Jump to content
h4ck3r1nd0

Samsung Rilis Aplikasi SoundAssistant

Recommended Posts

Audio merupakan salah satu komponen penting yang wajib ada di smartphone. Tak sekadar ada, kualitas yang dihantarkan hendaknya mampu memuaskan telinga pemiliknya baik ketika mengenakan headphone ataupun tidak. Ditujukan untuk pengguna setianya, Samsung baru saja menggulirkan sebuah aplikasi baru yang membantu para pemiliki smartphone Galaxy untuk memperoleh kendali audio di belakang layar. Samsung SoundAssistant kini sudah dapat dijumpai di toko aplikasi, Google Play Store.

Aplikasi SoundAssistant menyuguhkan kendali ekstra atas beberapa aspek audio di perangkat Galaxy. Kendali itu termasuk memungkinkan pengguna mengostumisasi tingkat volume untuk skenario yang berbeda, misalnya untuk hari yang berbeda dan dengan rentang waktu tertentu. Kemampuan ini memberikan kemudahan bagi mereka yang menginginkan agar smartphone dapat menyesuaikan level volume secara otomatis di waktu tertentu, misalnya di jam kuliah, rapat atau sebaliknya kembali ke level normal setelah waktu tersebut usai.

SoundAssistant juga mempunyai fitur untuk berganti dari mono audio, mengubah keseimbangan speaker dari kiri ke kanan atau sebaliknya, dan juga mengendalikan volume aplikasi tertentu, misalnya YouTube atau bahkan game. Secara khusus, Samsung mengklaim aplikasi SoundAssistant mampu memberikan kendali ke 150 step penyesuaian audio, mengendalikan dan juga mendukung equalizer mengambang untuk akses yang lebih cepat.

6e8d0411be208bdc537e7f7740c2bb19_SoundAssistant.png.fbad8bc67a3eed3a8c6fe59c33986a25.png

Lebih keren lagi, SoundAssistant bahkan dapat memogram ulang fungsionalitas default tombol volume di perangkat. Tapi khusus untuk Samsung Galaxy S8, SoundAssistant menyisakan satu fitur terbaik, yakni kemampuan untuk mengatur metode output tertentu untuk aplikasi yang diinginkan saja. Misalnya, mengatur agar Spotify hanya memutar lagu melalui speaker Bluetooth, sedangkan suara dari game A diteruskan ke speaker ponsel. Keren kan? Tapi, fitur ini hanya disediakan untuk pemilik keluarga Galaxy S8.

Tapi bagi pengguna model Samsung Galaxy lainnya, sudah bisa mengunduh aplikasi SoundAssistant dari Google Play Store sekarang.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang


  • Konten yang sama

    • Oleh c0d1ng

      Nokia mengumumkan telah "membajak" salah satu bos besar Samsung. Petinggi tersebut adalah Gregory Lee, mantan Presiden dan CEO Samsung Electronics Amerika Utara. 
      Nantinya, Lee akan berperan sebagai Presiden Nokia Technologies. Ia juga akan menjadi anggota dari tim pimpinan Nokia.
      Lee sendiri bukan orang baru di Samsung. Ia sudah bekerja setidaknya selama 13 tahun di perusahaan asal Korea Selatan itu.
      Jabatan terakhirnya di Samsung adalah Presiden dan CEO Samsung Electronics untuk wilayah Amerika Utara. Lee juga pernah berperan sebagai Global Chief Marketing Officer Samsung, Presiden dan CEO Samsung Electronics wilayah Asia Tenggara, serta Presiden dan CEO Samsung Telecommunications America.
      Selama di Samsung, kebanyakan perannya berhubungan dengan produk konsumer, seperti smartphone, tablet, dan perangkat rumah tangga.
      Gregory Lee, mantan bos Samsung yang dibajak NokiaEngadget
      "Kami memilih pemimpin yang tepat untuk membawa Nokia Technologies maju saat kegembiraan baru tentang merek Nokia di seluruh dunia," kata Rajeev Suri, Presiden dan CEO Nokia, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Jumat (30/6/2017).
      Lee sudah bekerja selama 30 tahun. Kebanyakan, ia mengisi posisi pemimpin, baik di Samsung dan sebelumnya. Lee juga pernah bekerja di Johnson & Johnson, Kellog's, dan Procter & Gamble.
      Lee akan berbasis di California, AS. Ia akan bertanggung jawab langsung ke CEO Nokia, Rajeev Suri.
      Nokia sendiri sedang kembali agresif di dunia teknologi. Perusahaan Finlandia ini baru saja merilis smartphone Android Nokia 3, 5, 6, dan ponsel Nokia 3310 Reborn.
      Nokia juga memiliki produk kesehatan Whitings dan kamera 360 Nokia Ozo.
    • Oleh c0d1ng

      Ditengah kabar negatif seputar Windows 10 Mobile, hari ini muncul laporan bahwa Samsung tengah menguji Galaxy S8 versi Windows 10 Mobile. Microsoft dan Samsung tampaknya akan membawa kerjasama mereka ke level yang lebih tinggi. Tentunya setelah kerjasama mereka meluncurkan Galaxy Book dan Galaxy S8 Microsoft Edition.

      Bila dilihat dari screenshot yang beredar S8 versi Windows 10 Mobile akan memiliki konfigurasi yang sama seperti versi China dan Korsel, yaitu dengan RAM 6GB. Sebagai tambahan sumber dari ITHome mengabarkan bahwa ada kemungkinan meluncur di acara 2 Mei mendatang.
      Namun hal itu kecil kemungkinannya. Mengingat acara 2 Mei mendatang berfokus penuh pada pendidikan, bukan berfokus untuk peluncuran hardware baru. Samsung sendiri juga senang untuk bereksperimen dengan hal baru seperti adanya prototype S8 dengan Dual Camera, tapi tidak diluncurkan untuk publik tentunya.
      Mari kita tunggu saja kabar selanjutnya menjelang akhir tahun nanti. Tentu saja hal yang bagus bila S8 nanti hadir dalam versi Windows 10 on ARM disamping Elite x3 versi baru. Tentunya karena S8 dan mungkin Elite x3 versi baru sudah menggunakan Snapdragon 835. Mengingat Surface phone kemungkinan akan meluncur tahun 2018 mendatang.
    • Oleh News
      Penggemar smartphone berbasis Android kini menunggu Samsung Galaxy S8 yang diperkirakan dirilis sebulan atau dua bulan lagi. Smartphone baru ini diharap menghapus kekecewaan konsumen setelah isu baterai meledak yang melanda Galaxy Note 7.
       
    • Oleh c0d1ng

      Berkat aplikasi Gear Auto Link terbaru, kini jam tangan pintar atau smartwatch Samsung Gear S2 dan S3 dapat terhubung ke perangkat SYNC yang dimiliki Ford. Dengan adanya aplikasi tersebut, pengguna smartwatch akan mendapatkan petunjuk posisi mobil sebagai pengingat agar mudah menemukan mobil saat kembali ke tempat parkir.
      "Kekuatan Ford SYNC adalah fleksibilitas untuk terhubung ke perangkat dan layanan baru. Sebagai kemajuan teknologi menghubungkan kendaraan Anda ke perangkat ini memiliki potensi besar untuk membantu membuat hidup Anda lebih nyaman dan lebih personal," kata Dave Hatton, Ford Global Manager, Mobile Applications, and Emergency Services, seperti dikutip dari Carscoops.
      Dengan adanya smartwatch, pemilik mobil Ford tidak perlu lagi mencatat lokasi parkir di smartphone. Sebab aplikasi secara proaktif akan meminta Anda untuk menandai lokasi parkir hanya dengan sekali sentuhan pada jam tangan.
      Setelah memarkir dan mobil dimatikan, pemilik mobil akan menerima konfirmasi pada smartwatch serta menanyakan apakah Anda ingin menandai lokasi parkir atau tidak.
      Lewat aplikasi yang sama, smartwatch dapat membantu pengemudi agar tetap fokus mengendarai mobil. Apabila tidak fokus maka jam akan berbunyi secara otomatis. Versi masa depan, jam bisa bergetar sehingga membuat pengemudi lebih waspada.
      Saat ini aplikasi yang telah ada di smartwatch Samsung tersebut tengah di pamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi