Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
berita_semua

7 Pekerjaan Paling Aneh yang Cuma Ada di Jepang

Recommended Posts

Jepang memang tak pernah lepas dari sorotan.

Apa pun yang berkaitan dengan negara sakura ini selalu menarik untuk dibahas.

Satunya adalah masalah pekerjaan.

Ada banyak lapangan pekerjaan yang bisa kamu dapatkan di Jepang.

Mulai dari pekerjaan normal seperti guru, akuntan, dan tour guide.

Sampai pekerjaan yang tak biasa.

Sebut saja pelatih ninja, penyusun botol atau tamu pernikahan palsu.

Dari laman tokyofromtheinside.com berikut pekerjaan paruh waktu paling aneh yang hanya ada di Jepang.

1. Penyusun botol di mesin penjual otomatis

tumblr_leuwe1dLff1qach3io1_500.jpg.1cc583407ab42110f76e241a87fba968.jpg

Ada lebih dari 5,5 juta mesin penjual otomatis di Jepang.

Masalah terbesar yang biasa dialami produsen mesin adalah menempatkan botol yang di mesin.

Biasanya mereka akan menggunakan alat berjalan yang otomatis memasukkan botol ke mesin.

Tapi ada saja botol yang tidak sengaja jatuh tergeletak, dan tugas pekerja paruh waktu hanya meletakkan botol itu kembali seperti semula.

Mudah bukan?

Gajinya bisa mencapai 20 ribu yen atau setara 2,3 juta.

2. Tamu pernikahan palsu

19349476_304.jpg.3d72e0f0ec6cb6e3e5783a3a90e4e386.jpg

Mereka biasanya digunakan untuk memperlihatkan jika pengantin memiliki teman yang banyak.

Tak sebatas tamu pernikahan, mereka juga bisa muncul dalam pertemuan resmi untuk meramaikan acara.

3. Pelatih ninja

Ninjas-Promote-Tourism-Job-Japan-NINJA0316.thumb.jpg.32bfe397aeb4e977966d447a753eac29.jpg

Mengingat semakin menurunnya jumlah praktisi ninja di Jepang.

Maka sebuah iklan muncul dan menawarkan pekerjaan sebagai pelatih ninja.

Dan ninja di sini biasanya disewa untuk meramaikan pertunjukan atau taman hiburan.

4. Penjaga balon

561b585d5f5c4.jpg.6b40c6a4add9d64d2ee20ef0f47331bc.jpg

Tugas mereka sederhana.

Yakni menjaga balon ditempelkan iklan agar bisa terbang sesuai jalurnya.

5. Co sleeping

japan04.thumb.jpg.f3408617c19f559d6b027ba0c4a9b1e1.jpg

Sesuai namanya, tugas mereka menemani pelanggan tidur bersama.

Layanan ini menawarkan pelanggan bisa tidur di pangkuan, berbincang, dan memegang tangan saat tidur.

Biasanya disediakan bagi mereka yang kesepian di rumah.

6. Narabiya

561b58e2495e9.jpg.7800b3c0bb58f3ebea44c4e71ea8bb19.jpg

Pekerja paruh waktu ini mengkhususkan diri dalam antrian.

Baik itu tiket konser atau game terbaru.

Mereka akan membantu kamu untuk antri sementara kamu bisa melanjutkan pekerjaan.

7. Pacar bayaran

tumblr_nl77yvVB141u8cizpo1_1280.thumb.jpg.cfab24b876a1ab75ed2c3f8e21227882.jpg

Kencan romantis di Disney Land atau hanya ingin bisa berbaring di pelukan seorang pria?

Jasa pacar sewaan ini bisa melakukannya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Kasus pertama terinfeksi virus corona, diduga kuat gara-gara tersebar lewat uang dan dibenarkan oleh seorang spesialis ahli penyakit menular Jepang.
      "Jika Anda menyentuh dengan tangan dengan virus, saya pikir ada risiko infeksi jika orang lain menyentuh tagihan," ungkap Spesialis dalam Penyakit Menular Hideomi Nakahara, Ph.D. kepada Fuji TV, Kamis (27/2/2020).
      Penelitian di luar negeri telah menunjukkan bahwa virus influenza pada tagihan uang kertas menurutnya sempat bertahan selama lebih dari dua minggu.
      "Koin, seperti halnya uang kertas, meningkatkan risiko kita terinfeksi apabila menyentuh benda lain dengan tangan," ujar dia.
      Di Jepang sejak minggu lalu sudah ada kekhawatiran tentang menyentuh uang tunai saat berbelanja termasuk menyentuh barang belanjaan juga bisa menularkan infeksi virus corona.
      Melihat supermarket, setelah pembeli membayar, kebanyakan orang menggunakan tangan mereka menyentuh uang dan belanjaan untuk mengemas makanan.
      "Saya pikir mencuci tangan selalu dan mendisinfeksi tangan sendiri adalah cara paling penting untuk melindungi diri dari infeksi virus," tambah Dokter Nakahara.
      Pada 26 Februari, baru diketahui bahwa seorang karyawan Bank of Mitsubishi UFJ di Kota Konan Perfektur Aichi telah terinfeksi virus corona baru.
      Tanggal 25 Februari staf bank tersebut sudah mengalami panas tubuh lebih dari 37,5 derajat namun tetap bekerja di bank tersebut.
      Petugas bank hari ini menjelaskan kepada para nasabahnya, "Karena ada yang terinfeksi jadi banyak tempat harus di disinfektan, apakah berkenan?" tanya petugas bank kepada nasabah yang masuk yang menyarankan juga menggunakan semprotan disinfektan pada tangan semua nasabah yang masuk bank tersebut.
    • By keenion
      Jepang adalah salah satu negara yang dipuji memiliki budaya jujur yang tinggi. Barang-barang yang hilang atau tertinggal di tempat umum akan dikembalikan kepada pemiliknya. Semua itu sudah diajarkan sejak dini di sekolah-sekolah Jepang.
      Jake Adelstein baru selesai makan siang dan berencana untuk membeli pancake. Ketika hendak mengambil uang, ia baru menyadari jika dompetnya terasa ringan dari biasanya. Padahal ia baru dari mesin ATM dan menarik uang tunai 100.000 yen.
      Saat diperiksa ternyata uang tersebut tak ada dalam dompet. Merasa ada sesuatu yang janggal ia pun menelepon operator bantuan ATM dan menanyakan terkait transaksi di ATM, akan tetapi menurut operator itu tak ada informasi mengenai transaksi itu. Ia pun disarankan untuk melapor ke polisi.
      Jake kemudian membuat sebuah laporan kehilangan di kantor polisi Shibuya dan menceritakan kembali kejadiannya kepada salah seorang polisi. Setelah selesai, polisi tersebut memberi Jake nomor kasus yang ia laporkan dan meminta Jake untuk tidak menghilangkannya.
      Keesokan harinya, pada pukul 10 pagi, ia mendapat telepon dari Kantor Polisi Shibuya untuk datang ke stasiun untuk mengambil uangnya dengan membawa identitas diri. Jake pun menuju ke tempat yang disebutkan oleh polisi tersebut dan setelah mengisi selembar kertas, uangnya pun dikembalikan.
      “Saya ingin meninggalkan hadiah untuk orang yang menyerahkannya (uang),” kata Jake.
      Namun, petugas tersebut menjawab bahwa orang yang menemukan uang tersebut menolak untuk mengklaim hadiah dan merahasiakan siapa yang menemukan. Mark Kareles pendiri Mt. Gox Co yang merupakan bursa Bitcoin terbesar di dunia yang kolaps pada 2014 itu juga mengagumi kejujuran sebagian besar orang Jepang.
      “Ketika saya pertama kali tiba (di Jepang), terkadang saya meninggalkan laptop saya di bangku taman dan saya kagum bahwa barang itu akan tetap ada saat saya kembali. Atau orang akan mengejar saya dengan laptop dan mengembalikannya,” ujar Mark.
      Untuk kenyamanan penduduknya Jepang memang membentuk Lost and Found Centre yang menjadi pusat barang-barang hilang. Tak hanya uang atau dompet, polisi Tokyo juga akan menindak kehilangan payung, syal atau sarung tangan termasuk penemuan uang 1 atau 5 yen.
      Ketika seseorang kehilangan barang di Jepang, biasanya mereka langsung datang ke Lost and Found Center. Barang-barang yang hilang akan disimpan selama 3 hingga 4 hari lalu setelah itu akan diserahkan Metropolitan Police Lost & Found Center yang berada dekat stasiun Lidabashi.
      Sarung tangan, payung hingga syal yang tertinggal di metro atau tempat umum dapat ditemukan di tempat itu. Asalkan harus melaporkan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti kepemilikan barang serta identitas diri. Jika ingin meminta orang lain yang untuk mengambil barang yang hilang di Lost and Found Center, maka mereka harus membuat surat kuasa untuk dibawa oleh orang yang diminta untuk mengambil barang tersebut.
      Pada 2016, Tokyo Metropolitan Police Department's Lost and Found Center menangani sejumlah uang yakni sekitar 3,67 miliar yen atau setara 32 juta dolar AS yang hilang. Dalam prosesnya, menurut pihak kepolisian Tokyo, sekitar tiga perempat dari total uang yang hilang itu berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
      Benda sepele seperti payung yang ketinggalan di tempat publik atau di metro juga ditangani oleh kepolisian setempat. Di tahun yang sama, pihak Lost and Found Center menangani 381.135 payung. Mereka yang menemukan atau kehilangan uang 1 hingga 5 yen pun akan ditangani oleh pihak kepolisian.
      Anak-anak juga dibiasakan untuk melakukan hal jujur tersebut. Seperti yang dilakukan Mayako Matsumoto yang mengembalikan sebuah dompet berisi sekitar 100 dolar AS kepada pihak kepolisian dengan ditemani oleh ibunya. Pihak kepolisian mengapresiasi kejujuran Mayuko dengan memberinya imbalan beberapa permen. Kebiasaan itu tak terjadi secara tiba-tiba namun melalui pendidikan sejak dini.
      “Sekolah di Jepang memberi kelas terkait etika dan moralitas, dan siswa belajar membayangkan perasaan orang-orang yang kehilangan barang atau uang mereka sendiri. Jadi tak jarang melihat anak-anak membawa koin 10 yen ke kantor polisi itu, kata seorang profesor di Kansai University, Toshinari Nishioka.
      Selain itu, ada aturan yang menaungi terkait barang-barang yang hilang. Undang-Undang Jepang pada pasal 28 dari Lost Property Act menyatakan bahwa seseorang yang telah kehilangan barang harus membayar kepada para penemu antara 5 hingga 20 persen dari nilai barang yang ditemukan. Namun, hadiah itu hanya bisa diklaim dalam jangka waktu satu bulan. Tapi tak jarang juga mereka yang menemukan tak meminta imbalan.
      Dalam beberapa laporan menyebutkan tindakan kriminal di Jepang terutama perampokan menurun dari 5.988 kasus di tahun 2005 menjadi 3.056 kasus di tahun 2014. Atau jika dihitung per populasi yakni 4,72 kasus per 100.000 populasi di tahun 2005 turun menjadi 2,41 kasus per 100.000 populasi di tahun 2014.
      Laporan lain yakni dari United Stated Department of State Bureau of Diplomatic Security juga memberi status kriminal di Jepang pada level rendah atau low. Status itu berlaku untuk semua jenis tindak kriminal, termasuk kondisi dan keamanan transportasi yang baik.
      Bagaimana dengan Indonesia? Kejujuran memang masih ada di negeri ini tapi hanya bagi segelintir orang. Putri, penulis di salah satu media di Indonesia pernah kehilangan dompet di salah satu angkutan umum di Jakarta, sekitar tiga tahun lalu. Putri kemudian melapor kasus kehilangan itu ke pihak yang berwajib namun hingga saat ini, dompet tersebut tak kembali kepadanya.
      Dompet yang di dalamnya terdapat kartu identitas yang dapat memudahkan dalam mendapat petunjuk sang pemilik saja jarang dikembalikan, bayangkan barang seperti payung, syal, atau sarung tangan yang tentu tak ada identitas pemilik yang menempel di barang tersebut.
      Mereka yang berjalan di tempat umum kadang menjadi target dari para tangan nakal alias pencopet. Belum lagi tindakan perampokan yang berujung pada pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Kasus perampokan di Indonesia dari 9.742 pada 2008 naik menjadi 11.758 kasus di tahun 2014.
      Jika melihat ke Jepang, faktor pendidikan terkait kejujuran sudah dilakukan sejak dini menjadi salah satu faktor penting, sedangkan Indonesia hingga saat ini masih memperdebatkan terkait sistem pendidik full day school. Upaya tersebut diwacanakan untuk meningkatkan pendidikan karakter dari siswa siswi di Indonesia. Basisnya adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air.
      Namun, sistem ini dikatakan tak tepat jika dilakukan di wilayah pedesaan dengan berbagai alasan. Sehingga masih banyak PR terkait pendidikan bagi pemerintah Indonesia, termasuk pendidikan terkait kejujuran.
    • By Aladin
      Menjadi seorang pramugari adalah impian sebagian besar wanita. Penghasilan yang tinggi dan travelling ke mana mana menjadi salah satu sebab pekerjaan ini menjadi impian banyak wanita.
      Namun baru baru ini, seorang mantan pramugari Singapore Airlines membuat sebuah cerita saat menjadi awak kabin pesawat yang penuh penderitaan. Nama wanita ini adalah Hillary, dia membuat tulisan ini untuk memperingati satu tahun nya dia keluar dari Singapore Airlines.
      Dia mengatakan, sebagai Pramugari, pendapatannya dibilang sangat tinggi. Dia menerima minimal SGD$3.300 atau sekitar 32jutaan rupiah, kalau musim liburan, bisa mencapai SGD$4.700 atau sekitar 46jutaan. Tapi dia mengatakan apa yang didapatkannya ini justru bertolak belakang dengan apa yang dia rasakan.

      Saat dia masih bekerja dahulu, dia sering sekali mendapat banyak perlakuan tidak menyenangkan. Muali dari lembur berlebihan, dilecehkan penumpang, serta gaya hidup hedonis dan rusak yang mengintai setiap saat.
      Dia mengakui, perasaannya saat itu ada di tengah tengah antara cinta atau benci dengan pekerjaan ini. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk benar benar berhenti dari pekerjaannya sebagai pramugari.
      “Sekarang saya sudah tidak terbang. Saya merasa umur saya lebih muda 10 tahun. Setelah saya berhenti, orangtua saya berkata saya telah kembali menjadi diri saya sendiri. Saya menjadi tidak mudah kesal, tidak mudah marah dan kembali menyenangkan,” ujar Hilary.

      “Saya punya hubungan antara cinta-benci dengan pekerjaan ini. Tidak diragukan, ini terlihat begitu glamor dan menyenangkan sebagai awak pesawat, Anda bisa belanja di Paris, pergi ke Amerika Serikat, sarapan di Tokyo, dan makan siang di LA (Los Angeles) tapi pekerjaannya sungguh sulit. Awak pesawat bekerja sangat keras demi uang!” katanya.
      Akhirnya Hilary merasa bahagia setelah memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai pramugari Singapore Airlines. Saking kerasnya tekanan yang dialaminya, Hilary mengaku pernah sampai menangis. Ia pun sampai tidak ingin bekerja.

      “Saya menangis karena saya takut pergi kerja… Pekerja dengan jam kerja intensif tanpa henti bisa Anda temukan di London. Saya juga tidak ingin jauh dari keluarga saya,” terangnya.
      Beberapa orang mengatakan kalau dia ini manja, tapi beberapa orang memuji apa yang dia katakan. Menurut anda?
    • By iiee
      Pada bulan November 1988, Cowok A (18 tahun), Cowok B (jo kamisaku umur 17, kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), Cowok C (umur 16), dan Cowok D (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap Furuta, siswi kelas 2 SMU dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan dirumah yang dimiliki orang tua Cowok C.
      Untuk menghindari pengejaran polisi, Cowok A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah dengan teman-temannya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat Furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok–cowok itu ketika orangtua C, pemilik rumah sedang ada dirumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali–kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka tidak melakukan apa-apa meskipun mereka tau kalau selama ini Furuta disiksa, karena mereka takut kalau Cowok A akan menyiksa mereka. Cowok A saat itu adalah pemimpin Yakuza kelas rendah dan telah mengencam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.
      Menurut kesaksian para cowok itu dipersidangan, mereka berempat memperkosa Furuta, memukulinya, memasukan macam-macam ke dalam vaginanya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinnya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam anusnya dan meledakanya, memaksa Furuta untuk masturbasi, memotong pentilnya dengan tang, menjatuhkan barbell ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman karena dia berusaha menelepon polisi). Pada sebuah titik luka Furuta sangat parah hingga menurut salah satu cowok itu, Furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkinan kalau 100 orang tau kalau mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi hal ini tidak jelas artinya apa 100 orang itu hanya tau atau mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Cowok-cowok itu menolak membiarkan Furuta pergi, walau Furuta seringkali memohon pada mereka untuk membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.
      Pada tanggal 4 Januari 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan salah seorang cowok itu main mahyong, keempat cowok itu memukuli Furuta dengan barbell besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tangannya, perutnya, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Dia meninggal tak lama kemudian hari itu karena shock. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka tidak menyadari betapa parah luka yang dialami Furuta, dan mereka percaya kalau Furuta hanya berpura-pura mati.
      Para pembunuh itu menyembunyikan mayatnya di drum 55 galon dan memenuhinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di kota Tokyo.
      Penahanan dan Hukuman
      Para cowok itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yag dilakukan oleh yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab.” Mereka juga menerbitkan Nama asli Furuta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat nafsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu, (entah benar atau tidaknya) menurut persidangan.
      Keempat cowok itu diberi keringanan dengan dinyatakannya bersalah dengan tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, dibandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua cowok A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta.
      Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia dibebaskan di bulan agustus 1999. di bulan juli 2004, Kamisaku ditangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia pikir membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga membanggakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenalannya itu. Kamisaku dihukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli. *Memukuli 7 tahun penjara, menyiksa Furuta sampe mati dipenjara 8 tahun? Mati aje loo*
      Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuannya, dan bergabung dengan grup masyarakat melawan orangtua Cowok C yang rumahnya dijadikan tempat penyekapan. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh itu tidak cocok dengan para cowok-cowok yang ditangkap), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa tidak ada bukti berarti tidak ada kasus atau dakwaan. Ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut memukuli Furuta.
      Satu dari yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta sekarang bebas. Setelah membuat Junko Furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang.
      Semua hal menakutkan setengah mati ini dilakukan pada Junko Furuta dan dikumpulkan melalui sidang di Jepang dan blogs dari 1989. Mereka menunjukan kalau sakit yang dialami Junko Furuta dialami bertubi-tubi sebelum akhirnya dia meninggal. Semua ini terjadi dengannya sewaktu dia masih hidup, memang sangat mengganggu tapi inilah kenyataanya.
      Kronologis
      Hari 1 (22 November 1988)
      Penculikan Dikurung sebagai tahanan rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok. Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya) Dipaksa menelepon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman Kelaparan dan kekurangan gizi Diberi makan kecoak dan minum kencing Dipaksa masturbasi Dipaksa striptease didepan banyak orang Dibakar dengan korek api Memasukan macam-macam *dari yang kecil sampe yang besar yang tidak bisa dibayangkan* ke vagina dan anusnya Hari 11 (1 Desember 1988)
      Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai *itu loh yang isinya pasir buat tinju* sarana untuk ditinju Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut Barbell dijatuhin ke perutnya Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu) Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka. Hari 20 (10 Desember 1989)
      Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki Dipukuli dengan tongkat bamboo Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut Tangan di penyet *dipukul supaya gepeng* dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah Dipukulin dengan tongkat dan bola golf Memasukan rokok ke dalam vagina *mungkin maksudnya dijadiin asbak, dimatiin di vagina dan abunya dibuang kedalam* Dipukulin dengan tongkat besi Saat itu musim dingin bersalju *dingin pasti minus* disuruh tidur di balkon Tusuk sate dimasukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan Hari 30
      Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya Lapisan mata dibakar korek api Dadanya ditusuk-tusuk jarum Pentil kiri dihancurkan dan dipotong dengan tang Bola lampu panas dimasukin vagina Luka berat di vagina karena dimasukin gunting Tidak bias pipis dengan normal Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk menggunakan kamar mandi Gendang telinga rusak parah Ukuran otak menciut sangat sangat banyak Hari 40
      Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikan penderitaannya 1 January 1989 Junko tahun baruan sendirian Tubuhnya dimutilasi Tidak bisa bangun dari lantai Hari ke 44
      Para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar. Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop. Junko Furuta meninggal pada hari itu juga dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Gag ada yang bisa ngalahin 44 hari penderitaan yang udah dia alamin. Junko Furuta meninggal pada hari itu juga dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Gag ada yang bisa ngalahin 44 hari penderitaan yang udah dia alamin.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy