Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sam

Wifi Punya Tantangan Keamanan Di Masa Depan

Recommended Posts

post-1-0-88657200-1420117046_thumb.jpg

Jaringan Wi-Fi di ruang publik tak selamanya dilindungi dengan keamanan tingkat tinggi.

 

Teknologi internet nirkabel Wi-Fi genap berusia 15 tahun pada 2014 lalu. Wi-Fi Alliance, organisasi yang mengelola standar dan pengembangan teknologi Wi-Fi dunia, mengatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh penyedia teknologi WiFi ada di sisi keamanan.

 

Wi-Fi sangat berkaitan erat dengan ruang publik di mana setiap orang dapat memasukinya secara bebas. Hal inilah yang menjadi sorotan tajam.

 

"Beberapa waktu belakangan, banyak jaringan Wi-Fi yang terbuka untuk publik dan telah beroperasi. Dan orang-orang sudah seharusnya khawatir akan hal ini," ujar Greg Ennis Vice President Technology Wi-Fi Alliance.

 

Pada dasarnya, risiko terbesar yang akan dihadapi ketika terhubung dalam sebuah jaringan Wi-Fi publik adalah jaringan yang tidak terlindungi. Mereka tak tahu apa yang dilakukan empunya jaringan. Bisa jadi dimanfaatkan untuk kegiatan negatif.

 

Bahkan, berdasarkan data dari perusahaan antivirus Kaspersky pada tahun 2014, sebanyak 40 persen dari pengguna Wi-Fi memiliki risiko tinggi data dan informasinya diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Wi-Fi menggunakan gelombang radio yang langsung tertuju pada perangkat pengguna. Gelombang ini bersifat sharing, maka ada kemungkinan besar setiap orang yang terhubung dengan Wi-Fi yang sama dapat melihat isi dari perangkat pengguna lain. Inilah yang menjadi risiko besar penggunaan wi-Fi dan tentu saja harus ada solusi kongkret pada masa mendatang khususnya 2015.

 

Ennis menambahkan bahwa salah satu solusi yang terbaik untuk mengatasi isu keamanan ini adalah dengan menggunakan Passpoint. Dengan Passpoint, maka pengguna tidak perlu membuat sebuah koneksi dengan pengaturan manual seperti memasukan nama pengguna dan kata sandi.

 

Dengan Passpoint pula, ketika pengguna terdeteksi berada dalam jangkauan sebuah Wi-Fi, maka perangkat akan terhubung secara otomatis. Untuk bisa melakukannya, pengguna harus bermitra terlebih dahulu dengan sebuah perusahaan telekomunikasi yang menyediakan layanan ini.

 

Menurut Ennis, hal ini dapat mengurangi risiko negatif yang dapat terjadi ketika pengguna terkoneksi dengan Wi-Fi publik. Karena, perusahaan telekomunikasi setidaknya memberi jaminan keamanan data kepada pelanggan.

 

"Passpoint akan membawa tingkat keamanan tinggi dan andal untuk meratakan jaringan Wi-Fi publik," kata Ennis.

 

Jaringan komunikasi ini memang diprediksi memiliki masa depan yang baik, terlebih dengan rancangan program Internet of Things yang diterapkan oleh berbagai perusahaan dan negara.

 

Teknologi nirkabel seperti Wi-Fi ini akan memainkan peran kunci dalam beberapa tahun mendatang seiring dengan pertumbuhan perangkat mobile seperti ponsel dan tablet. Segala masalah serta resiko yang ada pada jaringan nirkabel ini, menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi para penyedia layanan dan teknologi untuk menjamin keamanan setiap pengguna.

 

"Teknologi ini mengalami evolusi besar selama 15 tahun terakhir. Tapi yang penting adalah bagaimana menghadapi kemajuan teknologi ini," kata Ennis. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By dugelo
      Bayangkan bagaimana orang kaya hidup hari ini, ujar Hal Varian, ekonom utama di Google. Mereka punya supir sendiri. Bankirnya sendiri. Hidupnya serba dilayani dan bagaikan mimpi. Inikah pula yang kamu idamkan?
      Demikianlah, cara mudah membayangkan membayangkan masa depan menurut Varian: Di masa mendatang, pekerjaan-pekerjaan akan dituntaskan oleh robot. Rutinitas-rutinitas yang menyita waktu dan menyiksa akan diambil alih mereka sementara manusia akan memiliki semakin banyak waktu untuk dihabiskannya sendiri.
      Perjalanan mereka akan disetiri oleh kendaraan dengan kecerdasan buatan. Setiap orang akan memiliki sistem yang bekerja mengurusi tetek bengek yang menguras waktu dan tenaganya.
      Masa depan yang menyenangkan? Masa depan yang sudah tak terlalu jauh lagi, Varian percaya.
      Inovasi sudah terjadi tapi…
      Persoalannya, inovasi-inovasi teknologi serta pengorganisasian kerja sebenarnya sudah sejak lama memangkas berbagai kewajiban kerja yang kita perlukan. Sejak kapan telepon genggam kita berubah menjadi perkakas serba bisa?
      Apakah 2005 yakni sejak Blackberry serta Blackberry Messenger diperkenalkan dan memudahkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi Anda? Apakah sejak iOS, Android diperkenalkan dan segala ragam aplikasi pengatur hidup tersedia dalam genggaman tangan?
      Yang pasti, berkatnya Anda kini tidak perlu lagi merepotkan diri mengirim dokumen-dokumen lewat pos.Anda tidak harus lagi mendatangi orang dan bergelut dengan kemacetan ketika detail pekerjaan dapat diterangkan melalui surel, pesan WhatsApp, atau panggilan video.
      Dan setiap saat, aplikasi-aplikasi, sistem operasi memutakhirkan diri sehingga kebutuhan-kebutuhan kecil—mengunggah foto atau dokumen, katakanlah—semakin tidak perlu Anda pikirkan.
      Apakah pekerjaan berkomunikasi Anda semakin sedikit, pertanyaannya? Apakah waktu luang Anda semakin banyak? Saya jamin, tidak. Bagi kebanyakan dari kita, tidak. Apa yang terjadi adalah Anda masih mesti menanggapi surel dari atasan atau klien pada pukul tiga dini hari. Boleh jadi, Anda bahkan masih harus bergelut dengan rapat melalui panggilan video pada hari raya Lebaran.
      Anda seorang desainer? Anda, boleh jadi, pernah bergelut merevisi pekerjaan Anda puluhan kali—menyambangi semua yang diinginkan klien dan bos Anda hanya untuk kembali ke desain pertama yang Anda ajukan. Semua berkat kemudahan berkomunikasi.
      Potret kerja media daring
      Bagaimana awalnya kepelikan ini terjadi? Keinginan. Ia, saya rasa, berawal dari keinginan manusia yang bukan saja tak tuntas-tuntas melainkan juga mengada-ada. Pekerjaan, toh, tak pernah sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan bertahan hidup belaka sebuah masyarakat.
      Saya tak tahu bagaimana menerangkannya dengan kalkulasi ekonometri yang teliti. Tetapi, saya dapat menceritakan awal mula wartawan di Indonesia diharuskan menulis lima belas berita per harinya.
      Awalnya adalah kesuksesan Detik.com yang mengantarkannya menjadi media daring terbesar hingga hari ini. Pada waktu itu, media daring adalah wahana yang benar-benar baru. Belum ada yang benar-benar tahu strategi agar pengunjung secara konsisten terpikat mendatanginya.
      Detik.com, lantas, mencoba menayangkan sebanyak-banyaknya berita di portalnya. Lebih banyak selalu lebih baik. Lagi pula, berbeda dengan media cetak, media daring sanggup menayangkan berita sebanyak apa pun. Strategi ini berhasil meraup pembaca. Dan, memang, perhitungannya masuk akal. Dengan menayangkan lebih banyak berita, peluang berita mereka dibaca, disebarkan, dan dibicarakan dengan sendirinya akan lebih besar.
      Akan tetapi, apa yang terjadi selepas standar Detik.com menjadi mantra semua media daring yang ada? Media disesaki pengulangan-pengulangan tak berbobot. Satu cerita yang sama dapat didedah menjadi tiga-empat berita. Berita-berita merupakan jiplakan mentah dari siaran pers. Tentu saja, dengan cara apa lagi seorang awak media dapat menulis lima belas berita dalam sehari kecuali dengan taktik-taktik semacam ini?
      Keinginan siapa yang dipuaskan dengan berita-berita daring yang demikian? Keinginan pembaca, boleh jadi. Tetapi, bukankah keinginan mereka seharusnya dapat dipuaskan dengan berita secukupnya yang mengena dan merangkum semua informasi yang dibutuhkan? Dan bukankah kalau media daring tak menciptakan sendiri rasa penasaran tidak sehat pembaca dengan berita-berita sepotong dan umpan klik, wartawan tidak harus bekerja bak mesin atau bahkan menulis berita yang lebih bernas?
      Tak hanya media
      Saya kira, kepelikan ini kini tak sekadar mencekik para pekerja media. Beberapa editor media daring menetapkan standar wartawannya harus dapat dikontak 24 jam penuh. Bayangkan, 24 JAM PENUH!
      Peraturan menyesakkan serupa, kendati tak pernah disampaikan secara terbuka, juga menjadi norma yang sebenarnya dipaksakan kepada banyak pekerja di ranah-ranah lainnya.
      Staf Humas Elon Musk bercerita ia dapat dipanggil bosnya itu pukul tiga pagi hanya karena Sang Bos menemukan kritik sepele terhadap dirinya. Kondisi ini, saya yakin, bukan kondisi yang sulit dipahami pekerja-pekerja di Indonesia.
      Mereka mesti sudi dikontak atasannya dini hari lantaran Sang Atasan tersulut emosinya oleh satu dan lain hal. Mereka perlu menanggapi dengan ramah, manis, dan menguras kesabaran keluhan-keluhan klien atau penyandang dana ketika baru bangun tidur.
      Dan, lagi-lagi, sebagaimana kerja para wartawan media daring, kerja yang paling menguras waktu bukanlah kerja yang konkret. Ia adalah kerja-kerja menyusui keinginan yang tak ada habisnya bila seseorang tidak mengeremnya. Teknologi membuka ruang selebar-lebarnya, selentur-lenturnya untuk menagih kerja orang lain kapan pun dan di mana pun, dan relasi kerja yang timpang menyebabkan mereka tidak mungkin menolaknya. "Belum tipes, belum loyal,” katanya.
      Relasi kerja timpang
      Hal Varian, dengan demikian, boleh saja memimpikan orang-orang kian dimanjakan seiring tak terelakkannya perkembangan teknologi. Namun, dengan lemahnya posisi pekerja di Indonesia—dan sebenarnya juga di banyak negara lain—ia rentan menjadi mimpi muluk-muluk belaka bagi kebanyakan orang. Inovasi teknologi alih-alih memangkas kerja malah menciptakan kerja, dan alih-alih menghemat waktu kerja malah menyebabkan kerja menjajah waktu senggang kita hingga jengkal terakhirnya.
      Dengan tersedianya laptop, yang katanya memudahkan hidup banyak orang, toh, apa yang terjadi kalau bukan pekerjaan kini dianggap dapat dituntaskan di mana pun?
      Dan dengan tersedianya angkutan daring, apa yang terjadi kalau bukan manajemen tidak lagi mempermasalahkan jam pulang pekerjanya?
      Apa yang bisa kita antisipasi dari perkembangan teknologi menghebohkan selanjutnya, karenanya, kalau bukan ia semakin menyempurnakan eksploitasi pekerja?
      Mungkin, dengan demikian, teknologi tidak seharusnya semata berkembang dan melangkah maju. Ia juga tidak bisa melaju dengan kacamata kuda. Ia tidak seyogianya terjatuh ke tangan yang salah.
    • By Males
      Pernahkah Anda sedang berada di dalam penerbangan tapi Anda harus segera mengirim pekerjaan melalui email atau Anda ingin segera berbagi momen istimewa di media sosial? Jika Anda terbang dengan salah satu maskapai ini, hal ini tidak akan lagi menjadi persoalan, Anda bisa melakukan semuanya dengan fasilitas Wi-Fi onboard.
      1. Emirates (EK)
      Maskapai yang berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab ini bukan hanya menjadi maskapai terbesar di Timur Tengah, tapi juga salah satu maskapai terbaik di tingkat dunia. Jika Anda terbang dengan maskapai ini, terutama di tipe pesawat Airbus A380, Anda bisa menikmati fasilitas inflight Wi-Fi gratis di semua kelas penerbangan dengan kuota sebesar 10 MB. Masih kurang? Anda bisa membeli kuota tambahan dengan harga mulai dari 1 USD per 500 MB.
      2. Aer Lingus (EI)
      Maskapai terbesar kedua di Irlandia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi onboard gratis bagi penumpang Business Class-nya di pesawat Airbus seri A330 di seluruh rute transatlantik. Tapi jika Anda tidak terbang di kelas bisnis, Anda juga bisa membayar biaya Wi-Fi onboard dengan harga sekitar 14,95 USD untuk 1 jam atau seharga 24,95 USD untuk durasi 24 jam pemakaian.
      3. Garuda Indonesia (GA)
      Maskapai terbesar dan kebanggaan masyarakat Indonesia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis jika Anda terbang di First Class pada jenis pesawat Boeing 777-300ER atau Airbus 330-200/300. Apabila Anda terbang di kelas bisnis atau ekonomi di pesawat Boeing 777-300ER, Anda bisa membeli paket inflight Wi-Fi dengan harga 11,95 USD untuk durasi 1 jam atau seharga 21,95 USD untuk durasi 24 jam. Sedangkan jika Anda terbang dengan pesawat Airbus 330-200/300 di kelas bisnis dan ekonomi, Anda bisa membeli paket Wi-Fi onboard dengan harga 2,49 USD untuk perangkat mobile kuota 3 MB dan 9,95 USD untuk perangkat mobile kuota 10 MB atau dengan harga 9,95 USD untuk perangkat laptop kuota 10 MB dan 21,95 USD untuk perangkat laptop kuota 25 MB.
      4. Air China (CA)
      Memiliki lebih dari 289 rute penerbangan di 30 negara, mulai dari Asia ke Timur Tengah, Eropa Barat, hingga Amerika Utara, maskapai asal Tiongkok ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis bagi seluruh pelanggannya. Namun demikian, sementara ini fasilitas Wi-Fi hanya bisa digunakan di perangkat laptop dan belum bisa digunakan di smartphone.
      5. Hong Kong Airlines (HX)
      Jika Anda berencana terbang dengan maskapai ini, pastikan Anda mencari penerbangan yang menggunakan jenis pesawat Airbus A330-200. Mengapa demikian? Karena seluruh penumpang Hong Kong Airlines di pesawat itu akan mendapatkan fasilitas Wi-Fi onboard gratis! Pastikan Anda terhubung dengan provider OnAir saat di pesawat untuk dapat menikmatinya.
      6. JetBlue Airways (B6)
      Jika Anda memiliki rencana terbang keliling Amerika Serikat, Anda bisa menggunakan maskapai JetBlue Airways. Jika kebetulan Anda naik pesawat dengan tipe Airbus A321, maka Anda bisa menikmati fasilitas Wi-Fi onboard gratis di paket Simply Surf basic version. Jika paket itu dirasa kurang, Anda bisa upgrade ke plan Fly-Fi Plus dengan harga 9 USD per jam pemakaian.
      7. Norwegian (DY)
      Maskpai low-cost terbesar ketiga di Eropa dan terbesar kedua di daratan Skandinavia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis jika Anda terbang di rute short dan medium-haul di wilayah Eropa. Saat ini, Anda bisa menikmati fasilitas ini di lebih dari 61 pesawat Boeing 737-800 yang mereka operasikan. Namun demikian, maskapai Norwegian masih belum menawarkan fasilitas Wi-Fi untuk rute penerbangan jarak jauhnya.
      8. Thai Airways (TG)
      Maskapai asal Thailand ini telah mengoperasikan 75 rute penerbangan di 35 negara. Jika Anda terbang dengan Thai Airways di kelas bisnis, Anda bisa menikmati fasilitas Wi-Fi gratis dengan plan 3 bulan trial. Saat ini, fasilitas ini hanya dapat Anda nikmati di pesawat Airbus A330-300 dan A380-800 khusus untuk rute penerbangan jarak jauh. Bagi Anda yang terbang di kelas bisnis, Anda bisa membeli paket THAI Sky Connect Smartphone users dengan harga 4,50 USD untuk kuota 3 MB atau 14,5 USD untuk kuota 10 MB. Jika Anda ingin menggunakan laptop/tablet, biaya Wi-Fi-nya adalah sebesar 14,5 USD untuk kuota 10 MB dan 28,5 USD untuk kuota 20 MB.
      Selain 8 maskapai tersebut, masih ada puluhan maskapai lain yang juga menawarkan fasilitas Wi-Fi onboard, meski tidak gratis. Inflight Wi-Fi bisa jadi solusi pengusir rasa bosan, terutama bagi Anda yang mudah bosan dan akan melakukan penerbangan jarak jauh
    • By berita_semua
      Twitter telah menetapkan sikap untuk perang menghadapi troll, pengirim pesan dengan tujuan membangkitkan tanggapan emosional dan kemarahan pengguna lain. Oleh sebab itu, Twitter belakangan ini gencar melakukan pembaruan sebagai upaya berkelanjutan membuat platform-nya lebih nyaman dan aman untuk pengguna.
      Selama beberapa minggu terakhir, Twitter sudah melakukan pembaruan mulai dari memperbarui cara pelaporan, mencegah pembuatan akun-akun berisiko konten melecehkan dan merendahkan, mengimplementasikan hasil pencarian yang lebih aman, menurunkan Tweet yang melecehkan, merendahkan dan berpotensi mengancam dan mengurangi notifikasi percakapan dari akun yang sudah diblok atau dibisukan (mute).
      Kini yang terbaru, sosial media (Medsos) berlogo burung biru ini meneruskan niatnya untuk platform-nya lebih aman dengan melakukan update lanjutan. Menurut Ed Ho, VP of Engineering Twitter, Twitter akan mengimplementasikan pembaruan dengan memanfaatkan teknologi yang dimilikinya.
      “Kami telah melihat dampak positif dari beberapa pembaruan yang kami lakukan baru-baru ini dan sangat menghargai masukan yang kami terima dari para pengguna. Minggu ini kami akan mulai mengimplementasikan beberapa pembaruan dengan memanfaatkan teknologi yang kami miliki untuk meminimalisir konten kasar dan merendahkan, menyediakan lebih banyak metode untuk mengontrol pengalaman Anda, sekaligus mengomunikasikan langkah-langkah yang sudah kami lakukan dengan lebih jelas," katanya dalam keterangan kepada Okezone, Kamis (2/3/2017).
      Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Twitter banyak belajar seiring dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk membuat Twitter aman dan nyaman, tak hanya dari perubahan-perubahan yang sudah diimplementasikan, tetapi juga dari kesalahan yang dibuat dan masukan dari para pengguna .
    • Guest News
      By Guest News
      Setiap tahun, kompetisi Hyperloop Space-X menarik para mahasiswa dan insinyur untuk berlomba-lomba menciptakan konsep sistem transportasi jarak jauh tercepat di dunia. Simak kiprah tim Universitas Teknologi Delft dari Belanda, yang tahun lalu berada di peringkat ke-2 dalam liputan berikut ini.
       
    • By Supraman
      Mesin cuci saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan. Ini karena proses mencuci dengan mesin cuci lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding mencuci secara manual.
      LG Electronics dalam waktu dekat akan mengeluarkan mesin cuci terbarunya ke pasar Indonesia. Mesin cuci ini menggunakan teknologi canggih berupa inverter direct drive (inverter DD), sehingga lebih hemat listrik, minim getaran, dan tidak berisik.
      Disebut direct drive karena motor dan drum menyatu, sedangkan pada mesin cuci biasa butuh belt untuk menyatukan dua komponen tersebut. Itulah sebabnya mesin cuci dengan teknologi IDD minim getaran dan diklaim tidak berisik.
      Varian yang akan meluncur ke pasar Tanah Air yakni mesin cuci top loader dan front loader. Diperkirakan, pada Juni 2017, produk ini mulai dipasarkan.
      Pada mesin cuci front loader, juga akan dilengkapi dengan teknologi 6 motion yang dapat mengurangi kerusakan baju dan kerutan, karena mencuci seperti menggunakan tangan. Mesin cuci jenis ini juga dilengkapi dengan turbo wash yang dapat mencuci lebih cepat.
      "Mesin cuci front loader lainnya biasanya butuh waktu dua jam untuk mencuci, tetapi ini lebih cepat menjadi 50 menit," kata Seungjae Jeong, Team Leader H&A Asia Wash Machine Sales and Marketing saat bertemu dengan sejumlah wartawan dari Indonesia di Seoul, Korea Selatan.
      Mesin cuci ini akan dilengkapi dengan koneksi wiFi, sehingga hanya dengan menggunakan aplikasi pada telefon pintar, pengguna dapat mengatur mesin cuci dari jarak jauh. Tombol-tombol pada mesin cuci juga menggunakan sistem touch screen.
      Sementara untuk mesin cuci top loader, juga dilengkapi dengan teknologi smart inverter yang menjamin efisiensi energi dan smart motion yang dapat mengurangi kerusakan pakaian. Teknologi lainnya yakni turbo drum yang memadukan smart motion dan fitur punch+3, sehingga performa pencucian diklaim lebih baik.
      Seungjae Jeong menambahkan, pangsa pasar mesin cuci di Indonesia menjanjikan sehingga pihaknya akan menambah investasi produksi. Bila pabrik di Tangerang selama ini kapasitas produksinya 2 juta, maka akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy