Jump to content
dugelo

Li-Fi jaringan yang 100 kali lebih cepat dibandingkan Wi-Fi

Recommended Posts

Lifi.jpg.8fcdae787973728bfdd61a054888ba10.jpg

Anda pernah merasakan jaringan nirkabel Wi-Fi dengan kecepatan tinggi? Jika Anda pernah mengalaminya, mungkin Anda akan kagum dengan sistem jaringan nirkabel dengan nama Li-Fi.

Li-Fi adalah jaringan nirkabel yang mentransmisikan data dengan kecepatan yang tidak bisa Wi-Fi lakukan. Bahkan dikatakan menembus kecepatan 1Gbps, hal ini tentu lebih cepat 100 kali dari jaringan Wi-Fi.

Dilansir oleh Mashable.com (25/11/15), perusahaan teknologi Velmini, memperkenalkan jaringan nirkabel kepada IBTimes UK dan mengatakan jika mereka mampu mencapai kecepatan tersebut.

Namun uniknya, jika Wi-Fi mentransmisikan data lewat udara, Li-Fi malah dari media cahaya. Sehingga Li-Fi mentransmisikan data tersebut lewat lampu LED yang berkedip dalam hitungan nanodetik.

Karena menggunakan cahaya, Li-Fi tidak seperti Wi-Fi yang bisa menembus dinding, sehingga jaringan ini memiliki keterbatasan cakupan teritorialnya. Walaupun begitu, jaringan terbaru ini dikatakan akan bisa digunakan di rumah maupun kantor.

Pasalnya, dengan adanya jaringan ini lampu rumah dan kantor bisa saja memiliki dua fungsi, yang pertama untuk menerangi dan yang kedua untuk menciptakan jaringan. Nah, menarik bukan? Bagaimana pendapat Anda?

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang


  • Konten yang sama

    • Oleh channelyoutube
      Apa sih kegunaan ping internet? yg biasanya buat ngetest internet
    • Oleh c0d1ng
      Dalam menerapkan hal keamanan pada perangkat komputer, sering kali kita sebagai pengguna biasa memasang anti virus andalan untuk menangkal adanya virus yang menyebar melalui perangkat flash disk ataupun perangkat lainnya. Namun semakin canggihnya teknologi, dengan berbekal email palsu dan spam, para orang yang tidak bertanggung jawab bisa saja mengambil alih akses komputer melalui sebuah koneksi internet.
      Dalam mencegah hal tersebut, ada satu hal unik yang dilakukan oleh pemerintahan di negera tetangga kita, Singapura. Bahwa negara tersebut menerapkan peraturan yang mana setiap komputer dari pegawai pemerintahan akan dicabut akses internetnya.
      Hal ini dikatakan sebagai bentuk antisipasi komputer-komputer tersebut terserang dari virus dan tindakan kejahatan online lainnya, yang bisa saja mencuri informasi penting berhubungan dengan pemerintahan negara tersebut. Kabarnya ada sekitar 100.000 unit komputer yang dicabut akses internetnya.

      Pemerintahan Singapura mengatakan bahwa jika ingin menggunakan internet silahkan, namun melalui perangkat pribadinya, jangan menggunakan perangkat komputer dari kantor. Pihak mereka juga mengatakan bahwa hanya kelompok atau orang tertentu yang memiliki hak akses internet pada komputer kerja mereka. Kabarnya peraturan ini telah berlangsung dari bulan Mei lalu, dan bakal mengalami masa percobaan hingga tahun depan.
      Salah satu pakar keamanan dunia siber, Michael Gazeley, mengatakan bahwa langkah mencabut akses internet tidak membuat sepenuhnya komputer tersebut aman dari serangan virus dan malware. Dirinya menambahkan bahwa selama perangkat komputer masih memiliki port USB, maka dipastikan perangkat komputer tersebut tidak 100% aman, karena kita tahu penyebaran virus sekarang dengan mudahnya melalui perangkat flash disk dan hard disk eksternal.
      Gazeley juga mengatakan bahwa dengan memutus akses internet, bagaiman bisa para pegawai tersebut bekerjasama? Apalagi di era moderen sekarang yang serba terhubung dengan internet, tingkat produktivitas pegawai tersebut bisa saja menurun.
      Menurut kalian apakah cara ini efektif? Bagaimana jika diterapkan di Indonesia juga?
    • Oleh JARVIS

       
      Tak lama lagi, cahaya yang berasal dari lampu LED akan membuat kecepatan koneksi Wi-Fi bagaikan berjalan lambat. Ini semua berkat teknologi baru yang disebut Light Fidelity atau Li-Fi yang mengirimkan informasi secara nirkabel melalui cahaya tampak.

      Mengutip National Geographic, teknologi tersebut baru-baru ini didemonstrasikan di ajang MWC 2016 oleh perusahaan start upPrancis, Oledcomm. Li-Fi bahkan menarik minat perusahaan Apple untuk mengintegrasikannya ke dalam iPhone 7.

      Hal yang membuat Li-Fi begitu revolusioner adalah kecepatan luar biasa yang diklaim mampu 100 kali lebih cepat dari Wi-Fi. Dengan menggunakan koneksi Li-Fi, Anda bisa mengunduh 23 DVD hanya dalam waktu satu detik. Uji laboratorium menunjukkan kecepatan Li-Fi lebih dari 200 Gbps.

      Teknologi ini bisa memecahkan masalah 'kemacetan' yang saat ini ada pada jaringan Wi-Fi. Apalagi, diperkirakan sekitar 50 juta objek yang berbeda dan perangkat akan terhubung ke internet pada tahun 2020.

      Li-Fi bekerja dengan memanfaatkan kerlip tak terlihat dari lampu LED, yang sebenarnya berkedip ribuan kali per detik. Kedipan tersebut telah dijuluki sebagai 'persamaan digital sandi Morse'.
       
      Untuk semua kelebihannya, Li-Fi memang memiliki satu kelemahan. Karena menghantarkan informasi dengan cahaya tampak, perangkat Anda harus berada di ruang dengan lampu yang menyala terang agar Li-Fi bisa bekerja.

      Li-Fi tak bisa digunakan dalam ruangan yang gelap atau di bawah sinar matahari. Sinar matahari akan mengganggu cahaya buatan yang mentransmisikan informasi. Li-Fi juga tidak bisa menembus dinding, karena alasan yang sama bahwa cahaya dari ruang tertutup tidak bisa menerangi setiap kamar sekitarnya.

      Jadi Wi-Fi masih menjanjikan untuk digunakan, meskipun Li-Fi telah diimplementasikan secara luas.

      Saat ini, Li-Fi lebih merupakan teknologi laboratorium daripada sesuatu yang akan Anda temukan di kedai kopi, tapi mungkin tak akan lama lagi hotspot Li-Fi mulai bermunculan.

      Deepak Solanki, pendiri perusahaan Estonia Velmenni, yang menguji Li-Fi di ruang industri tahun lalu, mengatakan bahwa ia yakin teknologi ini benar-benar akan mulai dikomersialkan dalam dua tahun ke depan.

      Bahkan, rentang waktu itu mungkin dipersingkat jika Apple mulai mengintegrasikannya dengan iPhone 7, yang dijadwalkan akan rilis pada September tahun ini. 
    • Oleh qbonk

      Indosat Ooredoo mengaku sudah menerbangkan balon Internet Google untuk melakukan uji coba kelayakan.
      "Project Loon sekarang sedang kita uji di daerah-daerah jangkauan kita, seperti Sulawesi dan Kalimantan. Sejauh ini bagus, tapi masih banyak skenario yang dilakukan hingga testing selesai pada Agustus 2016," kata Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo.
      Uji coba yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk Project Loon sendiri sudah berlangsung sejak Januari 2016. Hingga saat ini, namun Indosat Ooredoo mengaku belum mau membeberkan bagaimana hasilnya sejauh ini.
      Penujiannya sendiri dijadwalka berlangsung hingga Agustus 2016, dan jika tidak halangan bukan tidak mungkin balon Internet itu akan mulai dikomersilkan sebagai layanan LTE di daerah terpencil.
      "Target testing sukses, kalau komersial masuk akal, kita bisa memberikan layanan LTE tanpa putus," lanjutnya.
      Selain Indosat Ooredoo, balon Internet Google juga akan diuji oleh Telkomsel dan XL Axiata. Tujuan ketiganya sama, yakni menyebarkan Internet berbasis LTE di pelosok Indonesia.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi