Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Kampus Berperan Penting dalam Perkembangan HTI

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergolakan politik di Indonesia tahun 1980-an membuat gerakan politik mahasiswa tidak mendapatkan ruang aktualisasi di ranah publik, maka kampus memiliki dinamika gerakan yang berbeda dan dinilai sebagai awal mula berkembangnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
 
Kajian-kajian keilmuan dan keislaman cukup pesat berkembang di kampus, tapi kajian-kajian itu kemudian memunculkan aliran-aliran baru yang sebelumnya tidak ada di negeri ini.
 
"Seperti kita lihat dalam sejarah Indonesia kontemporer, hal itu memunculkan banyak aliran baru," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti  dalam Serial Halaqah Kebangsaan Nadhlatul Ulama-Muhammadiyah di Jakarta Pusat, Jumat 19 Mei 2017.
 
Mu’ti menjelaskan, lembaga dakwah kampus berkembang luar biasa pada tahun 1980 sampai 1990. Lembaga dakwah menjadi sebuah wadah penyebaran yang berkembang subur. Saat itu kajian keagamaan dianggap satu-satunya kegiatan yang tidak dicurigai oleh rezim yang berkuasa.
 
Pada waktu yang berdekatan, kisah sukses revolusi Iran 1979 ketika Khomeini (Ayatollah Ruhollah Khomeini), menginspirasi bahwa Islam itu bisa menjadi alternatif negara. Khomeini, seorang guru mengaji biasa, berhasil mengalahkan Shah Mohammed Reza Pahlavi yang didukung kekuatan barat.
 
Menurut Mu’ti,  hal ini ditambah dengan tulisan-tulisan Ali Syari’ati atau Murtadha Muthathhari, intelektual yang gigih melawan rezim otoriter. Tulisan itu menjadi bacaan yang penting bagi para mahasiswa di perguruan tinggi.
 
"Itu juga diikuti dengan masuknya literatur-literatur tentang Hizbut Tahrir dan literatur lainnya," katanya.
Menurut Mu’ti, konflik yang terjadi di Indonesia menjadikan kemakmuran hanya dapat dinikmati sebagian kecil masyarakat. Fakta Indonesia tertinggal dari negara lain ini menjadi realitas empiris yang memunculkan gerakan-gerakan yang menawarkan kejayaan Islam masa lalu dengan mudah mendapatkan tempat di kalangan masyarakat.
 
 

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0