Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Perlakukan KTP-el Layaknya ATM

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Blanko kartu tanda penduduk elektornik (KTP-el) yang diberikan Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Kota Depok jauh dari yang diharapkan. Sesuai data masih ada 50 ribu warga Kota Depok yang belum mendapatkan KTP-el.

Kepala Seksi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Depok Jaka Susanta mengatakan, pihaknya sudah menerima blanko sejak 10 April. Hanya, blanko yang diterima tidak sesuai kebutuhan.

"Kami hanya menerima 10 ribu blanko," kata Jaka, Jumat 21 April 2017.

Dalam pemberian blanko KTP-el, Kemendagri melampirkan surat edaran. Isinya hanya data yang berstatus print ready record yang bisa dicetak menjadi KTP-el.

"Jadi, orang yang telah merekam data, setelah diverifikasi oleh Kemendagri bahwa data tersebut tunggal maka munculah status print ready record, artinya siap cetak. Rata-rata pemohon yang mendaftar pada September 2016," ujarnya.

Menurutnya, data wajib KTP di Kota Depok ada 1,8 juta jiwa. Sebanyak 1,4 juta jiwa telah melakukan perekaman data. Ada sekitar 50 ribu jiwa belum mendapatkan KTP-el. Sedangkan wajib KTP yang belum merekam data sebanyak 400 ribu jiwa.

"50 ribu itu warga yang pindah data, e-KTP nya hilang, atau rusak. Mungkin memang pengadaan bertahap," terang Jaka.

Disdukcapil menyarankan kepada masyarakat Kota Depok agar merawat KTP-el. "Pengadaan KTP-el adanya di pusat. Penyerahannya juga biasanya dilakukan bertahap. Jadi meski ini gratis dirawatlah seperti layaknya ATM," tukasnya.

Melly Kasna, 40, warga Kecamatan Beji, Kota Depok, mengatakan dirinya sudah melakukan perekaman data sejak 2015. Namun, hingga kini, ia belum punya KTP-el. "Sudah rekam sampai dua kali tapi belum jadi juga," katanya.

Perekaman pertama pada 2015. Datanya hilang sehingga Melly harus melakukan perekaman data lagi. "Sudah tiga kali nanya ke kelurahan tapi belum ada kabar," keluh Melly.

Nurman, 24, warga Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, juga mengaku belum mendapat KTP-el. Padahal, sudah lama melakukan perekaman data. Ia mengakui, resi KTP-el bisa untuk pembuatan akte kelahiran dan surat kematian.

“Hanya, resi KTP-el tidak bisa dimasukkan ke dompet karena lebar, selebar surat girik tanah," pungkas Nurman.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0