Jump to content

Astronot Perempuan Italia Pertama


Recommended Posts

post-99-0-45881700-1416955624_thumb.jpg

Awak dari International Space Station (ISS) hadir dalam upacara sebelum peluncuran Soyuz TMA-15 M di Kazakhstan, Minggu (23/11/2014).

 

Roket Soyuz buatan Rusia yang membawa tiga awak sukses meluncur dari Baikonur Cosmodrome di Kazahkstan, Minggu (23/10/2014). Salah satu awak tersebut adalah Samantha Cristoforetti yang merupakan wanita pertama asal Italia yang pergi ke luar angkasa. Cristoforetti yang mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA) didampingi astronot dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Terry Virts dan kosmonot asal Badan Antariksa Federal Rusia (RKA) Komandan Soyuz, Anton Shkaplerov.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By qbonk
      Perusahaan-perusahaan besar Italia ada kemungkinan membangun pabriknya di Indonesia, kata mantan Perdana Menteri Italia Enrico Letta di Jakarta, Senin petang.
      "Itu juga menjadi keinginan kami untuk membangun pabrik di Indonesia khususnya dan ASEAN pada umumnya, hal tersebut akan dibahas dalam forum ekonomi yang akan datang dalam waktu dekat," ujar Letta.
      Letta mengungkapkan hal tersebut seiring dengan rencananya untuk menyelenggarakan forum ekonomi Italia-ASEAN di Jakarta dan Milan, Italia yang menurutnya bisa memperkuat hubungan dan meningkatkan kemungkinan investasi kedua belah pihak.

      Dalam forum yang direncanakan pertama kali dihelat di Jakarta pada Mei 2017 itu nantinya akan hadir pengusaha-pengusaha Italia dan menteri-menteri pemerintah Italia terkait dengan ekonomi yang akan menerima presentasi perwakilan negara-negara ASEAN untuk kemungkinan investasi dan sebaliknya ketika di Milan, kata Letta.
      Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dunia usaha khususnya dari Italia terkait potensialnya kawasan ASEAN untuk dunia usaha.
      Di Indonesia sendiri, kata Letta, Italia akan mengucurkan dana investasi yang tidak sedikit dalam berbagai bidang terutama infrastruktur, energi terbarukan, permesinan, mode, makanan, otomotif.
      "Juga beberapa sektor lainnya yang tidak bisa diungkapkan di sini, namun dari pertemuan saya dengan komunitas dunia usaha Italia, mereka mengaku sangat berminat berinvestasi dalam bidang lainnya," kata dia.
      Akan tetapi kepastian untuk pembukaan pabrik dari perusahaan-perusahaan raksasa Italia seperti Ferrari, Fiat, Parmalat atau Lamborghini itu belum bisa dipastikan untuk saat ini karena masih belum diketahui hasil dari forum ekonomi tersebut.
      "Namun saya harap nantinya hasil dari inisiatif ini adalah tidak hanya transaksi barang-barang saja tapi juga investasi dari kedua belah pihak terutama dengan Indonesia yang memainkan peran penting di ASEAN," tuturnya.
      Senada dengan dia, Duta Besar Italia untuk Indonesia Vittorio Sandalli juga menyebut dengan diadakannya forum ekonomi Italia dan ASEAN tersebut akan mendorong investasi dua belah pihak, terutama Indonesia sebagai mitra dagang terbesar kedua di Uni Eropa dan Italia untuk kawasan Asia Tenggara.
      "ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kedua untuk UE dan Italia sendiri dengan nilai kerja sama sekira USD10 juta, dan Indonesia sendiri memiliki nilai kerja sama 3,2 juta dolar AS. Dengan adanya forum ekonomi ini saya pikir akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia untuk memacu tingkat investasinya dan begitu juga sebaliknya," ucap Sandalli di lokasi yang sama.
    • By astro
      Tim penyelamat badan antariksa Rusia membantu astronot AS Kate Rubins keluar dari kapsul tak lama setelah mendarat dengan kapsul Soyuz MS milik Rusia sekitar 150 km sebelah tenggara kota Dzhezkazgan, Kazakhstan, Minggu, 30 Oktober 2016.
      Tiga astronot telah kembali ke Bumi dengan selamat setelah misi 115-hari dalam Stasiun Antariksa Internasional dimana Kate Rubins dari Amerika menjadi orang yang pertama melakukan “sequence DNA” di antariksa.
      Rubins, beserta Takuya Onishi dari Jepang dan Anatoly Ivanishin dari Rusia mendarat Minggu pagi di padang rumput dekat Dzhezkazgan, Asia Tengah.
      Setelah mereka dikeluarkan dari kapsul, ketiga astronot itu duduk di padang rumput yang dingin masih di kursi kapsul mereka sementara menyesuaikan tubuh mereka kembali pada kekuatan gravitas setelah hampir empat bulan berada di ruang bebas bobot. Mereka kemudian dibawa ke kemah medis untuk menjalani pemeriksaan.
      Dalam misi itu, Rubins dari NASA berhasil melakukan sequence sampel DNA tikus, virus dan bakteri sementara ilmuwan di Bumi secara serentak melakukan sequence sampel yang identik. Badan antariksa Amerika mengatakan eksperimen itu dapat membantu mengidentifikasi mikroba yang berbahaya di stasiun antariksa dan mendiagnosa penyakit di antariksa.
      Kosmonot Rusia Andrei Borisenko dan Sergey Ryzhykov, serta astronot Amerika Robert Shane Kimbrough masih tinggal dalam stasiun antariksa internasional. Ketiganya tiba di stasiun antariksa itu tanggal 22 Oktober. 
    • By berita_semua
      Pebalap Yamaha Movistar Jorge Lorenzo berhasil menjuarai MotoGP Italia 2016.

      Lorenzo terlibat persaingan sengit dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di lap terakhir. Kedua pebalap itu saling menyalip di beberapa tikungan.
      Tikungan terakhir Marquez berhasil menempati posisi pertama. Tapi Lorezo takp patah arang sebelum Marquez melewati garis finish.
      Lorenzo langsung membututi Marquez setelah tikungan terakhir sampai di jalur lurus, Lorenzo yang berjarak beberapa detik mengambil lajur kiri Marquez.
      Manambah kecepatan, Lorenzo akhirnya berhasil melewati garis finish lebih dulu dari Marquez. Sementara itu Valentino Rossi harus rela tak meraih posisi karena mesin motornya yang rusak. 
    • By pusat_indoindo

      Para astronot Apollo 10 mengaku mereka mendengar suara musik yang misterius dari sisi gelap bulan.
      Para astronot wahana antariksa Apollo 10 mengaku mereka mendengar 'suara musik' yang misterius dari bagian bulan yang gelap.
      Mereka tidak tahu pasti apakah mereka mendengar bunyi dan kebingungan apakah benar ada musik yang datang dari bagian belakang bulan.
      Mereka bisa mendengar dengung musik 'jenis bunyi luar angkasa' saat mereka melintasi bagian belakang bulan pada akhir tahun 1960-an dan mereka khawatir tak ada seorang pun yang akan mempercayai mereka.
      Suara-suara itu mulai muncul setelah kapsul Apollo 10 itu melintasi bulan selama 60 menit dan pesawat ulang alik itu berada di sisi terjauh bumi.
      Kisah ini diungkapkan menjelang pemutaran seri Nasa's Unexplain Files di saluran televisi Amerika, Science Channel.
      Dalam dokumenter ini terdengar para astronot, Eugene Cernan dan John Young mengatakan, "Kalian dengar itu? Suara siulan?"
      Astronot lainnya menimpali, "Jelas itu musik yang janggal."

      Suara musik misterius itu berlangsung selama kapsul Apollo 10 berada di bagian gelap bulan.
      Suara itu muncul selama hampir satu jam dan terekam, namun NASA menggolongkannya sebagai berkas rahasisa, dan baru merilis rekaman itu hingga tahun 2008.
      Peristiwa itu terjadi pada tahun 1969 ketika Apollo 10 mengorbit bulan.
      Program televisi yang akan diputar itu membahas berbagai hal yang mungkin menyebabkan suara-suara aneh itu, termasuk kemungkinan gangguan radio akibat medan magnet di atmosfer.
      Betapa pun, bulan tidak memiliki medan magnet dan tak memiliki cukup atmosfer untuk menghasilkan suara-suara itu.

      Pada tahun 1969, kapsul Apollo 11 jatuh dari ruang angkasa dan mendarat di Samudra Pasifik.
      Salah satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa suara itu merupakan 'interferensi antara gelombang radio VHF di modul bulan dengan yang di Modul Komando'.
      Michael Collins, pilot Apollo 11, mengatakan dia juga mendengar suara-suara saat terbang di sekitar sekitar sisi gelap bulan tapi diberitahu oleh para insinyur bahwa itu hanya interferensi radio.
      Dia mengatakan dalam bukunya, Carrying the Fire: An Astronaut's Journeys, bahwa suara-suara itu muncul ketika kedua radio dihidupkan di kedua modul dan berada dekat satu sama lain, tapi berhenti ketika modul mendarat di bulan dengan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di dalamnya.
×
×
  • Create New...