Jump to content

Ilmuwan Percepat Jam Kiamat, Tanda Hari Akhir Sudah Dekat?


davidbo

Recommended Posts

post-3682-0-26050300-1422273675_thumb.jp

Dalam pengumumannya, sekelompok ilmuwan dari 'Bulletin of the Atomic Scientists menyatakan waktu dunia menuju kiamat hanya '3 menit'.

 

Cuaca yang tidak menentu, bom, meriam, serta nuklir terus bergema di muka bumi akibat pertikaian antara manusia membuat sekelompok ilmuwan dari 'Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) memutuskan untuk mengubah waktu 'Jam Kiamat'. Yakni 23.57 atau 3 menit menuju pukul 24.00. Jeda waktu 3 menit ini lebih cepat dari 'Jam Kiamat' yang ditentukan sebelumnya, yakni pada 23.55 atau 5 menit menuju tengah malam, momen yang kerap disebut waktu terjadinya serangan nuklir.

 

'Jam Kiamat' atau yang juga disebut sebagai 'Doomsday Clock' merupakan jam simbolis yang mewakili hitung mundur berosilasi yang diluncurkan sejak tahun 1947 oleh Science and Security Board atau Dewan Ilmu Pengetahuan dan Keamanan BAS di University of Chicago, Amerika Serikat

 

Band cadas Linkin Park menganalogikan peringatan 'Jam Kiamat' ini dalam albumnya Minutes to Midnight lewat single What I've Done yang bertemakan tanda-tanda kehancuran dunia.

 

Dalam pengumumannya, BAS menyatakan waktu dunia menuju kiamat hanya '3 menit'. Makna '3 menit' yang dimaksud bukan 3 menit yang sebenarnya, melainkan peringatan bahwa tenggat waktu dunia saat ini hingga hari kiamat terbilang singkat.

 

Para ilmuwan yang tergabung dalam kelompok tersebut menilai situasi dunia saat ini sudah cukup memprihatinkan. Dengan ketergantungan manusia  pada bahan bakar fosil yang semakin tinggi, kurang kesadaran atas dampak pemanasan global serta lambatnya penanganan atas maraknya senjata nuklir.

 

Terlebih, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut, 2014 sebagai tahun paling panas. Yang terpanas sejak pertama kali pencatatan suhu itu dilakukan pada 1880 silam.

 

"Kami kira belum begitu terlambat bagi kita semua untuk melakukan  tindakan, tapi pemanasan bumi ini juga terjadi begitu cepat," ujar Direktur Eksekutif BAS di Washington DC. "Kami mengubah jam ini agar kita semua melakukan tindakan."

 

Oleh karena itu, ilmuwan senior dari Stockholm Environment Institute, Sivan Kartha menegaskan seluruh masyarakat dunia perlu ikut serta mengurangi tindakan yang bisa menambah efek rumah kaca. "Jika tidak, maka suhu rata-rata global bisa mencapai 3 sampai 8 derajat Celcsus," ujar dia.

 

Kartha menilai masih ada sejumlah orang yang mengabaikan hal ini. Untuk itu, ia kembali memperingatkan "permukaan Bumi bisa segera berubah pada masa mendatang."

 

Sharon Squassoni, anggota BAS lainnya yang juga Direktur Center for Strategic and International Studies menyarankan perlu adanya pengurangan pengembangan nuklir. Namun kata dia, sejumlah negara saat ini justru malah meningkatkannya, seperti Rusia, India, dan Pakistan.

 

"Pembuatan senjata-senjata nuklir ini memakan banyak waktu, tenaga, uang untuk melindungi mereka yang mengembangkannya," ujar Squassoni.

 

Dengan pengumuman ini, waktu 'Jam Kiamat' terhitung sudah mengalami perubahan sebanyak 21 kali. Saat pertama kali dimunculkan pada 1947, waktu jam ini ditetapkan pada 7 menit menuju tengah malam atau 23.53.

 

Pada awalnya, 'Jam Kiamat' yang menggantung pada dinding kantor Bulletin di University of Chicago ini menggambarkan ancaman perang nuklir global, namun sejak tahun 2007 jam tersebut juga mencerminkan perubahan iklim dan perkembangan baru dalam ilmu pengetahuan yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak dapat diatasi.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Produk yang mengandung antimikroba Triclosan telah digunakan sejak 1964, diklaim menjadi salah satu dari 10 pencemaran lingkungan teratas di sungai negara bagian Amerika Serikat, Nevada. Akibatnya, produk tersebut dapat mengganggu sistem endokrin margasatwa dan menyebabkan efek toksik terhadap reproduksi dan perkembangannya.
      Sebuah studi baru di University of Nevada, telah menemukan cara potensial untuk mengurangi adanya antimikroba yang juga terkait dengan masalah resistensi antibiotik.
      "Hasilnya menjanjikan bahwa kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana triklosan terdegradasi di lingkungan alami, dan berpotensi menemukan cara untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan dan dalam jangka panjang melawan masalah resistensi antibiotik," kata Yu Frank Yang, Asisten profesor teknik lingkungan di Universitas Nevada dikutip dari Eurekalert.
      Triclosan biasanya digunakan untuk hal-hal seperti pembersih tangan, deterjen, sabun dan cat, yang dapat terdegradasi lebih cepat di lingkungan melalui proses kombinasi bakteri pengurang logam dan bahan organik alami.
      Tim yang menguji matriks dari bakteri strain yang dicampur dengan bahan organik untuk mengetahui kondisi triclosan yang terdegradasi paling cepat. Para peneliti juga menemukan sebuah campuran yang mengurangi waktu penyebaran triclosan menjadi sekira 10 jam.
      Hasil keseluruhan ditentukan oleh konsentrasi bahan organik aktivitas mikroba dan kimia air. Penelitian tersebut masih memerlukan studi dan pengembangan lebih lanjut, terlebih faktor biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit.
      Sebagai informasi, Yang dan timnya telah mempresentasikan proyek ini dan pekerjaan lainnya dalam sembilan presentasi di pertemuan musim semi American Chemical Society di San Francisco, California pada awal April.
    • Guest News
      By Guest News
      Pesawat tanpa awak (drone) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak wilayah dunia. Dengan semakin banyaknya drone yang terbang, kemungkinan tabrakan antar drone atau dengan pesawat terbang lain menjadi masalah serius, karena itu para ilmuwan mencoba mencari solusinya.
       
    • By qbonk
      Beberapa skema terkait kehancuran Bumi menurut peneliti adalah Bumi bertabrakan dengan planet lain atau ditelan oleh lubang hitam. Selain itu, ada kemungkinan asteroid bisa menghantam Bumi.
      Skenario kehancuran dunia tersebut juga ditambah dengan matahari. Proses terjadinya kehancuran Bumi ini tidak singkat, melainkan melalui beberapa tahap.
      Peneliti Jillian Scudder, seorang astrofisika di University of Sussex mengatakan, Bumi akan merasakan perjalanan hari yang lebih cepat.
      Matahari bertahan dengan cara membakar atom hidrogen ke dalam atom helium pada intinya. Kenyataannya, matahari membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik.
      Karena inti matahari jenuh dengan helium ini, maka terjadi penyusutan, menyebabkan reaksi fusi nuklir untuk mempercepat, sehingga matahari akan mengeluarkan energi lebih besar.
      Faktanya, untuk setiap miliar tahun matahari membakar hidrogen dan mendapatkan 10 persen kekuatan lebih terang. Dengan pertambahan 10 persen itu, mungkin terdengar tidak terlalu besar, namun perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet Bumi.
      "Prediksi bahwa apa yang sebetulnya akan terjadi pada Bumi karena matahari semakin terang satu miliar tahun berikutnya adalah belum pasti," kata Scudder.
      Secara umum, meningkatnya panas dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Dengan demikian, uap air akan tertahan di atmosfer. Air akan bertindak sebagai gas rumah kaca, yang menjebak lebih banyak panas, dan mempercepat penguapan.
      Energi tinggi dari matahari bisa membombardir atmosfer dan memecah molekul serta memungkinkan air untuk lenyap. Ini akan menyebabkan Bumi mengalami krisis air.
    • By rani
      Kabar tentang hari terjadinya kiamat lagi-lagi berembus. Kali ini kelompok End Times Propechies menyebut bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia.
      End Times Propechies menjelaskan penyebab kiamat 29 Juli dengan mengunggah video berdurasi 17 menit berjudul “Why The World Will End Surely On 29 July 2016.”
      Kelompok yang dikenal gemar mengembuskan isu kiamat itu memprediksi, bergesernya kutub magnetik Bumi akan memulai serentetan peristiwa yang menyebabkan berkahirnya kehidupan di dunia.
      "Pergeseran kutub akan membuat bintang berlomba di langit dan ketidakstabilan Bumi akan menarik atmosfer yang membentuk gulungan awan," jelas video tersebut.
      Pergeseran kutub Bumi merupakan fenomena geomagnetik di mana Kutub Utara perlahan-lahan bergerak ke kutub magnetik utara yang disebabkan pergeseran besi cair di inti Bumi.
      Dikutip dari Inquisitr, Selasa (19/7/2016),iIlmuwan membuktikan bahwa Bumi telah mengalami perputaran geomagnetik secara penuh setiap 780 ribu tahun.
      Alih-alih bergeser secara mendadak, kutub magnetik akan bergerak perlahan di muka Bumi selama ribuan tahun. Sejak pertama kali ilmuwan mulai mencatat pergerakannya, kutub telah bergeser sejauh 965 kilometer.

      Pergerakan kutub magnetik utara telah meningkat pada Abad ke-20 dan saat ini telah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun.
      NASA memperhatikan bahwa pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli hingga 19 Agustus. Tampaknya hal itu menjadi dasar ilmiah yang dijadikan kelompok 'peramal' itu atas klaim kiamat.
      Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengonfrimasi bahwa pergeseran kutub geomagnetik memang sedang berlangsung. Namun mereka mengatakan, kita tak perlu panik karena penduduk Bumi sulit untuk melihatnya.
      "Kondisi yang menyebabkan berbaliknya kutub tak sepenuhnya dapat diprediksi. Tak ada catatan geologi yang menunjukkan bahwa skenario kiamat yang berhubungan dengan berbaliknya kutub harus ditanggapi dengan serius," ujar NASA.
      Sementara itu End Times Prophecies mengkhawatirkan bahwa bergesernya kutub akan melemahkan medan magnet secara temporer yang melindungi makhluk Bumi dari radiasi Matahari.
      Teori lain menyebutkan, bergesernya kutub akan mengubah rotasi Bumi yang menyebabkan kekacauan parah. Namun sekali lagi, NASA meminta kita agar tidak khawatir.
      "Walaupun medan magnet melemah, atmosfer Bumi yang tebal mampu melindungi dari partikel Matahari," jelas NASA.
      Penting untuk diingat bahwa berbaliknya kutub magnetik Bumi secara utuh membutuhkan waktu ribuan tahun, sehingga proses tersebut bertanggung jawab atas semua perubahan cuaca dratis dan aktivitas seismik.
      Menurut NASA, satu-satunya hasil dari pergeseran kutub adalah berubahnya arah kutub sehingga alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki.

    • By sandyiktibal
      Apa yang dirasakan manusia saat akan meninggal? Ilmuwan berupaya menjelaskan apa yang dirasakan ketika saat tersebut tiba.
      Ajal adalah sesuatu yang dialami manusia sekali seumur hidupnya dan sangat jarang kita mendengar kesaksian bagaimana saat itu tiba. Kendati begitu ilmuwan dari The American Chemical Society membuat video mengenai apa yang dirasakan saat kematian tiba.
      Menurut asosiasi tersebut, menyaksikan seseorang dikejar-kejar pembunuh yang membawa kampak dalam film horor menciptakan perasaan yang sama seperti Anda yang tengah dikejar pembunuh tersebut.
      Dalam video tersebut ilmuwan The American Chemical Society menjelaskan bagaimana perubahan kimia dalam otak beberapa saat sebelum seseorang dibunuh oleh pembunuh berkampak.
      Rasa takut - seperti dijelaskan ilmuwan - merupakan respon kognitif yang memperingatkan kita saat berada dalam bahaya. Dari berbagai sudut pandang ilmuwan medis, Anda bisa meninggal karena ketakutan.
      Rasa takut tersebut dikirimkan ke bagian otak yang disebut Thalamus dimana pesan itu menjelaskan kepada tubuh bahwa kita dalam kondisi bertarung.
      "Saat sinyal rasa takut itu mencapai otak di bagian periaqueductal, kondisi itu memerintahkan otak untuk bersiaga," papar ilmuwan.
      Lalu mengapa kita berteriak saat kita ketakutan? Ilmuwan menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan respon otomatis dari tubuh. Kita akan berusaha memberitahu orang lain dengan berteriak sekaligus menyatakan apa yang tengah dirasakan dengan harapan mendapatkan bantuan.
      "Berbeda dengan saat kita berbicara biasa, suara teriakan yang diterima telinga langsung menuju daerah Amygdala dimana itu adalah pusat darurat otak. Hal itu seperti halnya seseorang yang berteriak berusaha berbagi dengan Anda bagaimana kondisi otaknya," jelas ilmuwan.
      Saat pembunuh berkampak dalam film horor tersebut berhasil menangkap korban dan membunuhnya secara brutal serta menghentikan teriakan otomatis tadi.
      Rasa sakit menurut ilmuwan merupakan perasaan yang sangat berbeda dari sentuhan dan rasa tersebut memberitahukan tubuh bahwa apa yang baru terjadi tidak boleh terulang.
      Dengan mengasumsikan tidak terjadi kerusakan otak, sesuatu yang menarik terjadi saat ajal menjelang. Ketika jantung berhenti berdenyut dan Anda tak lagi bernafas saat itulah yang disebut kematian klinis.
      Ketika itu otak masih terus bekerja dan memasuki kondisi aktivitas perseptual-neural. Langkah terakhir dari kematian adalah saat otak berhenti bekerja dan itu yang disebut kematian biologis. Ketika itu seseorang benar-benar disebut meninggal dunia.
×
×
  • Create New...