Jump to content

Tongsis juga dilarang di Galeri Nasional London


Recommended Posts

  • ✔ Verified Account

post-1-0-86543800-1426110873_thumb.jpg

Galeri Nasional menempatkan tongsis sama dengan tripod, yang selama ini sudah dilarang.

 

Museum Galeri Nasional di London menambah panjang daftar museum dunia yang melarang tongsis atau tongkat narsis.

 

Alat untuk mengambil foto diri sendiri ini sudah dilarang lebih dulu di beberapa tempat, antara lain di jaringan Museum Smithsonian di Washington, Amerika Serikat, yang memiliki 19 museum dan galeri, sembilan pusat riset serta Taman Satwa Nasional.

 

Langkah Smithsonian tersebut disusul oleh Istana Versailles pada awal pekan ini, yang merupakan museum besar pertama di Eropa yang melarang tongsis.

 

Kini Galeri Nasional London -yang antara lain mengoleksi lukisan-lukisan yang tak ternilai harganya- mengikuti langkah itu dengan mengatakan tongsis masuk dalam kategori tripod -piranti berkaki tiga untuk memotret- yang sudah dilarang.

 

 

post-1-0-03297400-1426110906_thumb.jpg

Penggunaan tongsis kini sudah mewabah ke seluruh dunia.

 

Alasan larangan tongsis yang diumumkan Galeri Nasional pada Rabu 11 Maret 2015 adalah kekhawatiran tongsis bisa melukai pengunjung lain dan juga merusak karya-karya seni.

 

Museum Smithsonian sebenarnya bukan yang pertama memperlakukan larangan tongsis karena beberapa museum di New York, AS, dan Canberra, Australia, sudah lebih dulu menerapkannya.

 

Beberapa museum, seperti British Museum di London serta museum Louvre dan Pompidou di Paris, sedang mempertimbangkan larangan tongsis.

 

Penggunaan tongkat narsis bermula di kawasan Asia namun kini sudah menyebar ke seluruh dunia dan sepertinya menjadi salah satu alat yang wajib dibawa oleh para pelancong.

Link to post
Share on other sites
  • 11 months later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Otoritas angkutan massal di London yang dikenal sebagai Transport for London (TfL) mengatakan tidak memperbarui lisensi operasi untuk raksasa jasa angkutan yang dipesan secara online Uber karena masalah keselamatan dan keamanan.
      Uber mengatakan keputusan otoritas itu “luar biasa dan salah” dan perusahaannya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
      Uber tetap diizinkan beroperasi di ibu kota Inggris itu selama proses banding.
      Kantor transportasi untuk London mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin bahwa “Masalah utama yang diidentifikasi yaitu perubahan pada sistem Uber memungkinkan para pengemudi yang tidak sah untuk mengunggah foto-foto mereka ke akun pengemudi Uber lainnya dan hal itu memungkinkan mereka untuk mengambil penumpang seolah-olah mereka adalah pengemudi yang dipesan. Kemungkinan demikian membahayakan keselamatan dan keamanan penumpang. Ini berarti semua perjalanan dengan penumpang tidak diasuransikan dan sebagian perjalanan dilakukan dengan pengemudi yang tidak punya SIM, termasuk selah seorang pengemudi yang sebelumnya telah dicabut SIM-nya oleh TfL.”
      Transport untuk London mengatakan “saat ini tidak yakin bahwa Uber memiliki sistem yang kuat untuk melindungi keselamatan penumpang, sementara perusahaan itu melakukan berbagai perubahan pada aplikasinya.” [lt/ab]
    • By sulistian_setiawan129
      Replika kota London yang dibakar sepanjang 120 meter.
      Satu replika kota London yang terbuat dari kayu dibakar di Sungai Thames sebagai bagian dari peringatan kebakaran besar di London, 350 tahun lalu.
      Replika mencerminkan London pada abad ke-17 ketika terjadi kebakaran besar yang disebut Great Fire of London tahun 1666.
      Hampir semua bangunan di kota London masa itu terbuat dari kayu dan kebakaran besar memusnahkan hampir seluruh kota.
      Kebakaran tersebut kemudian mendorong sejumlah pembangunan modern, dengan penggunaan batu sebagai bahan bangunan dan juga dibentuknya dinas pemadam kebakaran serta jasa asuransi industri.
      Peringatan 350 kebakaran disaksikan oleh warga maupun wisatawan dari bantaran Sungai Thames, Minggu 4 September.
      Replika yang dibakar sepanjang sekitar 120 meter dan upaya 'penciptaan kembali' kebakaran dirancang oleh seniman Amerika Serikat, David Best.
      Kebakaran London berawal dari toko roti Thomas Farrinor selepas tengah malam pada 2 September 1666 dan menyebar ke seluruh kota.
      Upaya pemadaman baru berhasil tiga hari kemudian, pada 5 September, dan sekitar 80% bagian kota musnah terbakar.
    • By kotawa

      Bukan cuma manusia saja yang butuh relaksasi di spa. Binatang, salah satunya kelinci ternyata juga butuh spa. Lini kecantikan 7th Heaven membuka sebuah spa kelinci pertama di dunia di London Covent Garden. 
      7th Heaven Bunny Spa ini akan dibuka di Shelton Street, pada tanggal 12-14 Maret 2016 mulai pukul 10 pagi waktu setempat.
      7th Heaven adalah merek yang mengusung produk kecantikan yang mengklaim dirinya sebagai produk anti kekejaman pada binatang (Cruelty Free International and Vegetarian Standard Approved). Mereka berpendapat, alih-alih hewan tersebut ada di wajah, maka hewan lebih baik dirawat. 
      Untuk membuktikannya, mereka meluncurkan pop up spa. Di sini hewan dimanjakan seperti halnya manusia. Di spa tersebut, pengunjung akan dimanjakan dengan facial gratis serta pijat oleh tim terapis. Mereka juga akan dimanjakan dengan camilan, serta minuman sehat yang diberikan cuma-cuma untuk proses detoksifikasi. 
      Namun, yang terpenting, saat mendapat perawatan, Anda juga akan dikelilingi oleh hewan berbulu dan telinga panjang ini. Kelinci dari Greenwich Rabbit Rescue ini akan membelai tangan pengunjung dengan kelembutan bulunya. Anda juga bisa membelai dan juga menggendongnya sampai memberi makan. 
      "Di 7th Heaven kami mencintai hewan dan kami juga cinta manusia. Ini adalah cara sempurna untuk menggabungkan keduanya," kata steven Van Hemmen, juru bicara 7th Heaven. 
      Dia menambahkan, bahwa spa yang dihadirkan ini bukan cumauntuk manusia. "Kelinci juga akan dimanjakan, dengan banyak makanan, ruangan yang lapang untuk berlompatan, dan berinteraksi dengan manusia yang mereka cintai."
    • Guest News
      By Guest News
      Anda mau mengambil selfie di gedung bersejarah atau taman hiburan di Amerika? Silahkan saja. Tetapi jangan harap bisa sembarang membawa selfie stick alias tongkat narsis. Semakin banyak tempat di AS sekarang melarang penggunaan tongsis, termasuk Disneyland.
      VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com
      Ngobas: http://ngobas.com
    • By MariaAngeline
      Fenomena tongkat narsis (tongsis) memang belakangan cukup populer di dunia khususnya Asia Tenggara. Hal ini tak terlepas dari mental narsis yang belakangan melanda seluruh orang di penjuru bumi. Mulai dari pejabat, atlit, artis dan selebriti, hingga rakyat biasa.   Belakangan tongsis memang sangat populer di Indonesia yang terkait dengan beragam aktivitas, mulai dari liburan, traveling, hingga makan di restoran pun perlu tongsis. Lantas, kepada siapa kita berterima kasih untuk perangkat yang mempu membuat kita terlihat eksis dan semarak tersebut.   Penemu tongsis bukanlah anak muda yang doyan gaul atau yang hobi narsis ternyata sobat. Dialah Hiroshi Ueda, seorang pria asal Jepang yang pertama memperkenalkan tongsis dan mematenkan kaya ciptanya pada tahun 1983. Saat itu Hiroshi bekerja disebuah perusahaan elektronika kenamaan, Minolta, sebagai insinyur.   Ide penemuan ini sebenarnya sederhana sob, Saat Hiroshi dan keluarganya selalu merasakan kesulitan melakukan foto bersama ketika berlibur di Eropa. Bahkan ada kejadian konyol yang terjadi saat mereka liburan di Paris, yakni seorang anak kecil yang dimintai tolong Hiroshi untuk memotret dirinya dan keluarganya justru malah membawa kabur kamera mereka.   Alhasil, atas pelajaran itulah akhirnya Hiroshi menciptakan semacam tongkat besi yang bisa diperpanjang dengan sebuah penempatan kamera film di ujungnya. Ia juga menambahkan sebuah kaca di ujung tongsis untuk memudahkan melihat objek bidikan.   Tapi sayang nya, tongsis buatan Hiroshi tak laku dipasaran. HIngga akhirnya Hak Paten tongsis tersebut habis pada tahun 2003 lalu. Dan, karya ciptanya yang kini populer setelah 30 tahun berselang, Hiroshi tak menerima sepeser pun royalti atas penemuan briliannya tersebut.
×
×
  • Create New...