Jump to content
Adeus

Anak Cantik Ini Retas Wi-Fi dalam Hitungan Menit

Recommended Posts

post-108-0-51854000-1421997335_thumb.jpg

Besty Davies, bocah cantik asal London Selatan tunjukkan mudahnya meretas melalui Wi-Fi

 

Peretasan dengan modus membobol data melalui akses Wi-Fi benar-benar makin mengkhawatirkan. Sebagai bukti, seorang bocah tujuh tahun mampu meretas Wi-Fi hanya dalam waktu hampir 11 menit.

 

Sebuah perusahaan penyedia virtual private network (VPN), Hidemyass.com (HMA) mencoba membuktikan mudahnya peretasan yang dlakukan dengan mencegat akses Wi-Fi.

 

Perusahaan itu ingin menggambarkan betapa bahayanya peretasan melalui akses Wi-Fi. Maka HMA menantang bocah cantik Besty Davies dari London Selatan untuk meretas laptop peserta yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi publik.

 

Davies yang dilaporkan tak mengetahui soal teknik peretasan itu menerima tantangan. Ia kemudian mencari referensi peretasan dengan browsing di mesin pencarian dan menonton video tutorial di internet.

 

Setelah mendapatkan referensi, bocah itu mengatur Rogue Access Point, yang sering digunakan peretas untuk mencegat data di tengah trafik atau dikenal dengan istilah 'man in the middle'.

 

Rogue merupakan titik akses nirkabel, yang sering diinstal pada jaringan perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan.

 

Dengan mengatur akses poin ini, seorang peretas bisa menjalankan serangan 'man in the middle', yaitu peretas yang mencegat jaringan di antara dua akses poin.

 

Nah, bocah cantik itu dengan cepat bisa memerankan menjadi 'man in the middle'. Ia berada di antara jaringan Wi-Fi dan laptop pengguna. Hasilnya, bocah itu sukses meretas dengan teknik tersebut dalam waktu singkat, 10 menit 54 detik.

 

Perusahaan mengaku sudah menduga mudahnya peretasan dengan modus tersebut.

 

"Saya tahu betapa mudahnya orang awam memperoleh akses ke perangkat asing, dan peretasan kini benar-benar menjadi permainan anak-anak," ujar Marcus Dempsey, pakar keamanan online independen yang mengawasi percobaan tersebut.

 

Hasil percobaan itu menjadi peringatan sejauh mana potensi bahaya peretasan melalui Wi-Fi.

 

Terlebih, fakta yang dimiliki Kantor Kabinet Inggris menyebutkan lebih dari setengah orang di Inggris telah menjadi korban kriminal di dunia maya.

 

Sementara itu, penelitian HMA menemukan hampir dua per tiga (59 persen) orang biasa menggunakan akses Wi-Fi yang tidak aman. Sedangkan satu dari lima orang (20 persen) dari angka tersebut mengakses Wi-Fi tak aman selama berminggu-minggu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By dugelo
      Jangan Gunakan Internet
      Cara paling gampang adalah jangan gunakan internet. Tapi cara ini juga paling sulit dilakukan. Pasalnya setiap orang di dunia modern pasti memiliki perangkat yang selalu terhubung ke internet, baik itu komputer, smartphone, tablet atau peralatan rumah tangga sehari-hari.
      Cek Koneksi Internet
      Alternativnya, cek semua peralatan yang terkoneksi ke internet. Banyak peralatan di rumah, tanpa sepengetahuan kita terus melakukan pertukaran data dengan pabrik pembuatnya. Atau yang lebih jahat, ada komponen yang sengaja dipasang untuk mengirim data. Cek lewat Shodan.io, perangkat mana yang terhubung dengan internet dan bagaimana cara melindunginya.
      Gunakan Password
      Dengan menggunakan password atau teknik sandi lainnya, pengguna internet bisa mengatur arus data yang mereka unduh atau unggah. Biasanya fitur pada perangkat pintar memiliki opsi untuk pengaturan keamanan transfer data. Dengan memasang opsi ini, Anda yang mengatur transfer data, dan bukan perangkat yang kita miliki.
      Pakai Jejaring Aman
      Di negara maju memiliki jaringan WiFi di rumah sudah merupakan hal lazim. Disarankan lindungi WLAN dengan password dan sandi yang cukup aman. Jika menggunakan WiFi terbuka atau Hotspot, usahakan menggunakan jejaring yang memasang fitur keamanan.
      Update Teratur
      Bukan hanya keamanan jaringan internet, juga sistem operasi perangkat yang Anda miliki harus aman. Produsen yang peduli, selalu melakukan update software yang mereka pasang di perangkatnya secara teratur. Menurut Vault-7 peretas CIA diketahui menyerang celah keamanan pada sistem operasi Apple yang tidak diupdate.
      Tutup Kamera dan Mikrofon
      Perangkat canggih yang Anda miliki biasanya dipasangi fitur kamera dan mikrofon untuk komunikasi digital. Jika Anda tidak mau kehidupan probadi dimata-matai, tutup kamera dan mikrofon itu dengan lakban. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg juga melakukan tindakan pengaman ini. Mottonya: perusahaan sehebat dan seaman Facebook saja, merasa was-was dengan serangan peretas sekelas Vault-7.
      Unduh App Aman
      App adalah alat bantu utama pada smartphone. Pastikan Anda mengunduh app yang aman yang tidak menghimpun dan mengirim data dari perangkat Anda ke pihak ketiga. Walau cukup banyak aplikasi yang aman, peretas juga lebih pintar, dengan mencoba menyadap informasi saat ditulis, sebelum disandi oleh app aman. as/yf(dari berbagai sumber)
    • By anon
      Linimasa Twitter pagi ini, Jumat (28/4/2017), ramai dengan pembahasan soal situs resmi Telkomsel yang tampak beda dari biasanya. Tampilan laman depan situs Telkomsel, www.telkomsel.com, ternyata diubah (deface) oleh peretas. 
      Dalam laman tersebut, sang peretas itu memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.
      "Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal," begitu salah satu deskripsinya.
      Deskripsi selengkapnya menjabarkan tuntutan sang peretas yang belum diketahui identitasnya. Ia meminta penurunan harga kuota internet dari Telkomsel. 
      Pembagian dan pembatasan kuota untuk 2G/3G/4G juga diminta dihapus. Begitu pula dengan paket bundling layanan internet HOOQ dan Viu untuk hiburan. 
      "Gue cuma butuh kuota internet. Titik," sang peretas menegaskan bahwa paket bundling dengan layanan hiburan tak terlalu penting. 
      Menurut pantauan terakhir, situs Telkomsel kini sama sekali tak bisa diakses sama sekali. Akan tetapi, jika memasukan kata "Telkomsel" di laman pencarian Google, hasil pencarian masih menampilkan pesan dari sang peretas.

      Netizen Indonesia menanggapi keluhan sang peretas dengan komentar beragam, ada yang terkesan membela maupun menyindir. 
      "hahahah sotus telkomsel di hack yg kurang uang ????????????," kata akun @chiro_muchtar.
      "Situs @Telkomsel di hack? Wah..bentuk protes dr pelanggan krn tarifnya kemahalan tuh hehehe," kata akun @iwanWEC.
      "Sekelas telkomnyet, eh telkomsel di hack ... sebagai netizen, w miris ...," kata akun @TeukuRyan.
      Telkomsel minta maaf
      Telkomsel pun meminta maaf atas peretasan yang terjadi. Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran dan perbaikan. 
      "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam mengakses website resmi Telkomsel www.telkomsel.com. Saat ini kami sedang melakukan penelusuran dan perbaikan yang dibutuhkan agar pelanggan dan masyarakat bisa segera mengakses website tersebut," ia menjelaskan lewat keterangan resmi. 
      Lebih lanjut, Adita juga memberikan alternatif untuk mengakses informasi soal produk dan layanan Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center, maupun GraPARI.
    • By c0d1ng
      Aksi pencurian data tak melulu melibatkan teknologi dengan sistem yang canggih. Cukup dengan memanfaatkan kelengahan korbannya, peretas mampu menggondol informasi pribadi yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
      Sistem pemesanan tiket pesawat tidak sepenuhnya terproteksi. Sistem yang digunakan untuk menangani pemesanan tiket disebut tak memiliki integrasi dengan infrastruktur lab modern.
      Adapun sistem mengelola pemesanan tiket disebut sebagai global distributed systems (GDS). Tiga sistem yang paling banyak digunakan untuk menangani pengelolaan tiket berasal dari Amadeus, Sabre, dan Travelport. Sistem ini diketahui cukup tua untuk digunakan sejak era ‘70 dan ‘80.
      Setiap tiket yang dipesan melalui sistem GDS tersebut memiliki enam digit kode yang dikenal sebagai PNS Locator. Melalui enam digit kode tersebut seseorang dapat mengakses informasi termasuk alamat rumah, nomor telefon, alamat e-mail, nomor kartu kredit, hingga IP address saat memesan tiket.
      Peretas mungkin saja dapat mengubah jadwal penerbangan seseorang hanya dengan mengetahui enam digit kode tiket pesawat.
      Pelayanan tiket online dibatasi melalui per IP address dengan menggunakan sistem autentikasi captcha untuk menghindari serangan brute force atau masuk secara pakasa oleh para peretas.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy