Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
PusatInformasi

Dawn Faizey, Jadi Sarjana Hanya Dengan Mengedipkan Mata

Recommended Posts

post-45-0-33332500-1425092511_thumb.jpg

 

Kisah seorang ibu bernama Dawn Faizey ini menunjukkan kepada dunia bahwa di mana ada kemauan dan tekad yang keras, maka halangan seberat apapun bisa diatasi. Dengan kondisi yang nyaris lumpuh seluruh tubuh ia tetap mampu menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat sarjana.

 

Dawn Faizey yang terkena serangan stroke pada tahun 2003 yang mengakibat sebagian besar tubuhnya lumpuh ini mampu menyelesaikan ujian yang diberikan kepadanya.

 

Memang tiap ujian ia membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu tiga minggu. Namun ingat, ia melakukannya dengan kondisi lumpuh dan menjawab pertanyaan yang ditanyakan dalam ujian tersebut dengan mengedip.

 

post-45-0-34491600-1425092510_thumb.jpg

 

Dawn Faizey memang hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan matanya dan juga dengan menggerakkan sedikit kepalanya saja, namun ia menunjukkan kepada dunia bahwa ia mampu menyelesaikan kuliahnya di jurusan Ilmu Sejarah Purbakala dalam waktu sekitar 6 tahun.

 

Tidak cukup hanya gelar sarjana, karena rencananya Dawn Faizey akan melanjutkan pendidikannya sampai mendapat gelar master. Sungguh semangat yang patut ditiru oleh kita semua.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Ontario akan mengalokasikan dana pendidikan gratis untuk mahasiswa berpenghasilan rendah. Federasi Mahasiswa Kanada menyambut baik langkah itu di era di mana mahasiswa lulus dengan utang sebanyak kredit rumah.

      Justin Trudeau selama masa kampanye di Ottawa, Ontario
      Provinsi di Kanada yang paling padat penduduknya, Ontario, menawarkan kuliah gratis bagi mahasiswa berpenghasilan rendah.
      Janji dalam anggaran tahun 2016-2017 pemerintah Ontario itu adalah memberi hibah untuk membayar biaya kuliah di perguruan tinggi maupun universitas bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan setahun 50 ribu dolar atau kurang.
      Federasi Mahasiswa Kanada menyambut baik langkah itu di era di mana mahasiswa lulus dengan utang sebanyak kredit rumah.
      Selama ini biaya kuliah di universitas dan perguruan tinggi di Kanada jauh lebih murah daripada di Amerika.
      Pemerintah Ontario yang Liberal hari Kamis juga mengatakan semakin mungkin menutup defisit 4,2 milyar dolar Amerika dalam anggaran mendatang. (www.voaindonesia.com)
    • Guest News
      By Guest News
      Sally Kim mencatat di sela-sela pelajaran fisika di Columbia Independent School di Columbia, Missouri. Orang tua Kim, yang tinggal di Korea Selatan, mengirim Kim tinggal bersama saudaranya di Columbia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
      Siswa internasional yang belajar di AS mencapai rekor tertinggi, tapi jumlah siswa AS yang belajar di luar negeri masih jauh di bawah angka tersebut.
      Data baru organisasi nirlaba Institute of International Education menunjukkan bahwa siswa internasional di AS meningkat 10 persen tahun lalu, peningkatan tertinggi dalam jangka waktu satu tahun selama lebih dari 35 tahun terakhir. Angka ini berkat semakin banyaknya siswa dari negara India yang belajar di AS dan juga dari negara China.
      Jumlah siswa India meningkat hingga 30 persen, kenaikan tertinggi sejak 60 tahun terakhir.
      Tapi jumlah siswa Amerika yang belajar di luar negeri hanya tumbuh 5 persen, dan kurang dari 2 persen siswa S1 yang belajar di luar negeri. Demi meningkatkan angka tersebut, Deplu AS akan membuka kantor baru untuk mengajak lebih banyak siswa sekolah di luar negeri. Seperti yang dilansir dari voaindonesia.com
    • By ThinkSmart

      Di SMA, kita sudah merencanakan ingin kuliah di mana dan jurusan apa. Namun jika kenyataan berkata lain, apa yang harus kita lakukan? Pindah atau tetap bertahan?
      Beberapa ini adalah hal-hal harus dipertimbangkan dalam memutuskan pilihan:
      1. Memang nyasar atau hanya shock?
      Kamu mungkin kaget akan lingkungan kampus dan ritme belajar cepat yang berbeda dengan SMA. Jika itu alasanmu merasa salah jurusan, maka kamu harus pikir-pikir lagi. Di manapun kuliahnya, kamu harus beradaptasi dan pasti akan ada tantangan baru. Tetapi kalau jurusan ini memang tidak sesuai dengan kemauanmu, coba tanyakan pada dirimu sendiri: Apa alasan saya memilih jurusan ini? Apa cita-cita saya? Bisakah saya meraih cita-cita tersebut melalui jurusan ini? Jika jurusan ini adalah pilihan orangtuamu, coba bicarakan lagi dengan mereka. Jelaskan kesulitanmu, tunjukkan bahwa kamu bisa mempertanggungjawabkan pilihanmu dan jelaskan rencanamu ke depan.
      2. Pertimbangkan waktu dan biaya
      Pindah jurusan akan lebih mudah jika kamu masih berada di semester awal. Bayangkan kalau kamu sudah di semester 6, lalu tiba-tiba memutuskan untuk pindah, apakah nggak sayang waktu dan umur? Kemudian, pindah jurusan juga berarti membayar kuliah dari awal lagi. Kalau kamu tidak benar-benat yakin, lebih baik jangan nekat pindah.
      3. Ilmu nggak hanya didapat di kuliah
      Misalnya kamu kuliah di jurusan hukum, tetapi sebenarnya ingin kuliah di jurusan seni lukis. Kamu bisa ikut komunitas seni untuk mengembangkan hobimu sehingga ketika lulus menjadi sarjana hukum nanti, kamu juga punya keahlian melukis. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kamu harus tetap konsultasi dengan orangtua. Jika mereka tidak merestui kamu pindah, jangan bersedih. Jurusan kuliah tidak menentukan kesuksesan seseorang. Tekuni apa yang kamu pelajari di jurusanmu dan kamu akan mendapat ilmu-ilmu baru.
    • By dugelo

      Para serikat buruh terus menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan sedikitnya 50% atau mencapai Rp 3,7 juta per bulan. Kalangan pengusaha mengancam akan hanya menerima lulusan sarjana (S-1) saja.
      "Bagi kami kalau itu sampai terjadi, ya silahkan, tapi jangan heran kita tahun depan hanya cari yang lulusan S-1 (sarjana)," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Gedung KADIN Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
      Tutum mengatakan tuntutan gaji yang diminta para buruh tahun depan setara dengan gaji pekerja level sarjana. Tahun ini saja pengusaha di Jakarta dengan kenaikan UMP dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta sudah merasa berat termasuk sektor usaha ritel.
      "Ya gaji segitu (Rp 3,7 juta) sama dengan sarjana, jadi buat apa kita cari pekerja yang lulusan SD, SMP atau SMA, kalau yang sarjana saja gajinya segitu. Sarjana yang butuh pekerjaan juga banyak," tegas Tutum.
      Ia mengakui permintaan para buruh mendesak kenaikan upah di atas 50% merupakan hak mereka. Namun jika hal itu terjadi maka yang akan rugi adalah kalangan buruh.
      "Pengusaha tidak mengharamkan upah naik, tapi kan ada aturan dan batasannya, jika nggak sanggup bayar, sementara harga produknya mahal, tutup saja, mending beli barang impor saja, lalu jual sendiri, jadi pedagang saja kita," ungkapnya.
      Menurutnya kenaikan upah yang diminta para buruh tidak akan ada habisnya. Kalangan pengusaha akan menyikapinya dengan menaikkan harga barang karena biaya produksi naik akibat biaya upah melonjak.
      "Harga barang-barang naik, buruhnya nggak cukup lagi penghasilannya, nuntut lagi upah tinggi, ini nggak ada habis-habisnya," tegas Tutum.
    • By BincangEdukasi

      Hapus dari pikiran Anda bahwa kuliah di Jepang itu sulit. Membiasakan diri dengan budaya baru memang tidak bisa dihindari, tapi semua tantangan akan terbayar oleh pengalaman yang didapat.
      “Sebenarnya kehidupan di Tokyo tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Yang paling beda itu transportasi, cuaca, dan harga. Untuk mengatasi perbedaan itu ya jalani saja,” ujar Caleb Merson Hasibuan, siswa Tokyo International University.
      Menurut Caleb, perbedaan tersebut justru melatihnya hidup lebih mandiri. Misalnya, ia harus menyesuaikan jadwal dengan jadwal bus yang tepat waktu dan belajar cermat mengeluarkan uang karena ongkos harian di sana mahal.
      “Kami mengandalkan gaji kerja part time untuk biaya hidup tambahan. Mendapatkan pekerjaannya juga gampang. Kita bisa jadi kasir swalayan, koki, pelayan, dan lainnya. Bisa bahasa Jepangbasic saja sudah cukup,” tutur Caleb.
      Ya, pemerintah Jepang memang memberikan waktu kerja 28 jam seminggu untuk mahasiswa internasional. Rata-rata gaji per bulan biasanya digunakan untuk membayar sewa apartemen dan biaya hidup sehari-hari.
      Joshua Emor, mahasiswa S-1 program English Track, Tokyo International University, bertutur, kesulitan menyesuaikan diri dengan kebiasaan penduduk lokal pasti ada. Namun, tantangan itu dapat diatasi dengan beradaptasi.
      “Saya pikir hampir semua siswa bisa beradaptasi dengan baik. Yang terpenting itu kerajinan. Rajin dalam segala aspek sangat diperlukan di Jepang,” kata Joshua.
      Berbagi tips, Joshua menyarankan para calon mahasiswa internasional setidaknya mempelajari bahasa dan informasi dasar tentang negara tujuan sebelum berangkat. Termasuk, soal budaya, peraturan spesifik, dan kebutuhan dasar lain.
      Rata-rata kesulitan yang dialami pelajar internasional di Jepang adalah perbedaan bahasa. Meski begitu, hal tersebut tak perlu jadi alasan untuk patah semangat berangkat kuliah ke Jepang. Terlebih lagi, Pemerintah Jepang setiap tahun membuka sekolah bahasa yang bisa ditempuh selama 6 bulan sampai 2 tahun.
      Kelas berbahasa Inggris
      Alternatif lainnya, pelajar dapat memilih program kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Misalnya, belajar melalui program English Track (E-Track) di Tokyo International University (TIU).
      Program ini cenderung menghemat waktu belajar karena tidak mensyaratkan kemampuan bahasa. Meski begitu, pelajaran bahasa dan budaya Jepang tetap diajarkan sebagai mata kuliah wajib.
      E-Track program di TIU membuka jurusan Hubungan Internasional dan Ekonomi Bisnis. Setelah mendaftar, calon pelajar berpeluang mendapatkan beasiswa berupa potongan biaya kuliah sebesar 30 persen sampai 100 persen.
      Untuk tahun ini, pendaftaran dapat dilakukan pada 6-20 November 2015. Bagi yang berminat, cukup menyerahkan esai dalam bahasa Inggris, ijazah, nilai rapor, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS (skor minimal 5,5), TOEFL IBT (skor minimal 61) atau TOEIC (skor minimal 700).
      Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran online di situs https://tiu.applyjapan.com. Formulir aplikasi dengan mudah dapat diunduh melalui http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/asset/docs/Application_Guideline_2016.pdf.
      Konsultasi langsung juga dapat dilakukan mahasiswa dengan menghubungi PIC TIU di Jakarta (Fuji Staff) dalam bahasa Indonesia melalui telepon 021-252-3716 atau e-mail: tiu@fujistaff.co.id. Anda juga bisa berkomunikasi dengan Tokyo Office menggunakan bahasa Inggris atau Jepang lewat nomor +81-3-3362-9644 dan e-mail:etrack@tiu.ac.jp.
      TIU akan hadir pula dalam Education Fair Jasso yang akan diadakan pada 14 November 2015 di The Square Ballroom, Surabaya; dan pada 15 November 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy