Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Peningkatan Status Kepala UKP PIP Menunggu Arahan Presiden

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Peningkatan status Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila UKP PIP Yudi Latief menjadi setingkat menteri belum diputuskan. Hal itu masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo, sekaligus mengubahnya dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017.

"Itu menunggu arahan Presiden," kata Seskab Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Dalam Perpres, jabatan Yudi Latief dinilai masih setingkat dirjen. Hal itu dinilai sulit buat Yudi berkoordinasi dan memanggil menteri.

Anggota Dewan Pengarah UKP PIP Ahmad Syafii Maarif menginginkan Presiden mengubah Perpres dan meningkatkan jabatan Yudi menjadi setingkat menteri. Peningkatan status dinilai dapat menghilangkan ego sektoral.

"Kan sekarang gimana? Setingkat dirjen tapi memanggil menteri. Kan ada ego sektoral. Jadi enggak bisa," kata Syafii itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin siang.

Presiden Joko Widodo membentuk UKP PIP. Unit kerja itu berfungsi berkoordinasi, mengendalikan, dan membenahi pengajaran Pancasila. UKP PIP terdiri dari kepala dan dewan pengarah. Kepala UKP-PIP dijabat Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) Yudi Latief.

Sementara itu, Dewan Pengarah diduduki tokoh-tokoh nasional, yakni Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj.

Bekas Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Umum Pengurus Harian Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Dewan Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia Sudhamek juga masuk daftar Dewan Pengarah UKP PIP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0