Jump to content
c0d1ng

Kota Pintar di Pameran World of Solutions Cisco

Recommended Posts

smart_city_barcelona_barcinno.png.67529f5447e9eab75425e3395fbf63a5.png

Perusahaan teknologi keamanan digital Cisco mengenalkan konsep smart cities dalam gelaran World of Solutions Cisco Live di Las Vegas, California, Amerika Serikat, 26-29 Juni 2017. Kota pintar tersebut tentunya melibatkan teknologi digital di semua lini kehidupan. Di antaranya, layanan transportasi dan kesehatan. Tempo diundang langsung ke pameran tersebut.

Pameran kota pintar sektor transportasi itu berada di jantung area Cisco Campus. Sedangkan layanan kesehatan, seperti klinik pintar, berada di bagian industri digital yang diisi lebih dari 300 mitra Cisco. Beberapa di antaranya teknologi aplikasi yang mampu memangkas antrean dan cara komunikasi antara dokter dan pasien.

Mobil pintar dipamerkan lewat sebuah sistem komunikasi yang ditanam di sebuah kendaraan. Sistem ini memungkinkan mobil tersebut membaca kinerja dan kondisi setiap bagian mesin. Data yang dikumpulkannya disalurkan ke pengemudi ataupun pusat kendali.

Selain itu, mobil tersebut juga mampu menangkap data seperti informasi dari stasiun cuaca. Atau, data kondisi si pengemudi. Mesin komunikasi diperkenalkan sebagai generasi kedua yang sudah dipasarkan setahun belakangan.

Tim Cisco melakukan sebuah demo ketika terjadi cuaca buruk kabut yang menutup jalan. Informasi cepat disebarkan ke pengguna jalan dan bahkan ke infrastruktur pendukung seperti palang penutup jalan. Kemampuan ini dianggap merevolusi kebanyakan sistem yang ada sebelumnya terkait distribusi data cuaca.

"Dalam situasi tertentu data bisa dikirim langsung ke sistem kendaraan untuk memaksanya melambat dengan sendirinya," kata Barry, salah satu insinyur Cisco.

Barry menjelaskan, Cisco memiliki sistem jaringan yang mendukung praktik smart cities tersebut. Salah satunya terkait pengolahan data laju kendaraan di ruas jalan tol, posisi, hingga data kondisi pengemudi di setiap kendaraan. Sistem Cisco juga memiliki jaringan CCTV di berbagai titik di sebuah kota secara real time.

Direktur Smart City Cisco, Munish Khetrapal, menjelaskan juga mampu mengatur lampu lalu lintas hingga manajemen kebutuhan air bersih. "Las Vegas, Kansas City, Kopenhagen di Denmark, dan Bangalore di India, sudah memakai jaringan kami," kata dia.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By dugelo
      Here maps adalah sebuah aplikasi yang tersedia ujntuk windows phone, iOS, dan juga Android. Here maps mampu lebih akurat dalam menunjukan jalur dibandingkan dengan Google Maps. Saat ini ada teknologi terbaru dari Here Maps. Berikut teknologi terbarunya seperti yang dipublikasikan dalam sebuah video:
       
    • By dugelo

      Miliki potensi konektivitas tinggi, Indonesia siap membangun kota-kota, bahkan negara cerdas. Akan tetapi, potensi celah keamanan pada jaringan sistem kota cerdas juga harus menjadi perhatian.
      Dunia saat ini tengah memasuki era yang lebih terhubung (connected) daripada sebelumnya. Konektivitas tidak lagi terbatas antarmanusia atau antarsistem, tetapi bisa meliputi seisi kota bahkan negara. Dari sana muncul istilah smart city yang mengacu pada sebuah kota maju, yang menggunakan teknologi digital atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas dan kinerja layanan perkotaan; untuk mengurangi biaya dan konsumsi sumber daya; dan untuk terlibat lebih aktif dan efektif dengan penduduknya.
      Internet of Things (IoT), sebagai salah satu buah konektivitas, telah banyak dibahas sebagai salah satu dasar yang terciptanya smart city. Selangkah lebih maju, Cisco menerapkan konsep Internet of Everything (IoE) yang mengkoneksikan manusia, proses, dan obyek. Sebagai perbandingan, IoT mengacu pada jaringan koneksi dari obyek fisik, tanpa memasukkan elemen manusia dan proses.Interconnectivity dari IoE ini, menurut Cisco, akan memampukan otomatisasi berbagai proses yang pada akhirnya memperluas area aplikasi smart city.
      Peningkatan dan perluasan konektivitas ini membawa potensi dan nilai ekonomi yang besar. Penelitian bertajuk IoE Value at Stake dari Cisco meramalkan bahwa dengan mewujudkan konektivitas baru antara masyarakat, proses, data, dan perangkat, lembaga pemerintah dapat menghemat biaya, meningkatkan produktivitas karyawan, menghasilkan pendapatan baru tanpa menaikkan pajak, dan tentu saja mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
      Cisco memperkirakan sektor publik global memiliki potensi senilai USD 4,6 triliun .Digabungkan dengan prediksi Cisco terhadap sektor swasta senilai 14,4 triliun USD, maka potensi tersebut akan mencapai nilai USD 19 triliun USD dalam periode tahun 2013 – 2022.
      Memasuki era digitalisasi, potensi dan nilai ekonomi dari konektivitas dan IoE di Indonesia mulai terlihat. Berdasarkan hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2014, pengguna internet di Indonesia bertambah 16,9 juta orang , antara tahun 2013-2014, atau dari 71,2 juta menjadi 88,1 juta pengguna. Angka tersebut mengindikasikan besarnya potensi konektivitas untuk Indonesia, dan bagaimana konektivitas dapat berfungsi sebagai pondasi pengembangan kota dan negara yang lebih cerdas.
      Tantangan Keamanan Smart City
      Keamanan adalah isu penting bagi jaringan sistem apapun. Dan ketika sistem tersebut mencakup seluruh kota, ancaman keamanan harus ditangani secara serius. Semakin banyak sistem terhubung, semakin kompleks pula penanganannya. Beberapa bagian dari infrastruktur smart city biasanya ditangani oleh lembaga yang berbeda-beda, tanpa adanya pengelolaan terpusat yang mampu menetapkan standar pengelolaan cyber security di seluruh organisasi tersebut.
      Isu keamanan lainnya adalah aneka ragam perangkat yang terhubung ke jaringan atau sistem smart city, mulai dari pompa air hingga lampu lalu lintas. Banyak dari perangkat tersebut pada mulanya tidak dirancang untuk terhubung ke internet, sehingga tidak dibangun dengan pendekatan cyber security. Ahli tata kota harus memerhatikan akses ke sistem-sistem penting di jaringan smart city.
      Keamanan data pribadi seorang penduduk tentu juga menjadi prioritas. Data pribadi ini umumnya berupa informasi pribdi yang biasanya digunakan untuk urusan administrasi, mulai dari akun media sosial, rekening bank, sampai informasi kartu kredit. Oleh karena itu, sistem keamanan dasar pada smart city harus melindungi infastruktur smart city itu sendiri, maupun data pribadi penduduk. Dan masyarakat juga perlu terlebih dahulu harus mengetahui prinsip dasar bagaimana melindungi data pribadi mereka.
      Menutup Celah Keamanan Jaringan Smart City
      Salah satu cara mendasar untuk mengatasi celah keamanan pada jaringan smart city adalah dengan memasang firewall, sebuah sistem keamanan jaringan yang dapat memantau dan mengendalikan lalu lintas keluar dan masuk jaringan berdasarkan kebijakan keamanan yang telah ditetapkan.
      Firewall memasang penghalang di antara jaringan dalam yang aman dan terpercaya dan jaringan luar yang diasumsikan tidak aman dan tidak terpercaya, seperti internet. Namun pada kasus tertentu, beberapa sistem sangat penting sehingga lebih baik untuk sama sekali tidak terhubung pada koneksi internet luar.
      Langkah keamanan lain yang penting diterapkan adalah kebijakan pengendalian akses data. Aspek manusia dalam mengamankan sebuah sistem juga termasuk penting. Dengan membangun kebijakan mengenai siapa yang dapat mengakses data, ada pembatasan akses yang ketat terhadap data sehingga akses yang tidak diinginkan pada data-data penting dapat dihindari.
      “Kini kita terhubung antara satu sama lain, lebih (terhubung) dari sebelumnya, dan dengan semakin banyaknya obyek yang terhubung dengan internet, data dan analitik dari data tersebut dapat membawa layanan yang lebih baik untuk para penduduk, bisnis, manusia, saya dan anda. Satu hal yang penting pada transformasi digital ini adalah keamanan berada di tempat yang tepat untuk memastikan keamanan data, perangkat kita selamat, dan firewall yang aman. Esok hari yang aman untuk Indonesia dimulai dari sekarang,” ujar Sancoyo Setiabudi, Country Manager Cisco Indonesia.
    • By Sampoernahijau
      Smart city menjadi salah satu inovasi yang kini gencar dibangun di Indonesia sebagai salah satu langkah modernisasi dan adopsi teknologi ke sektor yang lebih luas. Jakarta, Makassar, Bandung, dan Yogyakarta adalah contoh kecil dari kota-kota di Indonesia yang sedang mencoba mengadopsi konsep smart city. Pertanyaannya saat ini adalah apa itu smart city dan apa saja yang dibutuhkan agar ekosistem smart city dapat berjalan dengan baik?
       
      Konsep smart city sejatinya muncul karena pergeseran dramatis dari jumlah populasi yang ada di daerah perkotaan yang mendorong warga, perencana kota, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk melihat sebuah visi baru, kota pintar. Definisi secara pasti dari konsep smart city ini pun sebenarnya masih sangat beragam.
      Direktur Komersial MNC Play Media Ade Tjandra mengatakan, “Smart city sebenarnya hanya konsep. Basisnya untuk membangun smart city ini infrastrukturnya harus bener dulu.”
       
      Infrastruktur yang kuat memang di butuhkan dalam membentuk smart city dan ini juga yang menjadi alasan kenapa pemerintah perlu berinvestasi besar. Pemprov DKI sendiri telah menganggarkan dana sebesar Rp 30 Miliar demi pengembangan konsep smart city tahun ini. Berdasarkan pemberitaan FutureGov, 60% dari total dana yang ada akan digelontorkan untuk membangun infrastruktur seperti pusat operasi guna memonitor dan merespon segala komplain dari masyarakat Ibukota.
       
      Setelah infrastruktur terbangun, sistem yang ada akan menghasilkan informasi yang bermacam-macam. Untuk kota yang ingin menjadi “pintar”, semua informasi ini harus diolah bersama-sama dalam satu platform, dengan tujuan untuk mengendalikan secara real time dan mengelola sumber daya dengan tepat sehingga pemerintah kota dan warganya dapat berinteraksi menggunakan perangkat mobile atau cara lain.
       
      Tantangan lain dari membentuk smart city ini adalah pengelolaan. Jika infrastruktur yang ada sudah terbangun, tentu pengelolaan yang profesional harus ada.
       
      “Kalau infrastrukturnya sudah ada, harus dikelola dengan baik. Ini yang menjadi kendala bagi birokrat, karena sering program-program pemerintah yang baik menguap begitu saja akibat tidak dikelola dengan baik. Kalau sudah melahirkan sesuatu yang baik pengelolaannya juga harus baik,” ujar Ade.
       
      Ade juga menambahkan, ada baiknya jika pemerintah juga bekerja sama dengan pihak swasta agar ekosistem smart city dapat berkembang.
       
      Menurut General Manager PT ISID Indonesia Dicky Widjaja, secara platform Indonesia sebenarnya sudah siap untuk mengadopsi smart city, tetapi secara infrastruktur masih banyak yang harus dibenahi. Seperti halnya Ade, Dicky juga percaya bahwa peran berbagai pihak diperlukan dalam membangun konsep smart city ini.
      Dicky juga menekankan bahwa regulasi juga diperlukan. Hal tersebut demi menjaga hubungan kerja sama yang telah terjalin dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
       
      “Selain pemerintah, peran citizen ini juga diperlukan. Karena tujuan utama dari membangun smart city ini adalah bagaimana citizen dapat membentuk suatu komunitas dan mereka dapat tinggal dengan nyaman di sana (smart city). Jadi untuk membangun smart city dibutuhkan peran pemerintah, citizen, dan IT vendor yang dapat menyediakan IT Solution dan juga infrastruktur,” ujarnya.
    • By RendyGunawan
      Situs Internet of Things Innovation Grand Challenge dari Cisco
       
      Cisco, perusahaan yang terkenal dengan teknologi jaringannya, menantang startup di Indonesia (dan seluruh dunia) untuk berinovasi dalam Internet of Things. Kompetisi itu bertajuk Internet of Things Innovation Grand Challenge.
       
      Dalam keterangan resminya, Cisco mengatakan kompetisi ini memiliki hadiah total USD 250.000 untuk tiga pemenang global. Selain berupa uang tunai, hadiah juga akan diberikan dalam bentuk mentoring, pelatihan dan akses pada ahli dan organisasi pendukung dari Cisco.
       
      Laporan Mobile Visual Networking Index terakhir dari Cisco memperkirakan perangkat yang terhubung jaringan di Indonesia akan mencapai 426 juta pada 2018. Naik dari 18,8 juta perangkat di 2013. Internet of Things merupakan istilah yang merujuk pada terhubungnya berbagai perangkat ke internet, bukan hanya komputer atau smartphone tapi juga perangkat sehari-hari seperti kulkas, mesin cuci, sepatu, jam tangan dan benda-benda lainnya.
       
      Sedangkan definisi Cisco untuk Internet of Things merujuk pada koneksi intelijen dari perangkat cerdas, yang bisa mendorong efisiensi, pertumbuhan bisnis dan kualitas hidup. Saat ini, menurut Cisco, benda fisik di dunia yang terhubung ke internet masih kurang dari 1 persen. Artinya, masih banyak potensi untuk menghubungkan yang belum terhubung. Hal itulah yang ingin didorong melalui kompetisi Internet of Things Innovation Grand Challenge.
       
      Kompetisi Peserta kompetisi ini harus memaparkan idenya dalam salah satu dari empat kategori yang disediakan Cisco: Applications and Application Enablement, Management, Networking, atau Things. Masing-masing ide harus memetakan salah satu dari jajaran industri yang ada, yaitu: Edukasi, Layanan Kesehatan, Manufaktur, Energi, Ritel, Transportasi, Smart City.
       
      Waktu penyerahan ide dibuka mulai 21 April 2014 lalu, dan akan ditutup pada 1 Juli 2014. Partisipasi dan penyerahan ide hanya diterima dalam Bahasa Inggris Kontes ini akan berlangsung dalam tiga fase: Fase 1: 19 ide akan dipilih untuk Semi Final Fase 2: Enam ide akan dipilih untuk putaran FInal Fase 3: Tiga ide terbaik akan menerima hadiah utama Para pemenang dari kompetisi ini akan diumumkan di ajang 2014 Internet of Things World Forum di Chicago yang akan digelar pada tanggal 14 – 16 Oktober 2014. Semua hak intelektual peserta dan ide yang masuk tetap akan menjadi hak milik dari para startup terkait.
       
      Untuk startup terpilih dari Indonesia juga akan diberikan kesempatan pelatihan di EPIC (Enabling Platform Innovation Centre) dan memamerkan ide-ide mereka di EPIC Center di Singapura. Solusi-solusi yang dipamerkan di EPIC Center di Singapura akan tampil di Cisco Developer Network, dan para pemenang akan ditampilkan di situs Grand Challenge dan Cisco.com.
       
      Untuk startup dengan konsep yang menarik juga akan berkesempatan untuk mendapatkan bantuan dari tim EPIC untuk mengembangkan dan memasarkan ide mereka. Untuk informasi lebih lanjut mengenai IoT Innovation Grand Challenge, registrasi, dan penyerahan ide, startup di Indonesia dapat mengunjungi www.cisco.com/go/iotchallenge, atau menghubungi contact iot-challenge-asean@cisco.com untuk panduan, bantuan teknis dan informasi.
       
       
       
      Sumber: tekno.kompas.com
    • By RendyGunawan
      BlackBerry yang memanfaatkan nama 'Jakarta' sebagai jargon pemasaran ponsel terbarunya, BlackBerry Z3 Jakarta Edition, diharapkan Pemprov DKI Jakarta bisa ikut memberikan kontribusi dalam rencana pembangunan smart city di ibukota Indonesia.

      Demikian disampaikan Silviana Murni, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata. Ia ikut hadir bersama John Chen, orang nomor satu di perusahaan ponsel asal Kanada tersebut, untuk meresmikan BlackBerry Jakarta.

      "Saya datang ke sini untuk mewakili Pak Jokowi dan Pak Ahok yang berhalangan hadir karena sedang sibuk, jadwal mereka padat. Itu pun saya diberi kabarnya mendadak," katanya saat mulai memberikan sambutan di Ritz Carlton, Jakarta.

      Dalam paparannya di hadapan para tamu undangan yang hadir, khususnya John Chen, para petinggi BlackBerry, serta Dubes Kanada, Silviana menceritakan program-program berbasis teknologi informasi yang sedang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

      "Jakarta sebagai capital city of Indonesia punya banyak program untuk smart city. Kita punya e-auction, e-report, e-recruitment, e-tender. Concern kita saat ini untuk program-program yang based on IT," kata Silviana.

      "Dengan kehadiran BlackBerry Jakarta, kita appreciate karena ingin semua orang terkoneksi dengan internet. Harapan Bapak Gubernur, pelayanan terpadu satu pintu sudah berjalan di 267 kelurahan dan 44 kecamatan. Itu sebabnya kami apresiasi BlackBerry supaya bisa ikut build smart city for Jakarta," paparnya lebih lanjut.

      Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap BlackBerry yang telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk mengembangkan BlackBerry Innovation Center. Diharapkan, dari situ ada sebuah inovasi yang bisa diadopsi untuk pengembangan smart city di Jakarta.

      "Kami akan undang para pemenang inovasi dari BlackBerry Innovation Center untuk mengadu inovasinya dengan tim pengembang DKI Jakarta. Siapa yang menang, programnya yang akan kita pakai,"
       
       
       
       
      Sumber: inet.detik.com
×
×
  • Create New...