Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Setya Novanto Belum akan Ditahan

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum akan menahan Ketua DPR Setya Novanto. Setya merupakan tersangka anyar dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

"Kami belum bicara soal penahanan, masih peningkatan status terhadap status seseorang ke penyidikan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juli 2017.

Febri menjelaskan, KPK akan memperhitungkan kemungkinkan penahanan demi penanganan perkara ini. Keputusan penahanan, kata Febri, berada di tangan penyidik KPK.

Ia melanjutkan, penyidik KPK akan bekerja secara paralel terkait penyidikan Setya Novanto, seperti tersangka-tersangka lain. Selain proses penyidikan, KPK juga akan melakukan analisis mendalam untuk pengembangan penanganan perkara.

Apalagi, dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa KPK terhadap dua terdakwa Irman dan Sugiharto, Setya termasuk pihak yang diduga menikmati aliran dana.

"Tentu akan kita proses lebih lanjut," paparnya.

Febri menambahkan, KPK tidak menutup kemungkinan untuk mencegah Setya Novanto ataupun keluarga Ketua DPR itu bepergian ke luar negeri. KPK tentu bakal mengabarkan Kementerian Hukum dan HAM jika memang akan mencegah Setya.

"Akan kita sampaikan ketika kami sudah mulai mengajukan surat kepada pihak Kemenkumham, jika memang ada saksi yang dibutuhkan untuk yang dicegah. Untuk tersangka SN sendiri sejak jadi saksi sudah kita lakukan pencegahan," tegasnya.

Baca: KPK Beberkan Peran Setya Novanto dalam Kasus KTP-el

Ketika ditanya apakah penyidik bakal memeriksa ruang kerja Setya di Gedung DPR, Febri enggan membeberkannya. Yang pasti, penyidikan bakal sama seperti kasus-kasus lainnya.

"Kegiatan penyidikan akan kita lakukan seperti kasus lain, kita berpatokan pada KUHP pada tiga orang sebelumnya, satu tersangka dan dua lagi yang terkait. Proses penyelidikan akan dilakukan sebagaimana semestinya," pungkasnya.

Setya Novanto ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Penetapan tersangka diambil setelah KPK mencermati fakta persidangan dari sejumlah tersangka sebelumnya.

"KPK menetapkan SN dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers.

Setya diduga bertujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya terhadap jabatannya.

Agus mengatakan, KPK menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Setya sebagai tersangka anyar kasus KTP-el ini. Setya, kata dia, diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan.

"Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan," kata Agus.

Setya diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999  sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0