Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0
Metrotvnews

Hak Angket Jadi Senjata Pamungkas DPR Gembosi KPK

1 pos di topik ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tak akan membuka berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S. Haryani sesuai permintaan Komisi III DPR.

"Saya kira KPK sudah menyampaikan sikap di RDP (rapat dengar pendapat), kami tidak bisa buka bukti-bukti rekaman BAP," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 21 April 2017.

Penolakan ini, kata Febri, dilakukan karena KPK tengah menyidik kasus megakorupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Setelah mendakwa dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, KPK juga menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Miryam sebagai tersangka. 

Miryam ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi dalam kasus KTP-el. "Jika (BAP) itu dibuka, ada risiko kasus ini akan terhambat," kata Febri.

Febri mengatakan, jika upaya hak angket dibiarkan, ke depan DPR akan menggunakan cara serupa untuk menjegal setiap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. "Artinya, ada potensi pemberantasan korupsi tak akan pernah tuntas," ujarnya.

grafis%20ktp%20el(4).jpg

Komisi III DPR mengajukan hak angket agar KPK membuka BAP Miryam. Komisi III menilai BAP yang dikeluarkan untuk Miryam rapuh.

"Alasannya tak kuat, makanya kami memutuskan menggunakan itu (hak angket)," ujar Wakil Ketua Komisi III dari Benny K. Harman.

Dalam RDP Komisi III dengan KPK, Selasa 11 April lalu, Komisi III memutuskan menggunakan hak angket. Keputusan itu digulirkan karena KPK menolak mengakomodasi poin keempat pada simpulan RDP, yakni permintaan membuka rekaman BAP Miryam.

 

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!


Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.


Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  
Pengikut 0