Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By news
      Jakarta - Kecelakaan helikopter yang terjadi bukan hanya menewaskan Kobe Bryant. Putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna Bryant, juga meninggal dunia dalam insiden yang sama.
      Diberitakan sebelumnya, legenda bola basket NBA, Kobe Bryant, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di dekat Las Virgenes Road, kawasan selatan Agoura Road, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Termasuk Kobe, ada lima orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu.
      Dilansir dari CNBC, salah satunya adalah putri Kobe bernama Gianna Bryant. Gianna saat ini berusia 13 tahun.
      Kobe Bryant dan Gianna terbang menggunakan helikopter untuk mengikuti latihan basket di Mamba Academy. Diyakini ada pemain basket lain dan juga orang tuannya yang menjadi korban dalam kecelakaan itu.
      Sementara istri Kobe, Vanessa, diyakini tidak ikut dalam penerbangan nahas tersebut.
      Gianna merupakan anak Kobe Bryant yang dikenal paling menyukai bola basket. Keduanya kerap terlihat menonton pertandingan NBA bersama di pinggir lapangan.
    • By fuufuu
      Kabar duka datang dari Agung Hercules. Pria 51 tahun ini mengembuskan napas terakhir setelah menderita penyakit kanker otak.
      Kabar kepergiaan Agung untuk selama-lamanya dibenarkan oleh sang sahabat, Ferdians Setiadi. Ia mengatakan Agung meninggal pukul 16.00 WIB.
      "Meninggal di Dharmais kurang lebih jam 4 sore, karena kanker otak," kata Ferdians kepada kumparan, Kamis (1/8).
      "Ada cerita kenapa sampai 3 kali, insyaallah nanti kalau misalnya ini, bisa dikupas sedikit-sedikit, dilanjutkan dengan terapi, kemo, radiasi di tahap pertama, lanjut kemo 6 bulan berturut-turut. Bismillah ikhtiar kita mendapat hasil terbaik," tutur Mira.
      Agung Hercules mengalami perubahan fisik usai menderita sakit kanker otak. Ototnya dulu besar. Rambutnya kala itu panjang tergerai hingga sebahu.
      Kini rambutnya harus dipangkas habis. Ototnya pun sekarang telah menyusut, tidak sebesar sebelumnya. Agung saat ini juga belum diperbolehkan untuk mengangkat barbel, yang dulu identik dengannya.

      Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Agung Hercules TV pada Senin (29/7), Agung mengaku rindu dengan sosoknya dahulu. Ia ingin kembali mengangkat barbel dan memiliki otot yang kekar.
      Namun karena kesulitan berbicara, Agung tak bisa menyampaikan hal itu dengan lugas. Dia menjelaskannya lewat gerakan menggunakan barbel.
      “Aku enggak boleh (menunjukkan gaya barbelan). Aku ingin Agung yang seperti ini,” kata Agung sambil memeragakan gaya memperlihatkan otot tangan. Setelah itu ditampilkan fotonya yang dengan otot tangannya yang besar.
      Sebelum mengetahui Agung menderita kanker otak, Mira melihat perubahan dari diri suaminya. Jika biasanya cerewet, pelantun lagu ‘Astuti’ itu menjadi sulit bicara.

      “Tiba-tiba Mas Agung kesusahan dalam hal menyampaikan kata-kata. Sudah disusun rapi (kalimatnya), tapi begitu diucapkan ada yang salah, keserimpet. Biasanya omongnya cerewet, tiba-tiba kepotong-potong,” kata Mira, Senin (29/7).
      Agung Hercules masih sempat menjalani pekerjaan, salah satunya sebagai pembicara di Malang. Sehabis pulang dari Malang baru diketahui penyakit yang diderita oleh Agung.
      “Pulang dari sana ngedrop. Baru satu bulan kemudian ketahuan (penyakitnya Agung),” ucap Mira.
      Kendati demikian, Mira tidak menjelaskan lebih jauh mengenai hal itu. Yang jelas hingga kini, ia masih melatih sang suami untuk mengatasi kesulitan dalam berbicara.
      “Kesulitan berbicara itu yang menjadi pekerjaan rumah panjang,” tutup Mira.
    • By tama93
      Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir menjelaskan kronologi kecelakaan di Tol BSD, Jumat siang, 12 April 2019.
      Menurut data kronologi yang dikirimkan, kecelakaan itu diakibatkan oleh SB, pengemudi kendaraan Mitsubishi Outlander bernomor polisi B-378-BEL yang kurang konsentrasi. "Kronologi kejadian berdasarkan interogasi dan keterangan saksi," ujar Nasir.

      Kendaraan Mitsubishi Outlander tersebut melaju dari arah Jakarta. Sesampainya di kilometer 9+500, sekitar pukul 11.45 WIB, diduga karena pengemudi kurang konsentrasi, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan hingga memasuki lajur yang berlawanan.
      "Kemudian menabrak tiga kendaraan lainnya, yaitu Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, serta Toyota Rush," tutur dia.
      Adapun Toyota Kijang Innova bernomor polisi B-1014-WOU dikendarai oleh Tuheri, Toyota Rush B-1546-WFX oleh Hadi Dzikru Rohman, serta Suzuki Ertiga B-2029-BKW oleh Lia Sagita.
      Menurut Nasir, Lia Sagita sempat kritis karena terjepit kendaraannya yang ringsek dalam kecelakaan akibat tabrakan beruntun di Tol BSD itu. Namun, Lia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga korban lain luka-luka.
    • By WilliamHutapea
      Perlu diingat tidak disarankan sembarangan memasang busi dan tutup busi di motor injeksi.
      Karena busi untuk motor injeksi berbeda spek-nya dengan busimotor karburator biasa.
      Busi untuk motor injeksi ada kodenya. Seperti kode 'R' yang bukan Racing. Tapi, adalah resistance atau bisa dikatakan hambatan.
      Agar imbas listrik dari koil tegangan tinggi yang mencapai 20.000 volt tidak menyebar kemana-mana.
      Jika menggunakan busi biasa, imbas Iistrik yang tinggi itu bisa mempengaruhi ECU.
      Kelamaan ECU bisa jebol yang harus dibeli jutaan rupiah.
      Tidak sebanding dengan harga busi yang tidak semahal ECU.
      Makanya, kalaupun untuk racing, tanyakan dulu kepada penjualnya.
      Apakah busi racing yang dijualnya sudah mengandung spek 'R', supaya jelas dan tidak berisiko.
      Satu hal lagi yang sering salah paham, tutup busi atau cop busi.
      Katanya untuk keperluan racing, gunakan yang punya hambatannya nol.
      Bisa dikatakan bebas hambatan.
      Salah satu pembuat ECU pernah mengingatkan, katanya jangan gunakan tutup busi tanpa hambatan.
      Nanti ECU cepat rusak.
      Memang susah dijelaskan dengan kata-kata alasannya kenapa?
      Terjawab ketika beberapa orang konsumen dari Ultraspeed mengalami masalah.
      Lampu indikator engine di-spido tidak mau nyala alias tidak membaca program.
      Setelah dicek diagnostic tool, ECU eror alias rusak. Kejadiannya di CBR 250R.
    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy