Jump to content

Hari Ini KPU DKI Gelar Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS


Recommended Posts

antarafoto-pilkada-suara-dki-jakarta-150217-wpa-1_E6B2311861A549CF811439F9A5BEDBA9.jpg.9f3bfa42c49726c9c86e463908c125f5.jpg

KPU DKI Jakarta hari ini akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS. PSU dilakukan karena ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan surat pemberitahuan (C6) milik orang lain.

Dua TPS tersebut adalah TPS 01 Gambir, Jakarta Pusat, dan TPS 19 Pondok Kelapa, Jakarta Timur. PSU digelar atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Bawaslu DKI Jakarta merekomendasikan pemungutan suara ulang di dua TPS. Pertama TPS 01 Gambir dan TPS 19 Pondok Kelapa, Jakarta Timur," ujar komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos di kantornya, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017)

Pemungutan suara ulang dilakukan karena di kedua TPS ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan surat pemberitahuan (C6) milik orang lain. PSU digelar hari ini, Sabtu (22/4).

"Mudah-mudahan besok hari Sabtu PSU siap diselenggarakan di dua kota tersebut untuk kemudian dilakukan pemungutan suara ulang dengan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) diganti semua di dua KPPS yang dimaksud," kata Betty, Jumat (21/4).

Betty memastikan stok surat suara mencukupi untuk menyelenggarakan PSU. Ada 2.000 lembar surat suara yang disiapkan.

"Untuk surat suara pemungutan suara ulang memang sudah disiapkan sebanyak 2.000 lembar. Jadi kalau ada dua TPS, rasanya cukup untuk menyelenggarakan PSU tidak perlu lagi menambah jumlah surat suara," ujarnya.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Sebelumnya, hacker mengklaim telah membocorkan informasi 2,3 juta penduduk Indonesia dan pemilihan umum yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
      Informasi ini disebar oleh akun Twitter @underthebreach yang sebelumnya juga menginformasikan penjualan jutaan data pengguna Tokopedia.
      Detail Data Penduduk yang Bocor

      Terkait jutaan data penduduk yang bocor, hacker mengklaim data itu memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas (NIK, NKK), dan lainnya.
      "Data ini sangat berguna bagi mereka yang memerlukan identitas untuk mendaftarkan banyak nomor ponsel baru di Indonesia," tutur si peretas lebih lanjut.
      Dia juga mengatakan data tersebut tersimpan di dalam format .pdf yang didapat dari situs web Komisi Pemilihan Umum.
      Judul salah satu sampel halaman itu berbunyi:
      "Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014."
    • By berita_semua
      Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sekaligus petahana berdasarkan hasil quick count hasil pemungutan suara dinyatakan kalah.
      Pemenangnya adalah pasangan nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno.
      Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 44,14 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 55,86 persen suara.
      Data masuk sebanyak 96,29 persen.
      Hasil quick count Penelitian dan Pengembangan Harian Kompas menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 41,87 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 58,13 persen suara.
      Data masuk sebanyak 94,7 persen.
      Kendati dinyatakan kalah, namun pemenang sah adalah yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta berdasarkan hasil real count.
      Kekalahan pasangan petahana telah diprediksi sejumlah lembaga survei dan konsultan politik, sebelumnya.
      Saat pemungatan suara putaran pertama, pasangan Ahok, sapaan Basuki dan Djarot malah menang.
      Lalu, apa sebenarnya penyebab petahana kalah pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022?
      Peneliti dari lembaga survei sekaligus konsultan politik LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dan Ardian Sopa pernah membeberkan sebelumnya.
      Berikut lima penyebab kekalahan pasangan petahana (incumbent) ini berdasarkan hasil riset LSI Denny JA yang dirangkum Tribun-Timur.com:
      1. Kesamaan Profil Pemilih
      Pendukung, termasuk partai politik pengusung pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang kalah pada putaran pertama lebih banyak mengalihkan dukungan kepada pasangan Anies dan Sandiaga.
      Hal ini didasari kesamaan profil pemilih.
      2. Kebijakan Tak Pro Rakyat
      Akibat kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tak pro kepada rakyat.
      Kebijakan tersebut, antara lain berupa penertiban kawasan pemukiman dan reklamasi di pantai Jakarta Utara.
      3. Sentimen Anti-Ahok
      Faktor sentimen anti-Ahok karena kapitalisasi isu agama dan primordial.
      Ahok dianggap tak pas untuk memimpin pemerintahan DKI Jakarta karena bukan pemeluk agama yang mayoritas dipeluk warga DKI Jakarta.
      Berdasarkan asil riset LSI Denny JA, sekitar 40 persen pemilih yang beragama Islam di DKI Jakarta tidak bersedia dipimpin oleh Ahok yang non-Muslim.
      Mereka berupaya keras agar Ahok kalah dan tidak memimpin lagi DKI Jakarta.
      Selain itu, dia juga berasal dari kelompok etnis minoritas.
      4. Kasar dan Arogan
      Karakter Ahok yang kasar dan arogan.
      Sikap mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap bukan tipe pemimpin yang layak memimpin Jakarta karena omongannya kerap dianggap kasar.
      Puncaknya, ketika dia blunder soal ayat suci Alquran.
      Belum lagi sikapnya yang dinilai tidak konsisten, suatu ketika mencerca partai politik dan hanya ingin maju lewat jalur independen.
      Namun, selanjutnya ia berjuang mencari dukungan partai politik.
      5. Kompetitor Baru
      Hadirnya kompetitor baru yang menjadikan pemilih memiliki alternatif dalam memilih pemimpin DKI Jakarta.
      Pasangan Anies dan Sandiaga, serta pasangan Agus dan Sylviana menjadi alternatif pemilih yang pro maupun kontra Ahok.
    • By berita_semua
      Raja Juli Antoni, juru bicara tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengatakan, survei internal menunjukan suara pasangan nomor pemilihan dua telah menyalip perolehan dukungan Anies-Sandi.
      "Artinya, kemenangan Ahok-Djarot sangat tergantung kinerja kader partai dan relawan. Kami meminta kepada seluruh kader partai dan relawan untuk bekerja bahu-membahu," kata Toni sapaanya lewat pesan singkat yang diterima, Jumat (14/4/2017).
      Dirinya berharap untuk tidak merasa sudah menang sehingga berleha-leha.
      "Terus bekerja keras mengetuk pintu rumah dan pintu hari rakyat agar memilih Ahok-Djarot demi keberlangsungan fasilitas dan jaminan sosial yang telah dinikmati rakyat saat ini," katanya.
      Menurutnya, Ahok-Djarot hanya akan kalah karena tiga hal.
      Pertama, Ahok Djarot akan kalah karena ketidak-netralan penyelenggara pemilu. Sanksi DKPP kepada ketua KPU adalah peringatan serius agara KPU bekerja secara independen, netral dan tidak berpihak.
      "KPU mesti memastikan panitia pemungutan suara di TPS mengerti tugas meraka sehingga semua pemilih Ahok-Djarot mendapatkan hak konstitusional mereka, tidak seperti pada putaran pertama lalu. Jangan sampai undangan (C6) tidak sampai kepada pendukung kami yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak memilih atau boleh memilih pada jam terakhir namun ternyata surat suara habis," kata Toni.
      Kedua, money politics atau politik uang. Sudah banyak laporan masuk bahwa basis Ahok-Djarot diserang pembagian sembako dengan alasan pasar murah.
      "Nampaknya praktik money politics akan semakin gencar dilakukan menjelang tanggal 19 April. Kami meminta Bawaslu untuk tegas mengawasi lapangan jelang pemilihan agar proses demokrasi tidak dicederai hal kotor semacam itu," ujarnya.
      Ketiga intimidasi. Masih banyak forum-forum pengajian dan rumah ibadah yang dipergunakan untuk mengintimidasi pemilih Ahok-Djarot dengan mempergunakan isu SARA.
      "Rizieq Shihab salah seorang pendukung utama Anies-Sandi di cermahnya terakhir di Surabaya mengajak para pendukungnya, pesilat dan jawara untuk datang ke Jakarta dengan alasan pengamanan yang sebenarnya merupakan bagian dari intimidasi. Namun saya percaya pendukung Ahok-Djarot sudah kuat melawan intimidasi dari hari ke hari. Saya berharap pihak keamanan dapat mengantipasi intimidasi dan teror yang akan menciderai proses demokrasi," kata Toni.
      Sumber: Tribunnews
    • By berita_semua
      Seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bertugas untuk memenangkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
      Terutama bagi kader yang merupakan anggota DPRD, DPR RI, serta menjadi Bupati, Wali Kota, dan Gubernur. Anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Charles Honoris mengatakan tiap anggota dewan telah diberikan wilayah pengampuan. Charles sendiri, wilayah pengampuannya di Kecamatan Kebon Jeruk.

      "Jadi saya punya tugas untuk bisa memenangkan (Ahok-Djarot) di Kebon Jeruk," kata Charles, di Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017).
      Tak hanya anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan DKI Jakarta, namun anggota dewan fraksi PDI-P dari seluruh Indonesia bertugas memenangkan Ahok-Djarot.
      Selain itu, PDI-P juga menurunkan kadernya yang menjabat Bupati, Wali Kota, dan Gubernur untuk memenangkan Ahok-Djarot.
      "Jadi kepala daerah, seperti Bupati dan Wali Kota dari PDI-P datang ke Jakarta, serta pimpinan DPRD untuk bekerja demi kemenangan Ahok-Djarot," kata Charles.
      Ada konsekuensi yang akan diterima tiap kader, jika Ahok-Djarot kalah di wilayah pengampuan.
      "Jadi itu nanti ada penilaian dari partai dan ibu Ketum (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri). Pastinya ada dan bisa menjadi bahan evaluasi kinerja kader," kata Charles.
      Hasil survei
      Dari dua hasil survei yang diselenggarakan oleh lembaga survei Median dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas Ahok-Djarot menempati posisi kedua setelah pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
      Elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 39,7 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 46,3 persen. Sedangkan 14 persen responden lainnya masih undecided atau menyatakan belum memutuskan.
      Responden dalam survei ini sejumlah 800 warga DKI Jakarta yang mempunyai hak pilih. Survei dilakukan pada rentang waktu dari tanggal 21 sampai 27 Februari 2017, dengan margin of error sebesar plus minus 3,4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (Baca: )
      Peneliti menentukan sampel dalam survei ini dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi di seluruh kotamadya di Jakarta dan faktor gender. Sumber pendanaan survei berasal dari dana mandiri pihak Median.
      Sedangkan berdasarkan survei LSI Denny JA terkait pasangan cagub-cawagub yang akan bersaing pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, elektabilitas Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinyatakan mencapai 49,7 persen, sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot 40,5 persen.
      Adapun survei tersebut dilakukan pada periode 27 Februari sampai 3 Maret 2017 terhadap 440 responden dengan cara tatap muka. Metode yang digunakan yakni multistage ramdom sampling, dengan margin of error survei ini kurang lebih 4,8 persen. Survei diklaim dibiayai anggaran internal LSI.
    • By Supraman
      Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan mengarahkan pemilih untuk menggunakan hak suaranya di TPS lain apabila surat suara di TPS pemilih yang bersangkutan terdaftar habis atau kurang.
      "Nanti bisa diarahkan kalau misalnya (surat suara) kurang, ke TPS sebelahnya. Jadi pemiliknya yang pindah, bukan surat suaranya yang pindah," ujar Sumarno di Matraman
      Sumarno mencontohkan, apabila seseorang terdaftar di TPS 10, tetapi surat suara di sana habis, KPPS akan mengarahkan pemilih yang bersangkutan untuk memilih di TPS 11.
      Hingga pukul 11.15 WIB, Sumarno menyebut belum ada laporan mengenai TPS yang kekurangan atau kehabisan surat suara.
      KPU DKI menyiapkan surat suara sejumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan 2,5 persen tambahan per DPT TPS di setiap TPS yang berjumlah 13.023.
      Pemungutan suara sudah berlangsung sejak pukul 07.00 dan akan berakhir pada pukul 13.00 WIB.
      Apabila tidak terdaftar dalam DPT, pemilih bisa menggunakan hak suara mulai pukul 12.00 WIB dengan menunjukkan E-KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil dan melampirkan kartu keluarga asli.
×
×
  • Create New...