Jump to content

FA pertimbangkan teknologi video untuk bantu wasit


Recommended Posts

post-120-0-49020600-1425345025_thumb.jpg

Ketua FA, Greg Dyke, berharap penggunaan teknologi video segera diterapkan.

 

Asosiasi Sepak Bola Inggris tertarik untuk menguji coba penggunaan rekaman video dalam pertandingan di Inggris, kata ketuanya.

 

Greg Dyke menyatakan, "Saya ingin sekali melakukan uji coba itu di Inggris," katanya.

 

Namun, katanya lagi, "FIFA dapat menghentikan kita dari uji coba tersebut."

 

Asosiasi Sepak Bola Belanda, KNVB, sudah mengujicoba penggunaan tayangan ulang video untuk membantu wasit, dan menghendaki agar teknologi itu dipakai di pertandingan kompetisi.

 

Namun pertemuan regulator sepak bola pekan ini memutuskan untuk menunda pelaksanaannya hingga 12 bulan ke depan.

 

International Football Association Board (UFAB) yang merupakan pembuat peraturan tertinggi dalam sepak bola memutuskan untuk mempelajari lebih jauh penggunaan teknologi video.

 

Kontroversi terakhir

 

Dalam pertandingan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu, kontroversi terjadi ketika pemain Sunderland, Wes Brown diusir wasit karena melanggar pemain Manchester United Radamel Falcao.

 

post-120-0-35943000-1425345026_thumb.jpg

Pemain Sunderland, Wes Brown, diberi kartu merah oleh Roger East, sementara televisi memperlihatkan pelanggaran dilakukan rekannya, John O'Shea.

 

Gambar di televisi memperlihatkan pelanggaran itu dilakukan oleh rekan setim Brown, John O'Shea.

Sekalipun demikian, badan perwasitan Inggris, Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) mengeluarkan pernyataan yang mendukung keputusan wasit untuk mengusir Brown.

 

Menanggapi insiden tersebut, Ketua FA menyatakan, "Jika Anda dapat membantu wasit dengan teknologi video, maka seharusnya hal itu dilakukan."

 

Ia juga menyatakan, "Saya mengerti bahwa kita tak boleh tergesa melakukan perubahan, tetapi kita harus mulai melakukan uji coba untuk melihat apa yang bekerja dan apa yang tidak."

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By news
      Berbagai raksasa perusahaan teknologi memblokir Presiden AS Donald Trump dan media sosial Parler, yang populer di kalangan pendukung Trump, mengikuti kericuhan Rabu pekan sebelumnya di Gedung Kongres Amerika Serikat.
       
    • By congek
      Pandemi virus corona atau Covid-19 yang muncul pada awal 2020 ini diharapkan bisa mengubah sepak bola Eropa dan dunia ke arah yang lebih baik lagi.
      Sebelum virus corona muncul, sepak bola di Eropa tampak baik-baik saja. Namun pada kenyataannya masih menyimpan sejumlah persoalan, terutama terkait ketimpangan antara klub besar dan kecil.
      Klub-klub besar akan makin kuat dan kaya dengan kekuatan uang yang mereka miliki. Sedangkan tim-tim medioker atau kecil sekalipun tidak akan berdaya menandingi klub-klub besar tersebut. 
      Pemain-pemain potensial dari klub medioker atau kecil bisa saja pindah dengan mudah dari klub tersebut dengan rayuan gelimangan uang klub besar. Imbasnya, klub kecil kembali harus memutar otak mencari pemain yang bisa membuat mereka bisa bersaing dan bertahan di kompetisi itu.
      Sementara itu, klub-klub besar dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang mereka punya seperti duduk manis menanti pundi-pundi uang kembali terisi oleh 'setoran' dari sponsor dan juga penggemar.
      Akan tetapi, kondisi tersebut bisa mengalami sedikit perubahan atau bahkan signifikan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.
      Virus corona membuktikan diri bisa memberikan dampak besar bagi keuangan klub, baik kecil maupun besar. Akan tetapi, klub-klub kecil yang tentu merasakan imbas paling besar dari krisis ini.
      Tidak ada pemasukan dari tiket penonton, tidak juga mendapat dana hak siar. Ditambah lagi, kunjungan fan ke stadion, museum, maupun fasilitas klub lainnya, nihil karena larangan dari pemerintah selama masa karantina. Di lain sisi, operasional klub terus mengalir untuk membayar gaji pegawai dan aspek lainnya.
      Barcelona sudah merasakan itu. Bahkan Blaugrana melakukan pemotongan gaji pada pemain-pemainnya sebesar 70 persen, termasuk Lionel Messi selama pandemi berlangsung.
      Tidak hanya itu, Luis Suarez dan kawan-kawan juga akan membantu Barcelona agar para pegawainya di luar pemain bisa 100 persen menerima gaji. 
      Juventus juga disebut-sebut akan melakukan langkah serupa, mengurangi gaji para pemainnya. Potongan 20 sampai 30 persen bakal didapat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan agar Si Nyonya Tua memiliki napas panjang di tengah wabah Covid-19.
      Ini jadi bukti, kehidupan klub elite di ujung tanduk. Masa krisis ini membuka peluang klub-klub melakukan penyesuaian gaji pegawainya di masa mendatang. Hal tersebut sudah diprediksi pelatih Everton, Carlo Ancelotti.
    • By VOAIndonesia
      Foto yang diambil oleh Kamera Deteksi Ponsel dan dirilis oleh Transport for NSW menunjukkan pengemudi menggunakan ponsel saat mengemudi di Australia.
      Negara bagian paling padat di Australia hari Minggu (1/12) meluncurkan kamera yang bisa mendeteksi pengemudi yang menggunakan ponsel.
      Andrew Constance, Menteri Jalan Raya New South Wales, mengatakan teknologi yang "pertama di dunia" itu akan menarget penggunaan ponsel ilegal lewat "kamera-kamera yang dipasang secara permanen dan mobile."
      Para pejabat mengatakan 45 kamera akan dipasang di seluruh negara bagian itu dalam tiga tahun ke depan.
      Urusan transportasi NSW, yang mengelola dinas transportasi negara bagian itu, mengatakan kamera-kamera akan dioperasikan selama 24 jam sehari dan dalam segala cuaca.
      Untuk tiga bulan pertama, para pengemudi yang tertangkap menggunakan ponsel secara ilegal akan mendapat peringatan. Setelah itu, para pelanggar akan dikenai denda yang cukup mahal dan dikurangi poin pada SIM-nya.
      Sekitar 329 orang meninggal dunia tahun ini di jalan-jalan New South Wales, menurut laporan kantor berita Reuters. Para pejabat NSW berupaya mengurangi jumlah kematian di jalan sebanyak 30% pada 2021, kata laporan itu. [vm/pp]
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

×
×
  • Create New...