Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Istana Bantah Pemerintah Ingin Jegal Prabowo

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru bicara Kepresidenan Johan Budi membantah pemerintah ingin menjegal Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mencalonkan diri di Pilpres 2019. Pemerintah dianggap terlalu ngotot menginginkan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen dari perolehan suara parpol.

"Tidak benar itu," tegas Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Tudingan pemerintah ingin menjegal Prabowo itu disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Menurut Fadli, ambang batas presiden 20 persen semata-mata untuk membuat Prabowo gagal maju dalam Pilpres 2019.

Johan menyebut tudingan itu tak jelas. Apalagi, DPR saat ini masih membahasa RUU Pemilu.

Tak hanya itu, ia menilai ambang batas pencalonan presiden juga tak bisa hanya diputuskan pemerintah. Keputusan harus atas persetujuan bersama DPR.

"Jadi tergantung kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR. Terlalu jauh itu (tuduhan)," ucap bekas Plt pimpinan KPK itu.

Tak ada calon tunggal

Itu terbukti dari selalu munculnya lebih dari satu calon dalam dua pemilu dengan ambang batas tersebut.

"Yang pertama lima pasang calon. Yang kedua, dari harusnya empat jadi dua. Karena Undang-undang Dasar katakan partai politik atau gabungan partai politik yang punya kewenangan mencalonkan calon presiden dan cawapres," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Tjahjo,tak ada bukti yang bisa menunjukkan pemerintah ingin memunculkan calon tunggal. Ambang batas pencalonan presiden, kata dia, semata-mata bertujuan menciptakan sistem presidensial yang kuat.

"Jadi kalau ada politisi, ada yang katakan 20 dan 25 persen itu kepentingan pemerintah untuk calon tunggal, buktinya enggak ada kok. Sudah diatur di UU yang baru, tak akan mungkin ada calon tunggal. Ini kan agar memperkuat sistem pemerintahan presidensil. Itu saja," ucap dia.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0