Jump to content

Recommended Posts

  • ✔ Verified Account

Dua orang supir telibat percakapan disebuah warung:

 

post-21-0-60390800-1398186573.jpg

Toro: Heh Jak, sekarang susah ya, jadi sopir truk!
Jaka: Lha, emangnya kenopo?
Toro: Ya.. kalau bawa truk isi motor, dirampok.. Bawa truk isi permen aja dirampok lho! Mana kerjaan saya bawa truk isinya motor!! Gimana ya, saya jadi takut. Mau berhenti nyopir truk gituan ah!
Jaka: Lho, emang ntar kamu mau nyopir apaan?
Toro: Mau nyopir mobil tinja.. :ketawa:ngakak

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By berita_semua

      Kerja kepolisian kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, yang menjadi perhatian adalah langkah polisi lalu lintas menilang seorang sopir taksi.
      Aksi polisi itu direkam untuk tayangan acara terkait Polri di salah satu televisi swasta. Tayangan itu kemudian diunggah ke YouTube dengan judul Polisi Tegas Masuk TV VS Supir Mengerti Undang-Undang, Berhenti Atau Parkir?
      Namun, video yang diunggah ke YouTube tersebut sudah ditambah dengan editan tulisan.
      Hal yang dipermasalahkan adalah argumentasi polisi untuk menilang sopir itu.
      Ketika itu, polisi lalu lintas, Inspektur Satu Abd Aziz, menilang sang sopir lantaran mobilnya berada di pinggir jalan. Tak jauh dari lokasi taksi, ada rambu dilarang parkir.
      "Tempat tersebut jelas-jelas terdapat rambu dilarang parkir," kata Aziz dalam wawancara di suatu studio.
      Dalam video tersebut, pengunggah memasukkan penjabaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
      Dalam Bab I yang berisi ketentuan umum, pada angka 15 disebutkan, "Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya."
      Adapun pada angka 16 disebutkan, "Berhenti adalah keadaan Kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya."
      Sang sopir menolak jika dirinya dituduh melanggar rambu dilarang parkir.
      "Saya enggak parkir. Berhenti, tetapi enggak parkir, Pak," jawab sang sopir.
      "Kalau berhenti itu saya di atas (jok mobil), Pak. Setahu saya, itu tidak melanggar. Kalau mobilnya diparkir, baru melanggar, Pak," tambah sang sopir.
      "Iya, enggak boleh, Pak," jawab Aziz yang ketika itu ditemani seorang polisi lain.
      Polisi kemudian meminta surat-surat izin milik sopir.
      "Bapak itu ngeyel. Namun, bagaimanapun juga, posisi kendaraan dia di area tersebut, yang notabene dilarang untuk parkir," kata Aziz memberi narasi di dalam studio.
      Sang sopir kemudian meminta untuk tidak ditilang. Sang sopir beralasan, ia terpaksa berhenti karena ingin melihat kompresor mobil. Sang sopir tetap merasa tidak bersalah. (Baca: Sudah Tahu Perbedaan Parkir dan Berhenti?)
      Menjawab argumen sopir taksi itu, kedua polisi tersebut menyampaikan bahwa sopir mobil lain juga ditilang karena kesalahan yang sama.

      Polisi pun tetap memberikan tilang meskipun sang sopir berkali-kali menyampaikan argumennya. Sopir itu tetap berpendapat bahwa berhenti dan parkir adalah hal yang berbeda seperti di dalam UU.
      "Bapak parkir, tetapi (bapak) di dalam mobil juga bisa. Enggak ada aturan parkir (pengemudi) harus di luar mobil," kata Aziz kepada sopir.
      "Setelah saya cek, surat-suratnya memang lengkap. Namun, saya tetap melaksanakan penindakan sesuai pelanggaran rambu yang sudah dilakukan," kata Aziz di dalam studio.
      Netizen pun mengomentari peristiwa itu. "Ternyata dugaan gw bener kalau ternyata Pak Polisi Lalu Lintas ga pernah baca UU Lalulintas. Semua hanya tamplate," kata pengguna Facebook dengan akun Agus Sarwono Tile.
      "Pemilik kuasa selalu benar, kalau salah pasti ada benarnya," kata netizen lain.
      Berikut video yang diunggah oleh netizen dengan akun Muhammad Mulyo Malik:
       
       
    • By asliindonesia
      Duh macet nih. Enaknya ngapain ya macet-macet di taksi begini? Mana argonya jalan terus lagi. Ah daripada nganggur ngedumel di twitter, mending gw bikin artikel aja. Dan berhubung gw lagi naik taksi, artikel ini akan gw dedikasikan kepada bapak supir yang lagi nganterin gw.
       
      Yak inilah dia tipe-tipe supir taksi yang ada di muka bumi ini.
       
      Robot
      Tipe robot ini adalah seorang yang profesional banget. Beliau menjunjung tinggi etika profesi dan menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka mengerti kalo job desc seorang supir taksi adalah mengantarkan pelanggan dari poin A ke poin B. Gak kurang, gak lebih. Nah yaudah, jadi kalo kamu dapet yang tipe ini, itulah yang kamu dapatkan. Kamu masuk taksinya, bilang mau kemana, selama perjalanan diem-dieman aja kayak orang pacaran lagi berantem. Sampe tujuan, bayar, selesai deh.
       
      Terlalu Ramah
      Kalo yang ini malah kebalikannya. Dia ramah banget. Pas kamu masuk taksi, setelah menyebutkan tujuan, dia bakal nanya kabar kamu gimana. Terus nanya kamu kerjaannya apa. Terus nanya lagi supaya kamu jelasin tentang kerjaan kamu itu. Terus dia bakal nimpalin supaya pembicaraan terus lanjut. Terus dia bakal ngomongin soal isu yang lagi hangat saat ini. Bukan gak mungkin juga dia bakal nanya tentang percintaan kamu dan melontarkan pertanyaan sakral "Kapan kawin?"
       
      Ramah banget kan? Saking ramahnya kamu diajak ngobrol mulu, kalo perlu ambil rute yang jauh supaya bisa ngobrol lebih lama. Dan tipe-tipe begini biasanya muncul kalo kamu lagi pulang malem, capek, dan udah males mau ngapa-ngapain.
       
      Curhat
      Tipe yang ini bisa dibilang masih sodaraan sama si Ramah tadi. Tapi mereka punya 1 perbedaan yang hakiki; kalo si ramah bakal nanya-nanya ke kamu ngajak ngobrol, tipe yang ini bakal nanya-nanya dikit di awal, terus abis itu curhat deh dia panjang lebar, memojokkan kamu supaya mau gak mau musti nanggepin kalo gak mau dinyinyirin.
       
      Curhatnya tentang apa aja? Ya macem-macem. Dari curhat marah-marah tentang kekacauan negara, curhat tentang kerjaannya, misalnya tentang gaji atau lagi banyak pemecatan atau keadaan jalan yang makin semrawut dan macet, urusan-urusan pribadi yang harusnya gak diceritain ke sembarang orang, sampe curhatan sedih yang bikin kamu iba dan ngasi dia duit lebih, entah deh beneran apa enggak ceritanya itu.
       
      Gaji Buta
      Pas kamu masuk taksinya, udah ada bau-bau gak enak. Terus keliatan kalo gak terawat gitu. Pas kamu bilang tujuan kamu, dia bilang dia gak tau jalan, jadi kamu musti nunjukin jalannya ke dia. Udah gitu nyetirnya ugal-ugalan banget gak jelas. Kamu kepikiran buat nulis surat wasiat, supaya kalo kamu kenapa-kenapa di jalan paling enggak kamu udah sempet ninggalin pesen buat orang-orang terkasih.
       
      Biasanya yang begini-begini suka ngasi alesan masih baru jadi supir, ato baru dateng dari kampung jadi gak tau jalan.
       
      Sempurna
      Ramah, tapi secukupnya. Wangi, tapi gak menyengat. Terus tau jalan. Nyetirnya alus.
      Udah sih. Kalo dapet supir taksi kayak gini, gw udah bersyukur banget.
       
      Maling
      Yang ini katanya, katanya sih, amit-amit kalo sampe ngalamin sendiri, bentuknya biasa-biasa aja. Nyetirnya juga lancar-lancar aja, sampe tau-tau secara misterius belok ke tempat sepi dimana ada orang yang langsung maksa naik taksi kamu, dan ngerampok kamu.
       
      Wih serem banget sih kalo sampe kejadian gitu, mau ngelawan ato kabur juga gimana caranya kan. Terus...Eh bentar.
       
      Pak, ini kok lewat sini, kan mau ke Blok M, ngapain lewat jalan kecil gini ? Eh Pak, kok fotonya beda sama tampang bapak. Lho ini kenapa dibuka kunci pintdofkkpgkfq39rk rrjop4-04kr0-c
×
×
  • Create New...