Jump to content
Masuk untuk mengikuti ini  
Metrotvnews

Dipanggil KPK, Mantan Komisaris PT Gajah Tunggal Mangkir

Recommended Posts

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Presiden Komisaris PT Gajah Tunggal, Mulyati Gozali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya, Mulyati akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), dengan obligor Sjamsul Nursalim.

"Penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadiran saksi," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat 19 Mei 2017.

KPK berencana memanggil kembali Mulyati. Namun, belum diketahui pasti waktu pemanggilan tersebut. "Soal kapannya, saya belum terima informasi," ucap Febri.

PT Gajah Tunggal merupakan salah satu perusahaan milik Sjamsul Nursalim. KPK pun tengah menelusuri sejumlah aset-aset milik Sjamsul terkait SKL BLBI ini, termasuk PT Gajah Tunggal tersebut.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsjad Temenggung telah ditetapkan sebagai tersangka. Syafruddin diduga berkongkalikong serta menerbitkan SKL BLBI untuk pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp3,7 triliun.

Atas perbuatannya, Syafruddin Temenggung disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi