Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Hernawan

Lima Prediksi Bisnis dan Teknologi 2015

Recommended Posts

Menyambut tahun 2015, para pemimpin teknologi informasi maupun bisnis yakin bahwa era business-defined IT sudah di depan mata. Meski tahun ini belum berakhir, titik temu antara bisnis dan teknologi informasi terlihat kian padu. Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems (HDS) Asia Pasifik, Adrian De Luca memprediksi lima tren teknologi yang akan terjadi di era business-defined IT.

 

“Inilah waktunya TI merangkul platform ketiga yang dibangun di atas perangkat mobile, layanan cloud, jaringan sosial, dan big data analytics,” saran Adrian De Luca. Mau tak mau, para Chief Information Officer (CIO) harus merespon tren tersebut. Peran CIO tidak lagi sebatas pengembang teknologi yang memfokuskan diri pada infrastruktur data center. Para pemimpin TI di perusahaan akan berperan sebagai arsitek, sekaligus broker layanan bisnis.

 

Economist Intelligence Unit (EIU) baru-baru ini merilis sebuah hasil survei tentang perubahan peran para CIO di kawasan Asia Pasifik. Survei bertajuk “The Future for CIOs: Which Way Is Up?” tersebut menemukan bahwa 9 dari 10 (89%) responden yakin bahwa CIO menjalankan peran strategis yang lebih dari sekadar mengelola fungsi TI. Bahkan 66% responden yakin bahwa CIO adalah kandidat yang tepat untuk menggantikan seorang CEO.

 

Nah, tak ada salahnya jika para pemimpin TI di Asia Pasifik mulai memerhatikan tren yang akan mengubah lanskap TI, dan memutuskan di mana mereka harus melakukan transformasi. Menurut Adrian De Luca, the winners of tommorrow’s economy are those who are transforming today. Mereka yang unggul dalam perekonomian masa depan adalah mereka yang bertransformasi hari ini.

 

1. Inisiatif Smart City mendorong investasi untuk Internet of Things.

 

Asia Pasifik adalah salah satu kawasan terbesar dan bertumbuh pesat. Namun kelangkaan infrastrukutur, kota-kota terpadat, konsumsi energ terbesar, rute transportasi tersibuk, bencana alam, dan perubahan iklim pun ada d sini. Sejumlah pemerintahan negara di kawasan Asia Pasifik berkomitmen menggelar inisiatif smart city untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Peluang implementasi Internet of Things dan interaksi Machine to Machine pun terbuka lebar.

 

“Smart City akan membutuhkan komputasi, jaringan, infrastruktur storage dan arsitektur software baru dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dioptimalkan untuk menangani semakin meningkatnya volume, kecepatan dan berbagai jenis data,” kata De Luca.

 

2. Industri yang kompetitif akan meningkatkan inisiatif big data demi meraih keunggulan kompetitf.

 

Penerapan big data di kawasan Asia Pasifik masih terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan kawasan lain. Namun perusahaan yang berada di tengah industri yang sangat kompetitif melihat big data bukan hanya sebagai inisiatif tetapi suatu keharusan (imperative). Misalnya, dunia perbankan dan jasa keuangan lainnya telah memanfaatkan analisis mendalam terhadap data yang dimilikinya untuk menilai risiko peminjam, mendeteksi churn, dan mengidentifikasi cross-selling atau peluang upselling berdasarkan perilaku belanja.

 

Menurut survei “The Future for CIOs: Which Way Is Up?” yang disponsori HDS, 10% dari perusahaan di Asia Pasifik telah berinvestasi pada data analytics dalam 12 bulan terakhir, dan investasi ini akan meningkat menjadi 12% di tahun mendatang.

 

Generasi selanjutnya dari solusi big data analytics tidak hanya akan membutuhkan platform infrastruktur baru untuk menyimpan dan mengelola kumpulan data yang luas, tetapi juga kemampuan menganalisa data secara real-time. Untuk melakukan hal ini, infrastruktur scale-out dengan mesin yang mampu ‘belajar’, software konteks bisnis harus terintegrasi dengan erat untuk memungkinkan penggelaran cepat dan dapat diprediksi dan untuk memastikan operasi yang optimal.

 

3. Platform hybrid cloud akan lebih disukai organisasi/korporasi dalam hal penyebaran aplikasi enterprise.

 

Platform cloud telah mencapai tahap yang matang, sementara para vendor maupun penyedia layanan cloud di kawasan Asia Pasifik sengit berkompetisi. Inilah saatnya bagi organisasi untuk menempatkan aplikasi inti (core applications) di awan privat dan publik. Solusi yang mengintegrasikan dua platform cloud tersebut untuk memperoleh pengalaman hybrid cloud yang tanpa halangan akan membantu organisasi mencapai keselarasan biaya yang lebih baik, dan memenuhi kebutuhan akan privasi dan kepatuhan.

 

CIO yang cerdas mengambil inisiatif untuk memindahkan aplikasi enterprise dan mission-critical ke private cloud dan pada saat yang sama mencoba public cloud untuk beban-kerja internal sementara dan juga aplikasi web bagi pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa bagaimana pun juga public cloud sifatnya adalah “cloud yang tidak teratur”.

 

“Hal ini telah menyebabkan kekhawatiran mengenai apakah bisnis akan dapat melacak sumber daya dan pengeluaran secara efektif. Hybrid cloud dapat membantu mengatasi masalah ini dengan menyederhanakan interaksi antara public dan private cloud, dan memungkinkan manajemen yang lebih baik dan kontrol,” kata De Luca.

 

Survei oleh EIU dan HDS mengungkapkan bahwa 10% dari perusahaan di Asia Pasifik telah berinvestasi pada cloud computing, meski investasinya belum tersebar merata di seluruh wilayah. Untuk tahun 2015, 13% dari perusahaan akan berinvestasi pada komputasi awan.

 

4. Menjamurnya pemanfaatan perangkat mobile akan mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang bersifat data-driven.

 

Asia Pasifik tak diragukan adalah kawasan mobile terbesar di dunia, terutama dengan adanya 1,7 miliar pelanggan mobile di tahun 2013 atau sama dengan separuh jumlah pelanggan mobile di seluruh dunia. Dan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, diprediksi akan ada lebih dari 750 juta pelanggan baru.

 

Penggelaran layanan internet cepat berbasis 4G di kawasan ini akan meningkatkan pemanfaatan internet, membuka peluang usaha-usaha kecil meraih pelanggan yang lebih banyak, dan secara fundamental mengubah cara kita berinteraks.

 

Selama 5 tahun terakhir pula, organisasi TI dan penyedia layanan cloud telah berinvestasi pada teknologi storage object untuk melindungi dan melestarikan data untuk waktu yang cukup lama. Satu landasan penting di sini adalah data-driven storage yang memampukan perusahaan mengelola multi-tenancy, memperpanjang metadata yang dapat menghubungkan ke kumpulan data lain, dan melaksanakan deduplication dan kompresi data untuk membatasi pertumbuhan biaya.

 

Dengan data yang saat ini bergerak di atas berbagai platform cloud, kemampuan ini juga harus dibuat tersedia di luar pusat data. Perusahaan harus menemukan cara untuk mengaktifkan akses jarak jauh yang cerdas dan efisien ke aplikasi dan data, dan memampukan bagi pakai informasi melalui aneka perangkat cerdas, dengan tetap memastikan data sensitif terlindungi.

 

5. Teknologi semakin berimplikasi pada privasi perorangan, sehingga perusahaan harus lebih banyak berinvestasi untuk memenuhi aturan tentang compliance (kepatuhan).

 

Pemerintah di seluruh Asia Pasifik sedang memperkenalkan peraturan privasi baru atau memperbarui yang sudah ada. Walhasil, organisasi dan korporasi pun harus lebih banyak memerhatikan kebijakan privasi internal dan teknologi yang dapat membantu mereka untuk melakukan hal tersebut. Organisasi yang sukses bertransisi ke era baru di mana privasi terlindungi harus mensosialisasikan budaya kepatuhan kepada para karyawannya. Mereka juga harus berinvestasi cermat pada cara pengumpulan data dan audit.

 

“Bisnis hari ini harus ekstra waspada dalam melindungi informasi pelanggan penting karena mereka bergulat dengan pertumbuhan eksponensial dalam data terstruktur dan tidak terstruktur dalam organisasi,” kata De Luca.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By teknotekno
      Divisi mobil self-diriving Apple dengan nama project Titan mengalami proses restrukturisasi di bawah kepemimpinan baru. Sayangnya, ini mensyaratkan adanya pemecatan lebih dari 200 karyawan minggu ini.
      Seorang juru bicara Apple bahkan telah mengonfirmasi adanya PHK dan beberapa karyawan yang sebelumnya di bawah Titan telah dipindahkan ke divisi lain.
      "Kami memiliki tim yang sangat berbakat yang bekerja pada sistem otonom dan teknologi terkait di Apple. Saat tim memfokuskan pekerjaan mereka pada beberapa bidang utama untuk 2019, beberapa kelompok sedang dipindahkan ke proyek di bagian lain perusahaan, di mana mereka akan mendukung pembelajaran mesin dan inisiatif lainnya, di seluruh Apple," jelas Apple.

      Perusahaan mengatakan, pihaknya terus percaya ada peluang besar dengan sistem otonom, bahwa Apple memiliki kemampuan unik untuk berkontribusi, dan bahwa ini adalah proyek pembelajaran mesin paling ambisius yang pernah ada.
      Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu telah merekrut mantan insinyur senior Tesla VP Doug Field pada Agustus 2018 untuk memimpin Project Titan. Tampaknya Apple memang telah merencanakan perubahan besar-besaran untuk divisi di bawah kepemimpinannya.
      Titan sudah berubah arah pada 2016, bahkan menjauh dari mengembangkan kendaraannya sendiri untuk menciptakan sistem self-driving. Juru bicara itu tidak mengklarifikasi bidang utama apa yang akan menjadi fokus tim untuk 2019, dan perampingan besar-besaran itu berarti Cupertino sedang mengurangi upaya-upayanya lagi.
    • By teknotekno
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      Apple masih menjadi perusahaan publik yang berharga di dunia, dengan kapitalisasi pasar USD921,41 miliar. Saham Apple dikabarkan turun lebih dari 5 persen karena kekhawatiran iPhone baru Apple mungkin tidak mendapatkan dorongan produksi.
      Lumentum, salah satu pemasok Apple yang menggunakan teknologi augmented reality dan facial recognition mengatakan bahwa mereka menerima permintaan dari salah satu pemasok terbesarnya untuk mengurangi pengirimannya.
      Ini mendorong kekhawatiran bahwa iPhone terbaru mungkin tidak mencukupi selama masa liburan seperti yang diharapkan para investor. Meskipun Lumentum tidak menyebut nama Apple, namun perusahaan pembuat iPhone ini masuk dalam daftar pelanggan terbesarnya.
      "Siklus produk iPhone terbaru telah kehilangan tenaga dengan Street sekarang kurang percaya diri dalam cerita pertumbuhan Apple di 2019," kata Daniel Ives, Managing Director of Equity Research di Wedbush Securities.
      "Cook dan perusahaan perlu untuk mendapatkan kembali mojo mereka dengan layanan dan pertumbuhan iPhone di depan dan tengah," katanya.
      Selama lima pekan terakhir, Apple telah kehilangan nilai USD190 miliar. Selama laporan pendapatan kuartal keempat Apple awal bulan ini, Cook mengatakan Apple tidak akan lagi melaporkan jumlah unit yang telah terjual dari produk apa pun dalam laporan pendapatan di masa depan.
    • By Brenda_Christie
      Perusahaan yang baru dalam bisnisnya tentu menginginkan terjadi penjualan yang lebih. Tidak jarang ada beberapa pebisnis yang sampai rela membangun sebuah tim sales untuk mendongkrak penjualan, padahal umur perusahaan masihlah terlalu muda. Memang keputusan untuk membangun sebuah tim sales adalah kewenangan mutlak dari seorang pemimpin. Akan tetapi jangan sampai kewenangan tersebut akhirnya menjadi kurang efektif.
      Sudah tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum akhirnya memutuskan memiliki tim sales? Kyle Heller, seorang manager marketing, menuliskan 3 hal yang perlu Anda pikirkan.
      1. Struktur dan peraturan organisasi
      Penjualan adalah sesuatu yang terus berkembang. Perubahan model bisnis, teknologi dan pandangan pelanggan harus dipikirkan oleh pemimpin demi menemukan cara penjualan yang lebih baik. Banyak pemimpin yang kemudian memikirkan memiliki staf khusus penjualan demu menanggapi klien secara efektif dan efisien.
      2. Tim development dan terus tumbuh
      Organisasi harus mulai memikirkan peran penjualan dan sama-sama berusaha meningkatkan penjualan. Perusahaan perlu mempertimbangkan strategi retensi, model kompetensi, serta pembinaan dan kemajuan karir semua yang terlibat dalam penjualan.
      3. Kompensasi
      Struktur kompensasi merupakan elemen penting yang selalu ada dalam penjualan. Ketika dibangun dengan benar, maka kompensasi dapat menjadi motivasi, reward serta membangun loyalitas karyawan. Perusahaan perlu memikirkan kembali apa kompensasi yang benar-benar cocok untuk karyawan.
    • By kotawa
      Markobar, es kepal Milo viral, nugget banana, hingga sate taichan menjadi makanan yang hampir kebanyakan orang mengenalnya. Menu ini memang viral dan terkenal hingga detik ini.
      Menjadi terkenal dan viral tentunya bukan serta merta terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat produk dikenal masyarakat luas.
      1. Memiliki nilai cerita yang unik
      Selain terkenal karena rasa pedasnya, Maicih juga dikenal karena kisah di balik usahanya. Sebagian orang penasaran dengan asal mula nama Maicih. Ternyata founder dari Maicih ini bercerita bahwa Maicih sendiri berasal dari nama dompet kecil yang sering dipakai ibu-ibu ke pasar. Awalnya founderbertemu dengan ibu-ibu yang membawa dompet kecil yang dinamakan sebagai dompet icih oleh ibunya.
      Beberapa tahun berselang, founder bertemu dengan ibu-ibu dengan dompet icih tersebut dan menemukan fakta bahwa ia juga memproduksi bumbu pedas. Dari sanalah founder menemukan ide untuk membuat keripik pedas Maicih yang telah viral hingga kini. Belajar dari Maicih yang memiliki cerita unik di balik bisnis, membuat masyarakat ingin lebih tahu dan mengenalnya.
      2. Promosi maksimal di media sosial
      Instagram memang dianggap sebagai media sosial yang hits. Jadi tidak mengherankan jika banyak bisnis yang dipromosikan melalui media sosial ini menjadi lebih cepat meraih viral. Kekuatan warganet memang tidak diragukan lagi. Maka tidak ada salahnya untuk menggunakan Instagram sebagai media sosial agar bisnis semakin terkenal.
      3. Pancing dengan review
      Zaman sekarang, semua produk ada review-nya. Tidak jarang orang-orang memilih untuk mencari dan membaca review-nya terlebih dahulu sebelum membeli. Apapun jenis usaha yang sedang dijalankan kita bisa memanfaatkan para influencer seperti travel blogger, beauty blogger, selebgram, atau orang-orang yang banyak dikenal masyarakat untuk dapat mereview bisnis.
      4. Endorse publik figur
      Dengan banyaknya fans dan followers-nya publik figur, maka setiap produk atau barang yang ia kenakan akan diperhatikan oleh pengikutnya. Sehingga endorse dari publik figur dianggap sebagai cara yang cukup jitu untuk membuat bisnis menjadi viral.
      5. Tampil berbeda
      Markobar milik Gibran anak Presiden RI, Jokowi, memiliki beberapa keunggalan. Dikenal dan viral bukan karena menjadi putra sulung orang nomor satu di Tanah Air. Bukan pula menyajikan martabak yang serupa dengan yang lain. Tetapi Gibran sukses memodifikasi martabak biasa dengan aneka rasa dan topping makanan-makanan yang sedang viral seperti nutella, kit-kat, macha, dan banyak rasa lainnya. Jadi, buatlah bisnis yang unik dan berbeda untuk menyita perhatian khalayak ramai sehingga bisnis akan jauh lebih cepat viral dan terkenal. Itu dia beberapa cara agar bisnis menjadi terkenal. Segera viralkan bisnis Anda sekarang juga!
    • Guest news
      By Guest news
      Dari California, perusahaan luar angkasa Space X, baru-baru ini meluncurkan satu lagi roket yang membawa satelit ke antariksa. Hal ini menggenjot semakin banyak minat investor dan perusahaan akan bisnis di luar angkasa.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy