Jump to content
berita_semua

Di Kota Ini Rumah Hanya Seharga Rp 12 Ribuan

Recommended Posts

post-4582-0-65879700-1425459756_thumb.jp

 

Buffalo, sebuah kota di New York, menawarkan rumah-rumah kosong bagi yang berminat. Harganya hanya US$ 1 atau sekitar Rp 12 ribuan saja. 

 

Itu bagian dari program Urban Homesteading yang sudah digelar di kota itu selama empat dekade terakhir. Walaupun harganya hanya Rp 12 ribuan, tentu ada syarat dan ketentuannya.

 

Dalam program itu, pembeli harus memperbaiki segala kerusakan yang ada di rumah itu selama 18 bulan dan tinggal di sana paling tidak selama tiga tahun.

 

Sebagai imbal balik, pembeli cukup membayar pajak properti, asuransi, dan biaya tahunan lainnya senilai beberapa ratus dolar.  Sedikitnya akan ada 10 pembeli yang cukup 'beruntung' membayar US$ 1 untuk sebuah rumah.

 

Tapi rumah US$ 1 itu memang bukan rumah yang siap huni dan pembeli harus siap merogoh kocek lagi. Soalnya, rumah US$ 1 itu biasanya sudah lama ditinggalkan pemilik sebelumnya, bocor di sana-sini, rusak, dan terbengkalai.

 

Biasanya satu kerusakan kecil merembet ke kerusakan lain. Sudah banyak pembeli rumah milik negara ini yang akhirnya menyerah.

 

Tahun lalu ada 60 rumah yang akhirnya dihancurkan dan ada 90 rumah lagi yang termasuk dalam daftar tunggu untuk diratakan dengan tanah. Jadi, hanya sedikit rumah yang ditawarkan dalam program rumah US$ 1 itu.

 

“Rumah itu benar-benar tak punya harga,” kata David Torke, seorang blogger dan fotografer yang membantu sejumlah pembeli untuk mendapatkan persetujuan pemerintah setempat.

 

Tapi banyak juga cerita pembeli rumah US$ 1 yang sabar, meski harus merogoh kocek dalam-dalam. Mike Puma salah satunya.

 

Mike Puma, pegawai di perusahaan perbaikan bangunan tua, saat ini sedang merenovasi sebuah bangunan bersejarah yang dia beli seharga US$ 1 pada tahun lalu. Banyak pipa rusak, tungku pemanas ruangan juga hancur, dan perlu dibangun dinding interior yang baru.

 

Berapa duit yang harus dikeluarkan Puma untuk perbaikan itu? Ternyata Puma sudah menghabiskan US$ 40.000 atau sekitar Rp 500 juta. Puma memperhitungkan, sampai selesai setidaknya akan menghabiskan total US$ 55.000 atau sekitar Rp 687 juta lebih.

 

Untuk plastik sampah saja Puma menghabiskan ratusan dolar. Lalu biaya pembuangan puing juga menghabiskan biaya sampai US$ 2.000 atau sekitar Rp 25 juta. 

 

Ongkos untuk perbaikan sistem pemanas dan penyejuk ruangan menghabiskan lebih dari US$ 15.000 atau Rp 187 juta. Perbaikan komponen struktur yang rusak akibat air mencapai US$ 6.000 atau sekitar Rp 75 juta.

 

Untuk pembiayaan itu, Puma merogoh tabungan sebesar US$ 30 ribu atau sekitar Rp 375 juta dan pinjaman bank sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp 125 juta.

 

Lantas apa untungnya? Puma memperkirakan dalam lima tahun ke depan uangnya akan kembali. Sebab, rumah itu bernilai puluhan ribu dolar karena termasuk bangunan bersejarah dan Puma bisa menyewakan lantai dua.

 

Kisah lain diceritakan oleh Deyron Tabb, yang membeli rumah US$ 1 tak jauh dari rumah Puma pada empat tahun lalu. Dia kaget dengan cepatnya duit tabungan habis. Total dia menghabiskan US$ 78.000 atau sekitar Rp 975 juta.

 

Tapi Tabb memetik hikmah saja dari pengeluaran itu. Pengalamannya merenovasi rumah sendiri memberikannya karier baru dan sebuah rumah yang cantik, sesuai dengan keinginannya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak koroner atau dokter forensik di Los Angeles memastikan salah satu saksi kasus korupsi E-KTP Johannes Marliem meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di California, AS. Menurut petugas koroner, jenazah Johannes Marliem masih berada di kamar jenazah menunggu klaim dari pihak keluarga.
       
    • By posrahasia2015
      Woodrow Wilson
      Tahun 1914, Presiden Amerika, Woodrow Wilson, menandatangani keputusan yang kemudian hari sangat disesalinya, yaitu mengizinkan Federal Reserve (The Fed- bank sentral AS) untuk menjadi satu-satunya lembaga yang berhak mencetak uang dolar amerika. Sebuah ketidaklaziman yang dilakukan Negara sehebat Amerika. Sebab, The Fed bukanlah pemerintah dan bukan pula dimiliki oleh bangsa Amerika asli. Lembaga ini adalah perusahaan swasta murni milik miliuner Yahudi dari klan Rothschild (bapak pembangunan Yahudi). Dengan jatuhnya akad tersebut, jadilah The Fed sebagai pengendali keuangan Amerika. Bahkan, sebagian besar cadangan devisa Negara-negara di dunia menjadikan dolar Amerika sebagai ukuran kekayaan menggantikan simpanan emas.
      Wilson pun menyesal setengah mati telah terbujuk oleh scenario para miliuner zionis Yahudi. Ia mengatakan“ Saya adalah orang yang paling tidak bahagia. Saya telah menghancurkan Negara saya. Sebuah bangsa industri yang besar ini dikontrol oleh sistem kredit. Sistem kredit kita terkonsentrasi. Pertumbuhan bangsa ini dan seluruh aktivitas kita berada di tangan segelintir orang. Kita telah menjadi pemerintah yang paling diatur, dikontrol, dan didominasi di dunia modern. Kita tidak lagi pemerintah yang memiliki pandangan yang bebas, pemerintah yang diakui, yang dipilih oleh suara mayoritas, melainkan pemerintah yang dikontrol oleh opini dan paksaan sekelompok kecil orang yang mendominasi.”
      Quote:Penyesalan Wilson itu bukannya tanpa alasan. Sejarah membuktikan bahwa The Fed bentukan Rothschild telah melakukan praktik suap dalam bentuk sokongan dana-dana kampanye dan dana-dana operasional pemerintah berkuasa. Amerika terikat utang budi sangat besar kepada The Fed.
      Keinginan untuk lepas dari jerat Yahudi

      John F. Kennedy
      Amerika bukannya tidak berjuang untuk bisa lepas dari kontrol Yahudi pada tata pemerintahan dan ekonomi mereka. Seorang John F. Kennedy pernah bertekad dan mengumumkan secara terbuka mengeliminir hak The Fed dan bermaksud mengembalikan hak pencetakan uang kepada negara. Sayangnya, belum sempat mewujudkannya, ia ditembak mati.
      Banyak orang menduga bahwa motif pembunuhan itu juga terkait erat dengan tekad mulia presiden paling popular di Amerika ini. Alasan JFK memerintahkan untuk mencetak uang Amerika sendiri adalah agar rakyat tidak lagi harus membayar bunga (pajak illegal) kepada The Federal Reserve atas penggunaan uang kertas cetakan The Fed yang dikuasai oleh Rothschild. Keputusan ini akan merugikan Rotschild triliunan dolar dalam setahun. Hal ini dikarenakan hilangnya pemasukan dari pajak yang dibayar oleh rakyat amerika untuk membayar bunga pinjaman uang dolar.
      Para presiden, politisi, dan ekonom AS sebelumnya juga sudah banyak memperingatkan bahaya penyerahan hak cetak dolar dan hak pendistribusiannya kepada banker swasta. Namun, suara-suara itu lenyap oleh kekuatan zionis. Pada 1937, parlemen Amerika mengajukan tuntutan impeachment (tuduhan) terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve. Mereka, agen-agen Federal Reserve dan para manajer dari Depkeu AS, dituduh telah melakukan kejahatan luar biasa dan penyalahgunaan wewenang , termasuk pencurian lebih dari US$ 80 juta pertahun selama 5 tahun. Namun, impeachment ini kandas di tengah jalan akibat kuatnya para pelobi Zionis di tubuh Gedung Putih dan Kongres Amerika.
      Ada dugaan bahwa penembakan kepada Presiden Ronald Reagan juga terkait dengan keinginannya untuk mereformasi sistem pencetakan dolar Amerika. Faktanya setelah kasus penembakan yang gagal membunuhnya itu, tidak terdengar lagi keinginan untuk melanjutkan reformasi keuangan itu. Karena kuatnya pengaruh Yahudi dalam sistem pengendalian dolar amerika (dunia), membuat Henry Ford mengatakan , “Barangkali ada bagusnya rakyat tidak mengetahui asal-usul uang. Sebab, jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi.”
    • Guest News
      By Guest News
      Banyak warga berpenghasilan rendah di AS tidak mampu membeli mobil yang sangat diperlukan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di sejumlah wilayah. Beruntung ada lembaga nirlaba yang membantu menyalurkan mobil dengan harga murah kepada keluarga kurang mampu yang benar-benar membutuhkan kendaraan.
       
    • By berita_semua
      Pengadilan banding AS, 9th U.S. Circuit Court of Appeals, memutuskan dengan suara bulat untuk memperkuat penangguhan sementara kebijakan pembatasan imigran Presiden Donald Trump,
      Keputusan pengadilan dikeluarkan setelah gugatan keberatan diajukan oleh negara bagian Washington dan Minnesota. Mahkamah Agung AS mungkin akan menentukan akhir dari gugatan tersebut.
      Menanggapi keputusan pengadilan itu, Trump memberi pernyataan melalui akun Twitterpribadinya dengan menulis "Sampai jumpa di pengadilan. Keamanan Bangsa  Kita Menjadi Taruhan!" Sementara Departemen Kehakiman menyatakan saat ini sedang meninjau dan mempertimbangkan keputusan tersebut.
      Pada 27 Januari lalu, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang warga dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk melakukan perjalanan ke AS selama 90 hari.
      AS juga menghentikan penerimaan pengungsi selama 120 hari dan tanpa batas bagi pengungsi Suriah. Kemudian Hakim Distrik AS, James Robart, menangguhkan perintah eksekutif Trump Jumat (3/2) lalu.
      Sidang yang dilakukan 9th U.S. Circuit Court of Appeals pada Selasa (7/2) tidak bertujuan untuk menyelesaikan gugatan. Sidang dilakukan untuk menentukan apakah larangan perjalanan Trump harus ditangguhkan selama proses litigasi.
      Dua dari tiga hakim panel merupakan hakim yang ditunjuk oleh mantan Presiden AS dari Partai Demokrat, Jimmy Carter dan Barack Obama. Satu hakim lainnya ditunjuk oleh mantan Presiden AS dari Partai Republik, George W. Bush.
      Pemerintah AS bisa meminta hakim 9th U.S. Circuit Court of Appeals untuk meninjau putusan atau langsung mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
      Ketiga hakim panel mengatakan, gugatan Washington dan Minnesota menunjukkan larangan perjalanan Trump dapat menimbulkan kekacauan. Dalam keputusannya, hakim mengakui adanya kepentingan publik untuk meningkatkan keamanan nasional, tetapi pemerintah AS tidak memberikan bukti yang membenarkan larangan perjalanan terhadap tujuh negara mayoritas Muslim.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy