Jump to content

Logo ISIS di bantuan pangan PBB


Recommended Posts

post-83-0-88737700-1423181972_thumb.jpg

Pengungsi Suriah setelah berbelanja dengan menggunakan kupon bantuan kemanusiaan.

 

Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan 'sangat khawatir' dengan gambar-gambar yang sepertinya memperlihatkan bantuan pangan di Suriah dibagikan dengan logo dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

 

Foto di media sosial sepertinya berasal dari kota Deir Haf, tempat pangan WFP dibagikan Agustus lalu.

 

"WFP mengutuk rekayasa yang menggunakan pihak yang sangat memerlukan bantuan pangan," kata Muhannad Hadi, koordinator kawasan darurat badan PBB.

 

Mereka sedang berusaha memastikan gambar-gambar itu.

 

Pasokan WFP disebarkan di Suriah oleh Bulan Sabit Merah Arab Suriah. Gudang badan ini diserang milisi ISIS pada bulan September.

 

Kardus makanan yang terlihat pada gambar kemungkinan berasal dari tempat tersebut kata PBB.

 

Sekitar 6,5 juta orang, setengahnya anak-anak, diduga menjadi pengungsi di dalam Suriah.

 

Diperkirakan 10,8 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan di dalam negara itu, dan 4,6 juta orang hidup di daerah perang atau sulit dijangkau.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By news
      Gedung Putih Sabtu lalu membenarkan tewasnya Hamza, putra Osama bin Laden yang dicurigai sedang disiapkan untuk memimpin kelompok Al Qaida. Hamza terbunuh dalam operasi militer yang tak dirinci lebih lanjut di Afghanistan-Pakistan. Wilayah yang sama kini juga berpotensi disusupi kelompok ISIS.
       
    • By gogolakanok
      Direktur Wahid Foundation, Zanuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan jumlah warga Indonesia yang terlibat menjadi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meningkat 60 persen. Awalnya WNI yang menjadi penjuang ISIS cuma 500 orang. Sekarang sudah 800 orang menjadi pejuang ISIS di Irak dan Suriah," kata Yenny di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 16 Februari 2017.
      Menurut Yenny, bahkan dari hasil survei Wahid Foundation bersama Lingkar Survei Indonesia pada 2016 mengungkapkan 11 juta dari 150 juta penduduk muslim Indonesia siap melakukan tindakan radikal. Jumlah tersebut mencapai 7,7 persen dari total penduduk muslim Indonesia. Sedangkan, 600 ribu atau 0,4 persen penduduk muslim Indonesia pernah melakukan tindakan radikal.
      Adapun karakteristik kelompok radikal di Indonesia, kata Yenny, pada umumnya masih muda dan laki-laki. Mereka banyak mengkonsumsi informasi keagamaan yang berisi kecurigaan dan kebencian. Selain itu, mereka memahami ajaran agama secara literatur bahwa jihad sebagai perang dan dalam isu muamalah. Bahkan, kelompok yang terpapar radikalisme membenarkan serta mendukung tindakan dan gerakan radikal. "Mereka juga menentang pemenuhan hak-hak kewarganegaraan," katanya.
      Aktivis Islam Yenny Wahid (kiri), Terpidana kasus terorisme Umar Patek (3 kiri) dan mantan narapidana kasus terorisme Jumu Tuani (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur, di Hotel Savana, Malang, Jawa Timur 25 April 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat.
      Survei tersebut didesain menggunakan multi-stage random sampling dengan perkiraan margine of error 2,6 persen dan tingkat keyakinan 95 persen. Sampel terdiri dari 1.520 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah dari orang dewasa berusia setidaknya 17 tahun. "Pengumpulan data dilakukan di keempat Maret dan pekan ketiga April 2016," ujarnya.

      Dari survei tersebut 72 persen atau mayoritas muslim Indonesia menolak tindakan radikal. Namun, dari hasil survei tersebut mengungkapkan tantangan munculnya dan meningkatnya gerakan radikalisme yang perlu mendapatkan tanggapan serius baik dari pemerintah maupun masyarakat. "Aksi radikal di Indonesia mencakup pemberian dana atau materi sampai melakukan penyerangan terhadap rumah agama. Gejala ini patut mendapatkan perhatian, ungkapnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak berwenang anti-teroris federal Pakistan telah melarang badan amal setempat yang diduga merekrut calon untuk bertempur bersama milisi yang didukung Iran, dan mendukung pasukan pemerintah dalam perang sipil Suriah.
      Larangan Ansar ul-Hussain, yang dilaporkan media Pakistan pekan lalu, mulai berlaku 30 Desember, menurut situs National Counter Terrorism Authority (NACTA), yang memantau organisasi teroris di negara itu. Larangan itu membuat kelompok tersebut ilegal beroperasi di Pakistan.
      Abdul Qayyum, Ketua Komite Pertahanan Senat dan anggota terkemuka partai Liga Muslim yang berkuasa, mengatakan kepada VOA, setelah larangan tersebut, Pakistan melanjutkan penyelidikan "jika ada jaringan lain yang terlibat dalam merekrut orang di Pakistan untuk perang di Suriah."
      Organisasi ini tidak begitu dikenal di Pakistan, Ansar ul-Hussain, yang menyatakan dirinya sebagai organisasi kemanusiaan Syiah, secara diam-diam memikat pemuda Syiah dari beberapa daerah di barat laut Pakistan dan mengirim mereka ke Iran, di mana mereka dilatih untuk berperang dan kemudian dikirim ke Suriah, menurut laporan media dan pejabat intelijen lokal.
      Ansar ul-Hussain handal dalam menghindari pengawasan, namun pihak berwenang Pakistan mengatakan, mereka berhasil mendeteksi kegiatan perekrutannya.
      Langkah-langkah anti-terorisme Islamabad telah banyak dikritik oleh banyak politisi Pakistan dan anggota parlemen AS karena sangat tidak efektif. Selagi kelompok militan terus berkembang di Pakistan, pemerintah sedang menghadapi ancaman meningkatnya isolasi diplomatik dari beberapa anggota parlemen AS atas ketidakmampuannya mengekang perkembangan militan di dalam negeri dan ancaman itu mempengaruhi negara tetangganya.
      Media Pakistan melaporkan tahun lalu, lebih dari 1.000 orang Pakistan berjuang di Suriah bersama pasukan elit Iran, Korps Garda Revolusi (IRGC). [www.voaindonesia.com]
    • Guest News
      By Guest News
      Presiden AS Donald Trump hari Jumat (27/1) datang ke Pentagon, kantor Departemen Pertahanan AS, guna mengadakan pembicaraan dengan petinggi militer tentang pilihan-pilihan yang ada untuk mengalahkan Negara Islam ISIS. Menurut pejabat-pejabat Pentagon kepada VOA, di bawah pemerintahan lalu, hal ini tidak boleh dibicarakan.
      Misalnya, kata seorang pejabat Pentagon kepada VOA pemerintahan Obama berpegang pada dua prioritas yaitu membuat Turki puas dan ISIS dikalahkan.
      Di lain bagian, Pentagon berharap mendapat prioritas yang jelas dalam mengarahkan tindakan untuk mengalahkan ISIS.
      Satu pilihan untuk mengalahkan ISIS yang mungkin diusulkan kepada Trump ialah mempersenjatai atau memperkuat kelompok Kurdi-Suriah yang dikenal dengan singkatan YPG.
      Dukungan Amerika kepada kelompok ini menjadi peka, karena Turki yang anggota NATO menganggap kelompok ini kelompok teroris. Namun, pasukan Kurdi merupakan inti dari pasukan untuk merebut Raqqa dan sudah terbukti sangat efektif dalam mengalahkan ISIS di Suriah timur dan utara.
      Pentagon besar kemungkinan minta wewenang yang lebih luas dari Trump supaya para komandan militer mempunyai ruang lebih luas dalam manuver untuk mengalahkan ISIS. [www.voaindonesia.com]
    • Guest News
      By Guest News
      Presiden Donald Trump menegaskan tekad AS untuk menyingkirkan kelompok teroris ISIS. Presiden Trump menyampaikan pernyataan itu di depan para anggota intelijen di Markas CIA di Langley, Virginia. 
       
×
×
  • Create New...