Jump to content
Sam

Philae mengebor komet, sementara baterai akan mati

Recommended Posts

post-1-0-64490200-1416128268_thumb.jpg

Baterai pada wahana penjelajah Philae di komet 67/P akan segara mati.

 

Wahana peneliti Philae mengebor permukaan komet 67/P, sementara muncul kekhawatiran baterainya akan mati beberapa jam lagi.

 

Para peneliti di Badan Angkasa Luar Eropa (ESA) mengatakan alat pengeboran tersebut segera ditempatkan meskipun berisiko menggoyahkan posisi Philae.

 

Para ilmuwan berharap mereka juga mendapatkan sampel untuk dianalisis di laboratorium di dalam robot tersebut.

 

Dua alat lain telah ditempatkan semalam termasuk sebuah termometer untuk mengukur suhu komet.

 

Jika baterai mati, berbagai temuan tersebut kemungkinan tidak akan mencapai bumi.

 

Manajer pendaratan Philae, Stephan Ulamec, mengatakan," Pengeboran dijalankan hari ini, kita akan mengetahuinya malam ini apakah akan berhasil mengambil sampel dan membawanya ke oven."

 

Tim ESA mengatakan panel matahari pada Philae mendapatkan sinar matahari dalam jumlah kecil, tetapi tidak cukup kuat untuk jangka pendek.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By keenion

      Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim objek tak terjelaskan yang mengorbit di bintang jauh itu sebenarnya adalah segerombolan komet. Penjelasan ini menepis tentang pengamatan pengamatan astronomi misterius yang menunjukkan adanya “megastruktur alien”.
      Pakar astromoni telah melatih NASA Spitzer Space Telescope di KIC 8462852 atau juga dikenal dengan Tabby Star yang telah membingungkan ilmuwan sejak mereka melihat cahaya redup secara dramatis tidak pernah dilihat sebelumnya.
      Pengamatan ini mendorong sebagian kalangan mengusulkan struktur besar yang disebut Dyson Sphere telah terjadi di sekitar Matahari untuk memanfaatkan energi. Akan tetapi, NASA kini mengklaim peredupan mungkin hanya disebabkan bintang yang mengorbit Tabby Star.
      NASA sendiri tidak yakin bila ini benar-benar terjadi dan berencana membuat pengamatan lebih dalam. “Kami mungkin belum tahu apa yang terjadi di sekitar bintang ini,” kata Massimo Marengo dari Iowa State University. “Tetapi, itulah yang membuatnya begitu menarik,” tambahnya.
      Astronom Jason Wright dari Penn State University mengungkapkan bahwa objek misterius itu sebenarnya adalah megastruktur alien yang dirancang untuk memanfaatkan energi dari bintang. Dia mengatakan, “Alien harus selalu manjadi hipotesis terakhir pertimbangkan Anda.”
      Tabby Star berjarak sekira 1.480 tahun cahaya dari Bumi yang berarti manusia tidak akan bertemu penghuni dari tempat jauh itu dalam waktu dekat. Awal bulan ini, top astronom di luar Bumi menolak untuk mengesampinkan posibility bahwa megastruktur alien teresebut mengorbit Tabby Star ini.
      Sementara Seth Shostak, direktur Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, mengungkapkan bahwa timnya tidak bisa menyangkal teori struktur buatan besar yang menyebabkan pola cahaya misterius terlihat di sekitar bintang yang jauh.
    • By iiee
      Ditemukan molekul organik awal penciptaan kehidupan bumi.
       
      Setelah mendarat di komet 67P/CG, robot Philae bergerilya mengirimkan data ke badan antariksa Eropa (ESA). Robot kecil itu diklaim telah menemukan molekul organik di komet tersebut.
       
      Molekul organik itu dianggap sebagai hal yang esensial untuk kehidupan. Ini ditemukan di dekat permukaan komet tempat Philae mendarat.
       
      Dilansir The Guardian, Rabu 19 November 2014, pesawat itu harus mengirimkan bukti-bukti adanya senyawa terdiri dari karbon dan senyawa kimia hidrogen, sesaat sebelum Philae 'tertidur'.
       
      Meskipun begitu, ilmuwan masih belum bisa memastikan kebenaran jenis molekul yang ditemukan di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Jika sudah bisa dipastikan, maka data tersebut akan menunjukkan kandungan kimia yang menjadi awal terbentuknya kehidupan bumi.
       
      Banyak ilmuwan yang percaya jika kehidupan awal bumi berasal dari molekul yang tersimpan di asteroid dan komet. Pasalnya, mereka juga percaya dengan teori BigBang sebagai awal terbentuknya bumi, dimana saat itu bumi bertubrukan dengan asteroid.
       
      "Molekul tersebut berhasil dideteksi berkat 'penciuman' Cosac. Itu adalah perangkat buatan DLR German Aerospace Centre. Cosac memiliki peralatan penciuman atmosfir dan mendeteksi molekul organik pertama sesaat setelah mendarat. Namun begitu, analisa untuk mengidentifikasi molekul masih terus dilakukan," demikian keterangan DLR German Aerospace Centre.
       
      Meski bisa mendapatkan data terkait molekul, upaya Cosac untuk menganalisa tanah hasil galian Philae di permukaan komet tidak berhasil. Philae sendiri telah 'tertidur' setelah bekerja selama 60 jam di komet.
       
      "Saat ini kami belum mendapatkan informasi sama sekali terkait jumlah dan berat contoh tanah tersebut," ujar Fred Goesmann, Kepala Investigasi Cosac dari Max Planck Institute untuk Penelitian Solar System.
       
      Namun begitu, mereka masih berupaya untuk menginterpretasikan hasil tersebut. Diharapkan hasilnya bisa memberi pencerahan terhadap elemen kimia yang berperan dalam kehidupan.
       
      Molekul organik, yang merupakan senyawa kimia terdiri dari karbon dan hidrogen, merupakan pembentuk dasar dari organisme yang hidup di bumi. Kandungan itu bisa berubah menjadi banyak bentuk, dari molekul kecil seperti gas metan sampai amino acid yang bisa menjadi protein.
    • By Sam
      Titik di mana Philae, pesawat pendarat robot Rosetta, akan mendarat.
       
      Misi Rosetta Eropa yang bermaksud mendarat pada sebuah komet tahun ini, telah mengidentifikasi lokasi yang aman untuk mendarat.
       
      Para ilmuwan dan insinyur selama berminggu-minggu mengkaji "bukit es" selebar 4 kilometer yang dikenal dengan nama 67P, menjadi lokasi untuk menaruh sebuah robot kecil.
       
      Mereka memiliki tempat yang diharapkan adalah daerah yang cukup rata.
       
      Tetapi tim tidak memandang pekerjaan ini akan mudah dilakukan, lapor wartawan BBC Jonathan Amos.
       
      Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko yang saat ini berada pada jarak 440 juta kilometer dari bumi, bentuknya agak tidak beraturan.
       
      Daratan komet ditandai dengan lekukan dalam dan tebing tinggi.
       
      Daratan yang sepertinya rata pun kemungkinan berisi batu dan patahan berbahaya.
       
      Rencana dan keberuntungan
       
      Perencanaan yang seksama dan keberuntungan diperlukan untuk menghindari berbagai bahaya ini.
      Analisa sebelum misi dilakukan mengisyaratkan kemungkinan keberhasilan pendaratan sebesar 70-75%.
      Bentuk 67P memperbesar kemungkinan ini, kata manajer proyek Badan Angkasa Luar Eropa (ESA) Fred Jansen.
       
      "Pada akhirnya, Anda hanya akan mengetahuinya saat sudah mendarat. Kemungkinannya menjadi 100% atau 0%. Seperti itulah keadaaannya," kata Jansen kepada BBC.
      Rosetta akan terus mengikuti 67P selama paling tidak setahun.
       
      Asal Sistem Tata Surya
       
      Robot ini akan mendapatkan pandangan luas terhadap komet saat condong mengelilingi matahari.
       
      Es 67P akan mencair, menyemburkan gas dan awan abu ke angkasa luar.
       
      Penyelidik utama sistim kamera Osiris Rosetta, Holger Sierks, tidak lama lagi akan mendapatkan gambar daratan 67P.
       
      "Saya merasa ini adalah saat bersejarah bagi ilmu pengetahuan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ini adalah langkah kuantum dalam ilmu pengetahuan komet," katanya kepada BBC.
       
      Sierks menambahkan misi akan mendapatkan resolusi sampai sentimeter, sehingga kita akan lebih mengetahui asal Sistem Tata Surya dan unsur pembentuknya 4,5 miliar tahun lalu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy