Jump to content

Bahaya Teknologi Digital terhadap Sosial Anak Muda


c0d1ng

Recommended Posts

  • Verified Account

post-100-0-44221800-1425728731_thumb.jpg

 

Seorang ahli otak dan syaraf dari Universitas Oxford (Inggris) memperingatkan, penggunaan teknologi digital membentuk kembali otak manusia dan dampaknya pada anak-anak muda harus diperhatikan oleh orang tua dan para pendidik mereka.

 

Susan Greenfield, pakar otak dan syaraf tersebut, mengatakan, teknologi menghubungkan kembali jaringan otak, khususnya pada anak-anak muda yang tumbuh dewasa tanpa mengetahui apa-apa.

 

Susan hadir dalam kuliah umum di Universitas Australia Selatan, setelah sebelumnya pernah bekerja di Adelaide sebagai salah satu tim ahli Pemerintah Australia Selatan.

 

"Orang-orang seperti saya, yang lahir pasca Perang Dunia II, dibesarkan dengan TV sebagai barang mewah baru di rumah,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, “Tentu saja, lamanya hidup yang sudah kita jalani, pengalaman yang kita punya, kerangka konseptual yang kita kembangkan, sikap yang kita miliki, kenangan yang kita miliki - individualitas yang sejauh ini kita kembangkan - semua itu akan mengimbangi pengaruh apa pun yang masuk."

 

Namun ia mengemukakan, hal itu tak bisa diberlakukan pada generasi yang lebih muda.

 

“Jika Anda masih sangat muda dan belum membangun, katakanlah, identitas yang kuat, maka Anda tak punya kemampuan interpersonal, lalu tentu saja kita akan melihat perubahan yang mungkin tidak terlihat pada generasi yang lebih tua, "katanya.

 

Ahli otak dan syaraf memperingatkan, anak-anak yang dulu menggunakan imajinasi mereka, kini, lebih suka duduk di depan layar, dengan sederet menu yang didesain oleh orang lain.

 

"Masalahnya, informasi bukanlah pengetahuan. Tentu saja Anda bisa dibombardir dengan informasi yang tak berujung, fakta yang tak ada habisnya, tetapi jika Anda tidak dapat memahami mereka, maka satu fakta terlihat sama seperti fakta lainnya," tutur Susan.

 

"Anda dapat berselancar di YouTube atau Google, berkomentar 'yuck' dan 'wow', tapi anda tidak benar-benar membuatnya nyata," tambahnya.

 

Mencari perhatian di medsos

 

Ia mengungkapkan, guru atau orang tua yang inspiratif bisa menjadi kunci bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan memahami dunia di sekitar mereka.

 

Susan mengatakan, media sosial memiliki kegunaan berharga, seperti untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman di seluruh dunia, tapi ada juga masalah yang timbul ketika seseorang memiliki daftar teman yang "mereka sendiri tak benar-benar tahu".

 

Ia mengungkapkan, teman seperti itu sebenarnya lebih berperan sebagai penonton.

 

"Anda beredar di dunia maya untuk melayani dan mencari dukungan mereka dan bahayanya, kemudian, terletak dalam membangun identitas buatan, yang bukan benar-benar diri Anda, sama sekali," katanya.

 

Ia menyambung, "Segala sesuatu yang Anda lakukan ditujukan untuk mendapat dukungan dan untuk mengesankan teman-teman semacam ini, yang pastinya akan kasar dan jahat karena mereka tidak dibatasi oleh pertemuan tatap muka."

 

Susan mengkhawatirkan, beberapa anak muda kemungkinan tumbuh dewasa dengan perhatian yang singkat, selalu ingin sejalan dengan rekan-rekan sebaya mereka dan kurang memiliki kemampuan untuk membedakan dampak dari tindakan yang mereka lakukan.

 

"Saya hanya ingin tahu apakah kita akan melihat sebuah generasi yang benar-benar egois, yang kurang perhatian, tak terlalu cakap berkomunikasi, dan malah ingin terus menjadi pusat perhatian dengan rasa identitas yang belum stabil?" sebutnya.

 

"[Kita perlu] melihat bagaimana kita menghadapi situasi itu, ketimbang hanya mengatakan itu semua keren, ‘kita punya iPads dan bukankah kita trendi?',” sahutnya.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By news
      Berbagai raksasa perusahaan teknologi memblokir Presiden AS Donald Trump dan media sosial Parler, yang populer di kalangan pendukung Trump, mengikuti kericuhan Rabu pekan sebelumnya di Gedung Kongres Amerika Serikat.
       
    • By iiee
      Studi terbaru dari Tallin University Estonia menyebut aplikasi percakapan Whatsapp lebih berbahaya dalam menyebarkan hoaks terkait covid-19. Meski demikian platform media sosial lain juga punya peran besar terkait persebaran hoaks itu.
      Studi dari Tallin University mengambil tempat di Jerman dan Israel. Studi mengungkap hoaks yang menyebar di Whatsapp grup saat ini lebih berbahaya ketimbang aplikasi lainnya.
      Pasalnya, identitas penyebar hoaks di Whatsapp lebih jelas ketimbang yang disebarkan melalui platform media sosial. Sehingga banyak dari pesan berantai hoaks diterima dan disebarkan begitu saja oleh masyarakat.
      Studi juga menyebut penyebaran hoaks itu berupa pesan berantai. Menariknya pesan berantai itu didapatkan dari platform media sosial lain seperti Facebook, Twitter atau Instagram.
      Selain itu studi ini juga menjelaskan sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan aplikasi percakapan Whatsapp sudah membuat kebijakan untuk melawan hoaks. Namun kebijakan yang mereka ambil berlaku mirip di semua negara sehingga kurang spesifik.
    • By peter_hutomo
      Daging sapi banyak digunakan dalam berbagai resep makanan.
      Daging sapi sebaiknya digunakan setidaknya dua hari setelah dibeli untuk menjaga kualitasnya.
      Daging sapi yang sudah berlendir atau lengket dan memiliki bau yang tak sedap bisa menjadi pertanda daging sudah busuk.
      Bakteri Patogen
      Bakteri sangat mudah hidup pada daging sapi, terlebih bila terkena atau berkontak dengan udara disekitar.
      Bakteri patogen berkembang biak dalam daging sapi yang telah busuk karena pendinginan yang kurang atau tidak cukup.
      Bakteri seperti Escherichia coli O157: H7, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter jejuni berpotensi tumbuh pada daging sapi dalam suhu ruangan yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
      Keracunan makanan menyebabkan diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa.
      Bakteri Pembusukan
       
      Bakteri juga tetap dapat berkembang biak pada daging sapi yang didinginkan atau dibekukan pada waktu yang sangat lama.
      Pendingin atau kulkas harus dijaga pada suhu 40 derajat Fahrenheit, setara dengan 1-5 derajat Celcius atau kurang setiap saat.
      Daging busuk dapat menjadi tempat hidup bakteri yang disebut Listeria monocytogenes dan menyebabkan berbagai macam penyakit yang gejala awalnya seperti flu.
      Bakteri tersebut dapat menyebabkan meningitis, ensefalitis, dan septikemia, serta memicu infeksi intrauterine atau leher rahim pada wanita hamil.
      Menurut US Food and Drug Administration (BPOM nya amerika), bakteri pada daging busuk mungkin tidak menunjukkan gejala pada orang yang sehat.
      Kelompok yang paling rentan terhadap bakteri ini adalah pasien kanker, orang tua, dan wanita hamil.
      Tingkat kematian akibat penyakit Listeria monocytogenes adalah sekitar 70 persen dengan kurang dari 500 kematian per tahun di Amerika Serikat.
      Saran
      Daging sapi busuk memiliki ciri-ciri lengket saat disentuh dan memiliki warna yang tidak menarik.
      Bagaimanapun juga, mengkonsumsi daging segar akan lebih aman. Cara terbaik agar daging tetap awet adalah dengan mendinginkan pada suhu yang direkomendasikan serta segera mengkonsumsinya segera setelah dibeli.
    • By VOAIndonesia
      Foto yang diambil oleh Kamera Deteksi Ponsel dan dirilis oleh Transport for NSW menunjukkan pengemudi menggunakan ponsel saat mengemudi di Australia.
      Negara bagian paling padat di Australia hari Minggu (1/12) meluncurkan kamera yang bisa mendeteksi pengemudi yang menggunakan ponsel.
      Andrew Constance, Menteri Jalan Raya New South Wales, mengatakan teknologi yang "pertama di dunia" itu akan menarget penggunaan ponsel ilegal lewat "kamera-kamera yang dipasang secara permanen dan mobile."
      Para pejabat mengatakan 45 kamera akan dipasang di seluruh negara bagian itu dalam tiga tahun ke depan.
      Urusan transportasi NSW, yang mengelola dinas transportasi negara bagian itu, mengatakan kamera-kamera akan dioperasikan selama 24 jam sehari dan dalam segala cuaca.
      Untuk tiga bulan pertama, para pengemudi yang tertangkap menggunakan ponsel secara ilegal akan mendapat peringatan. Setelah itu, para pelanggar akan dikenai denda yang cukup mahal dan dikurangi poin pada SIM-nya.
      Sekitar 329 orang meninggal dunia tahun ini di jalan-jalan New South Wales, menurut laporan kantor berita Reuters. Para pejabat NSW berupaya mengurangi jumlah kematian di jalan sebanyak 30% pada 2021, kata laporan itu. [vm/pp]
    • By Tania
      Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan keripik singkong. Camilan bertekstur renyah ini menjadi salah satu camilan favorit, karena memiliki cita rasa gurih yang khas, dan harganya pun relatif terjangkau.
      Namun sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa keripik singkong juga dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya jika terlalu banyak dikonsumsi. Untuk mengetahui lebih lanjut.
      Mengandung karsinogen
      Keripik singkong memang bukan camilan biasa. Makanan ini harus diolah dengan tepat untuk mencegah munculnya zat-zat kimia yang berbahaya seperti karsinogen. Pasalnya, zat kimia ini akan berubah menjadi racun ketika dipanaskan. Sementara untuk mengolah keripik singkong, Anda harus menggorengnya di dalam minyak panas. Oleh karena itu, batasi konsumsi keripik singkong untuk mencegah penyakit berbahaya.
      Kandungan garam yang tinggi
      Selain harganya yang murah, keripik singkong kerap menjadi camilan favorit karena rasanya yang gurih dan bertektur renyah. Tapi perlu Anda ketahui bahwa rasa gurih tersebut ternyata berasal dari taburan garam yang dicampurkan pada proses pengolahan. Nah, jika mengonsumsi garam terlalu banyak juga sebetulnya tidak baik untuk kesehatan tubuh karena dapat memicu timbulnya penyakit ginjal dan darah tinggi. Kadar garam yang dianjurkan dalam sehari adalah 2,3 gram, sementara keripik singkong memiliki kandungan 180 gram.
      Mengandung Lemak Trans dan Tak Jenuh
      Seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Untuk menghasilkan keripik singkong yang renyah, pada saat proses pembuatan singkong akan digoreng dalam minyak yang panas. Proses inilah yang membuat camilan tersebut mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Jadi jika terlalu banyak dikonsumsi, keripik singkong sejatinya akan membuat kadar kolesterol meningkat secara drastis. Di sisi lain, lemak trans dan lemak jenuh juga dapat memicu penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
      Kandungan nutrisinya menurun
      Meski singkong memiliki kandungan nutrisi dan karbohirat yang cukup tinggi, namun karena proses pengolahannya yang digoreng dengan minyak panas, kandungan nutrisi itu cenderung menurun. Jika Anda terus mengonsumsi makanan tersebut, tentu asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak akan tercukupi. Dampaknya akan menyebabkan Anda kekurangan nutrisi, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.
×
×
  • Create New...