Jump to content
pusat_indoindo

Jangan Lama Lama Buka Facebook

Recommended Posts

facebook-smartphone.jpg.cf037fc64beee50e4f98fc4dbdb57167.jpg

Paling tidak anda mungkin membutuhkan waktu satu jam untuk menikmati apa yang disuguhkan di beranda Facebook. Foto dengan keterangan lucu atau berita seputar teman-teman SMA misalnya, bisa jadi menarik perhatian anda. Selanjutnya, setelah menutup Facebook, Anda pun kembali kesepian.

Kondisi ini membuat prihatin sejumlah peneliti yang hasil studinya tercantum di American Journal of Epidemiology. Para peneliti menggunakan tiga sumber data berbeda dari 5.208 orang yang tergabung dalam survei Gallup Panel Social Network Study. Ketiga sumber datanya sama-sama menggunakan Facebook sebagai tolak ukur.

Penemuannya bukan sesuatu yang mengejutkan, para peneliti dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa penggunaan Facebook dengan tidak bijak dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri.

Durasi berselancar di Facebook juga menjadi faktor yang dapat membentuk pribadi seseorang. Semakin lama menggunakan Facebook, anda akan merasa seperti orang yang kurang beruntung, tidak berguna dan berbagai kekurangan lainnya. 

Untuk setiap likes yang ditujukan pada konten atau unggahan seorang teman di Facebook, akan memicu anda untuk mengetahui hal lain tentang orang tersebut. Tanpa anda sadari, secara otomatis anda akan membuka tautan lain atau 

membaca satu per satu status yang sudah diunggah olehnya.

Hal tersebut tentu tidak akan terjadi dikehidupan nyata. Interaksi antar individu membuat seseorang merasa lebih dihargai, lebih baik, sekaligus lebih berguna bagi lingkungan. 

Saat anda berharap mendapatkan like dari teman-teman di Facebook, di saat yang sama anda justru merasa iri karena membandingkan diri anda dengan unggahan oleh orang lain yang belum tentu benar. ujar para peneliti seperti dilansir Harvard Business Review.

Simak: 

Dengan kata lain, kuantitas menjadi jauh lebih penting daripada kualitas saat memanfaatkan Facebook sebagai media untuk memperkaya ilmu. Semakin banyak media sosial yang anda gunakan, rasa percaya diri yang anda miliki 

lama kelamaan akan memudar, karena anda sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, tidak semua pengguna Facebook seperti demikian. Ada pula pengguna yang cukup bijak terkait unggahan orang lain. Pada dasarnya, memang tidak ada satupun orang yang ingin mengumbar keburukan atau kekurangannya. 

Oleh sebab itu, jangan mudah percaya dan terpengaruh terhadap unggahan orang lain. Apa yang dibagikan orang lain di dunia maya bisa jadi merupakan hal-hal yang sudah disortir terlebih dahulu. Sehingga menimbulkan kesan bahwa kehidupannya sempurna. 

Tanamkan dalam benak anda bahwa unggahan di dunia maya merupakan usaha mereka untuk menutupi kekurangan yang terjadi di dalam hidupnya.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang


  • Konten yang sama

    • Oleh satpam

      Setelah 12 tahun meninggalkan kampus, Mark Zuckerberg menjadi tamu kehormatan saat acara kelulusan mahasiswa Universitas Harvard angkatan 2017. Dalam pidatonya di hadapan lulusan tahun 2017, Zuckerberg menyampaikan beberapa poin penting yang relevan terkait dengan teknologi hingga tren entrepreneur saat ini.
      Kami merangkum beberapa poin penting yang bisa dicermati calon pelaku startup yang berniat untuk meluncurkan startup atau menjadi entrepreneur.
      Temukan teman sejati
      Salah satu cerita yang disampaikan Zuckerberg adalah bagaimana sulitnya ia menemukan teman baru di masa awal kuliah, namun beruntung ada satu orang yang bersedia untuk mengajak ngobrol hingga akhirnya mengerjakan proyek bersama. Temannya saat itu adalah Kang-Xing Jin yang hingga kini masih bersama Zuckerberg di Facebook.
      Inti dari cerita yang ingin disampaikan oleh Zuckerberg adalah terkadang pertemanan di saat kuliah bisa berujung menjadi rekan bisnis yang loyal. Untuk itu cari tahu siapa saja teman saat kuliah yang cocok dan nantinya bisa diajak bekerja sama ketika Anda berniat membangun perusahaan suatu saat nanti.
      Bangun bisnis untuk alasan yang tepat
      Dalam pidatonya Zuckerberg juga kerap menyebutkan betapa pentingnya alasan yang tepat dan memiliki impact saat membangun bisnis. Sense of purpose menjadi hal yang wajib diterapkan saat Anda ingin membangun startup yang sukses. Bukan hanya memberikan manfaat untuk Anda namun juga orang banyak. Alasan utama atau purpose juga bisa menjadi motivasi ketika Anda mulai merasa kewalahan saat menjalankan bisnis. Menjadi hal yang penting bukan hanya menciptakan peluang dan potensi namun juga menemukan alasan yang tepat.
      Jangan jual startup terlalu cepat
      Saat Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook, banyak perusahaan besar yang mulai melirik teknologi serta inovasi yang dimiliki Zuckerberg dan Facebook. Zuckerberg menolak untuk menjual bisnis yang telah ia bangun, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan inovasi dan bermanfaat untuk orang banyak. Upaya Zuckerberg akhirnya mulai menunjukkan hasil dengan diluncurkannya fitur Newsfeed.
      Jika Anda merasa yakin dengan produk atau layanan yang Anda miliki, coba pertahankan terlebih dahulu perusahaan dengan menghadirkan inovasi dan lihat hasilnya, sebelum Anda memutuskan untuk menjual startup.
      Jangan takut membuat kesalahan
      Sebelum Zuckerberg sukses membuat Facebook, ia telah meluncurkan beberapa produk yang tidak terlalu sukses. Tidak menjadi masalah ketika saat memulai startup Anda gagal dan harus mengulang atau menciptakan inovasi yang baru. Selama Anda terus belajar dari kesalahan dan bisa menemukan dengan tepat, produk atau layanan yang tepat dan bakal diminati oleh pasar.
      Perluas wawasan dan terus belajar
      Saat ini teknologi berubah dengan cepat, begitu juga dengan metode, informasi, dan hal-hal penting lainnya yang wajib Anda ketahui. Jangan pernah berhenti belajar, membuka wawasan, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, agar Anda bisa beradaptasi dengan tren dan perubahan teknologi. Pendidikan menjadi faktor pendukung yang wajib diperhatikan setiap saat, agar Anda bisa memiliki wawasan yang cukup untuk memulai usaha hingga menjalankan bisnis setiap hari.
    • Oleh ThinkSmart

      Kabar mengejutkan datang dari Xiaomi. Vendor teknologi asal Tiongkok tersebut baru saja kehilangan salah satu 'punggawa', yakni Hugo Barra.
      Sekadar informasi, Barra menjabat sebagai Vice President of International Xiaomi Global. Ia bergerak sebagai pion utama ekspansi bisnis Xiaomi di luar Tiongkok.
      Alasan Barra yang mengundurkan diri dari Xiaomi tertuang di dalam pengumuman resmi yang ia tulis di akun Facebook-nya. Barra yang bergabung dengan Xiaomi selama 3,5 tahun mengaku harus melewati fase emosional ketika memutuskan untuk resign dari Xiaomi.
      Pria kelahiran 28 Oktober 1976 silam tersebut mengatakan, perjuangan membawa Xiaomi ke mata dunia merupakan hal yang tidak mungkin akan dilupakan. Karena itu, ia menuliskan ucapan selamat tinggal.
      Dua penggalan pertama di ucapan tersebut, Barra mengatakan 'petualangan'-nya bersama Xiaomi merupakan pengalaman terbesar dan paling menantang.
      Dirinya rela pindah ke Beijing dari Silicon Valley, untuk bisa membawa Xiaomi ke kancah internasional. Ia pun tak menampik, Xiaomi Global adalah brand pertama yang sukses ia bawa ke dunia.
      Sayangnya, kesehatan Barra menurun selama beberapa tahun terakhir. Dan pada saat yang sama, Barra juga sering didera rindu akan teman-teman, keluarga dan 'kehidupan'-nya di Silicon Valley menjadi alasan utama Barra untuk kembali pulang kampung.
      "Dengan ini, aku bisa simpulkan Xiaomi sudah berada di posisi yang gemilang dalam perjalanan ekspansi globalnya. Dan di saat ini, aku menilai waktu yang baik bagiku untuk pulang. Kami telah mengubah India menjadi pasar internasional Xiaomi paling besar, pendapatan tahunannya US$ 1 miliar," tulis Barra.
      Barra juga mengumbar, ekspansi Xiaomi ke negara-negara lain tak luput dari Indonesia, Singapura, Malaysia dan bahkan 20 negara lain, termasuk Rusia, Meksiko dan Polandia.
      Xiaomi bekerjasama dengan Google dalam merilis produk pertamanya di Amerika Serikat (AS), tepatnya di gelaran CES (Consumer Electronic Show) 2017. Momen tersebut menandakan bahwa Xiaomi telah dilihat dunia sebagai pemain global yang sukses menggebrak teknologi.
      Meski Barra meninggalkan Xiaomi, pihaknya kini telah memiliki anggota tim yang ia anggap luar biasa. "Meninggalkan mereka adalah hal terberat bagiku. Meski begitu, aku percaya bahwa diriku pergi meninggalkan orang-orang yang sudah bisa bekerja dengan baik," ia melanjutkan.
      Tak lupa, Barra melontarkan ucapan terima kasihnya pada pendiri Xiaomi dan CEO Lei Jun, yang telah berperan menjadi mentor dan koleganya. Dirinya merasa terhormat dan sangat mendukung keputusan tersebut. Ia mengungkapkan, Lei Jun juga tetap meminta Barra untuk menjadi advisor (dewan penasihat) Xiaomi dalam waktu yang tidak terbatas.
      "Untuk semua kolega Xiaomi di Tiongkok dan India, saat aku pergi meninggalkan 'rumah' kita di Beijing dan Bengaluru, yakinlah bahwa aku akan tetap menjadi penggemar Xiaomi yang loyal. Meski aku melihat kalian dari perspektif yang berbeda, aku akan tetap selalu ada. Dan tidak lupa, ucapan spesial untuk seluruh Mi Fans di dunia yang selalu ada di hatiku. Stay in touch guys :) sampai jumpa," tutup Barra.
    • Oleh ThinkSmart

      Teka-teki mengenai tujuan mantan VP Xiaomi Hugo Barra akhirnya terjawab sudah. Melalui unggahan di akun Facebooknya, CEO Facebook Mark Zuckerberg memastikan Barra akan bergabung bersama raksasa media sosial tersebut.
      Pria asal Brasil itu akan bertanggung jawab memimpin lini virtual reality (VR) dari Facebook termasuk Oculus. Berdasarkan kicauan Barra di Twitter, ia akan menjabat sebagai VP of Virtual Reality (VPVR) yang memimpin tim Oculus.
      Barra sendiri sangat bersemangat untuk bisa bergabung dengan Facebook dalam beberapa bulan ke depan. Menurut Barra, bekerja di bidang virtual reality merupakan salah mimpinya.
      Tak lupa, ia juga sempat mengucapkan telah belajar dari CEO Xiaomi Lei Jun mengenai industri teknologi, yaitu tak ada yang lebih baik dari adanya terobosan teknologi dan membuatnya tersedia untuk banyak orang.
      "Sangat berharap bisa mewujudkan hal tersebut di Facebook--membuat VR menjadi umum--bekerja bersama Mark Zuckerberg, Brendan Trexler Iribe, Mike Schropefer, dan tim Oculus," tulis Barra seperti dikutip dari akun Facebook-nya.
      Sebagai informasi, Barra sendiri bukan orang asing bagi Zuckberg. Suami Priscillia Chan itu mengungkapkan sebenarnya telah cukup lama mengenal Hugo Barra, yaitu ketika Barra masih ikut dalam pengembangan Android.
      Zuckerberg juga menuturkan memiliki kepercayaan yang sama dengan Hugo Barra dalam hal teknologi augmented reality dan virtual reality. Keduanya percaya bahwa teknologi itu akan menjadi platform komputasi besar di masa depan.
    • Oleh News

      Zuckerberg mengatakan realitas virtual adalah bagian penting bisnis masa depan perusahaan, terutama di saat teknologi menjadi semakin murah dan penggunaanya lebih mudah.
      Kepala eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg bersaksi di pengadilan federal Dallas, Selasa (17/1), dan menyangkal dugaan dari perusahaan pesaingnya bahwa teknologi realitas virtual unit Oculus milik Facebook adalah curian. 
      Zuckerberg, penemu salah satu perusahaan terbesar dunia itu, menghadapi interogasi publik yang sulit selama berjam-jam tentang dari mana Oculus mendapatkan ide-idenya dan seberapa banyak ia tahu tentang perusahaan rintisan itu ketika Facebook membelinya senilai US$2 miliar.
      Juri sedang mendengarkan pemaparan bukti dalam gugatan perdata dari penerbit permainan video ZeniMax Media Inc melawan Oculus tahun 2014, di tengah kesepakatan Facebook-Oculus. ZeniMax mengatakan bahwa Oculus secara ilegal menggunakan hak kekayaan intelektualnya untuk mengembangkan sistem realitas virtual yang mencakup headset Rift.
      Dalam argumen panas dengan pengacara ZeniMax Tony Sammi, Zuckerberg mengatakan kepada juri di ruang sidang yang padat itu bahwa teknologi tersebut bahkan belum sepenuhnya terbentuk ketika Facebook membelinya.
      "Memperbaiki teknologi tidak membuatnya jadi milik Anda," sergah Sammi. "Jika Anda mencuri sepeda saya, mengecatnya dan memasang bel, apakah itu menjadi sepeda Anda?"
      Zuckerberg, yang mengenakan jas warna gelap dan dasi garis-garis, menjawab, "tidak," tapi menambahkan: "Ide bahwa teknologi Oculus didasarkan pada ide orang lain adalah salah."
      Pendiri Facebook berusia 32 tahun itu telah membahas tentang realitas virtual sebagai bagian penting bisnis masa depan perusahaan, terutama di saat teknologi menjadi semakin murah dan penggunaanya lebih mudah.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi