Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Pokjar Suku Baduy Mengaku Dimanfaatkan Oknum Dinas Pendidikan

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Lebak: Komunitas Kelompok Belajar (Pokjar) Baduy Membaca mengaku dimanfaatkan oknum dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak. Dana bantuan untuk mereka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diambil alih melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT).

"Saya lagi frustasi, soalnya dapat program dari Kemendikbud, tapi malah dicuri orang-orang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak. Mereka menggunakan modus meminta data warga belajar saya buat direkomendasi oleh dinas, ternyata program saya mereka ambil alih," kata Mulyono dari Suku Baduy Luar di Lebak, Banten, Jumat, 21 April 2017.

Pria 26 tahun yang juga pengajar di Pokjar Baduy Membaca ini berkisah, oknum dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak yang menemuinya berdalih akan membantu proses pencairan dana dari Kemendikbud. Data tersebut justru digunakan untuk mengambil alih dana dari Kemendikbud yang kemudian digunakan untuk pengajuan proposal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Perangi Ilmu.

"Saya terus terang tidak senang dengan kejadian ini, karena ini pencurian data. Kami yang belajar bersama warga di Baduy, sedangkan pihak lain yang memegang uang dari program itu. Kami belajar tidak saat sedang ada program saja. Kami setiap hari belajar bersama anak-anak di Baduy," terangnya.

Menurut pria yang juga pemain bola di Baduy FC ini, kegiatan Baduy Membaca bisa saja dijadikan tameng Dinas Pendidikan Lebak agar pencairan dananya cepat dan tidak dipersulit saat melakukan laporan keuangan.

"Kami membentuk komunitas ini sangat beresiko, karena adat istiadat Baduy sebenarnya melarang anak-anak di Baduy bersekolah formal. Tetapi ini kan bukan sekolah formal. Ini kan alternatif demi kemajuan generasi anak-anak di Baduy. Saya dan kawan-kawan memberanikan diri membentuk komunitas ini," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Hermawan mengaku tak ada program Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari Kemendikbud bagi suku Baduy. "Mungkin itu progam Indonesia pintar. Seingat saya, tidak ada program Wajar di Baduy dari pusat, karena sekolah bagi orang Baduy tidak diperbolehkan menurut adat," kata dia.

Menurut Wawan, bagi Suku Baduy Dalam maupun Suku Baduy Luar, bersekolah atau menempuh pendidikan haram hukumnya dan melanggar aturan adat. Pihaknya memastikan, tak ada pengumpulan data peserta Pokjar Baduy Membaca yang kemudian diserahkan kepada Mendikbud.

"Kami tak tahu ada program pengumpulan orang itu. Saya juga jengkel, kalau ada orang Baduy dibegitukan, ada juga program keaksaraan. Kalau memang ada penggelapan, kan memang harus diproses juga kan," kata dia.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0