupun edukasi kepada publik mengenai PR yang sebenarnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By infoduniakita
      6. MEMAKAI PAKAIAN TEBAL / SELIMUT KETIKA DEMAM
      FAKTA :
      Pakaian tebal/ selimut akan menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang.Disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.
      5. KALAU DEMAM TIDAK BOLEH MANDI
      FAKTA :
      Dengan mandi ketika demam dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat.

      4. MANDI MALAM HARI MENYEBABKAN REMATIK
      FAKTA :
      Hal ini tidak benar. Kalau kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memerlukan mandi untuk kebersihan, tidak ada masalah mesdkipun mandi malam hari. Tetapi pada penderita rematik, dianjurkan mandi dengan air hangat.

      3. PENDERITA CACAR AIR ATAU CAMPAK TIDAK BOLEH MANDI
      FAKTA :
      Hal ini malah bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah, disamping menggunakan obat.
      2. ANGIN DUDUK HARUS DIKEROK ATAU DIPIJAT
      FAKTA :
      Apabila menderita angin duduk, jangan dipijat atau dikerok. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukkan betapa penangan yang salah dapat berakibat fatal. Hal yang harus dilakukan adalah : Pemberian oksigen dan obat serta tindakan diagnostik khusus. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat akibat sumbatan darah keseluruh tubuh.
      1.MASUK ANGIN HARUS DIKEROK
      FAKTA :
      Kerokan ternyata bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada dikulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, tapi karena sudah ada rasa sakit atau pegal otot, maka dengan rangsangan sakit yang baru akan menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit pertama berkurang atau "terlupakan".
    • By amelia

      Perayaan Imlek sering dihubungkan dengan datangnya hujan secara terus-menerus dan angin besar. Namun, benarkah Imlek merupakan alasan hujan deras turun?
      Tahun Baru China atau Imlek jatuh ketika musim dingin Solstice dan Vernal Equinox yang juga disebut Spring Festival. Imlek menjadi sakral sebab penganut ajaran Tridarma mensyukuri datangnya musim semi yang segera menggantikan musim dingin.
      Hujan sendiri merupakan simbol keberuntungan yang disambut pada perayaan Imlek. Momen ini sendiri datang di Indonesia pada Februari yang bertepatan dengan musim hujan.
      Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG) juga telah memberikan peringatan bahwa curah hujan akan memuncak pada pekan pertama Februari 2016. "Pada awal Februari 2016, sebagian wilayah Indonesia dalam masa puncak musim hujan. Kondisi atmosfer juga menunjukkan berbagai fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intensif dalam beberapa waktu ke depan," terang pihak BMKG.
      Hujan deras yang akan datang tersebut ditandai dengan kondisi monsun Asia yang intensif disertai kondisi seruakan dingin (cold surge) yang terindikasi menguat. Bersamaan juga dengan fase basah dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah maritim kontinen (Indonesia). Selain itu, daerah pertemuan massa udara terpantau terbentuk di sekitar Jawa hingga NTT.
      Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai datangnya bencana. Pada intinya, Imlek yang merupakan hari penting untuk umat Buddha Mahayana, Khong Hu Cu, dan Tao ini memang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.
    • By BincangEdukasi
      Karena terdapat perbedaan fisiologis dan psikologis, wanita jelas berbeda dari pria. Saking berbedanya sampai-sampai wanita dan pria dikatakan berasal dari dua planet yang berbeda: wanita dari Venus dan pria dari Mars. Pria tidak akan pernah tahu rasanya mengalami menstruasi setiap bulan, dan wanita tidak akan pernah tahu rasanya kejepit ristleting celana. Pria tidak bisa mengerti mengapa wanita terobsesi dengan sepatu dan tas, wanita tidak bisa mengerti mengapa pria terobsesi dengan video game dan sepakbola.
      Perbedaan tersebut yang membuat pria saling tertarik, menimbulkan rasa penasaran dan ingin mengeksplorasi satu sama lain. Tapi tidak jarang juga perbedaan tersebut menciptakan konflik dan masalah dalam interaksi antar keduanya. Dan karena perbedaan tersebut juga, timbul banyak mitos yang tidak benar di mata pria tentang wanita, dan sebaliknya. Berikut adalah 3 mitos paling mengakar di otak pria tentang wanita. Mitos-mitos yang membuat pria jadi kesulitan ketika ingin mendekati wanita idamannya.
      1. Wanita Hanya Menyukai Pria Ganteng
      2. Wanita Hanya Mencari Pria Kaya-Raya
      3. Yang Penting Serius
    • By RendyGunawan
      Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel. "Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.

      Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.

      Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar sepuluh di antaranya.

      1. Baterai punya "ingatan"

      Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong. 

      Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

      2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan

      Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya. 

      Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.

      Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.

      3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman

      Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?

      Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger. 

      4. Jangan pakai ponsel saat di-charge

      Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

      Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh updatesoftware lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

      5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai

      Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.

      Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.

      6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan

      Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

      Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen.  Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.

      7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnya

      Mitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.

      8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras baterai

      Kegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.

      Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.

      9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai

      Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.

      Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.

      10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lama

      Aplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist/ blacklist.

      Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai.
       
       
      Sumber: tekno.kompas.com
    • By davidbo
      Otak adalah hal yang sangat luar biasa, ia membantu manusia dalam beraktivitas sampai berimajinasi. Tapi ada perkataan yang mengatakan bahwa selama hidupnya manusia hanya menggunakan 10% (sepuluh persen) kemampuan otaknya. Bahkan ada yang mengatan bahwa Albert Einstein dapat menggunakan lebih dari 10% kemampuan otaknya itu. Benarkah manusia hanya memakai 10% kemampuan otak? Mitos atau Fakta?
      Wow, jika manusia selama hidupnya hanya menggunakan 10% kemampuan otaknya, apa yang dapat dilakukan manusia jika ia dapat menggunakan 90% kemampuan otak manusia? Manusia itu pasti sangat menakjubkan.
      Tapi sayangnya, perkataan ini hanyalah mitos, pada dasarnya setiap manusia dalam beraktivitas ringan saja memerlukan kinerja otak, bahkan untuk menjalankan sistem di tubuh kita, manusia memerlukan kinerja otak.
      Otak itu sendiri terdiri dari saraf-saraf yang saling terhubung, pada saat kinerja otak dimulai, maka saraf-saraf ini akan memberikan respon-respon antara saraf yang satu ke saraf yang lainnya, lalu respon itu hilang jika kinerja selesai.
      Hal inipun dibuktikan oleh perkataan-perkataan para ahli berikut ini:
      Eric Chudler, Direktur Center for Sensorimonitor Neural Engineering di University of Washington
      Eric Chudler mengatakan perkataan mengenai mitos 10% kemampuan otak ini hanyalah mitos belaka.
      Ia mengatakan jika itu benar, maka manusia itu pastilah sekarat. Ia mengatakan pada saat ia merekam kegitaan otak dengan EEGS atau PET scan, ia tidak melihat adanya bagian otak yang diam dan tidak terpakai.
      Larry Squire, peneliti neuroscientist di Veterans Administration Hospital dan University of California San Diego
      Larry Squire mengatakan bahwa setiap bagian otak yang terluka pasti ada konsekuensi dan akibatnya. Kemungkinan besar mitos ini dimulai karena adanya bagian otak yang terluka.
      Seorang peneliti pernah menganalisa perilaku tikus dengan mengambil sebagian otak mereka. Mereka meletakkan tikus itu di dalam lorong-lorong untuk melihat apakah tikus-tikus tersebut dapat keluar dari sana. Ternyata tikus dengan setengah otak itu seringkali bisa menemukan jalan keluar.
      Ini kemudian menjadi kesimpulan bahwa manusia hanyalah menyia-nyiakan kemampuan otak mereka. Larry Squire juga mengatakan “Kenapa otak kita bertambah besar jika kita hanya menggunakan sedikit bagian saja?”
      Barry Beyerstein, Professor Psikologi Simon Fraser University
      Barry Beyerstein yang telah bertahun-tahun mempelajari mitos ini menggunakan PET dan FMRI, menemukan bahwa pemindaian dari teknologi tersebut jelas menunjukkan seluruh bagian otak terpakai.
      Memang tidak langsung digunakan secara bersamaan, tetapi untuk seluruh kegiatan sehari-hari yang dilakukan, seluruh bagian otak digunakan. Hal ini sama seperti otot, dimana sluruh otot tubuh tidak digunakan secara bersamaan, melainkan hanya di kegiatan tertentu, tapi pada dasarnya untuk seluruh kegiatan sehari-hari, semua otot di tubuh kita digunakan.
      Lalu bagaiman dengan mitos yang mengatakan bahwa otak akan semakin besar untuk orang yang lebih pintar? Hal ini tidaklah salah sepenuhnya, tapi juga tidak benar.
      Otak manusia tidak akan bertambah besar jika seseorang semakin pintar, tapi otak manusia memiliki ukuran yang tidak berubah. Memang, otak yang lebih besar menandakan bahwa orang itu memiliki otak yang memiliki kapasitas dan kinerja yang lebih baik, tapi hal itu tergantung atas seberapa sering orang tersebut menggunakan kemampuan otaknya.
      Otak manusia sendiri, semakin sering digunakan ia tidak akan bertambah besar melainkan hanya menambah jumlah lipatan yang ada di otak terssebut. Peneliti membuktikan bahwa otak Albert Einstein memiliki jumlah lipatan yang lebih banyak dari otak manusia biasa.
      Albert Einstein juga mengatakan bahwa “Setiap orang itu jenius, tetapi jika Anda mengecap sebuah ikan akan kemampuannya dalam memanjat pohon, maka seumur hidupnya ia akan mempercayai bahwa dirinya itu bodoh.” Hal ini menandakan bahwa kita tidak boleh mencap seseorang itu bodoh, melainkan kita harus percaya bahwa setiap orang memiliki keahlian di bidang yang berbeda.
      Oleh karena hal-hal inilah, kita harus lebih giat menggunakan otak kita, baik dalam belajar, berpikir atau berimajinasi. Dengan begitu kita akan menambah kemampuan otak kita.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy