Jump to content
Sign in to follow this  
womanthings

Saham Langsung Anjlok Setelah Bos Google Mengundurkan Diri

Recommended Posts

Patrick Pichette, kepala keuangan Google sejak tahun 2008 telah meninggalkan perusahaan search engine tersebut. Dalam sebuah posting di Google+, laki-laki keturunan Perancis-Kanada berhenti dari Google karena ia ingin menghabiskan hari-harinya dengan berkeliling dunia bersama istrinya, Tamar.
 
Pichette adalah salah satu eksekutif puncak Google dan kepercayaan CEO Google, Larry Page. Kemampuannya dalam hal keuangan tidak diragukan lagi. Ketika orang lain bergabung dengan Google ketika perusahaan tersebut telah jaya, Pichett malah bergabung dengan Google pada saat keuangan perusahaan itu mengalami penurunan karena krisis keuangan.
 
post-4595-0-30047600-1426076174.jpg
 
Semenjak bekerja di Google pada tahun 2008, Pichette berhasil menerapkan prinsip disiplinan dalam hal keuangan Google dan mengurangi belanja boros. Salah satu kebijakan penting yang ia buat di Google adalah mengharuskan seluruh karyawan dan direktur Google untuk menyetir sendiri kendaraan pribadi, memperketat penggunaan satelit, serta asuransi kesehatan bagi karyawan Google. Hingga akhirnya, Google mengalami kejayaannya dengan mengokohkan posisinya sebagai salah satu perusahaan besar.
 
Bagi Google, mundurnya Pichette merupakan rangkaian perubahan signifikan di posisi puncak perusahaan tersebut. Tahun lalu, Chief Business Officer, Nikesh Arora, mengundurkan diri dan kini menjabat sebagai Vice Chairman untuk SoftBank Corp asal Jepang. Sedangkan, Vic Gundotra, Head Social Networking Services, mundur dari jabatannya April 2014 lalu 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Forzaken_DT
      CEO Google yang baru saja diangkat sebagai CEO Alphabet, Sundar Pichai, makin tajir saja. Dia dipastikan bakal menerima bagian saham dengan nilai luar biasa besar.
      Pria kelahiran India ini dalam tiga tahun akan menerima jatah 'saham berdasarkan performa' sebesar USD 240 juta atau di kisaran Rp 3,3 triliun.
      Itu merupakan nilai saham tertinggi yang pernah diterima oleh seorang eksekutif Google. Soal gaji, setiap tahunnya mulai 2020 Pichai bakal meraup USD 2 juta.
      "Dalam hal pemberian saham yang didapatkan saat pengangkatan CEO, memang masih di bawah USD 376 juta pada Tim Cook ketika dia mengambil alih Apple," ujar Amid Batish dari Equilar, perusahaan yang meneliti pendapatan eksekutif.
      Saat dulu diangkat sebagai CEO Google peda tahun 2015, gaji tahunan Pichai 'hanya' USD 652.500. Di tahun berikutnya, pundi-pundinya melesat berkat jatah saham senilai USD 199 juta.
      Pichai dengan kecerdasan dan kepemimpinannya memang menjadi anak emas pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya telah lengser sebagai pemimpin Alphabet dan mempercayakannya pada Pichai.
      Pichai lahir di Tamil Nadu, India, 47 tahun lalu di sebuah keluarga sederhana dan pindah ke Amerika Serikat untuk kuliah. Ia gabung Google pada tahun 2004. Karirnya melesat begitu cepat di mana salah satu prestasinya adalah membuat browser Chrome sukses besar.
    • By iiee
      Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka.
      "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019.
      Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut.
      Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut.
      Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan.
      Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo
      Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual.
      Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris
      Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak.
      Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
    • Guest bitcoinnews
      By Guest bitcoinnews
      Meskipun pendapatan Twitter tak begitu baik di kuartal terakhir, Co-Founder dan CEO Twitter, Jack Dorsey, terus percaya pada perusahaan. Selama rentang waktu dua hari, ia membeli 425,000 saham harga hampir USD7 juta.
      Dorsey membeli lebih banyak saham tentu sikap simbolis, yang dimaksudkan untuk menunjukkan investor bahwa masih ada potensi di sebuah perusahaan yang telah diserang oleh kritikus. Sejak datang kembali untuk menjalankan perusahaan yang ia dirikan, Dorsey berjanji bahwa itu akan dirampingkan dan mendirikan prioritas baru.
      Namun, saham Twitter belum benar-benar naik di bawah kepemipinannya, bahkan saat timnya telah meluncurkan produk dan fitur baru. Tetapi, pendapatan kuartal keempat hasilnya tidak begitu baik untuk perusahaan karena melihat pertumbuhan pengguna yang biasa saja.
      Di sisi lain, pada 2015, Dorsey mengumumkan ia akan memberikan sepertiga saham untuk kolam ekuitas karyawan Twitter dengan maksud menginvestasikan kembali tepat kepada orangnya.
    • By berita_semua
      PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Hal itu menyusul keputusan BEI yang memasukan DPUM dalam daftar Unsual Market Activity (UMA) hari ini.
      "Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham DPUM yang di luar kebiasaan (UMA)," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dilansir dari keterbukaan informasi.
      Informasi terakhir yang dipublikasikan emiten pada 5 Januari 2017. Dalam keterangannya, pereseroan menginformasikan telah menerima pengunduran diri Arif Budi Sulistyo selaku Komisaris dan Indra Afriandi selaku Direktur.
      "Sehubungan dengan terjadinya UMA atas Saham DPUM perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," imbuhnya.
      Oleh karena itu, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham MLPL, maka BEI mencerati perkembangan pola transaksi saham ini. Karenanya, investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.
      Selain itu, BEI juga meminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
      Meski demikian, pengumuman UMA ini tidak sera merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal.
    • By berita_semua
      Saham Toyota Motor Corp (7203.T) terjun bebas setelah Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberikan tarif besar pada produsen mobil asal Jepang ini. Pasalnya, Toyota berencana untuk membangun pabrik di Mexico untuk menjual produknya ke AS.
      Trump telah berulang kali mengecam perusahaan yang membangun pabrik di luar Amerika, guna memanfaatkan biaya lebih rendah di luar negeri. Dia mengecam beberapa perusahaan mobil, termasuk perusahaan asal Amerika, Ford (F.N), yang pekan ini membatalkan rencana investasi senilai USD1,6 miliar di Mexico.
      Namun, Tweetnya untuk Toyota, merupakan serangan pertama terhadap perusahaan mobil asing.
      "Toyota Motor mengatakan, akan membangun pabrik Baja baru di Meksiko guna menunjang pembuatan mobil Corolla untuk AS. NO WAY! Bangun pabrik di AS atau pajak perbatasan yang besar," kata Trump seperti dilansir dari Reuters.
      Saham Toyota turun lebih dari 3% dan saham Honda Motor Co (7267.T) serta Nissan Motor Co (7201.T) turun sekira 2%. Pemerintah Jepang pun berusaha meredam isu negatif tersebut.
      Kepala Sekretaris Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa Toyota adalah warga yang memiliki korporasi penting, sementara Menteri Perdagangan Hiroshige Seko menekankan kontribusi perusahaan Jepang untuk tenaga kerja di AS.
      "Kami pikir dampak pada kinerja bisnis terbatas. Tapi sebuah penilaian lanjutan diperlukan," tutur analis senior di JP Morgan, Akira Kishimoto.
      Kishimoto memperkirakan, dengan adanya pajak yang tinggi mencapai 20%, maka akan memukul laba operasional sekitar 6%. Pasalnya, Trump telah mengancam akan mengenakan tarif hingga 35% pada mobil impor dari Meksiko.
      Toyota adalah salah satu dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Meksiko. Mereka memiliki pabrik perakitan di Baja California, tempat untuk menghasilkan truk pick-up Tacoma.
×
×
  • Create New...