Jump to content

Jupe Sekarang Berobat Pakai BPJS


Recommended Posts

jupe-di-rumah-ibu_20170306_142223.jpg.da162c6a69ec586f186921843599cc24.jpg

Tak ada yang menyangka dengan kondisi Julia Perez saat ini.

Artis yang sering wara wiri di televisi, kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit.

Tubuhnya yang montok dan padat, kini mendadak menjadi kurus dan tak berlemak.

Berat badannya tinggal 45 kg.

Belum lagi kulitnya yang perlahan-lahan mengendur.

Tak hanya perubahan secara fisik, kondisi keuangan Jupe pun menurun drastis.

Tak ada lagi barang-barang mewah yang melekat pada tubuhnya.

Bahkan, demi sembuh, Jupe lebih mempercayakan dokter di Singapura.

Namun, itu dulu. Kini ia ‘menyerah’ dalam ekonomi.

Biaya yang dikeluarkan Jupe cukup besar ketika dirinya harus bolak balik ke Singapura.

Tak hanya biaya rumah sakit, penginapan dan akomodasi pun cukup menguras tabungannya.

Kini, Jupe memilih pengobatan di Indonesia lewat bantuan BPJS.

Untuk menutupi biaya hidupnya yang terus menghabiskan biaya tanpa ada pekerjaan manggung, Jupe memilih lewat jalur open endorse di akun Instagramnya.

“Juliaperez For endorsement ????management WA/SMS : +6281290900971 ???? info@julia-perez.com ????Youtube: JuliaPerezTV LAWYER?? www.julia-perez.com,” begitulah kira-kira biografi yang ada di akun Instagram Jupe.

Setidaknya, endrose salah satu cara Jupe untuk menutupi hidupnya yang kini tidak berpenghasilan.

Hebatnya, Jupe tak pernah menyerah.

Ia selalu terlihat semangat, meski sedang berjuang penyakit kanker serviks stadium  4.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By purwa_weheb
      Gara-gara pandemi virus corona, semua kebijakan pemerintah yang harusnya berjalan jadi terganggu atau bahkan sampai batal.
      Semua dana yang sudah dianggarkan pemerintah harus kembali dilarikan untuk menumpas habis virus corona dari Indonesia.
      Meski dibuat kocar-kacir, pemrintah juga membuat kebijakan baru atau merevisi kebijakan karena adanya corona.
      Dampak yang paling terasa selama pandemi Covid-19 belum usai ini adalah ekonomi.
      Sektor ekonomi di Indonesia hampir semuanya merosot tajam, terleih lagi ekonomi menengah ke bawah.
      Maka dari itu, pemerintah memberikan banyak bantuan, mulai dari pemotongan 50 persen untuk membayar listrik.
      Baru-baru ini, kebijakan juga diberlakukan bagi BPJS.
      Setelah sempat mendapat wacana kenaikan tarif BPJS, MA resmi membatalkan kenaikan tarif kenaikan BPJS.
      Putusan MA dengan Nomor 7P/HUM/2020 yang membatalkan iuran jaminan kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP) BPJS Kesehatan.
      Keputusan MA ini resmi akan berlaku per 1 April.
      "Pemerintah menghormati keputusan MA. Prinsipnya, pemerintah ingin agar keberlangsungan JKN terjamin dan layanan kesehatan pada masyarakat dapat diberikan sebagai bentuk negara hadir," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2020).
      Dengan adanya keputusan MA ini, iuran BPJS yang semula akan kembali seperti semula.
      Jumlah iuran BPJS kembali seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
      Iuran untuk kelas III yang naik menjadi Rp 42.000 kembali menjadi Rp 25.500, kelas II dari Rp 110.000 menjadi Rp 51.000, dan kelas I dari Rp 160.000 menjadi Rp 80.000.
      Bagaimana dengan kelebihan dari iuran bulan-bulan lalu?
      Sesuai kata Muhadjir, kelebihan iuran dari bulan lalu akan dibayarkan untuk iuran bulan selanjutnya.
      "Kelebihan iuran yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya," kata Muhadjir.
    • By berita_semua
      Kepulangan Yulia Rachmawati alias Julia Perez, Sabtu (10/6/2017), masih menyisakan duka hingga kini bagi sebagian orang.
      Sebelumnya, Julia Perez (Jupe) telah berjuang melawan penyakit kanker yang ia derita sejak tahun 2014.
      Namun di tengah perjuangannya itu, aktris serba bisa ini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat setelah beberapa bulan dirawat di sana.
      Ia meninggal dunia pada usia 36 tahun pukul 11:12 WIB akibat menderita kanker serviks.
      Meninggalnya Julia Perez turut mengundang duka untuk rekan sesama artisnya.
      Tercatat, sederet selebriti papan atas hingga publik figur ikut melayat di rumahnya.
      Pasca kepergian Jupe, ingatan tentangnya kemudian menghiasi layar pemberitaan.
      Mulai dari kenangan akting Jupe di masa lampau, hingga pesan dan kesan dari orang yang pernah dekat dengannya.
      Belakangan ini internet kembali dihebohkan dengan rekaman yang memperlihatkan Julia Perez kala masih hidup.
      Yang bikin heboh, karena dalam video itu Jupe beradu akting dengan Olga Syahputra.
      Kini keduanya sudah tiada, namun video ini masih jadi pembicaraan khalayak ramai.
      Diketahui, Olga Syahputra terlebih dahulu meninggalkan Jupe, tepatnya 27 Maret 2015 lalu di Singapura akibat penyakit radang otak.
      Tetapi semasa hidup keduanya sempat menghibur penonton lewat acara Pesbukers di ANTV.
      Video itu belakangan jadi viral di YouTube setelah diunggah oleh akun Asal Viral, 16 Juni 2017 lalu.
      Dalam video itu memperlihatkan kompilasi rekaman saat Jupe dan Olga melawak bareng.
      Tetapi yang menyita perhatian adalah ucapan Olga kepada Jupe dalam salah satu scene.
      Tampak Olga dan Jupe saling mengatai satu sama lain, mereka membahas sosok pria yang saat itu dekat dengan Jupe, Gaston Castano.
      Ketika itu hubungan Jupe dengan Gaston memang sempat tak disetujui orang tua Jupe, Sri Wulansih.
      ".....ngelawan si lo sama orangtua. Ndablek," kata Olga kepada Jupe.
      "Apa kata orangtua lo, lo enggak nurut. Ama laki lo, lo nurut."
      "Mau ngasih makan apaan tu laki sama lo? Lo sakit, laki lo mau enggak ngobatin lo? Entar lo sakit, emak lo entar yang ngobatin lo," ujar Olga menasehati Jupe.
      Kontan perkataan mendiang Olga Syahputra ini menarik perhatian netter di YouTube.
      "Betul jga ya yg dikatakan alm olga .. kalo jupe sakit yg ngobatin ibunya bkn laki nya ...," tulis akun Masrul Ibnaz.
      "Kata katanya menjadi nyata ucapan jupe ama olga," komentar akun Silvy Agis.
      "tp tanpa di sadari omongan olga bnr ea," tulis akun Diana Yanti.
      Dalam waktu lima hari setelah diunggah, video itu sudah disaksikan sebanyak 118 ribu kali lebih.
      Nah, bisa saja omongan Olga saat itu hanya kebetulan.
    • By c0d1ng
      Duka kembali menyelimuti dunia hiburan di Tanah Air. Artis Julia Perez alias Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada Sabtu (10/6/2017). Jupe menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama lima bulan.
      Sebelum meninggal dunia, Jupe sempat menjalani operasi. Bahkan, Ruben Onsu, sahabatnya itu mengumumkan jika Jupe membutuhkan darah golongan A+. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami kekurangan darah A+ pada April 2017 lalu.
      Pada pertengahan April 2017, Jupe sempat dikabarkan kritis. Hal itu yang membuat para artis mengunjungi Jupe di RSCM, termasuk mantan suaminya, Gaston Castano. Saat itu Jupe sempat menjalani cuci darah.
      Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks stadium empat yang dideritanya. Penyakit ganas yang diderita Jupe sejak September 2014. Saat itu ia mengungkapkan mengidap kanker serviks. Untuk mengobati penyakit tersebut, ia harus bolak-balik berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura. Jupe menjual rumah dan mobilnya guna pembiayaan penyakit yang dideritanya.
      Jupe sempat menjelaskan, dirinya mengidap kanker stadium 2 dan harus menjalani operasi. Belakangan, ia meralat pernyataan itu jika dirinya mengidap kanker stadium 1B. Ia sempat menjalani kemoterapi, operasi, hingga radiasi di Singapura.
      Kabar bahagia sempat datang pada Januari 2015. Saat itu Jupe menjelaskan sembuh total dari kanker serviks. Dalam sebuah kesempatan, ia menggunduli rambutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker. Ia kemudian aktif melakukan kampanye memerangi kanker.
      Kondisi kesehatan Jupe kembali bermasalah pada Juni 2016. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember 2016 Jupe menjelaskan, kanker yang dideritanya sudah masuk stadium 4. Akibat besarnya biaya pengobatan, Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Bandung 2013 itu sempat dikabarkan bangkrut. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan akibat kanker serviks stadium 4, kondisi Jupe makin menurun. Hal itu disampaikan Nia Anggia, adiknya.
      Bersama Ria Irawan dan suaminya, Jupe menunaikan ibadah umrah awal 2017. Ia berharap kondisinya makin membaik. Pulang umrah, kondisi Jupe tak menunjukkan perubahan. Apalagi, ia juga harus berurusan masalah hukum dengan Nikita Mirzani.
      Pada Februari 2017, Jupe mulai dirawat secara intensif di RSCM. Sejumlah selebriti berdatangan untuk mendoakan demi kesembuhan Jupe. Dukungan demi kesembuhan Jupe juga disampaikan para netizen. April 2017, kondisi Julia Perez kian memprihatinkan. Kondisi yang sama kembali terjadi pada awal Juni 2017 hingga menjalani operasi. Selamat jalan Julia Perez.
    • By berita_semua
      "Komunikasi terakhir, dia cuma kepengin banget pulang sih, itu yang dia bilang. Saat itu dia bilang pengin pulang, pengin ketemu sama keponakan-keponakannya," ungkap Nia Anggia di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017) malam.
      Ingin menuruti keinginan Julia Perez, keluarga kemudian mendatangkan keponakan Julia Perezke rumah sakit.
      "Makanya hari ini saya bawa semua keponakannya. Saya minta izin sama rumah sakit, alhamdulillah rumah sakit mengizinkan. Dia senang ketemu keponakan-keponakannya," kata Nia Anggia.
       
    • By iiee

      Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah dinilai berhasil melindungi lebih dari 155 juta penduduk Indonesia atau sekitar 60 persen dari keseluruhan penduduk di Nusantara. Namun, BPJS Kesehatan yang merupakan badan yang dipercaya untuk mengurus program JKN, masih dinilai tidak baik dan tidak efektif dalam pelaksanaannya di lapangan.
      Bisa dilihat dengan banyaknya pemberitaan mengenai kualitas pelayanan klaim BPJS Kesehatan yang tidak memuaskan di beberapa rumah sakit. Hal tersebut disebabkan oleh defisit keuangan JKN. Untuk melindungi 60 persen peserta BPJS Kesehatan, dana total untuk belanja kesehatan penduduk Indonesia hanya 20 persen saja.

      Itu berarti tingkat perlindungan masih rendah, yaitu hanya sepertiga saja. Tidak heran jika kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih buruk. Dr. Togar Sialagan, MM, M.Kes, Kepala Litbang BPJS Kesehatan mengatakan, kurang maksimalnya pelaksanaan program ini karena masalah defisitnya anggaran.
      "Pemasukan dari iuran setiap tahun sudah dinaikan, tetapi masih saja terjadi defisit," katanya saat ditemui diacara 'Diskusi Kaleidoskop Kesehatan 2015, Jaminan Kesehatan dan Rokok' di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu, 23 Desember 2015.
      Ia juga menambahkan salah satu penyebab terjadinya defisit karena banyak pengguna yang menggunakan rujukan ke rumah sakit besar untuk masalah kesehatan yang ringan, seperti influenza dan flu. Menurut Prof. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH selaku Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, selain masalah itu, banyak para pegawai BPJS Kesehatan dan pejabat pemerintah yang tidak menggunakan JKN. Malahan menggunakan asuransi swasta.
      "Harusnya para pejabat pemerintah dan karyawan BPJS menggunakan JKN, untuk memahami dan mengetahui baik atau buruknya layanan tersebut," ujarnya saat ditemui di acara yang sama.

      Ia menambahkan dengan pemahaman dan penghayatan, diharapkan dapat membuka mata mereka dan mau mengupayakan dana yang mencukupi untuk meningkatkan kualitas JKN. Hasbullah juga memberikan solusi untuk menutupi defisit dari JKN tersebut dengan menaikan harga dan cukai rokok yang nantinya dialirkan untuk menutupi defisit dan memperbaiki kualitas JKN.
      Pihaknya telah melakukan survei kepada pengguna BPJS Kesehatan yang merokok. Isinya menunjukkan bahwa kenaikan harga rokok sebesar 30 persen atau menjadi Rp20.000 per bungkus tidak akan mengurangi konsumsi masyarakat terhadap rokok.
      "Para responden setuju menaikan harga dan cukai rokok untuk membiayai defisit BPJS Kesehatan," tambahnya. Ia yakin mekanisme ini adalah cara yang paling andal untuk meningkatkan dana JKN. 
×
×
  • Create New...