Jump to content

Awas! Begadang Bisa Bikin Bodoh


Recommended Posts

post-78-0-08280500-1425091643_thumb.jpg

 

Amerika mengalami kerugian sebesar 4,5 Triliun Rupiah selama Piala dunia Brazil 2014. Angka ini mucul dengan perhitungan karena karyawan banyak yang mangkir kerja dan nonton pertandingan saat di kantor. Di Indonesia belum ada yang menghitung kerugian tersebut tetapi kasus orang mangkir kerja karena begadang banyak disebabkan karena daya tahan tubuhnya drop.

 

Dan saat ini Piala dunia masih berlangsung, tinggal menyisakan partai-partai puncak. Tentunya kamu juga nggak ingin ketinggalan satu pun pertandingannya bukan? Artinya, kamu harus begadang lagi sampai partai final nanti.

 

Masalahnya kamu tetap harus bekerja di di esok harinya dan pekerjaan menuntut kamu buat selalu bugar dan konsentrasi. Tidak ada dispensasi buat datang telat karena anda kelelahan begadang ataupun melakukan kesalahan karena kurang konsentrasi. Hal yang harus diperhatikan dalam menyiasati situasi ini adalah mengatur pola tidur dan asupan makanan kita sehingga bisa membuat daya tahan tubuh nggak turun dan tetap konsentrasi.

 

Begadang yang mengakibatkan kurang tidur nggak hanya akan mengganggu aktivitas kamu, tapi lebih jauh juga memberikan risiko dan dampak tersendiri di kesehatan tubuh. Menurut The National Sleep Foundation, orang dewasa sebaiknya mendapatkan tidur antara 7 hingga 9 jam dalam satu hari dan angka ini dapat berubah sesuai dengan usia.

 

The National Sleep Foundation menyebutkan bahwa meningkatnya angka kecelakaan juga berhubungan dengan kurangnya tidur. Pada tahun 2011, Centers for Disease Control menemukan bahwa sebanyak 70 juta orang dewasa menderita gangguan tidur termasuk insomnia, narcolepsy, sleep apnea dan restless leg syndrome.

 

Tidur sangat berpengaruh terhadap kelangsungan tubuh kita oleh karena itu tidur merupakan hal yang sangat penting. Nah, beberapa hal yang dapat terjadi bila kita kurang tidur adalah:

 

Mengurangi Imunitas Tubuh

Penelitian yang dilakukan di JAMA Internal Medicine yang melakukan penelitian terhadap 300 orang yang terkena virus flu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7,5 jam memiliki risiko buat terkena flu.

 

Menurunnya Tingkat Konsentrasi

Sebuah lembaga riset di Australia pernah mencatat di sebuah peristiwa kontes The Rocking Chair Marathon, di Australia, yakni rekor seseorang nggak tidur yakni 18 hari, 21 jam dan 40 menit. Sang pemegang rekor dunia dicatat mengalami gejala halusinasi, paranoid, pandangan mengabur, kemampuan bicara melantur, ingatan memudar dan kemampuan konsentrasi menghilang.

 

Tak ubahnya kita yang mengalami penurunan jam tidur, akibat begadang bisa mengakibatkan menurunnya kemampuan otak. Bahkan lebih jauh, hal ini dikhawatirkan dapat merusak kesempurnaan performa kinerja di kantor dan mengancam karir kamu.

 

Memang dijadwal kita yang cukup sibuk sulit buat menentukan waktu buat tidur bahkan terkadang sulit banget buat tidur 7 – 9 jam dalam sehari, oleh karena itu bila memang kamu kurang tidur jaga daya tahan tubuh kamu dengan konsumsi makanan bergizi serta olahraga.

 

Guna mengimbangi kendala tubuh yang ada akibat begadang, ada baiknya kamu mencuri asupan makanan yang memiliki kaya kandungan Peptida. Dimana kandungan ini merupakan zat aktif yang dapat membantu daya tahan tubuh kamu. Peptida bekerja dengan memberikan fungsi peningkatan kognitif otak. Tentunya hal ini dapat membantu fokus dan stamina dalam keseharian berkantor.

 

Asam amino yang terkandung dalam peptida tersebut dibutuhkan buat mensitesis cerebral neurotransmitter. Makin banyak neurotransmitter terbentuk, kebugaran otak akan semakin terjaga sehingga nggak mudah kehilangan konsentrasi.

 

Jadi kalau kita melakukan begadang tanpa diimbangi dengan pola tidur yang benar dan makan yang bergizi, akan berdampak di performa tubuh kita, sehingga daya tahan tubuh mudah turun dan berakibat konsentrasi kerja berkurang yang semakin membuat kita banyak melakukan kesalahan.

 

Kesalahan-kesalahan yang timbul disebabin karena kita kurang konsentrasi, padahal kemampuan konsentrasi merupakan penunjang pekerjaan sehari-hari. Jangan sampai begadang membawa dampak kita tampak bodoh di hadapan orang lain terutama atasan kamu. Begadanglah dengan bijak!

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Males
      Camilan sehat teman begadang memiliki kandungan kalori yang rendah, sehingga kamu tidak perlu mencemaskan naiknya berat badan. Jika makanan yang kamu konsumsi pada malam hari tidak rendah kalori, bisa saja hal tersebut dapat menyebabkan tubuh kamu lebih gemuk. 
      Hal ini terjadi karena pada malam hari metabolisme tubuh melambat, dan jika kamu makan makanan berat akan menambah kalori dalam tubuh. Sedangkan rasa lapar yang kamu alami di malam hari ini sudah tidak tertahankan. Jika kamu menahan lapar dan memutuskan untuk lanjut tidur, hal ini bisa membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
      Camilan sehat yang rendah kalori bisa menjadi solusi makanan untuk malam hari. Dengan mengonsumsi camilan sehat ini, kamu tidak perlu takut lagi dengan naiknya berat badan ataupun tidur tidak nyenyak gara-gara rasa lapar.
      Pisang
      Camilan sehat teman begadang yang aman dikonsumsi malam hari pertama adalah pisang. Jika kamu ingin makan berat tapi takut gemuk maka pisang bisa menjadi solusinya. Satu buah pisang bisa membuatmu merasa langsung kenyang seketika dan membuat tidurmu lebih berkualitas.
      Selain bisa menjadi camilan sehat di malam hari, pisang juga bisa menjadi penyelamat saat saat melewatkan makan malam, sebab pisang mengenyangkan dan mengandung magnesium dan potassium. Kandungan inilah yang dapat membantu kamu untuk tidur nyenyak. Potassium sendiri juga memiliki fungsi untuk kesehatan kardiovaskular dan kognitif.
      Oatmeal
      Selain itu, oatmeal juga bisa menjadi salah satu camilan sehat teman begadang yang aman dikonsumsi malam hari. Oatmeal menjadi pilihan yang banyak dikonsumsi pelaku diet saat lapar. Hal ini disebabkan karena, oatmeal dapat memproduksi hormon serotonin, dan hormon ini dipercaya mampu menstimulasi produksi melatonin. Dikutip dari Livestrong, oatmeal mengandung protein dan karbohidrat kompleks.
      Cukup dengan menambahkan beberapa potongan buah segar dan sedikit madu, dijamin lapar malam hari akan terselesaikan dan bisa tidur nyenyak. Selain itu, jika kamu ingin menambah asupan protein lebih banyak, kamu bisa menambahkan yogurt tanpa lemak.
      Yoghurt Rendah Lemak dan Buah-buahan
      Camilan sehat teman begadang selanjutnya adalah yoghurt rendah lemak dan buah-buahan. Jika menginginkan sedikit makanan penutup sebelum tidur, kamu bisa menyantap semangkuk yogurt rendah lemak sebagai gantinya. Agar lebih nikmat, cukup tambahkan potongan buah dingin yang segar.
      Salah satu buah yang paling aman dikonsumsi pada malam hari adalah buah ceri. Hal ini karena melatonin yang ditemukan pada ceri dapat membantu mengendalikan jam internal pada tubuh kamu. Jam internal adalah ritme pola harian, seperti waktu bangun dan waktu tidur, yang dibentuk dan terkonsep pada otak. Penelitian menyebutkan bahwa ada perubahan pada durasi dan kualitas tidur pada penderita insomnia kronis dengan meminum jus ceri asam.
      Edamame
      Edamame juga bisa dijadikan camilan sehat teman begadang yang aman. Kacang ini merupakan kudapan yang aman dikonsumsi pada malam hari tanpa harus khawatir berat badan kamu melonjak. Edamame yang sudah matang bahkan tidak perlu dimasak. Edamame kaya akan protein dan mengandung triptofan yang membantu otak membuat melatonin.
      Keju
      Camilan sehat teman begadang yang aman dikonsumsi malam hari selanjutnya adalah keju. Makanan kaya kalsium dan memiliki banyak lemak baik ini lebih enak dikonsumsi dengan makanan yang juga memiliki banyak serat.
      Memakan satu bungkus keju dipercaya akan membuatmu cepat kenyang dan mengantuk sehingga mengurangi hasratmu untuk menyantap makanan lainnya. Tenang, satu bungkus keju hanya mengandung 80 kalori.
      Namun, bukan berarti kamu bisa makan keju secara berlebihan. Kamu harus memperhatikan label nutrisinya, sebaiknya tidak lebih dari 150 kalori.
      Popcorn Tanpa Rasa
      Popcorn tanpa rasa juga bisa dijadikan camilan sehat teman begadang. Pastikan popcorn yang kamu konsumsi di malam hari tidak ditambahkan garam atau perasa lainnya agar tetap aman dan sehat.
      Makanan yang terbuat dari jagung ini baik untuk dikonsumsi karena popcorn termasuk makanan yang rendah kalori dan lemak, serta tinggi serat. Bahkan, popcorn juga mengandung antioksidan dan termasuk ke dalam makanan gandum utuh. Kamu bisa mengonsumsinya sekitar satu mangkuk dengan sedikit taburan minyak zaitun sebagai makanan alternatif untuk diet.
      Semangkuk Sereal
      Camilan sehat teman begadang yang aman dikonsumsi malam hari selanjutnya adalah semangkuk sereal dan susu. Banyak orang yang menyangka sereal hanya cocok untuk sarapan. Namun, ternyata sereal juga cocok dijadijan santapan malam, terutama sereal gandum atau jagung yang sehat.
      Memilih sereal merupakan pilihan tepat sebagai camilan malam karena memiliki serat yang baik untuk kesehatan. Menikmati sereal bisa ditambah dengan susu dingin atau hangat yang menjadikan komposisi sempurna yang penuh dengan protein. Tetapi, hindari memakan sereal dengan tambahan gula.
      Selain itu, selai kacang yang alami, dan ubi juga bisa menjadi camilan sehat yang aman dikonsumsi pada malam hari. Kamu bisa memilih makanan tersebut tergantung kondisi kesehatan dan yang mana yang paling kamu sukai.
    • By MariaAngeline
      Pernahkah kamu merasa lebih mudah berpikir ketika malam hari? Bisa jadi kamu adalah sosok yang cerdas. Menurut Psychology Today, orang-orang cerdas biasanya lebih memilih menjadi nokturnal (aktif di malam hari) daripada orang dengan yang punya IQ normal. Dalam sebuah studi yang melibatkan anak-anak muda, menunjukkan bahwa individu yang cerdas terbukti pergi tidur lebih larut pada hari-hari biasa.
      Dalam sebuah studi dari Study Magazine, Satoshi Kanazawa, seorang psikolog di London School of Economics And Political Science, melaporkan bahwa IQ rata-rata dan pola tidur memiliki hubungan erat. Korelasi ini membuktikan orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk terjaga di malam hari adalah individu yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
      Kebanyakan orang pada umumnya akan memiliki pola tidur yang teratur dan mudah, sementara orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata akan lebih banyak mengalami gangguan tidur sehingga memilih untuk tetap terjaga pada malam hari. Malam hari masih dimanfaatkan untuk mengerjakan sesuatu, menulis misalnya.
      Para nokturnal biasanya menangkap informasi pada siang hari dan memprosesnya pada malam hari. Namun, ada beberapa hal yang mungkin masih menjadi perdebatan tentang kurangnya tidur bisa memicu gangguan kesehatan. Namun bukan berarti kita tak boleh begadang. Karena selalu ada sisi positif mengapa para nokturnal adalah orang-orang cerdas.
      1. Karena pada siang hari rasanya pikiranmu tak bisa dengan fokus untuk mengerjakan sesuatu.
      Siang hari, pikiranmu mungkin bisa kemana-mana seiring imajinasi berjalan. Bahkan siang hari adalah waktu paling kreatif yang bisa kamu dapatkan. Namun ketika malam hari, sisi paling menarik dari dirimu mulai muncul. Malam hari adalah waktu bagimu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan diri dan mengizinkan dirimu sendiri untuk melepaskan 'masker' yang sepanjang hari menutupimu.
      2. Rutinitas tak berlaku dalam kamusmu. Bagimu, hidup harus dinikmati bagai air mengalir.
      Begadang akan selalu menjadi rutinitas harian. Tak peduli apakah kamu punya jam kerja 9 to 5, kamu akan tetap terjaga hingga larut malam. Dan itu menjadikanmu pribadi yang sedikit pemberontak dan mampu menentang tradisi yang ada. Dalam surat kabar akademik, “Why The Night Owl Is More Intelligent,” yang diterbitkan dalam jurnal Psychology And Individual Differences, dengan jelas menjelaskan asumsi bahwa dalam beberapa waktu ini, orang-orang cenderung bekerja pada siang hari dan tidur pada malam hari. Dan rasanya bukan lagi kejutan bahwa orang yang suka terjaga hingga larut malam, adalah sosok yang mampu memperluas pemikiran mereka, bukan hanya diam karena orang-orang menyuruhnya untuk tidur karena sudah larut malam.
      3. Para nokturnal biasanya open-minded.
      Hal-hal yang terjadi di malam hari tentu saja tak bisa kamu dapatkan saat siang hari. Malam hari adalah saatnya kamu membuka pikiran dan para penyair menulis puisi, para musisi menciptakan lagu, dan seniman menemukan karya agung mereka.
      Mereka yang mau terjaga hingga larut malam, adalah orang-orang yang menemukan banyak hal ketika sebagian besar orang terlelap. Mereka yang mau tetap terjaga adalah orang-orang yang mau mencoba batas mereka dan menjelajahi kegelapan untuk membawa lebih cahaya pada siang hari.
      4. Mereka juga sosok yang proaktif.
      Pepatah mengatakan, The early bird may get the worm, but the night owl gets the whole jar. Ketika morning person mungkin mendapatkan kesempatan untuk melihat cacing keluar dari lubangnya di pagi hari, para nokturnal telah melihat para cacing masuk ke dalam lubang mereka sebelum pagi menjelang.
      Bangun pagi adalah hal yang positif dan proaktif, namun tetap terjaga hingga larut malam juga tak kalah pentingnya. Karena mereka yang tidur larut malam (bahkan pagi) berada beberapa langkah lebih depan daripada mereka yang bangun pagi. Ada beberapa hal yang hanya bisa dijelajahi pada malam hari dan tak akan didapatkan oleh mereka yang bangun pagi, yaitu ide-ide segar.
    • By orang_gila
      Adakah kamu punya teman cerdas dan berbakat berkoar-koar tentang kemampuan dan prestasinya? Sekalipun ada beberapa, bukankah banyak yang memilih 'diam'?
      Bayangkan kalau mantan presiden kita BJ Habibie mengumumkan ke segala penjuru nusantara bahwa dia berkemampuan paling jenius membuat pesawat. Lucu dan nggak banget, kan? Faktanya, karyanyalah yang berbicara, bukan kata-kata bualan.
      Sementara itu, di sisi lain, pernahkah kamu melihat teman yang sebetulnya tak banyak berbuat apa-apa, tapi membual ke sana kemari dan menyatakan dia membuat mahakarya?
      Fenomena di atas disebut Dunning-Kruger Effect. Dunning-Kruger Effect merupakan teori yang dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger, dua profesor psikologi dari Cornell University pada tahun 1999.
      Secara garis besar, definisi Dunning-Kruger Effect adalah bias kognitif yang membuat individu tidak terampil (dalam bahasa kasar disebut bodoh) memiliki ilusi merasa superior atau 'wah', yaitu salah mengartikan kemampuan mereka lebih tinggi daripada yang seharusnya.
      Bias yang terjadi tersebut dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali ketidaktahuan atau ketidakterampilan mereka sendiri. Tak heran kalau orang yang tak berkompeten ini, sekalipun gagal melakukan sesuatu, membuat kacau rencana, dan menjengkelkan orang lain, mereka masih pede saja berkoar-koar menyombongkan diri mereka bisa mengatasi keadaan.
      Sementara di sisi lain, orang yang terampil atau cerdas justru meremehkan diri sendiri bahwa mereka mampu mengatasi sesuatu.
      Akar bias tersebut adalah bahwa orang berkompeten atau pandai cenderung menganggap orang lain bisa mengatasi sesuatu sama seperti yang mereka lakukan. Padahal, faktanya tugas bersangkutan justru yang bisa menunjukkan bakat orang terampil, alias hanya mereka yang bisa melakukan.
      Hmmm ..., adakah di antara kamu yang begini?
    • By c0d1ng
      Dengan piranti navigasi satelit, pengemudi tinggal mengikuti panduan, tak perlu 'repot-repot' membaca buku peta.
      Mestinya piranti seperti navigasi satelit, biasa disebut satnav, membantu kita mencapai tujuan dengan lebih cepat.
      Tapi kadang, alat bantu ini malah membuat kita lebih lambat, dalam beberapa kasus membuat kita, para pengemudi, tersesat.
      Di Inggris, ada sopir truk besar yang terjebak di jalan sempit dan di permukiman yang padat, ada juga yang bahkan masuk ke danau.
      Survei yang dilakukan Michelin Travel Partners di Amerika Serikat memperlihatkan, para pengendara rata-rata 4,4 kali salah dipandu oleh satnav per tahun.
      Di antara pengendara muda, kelompok usia yang paling sering memanfaatkan aplikasi peta atau satnav di telepon genggam, angkanya lebih tinggi lagi.
      Di antara para pengemudi muda ini, rata-rata 6,3 kali salah dipandu oleh satnav per tahun.
      Banyak yang mengatakan teknologi GPS -yang menjadi otak piranti satnav- tidak hanya menjadikan kita sopir yang buruk, tapi juga membuat kita bodoh.
      Sepertinya pendapat yang ekstrem, tapi makin banyak orang yang mengatakan satnav memdorong kita tak lagi memanfaatkan akal sehat dan kesadaran spasial.
      Padahal bukan seperti itu mestinya fungsi dan peran teknologi.
      Berbagai teknologi masuk ke dalam mobil, mulai daripower steering hingga sistem pengeremen canggih, membuat komputasi mobil modern lebih hebat dari pesawat ruang angkasa generasi awal.
      Tentu ada banyak sisi positif dari pemanfaatan teknologi karena teknologi harus diakui membuat mobil menjadi jauh lebih aman dan nyaman.
      Tapi pada saat yang sama, karena kita terlalu tergantung dengan teknologi, kita tak memberikan perhatian sepenuhnya terhadap apa yang terjadi di sekitar kita ketika menjalankan kendaraan.
      Malas belajar
      Selain memberikan panduan yang salah, ada efek lain yang tak kalah membahayakan dari piranti satnav.
      Survei yang dilakukan surat kabar Inggris, The Mirror, menemukan bahwa 1,5 juta pengendara tiba-tiba berubah arah ketika menuruti perintah satnav tanpa mencermati mobil-mobil yang ada di sekitar mereka.
      Dan sekitar 300.000 pengemudi mengalami kecelakaan karena mengikuti instruksi satnav.
      Juga ada masalah yang diakibatkan oleh ketergantungan terhadap satnav ini.
      Para pengemudi yang biasa menggunakan satnav punya kemungkinan lebih besar untuk tersesat ketika mereka menyetir kendaraan tanpa alat ini.
      Dampak satnav terhadap kemampuan alamiah kita untuk melakukan navigasi sudah menjadi pemikiran para ahli dalam beberapa tahun terakhir.

      Bila tak cermat, satnav malah bisa membuat kita tersesat.
      Kita tahu bahwa teknologi mengganggu fungsi otak.
      Dalam konteks satnav, kita didorong tak terlalu menghapal rute-rute yang kita lalui dan karenanya tak ada gambaran tentang rute dan tempat di otak kita.
      Di sisi lain kalau kita menggunakan buku peta, maka otak kita akan berfungsi secara penuh. Kita “dipaksa” untuk melihat dan mencermati tanda-tanda atau penunjuk jalan.
      Dengan kata lain otak kita “sadar dan aktif” sepenuhnya sementara kalau kita menggunakan satnav, otak kita menjadi lebih pasif. Fungsi kognitif otak tiba-tiba saja terambil alih.
      “Ini memang sangat menggoda. Toh hanya mengikuti instruksi satnav. Tapi yang terjadi adalah otak kita mengurangi beban kognitif dengan mengalihdayakan tugas navigasi,” kata Julia Frankenstein, peneliti di Universitas Freiburg di Jerman.
      “Kalau Anda tak menganggap perlu pentingnya menyimpan informasi spasial di otak, maka otak tak akan menyimpan informasi ini,” imbuhnya.
      Kemampuan mental
      Apakah satnav atau piranti berbasis GPS membuat kita "menutup mata"? Jawabannya bisa jadi adalah ya.
      Dalam kajian yang dilakukan Universitas Nottingham, Inggris, orang-orang diminta mengemudi melalui simulator ke satu lokasi.
      Disimpulkan bahwa orang-orang yang menggunakan satnav kesulitan menggambar rute perjalanan, sesuatu yang tak terjadi bagi mereka yang mengemudi berdasarkan buku peta.

      Para sopir taksi di London dikenal punya daya ingat yang hebat atas berbagai jalan di ibu kota Inggris ini.
      Kita, menurut para ahli, lahir dengan kemampuan internal untuk membaca peta dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
      Ketergantungan yang berlebih terhadap satnav bisa membuat kemampuan itu “menganggur”, demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan tim ilmuwan di Universitas McGill.
      Kesimpulan kajian di Kanada ini memperkuat temuan serupa oleh ilmuwan Inggris di University College London, Eleanor Maguire, yang melakukan kajian dengan melibatkan para sopir taksi di London pada 2000.
      Mereka dikenal sebagai salah satu navigator terbaik berkat pengalaman secara bertahun-tahun menjelajah jalan-jalan di London.
      Penelitian Maguire menunjukkan, di bagian otak hippocampus para sopir taksi ini, terdapat lebih banyak area berwarna abu-abu dibandingkan kebanyakan orang.
      Kita tahu hippocampus adalah bagaian otak yang berfungsi memproses informasi dan memori spasial.
      Di sektor transportasi udara, data yang dikumpulkan organisasi keselamatan penerbangan menunjukkan banyak kecelakaan udara yang disebabkan pilot terlalu menggantungkan diri dengan mode autopilot dan gagal memantau dengan benar aneka instrumen yang ada di kokpit.
      Karena itu berbagai maskapai penerbangan selalu meminta pilot untuk menggunakan mode manual ketika mendaratkan pesawat.
      Dengan begitu para pilot akan selalu ingat dengan kemampuan manual mengemudikan pesawat, yang sangat diperlukan ketika menghadapi situasi yang kompleks.
×
×
  • Create New...