Jump to content
Masuk untuk mengikuti ini  
Metrotvnews

KPK Perpanjang Masa Penahanan Miryam S. Haryani

Recommended Posts

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan tersangka kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara KTP elektronik, Miryam S. Haryani. Politikus Hanura itu akan terus mendekam di rumah tahananan selama 40 hari ke depan.

"Terhadap tersangka MSH (Miryam S Haryani) dilakukan perpanjangan penahanan 40 hari ke depan," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat 19 Mei 2017.

Hari ini, Miryam juga diperiksa penyidik KPK. Mantan anggota Komisi II DPR RI itu enggan buka suara soal pemeriksaannya.

Sembari merunduk, ia terus berjalan menuju mobil tahanan KPK yang telah menunggu di pelataran gedung KPK.

Miryam%20S%20Haryani%20MI%20Ramdani.jpg
Tersangka pemberi keterangan palsu dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el tahun anggaran 2011-2012, Miryam S Haryani. Foto: MI/Ramdani

KPK menjerat Miryam dengan Pasal 22 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini diterapkan buntut dari pencabutan BAP Miryam saat bersaksi di pengadilan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Penggunaan pasal ini, jadi salah satu alasan Miryam menggugat KPK ke pengadilan. Kubu Miryam menilai KPK tidak berwenang mengusut kasus berkaitan pasal itu. Terlebih, perkara inti kasus yang saat ini menjerat Miryam, yakni korupsi KTP-el, masih bergulir di pengadilan.

Baca: Kuasa Hukum Miryam Sebut BAP Bukan Alat Bukti

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi