Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
keenion

Perokok Sangat Rentan Terkena Nyeri Punggung Kronis

Recommended Posts

Para perokok berhati-hatilah. Orang yang merokok lebih mungkin terkena nyeri punggung kronis daripada mereka yang tidak merokok. Ini adalah temuan dari sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Northwestern University di Evanston, Illinois, Amerika Serikat.

 

post-80-0-68840900-1415379453_thumb.jpg

 

Ini memang bukan penelitian pertama yang menghubungkan merokok dengan sakit kronis. Namun menurut tim peneliti yang dipimpin oleh Bogdan Petre dari Feinberg School of Medicine di Northwestern, ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu sirkuit otak yang berhubungan dengan rasa sakit, membuat perokok lebih rentan terhadap sakit punggung kronis.

 

Sakit punggung merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di Amerika Serikat, diperkirakan mempengaruhi 8 dari 10 orang Amerika di beberapa titik dalam hidup mereka. Menurut American Chiropractic Association, nyeri punggung merupakan alasan utama seseorang tidak bisa masuk kerja dan alasan paling umum kedua seseorang pergi ke dokter.

 

Studi terbaru ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Human Brain Mapping, menunjukkan bahwa perokok dapat mengurangi risiko terserang sakit punggung kronis dengan berhenti dari kebiasaan buruk itu.

 

Untuk mencapai temuan mereka, para peneliti menganalisa 160 peserta yang baru menderita nyeri punggung subakut, yang didefinisikan sebagai nyeri punggung yang berlangsung antara 4-12 minggu. Mereka juga meneliti 32 peserta dengan nyeri punggung kronis -didefinisikan sebagai menderita sakit punggung selama 5 tahun atau lebih- dan 35 peserta tanpa sakit punggung.

 

Pada lima kesempatan terpisah selama periode 1 tahun, semua peserta mengisi angket yang mengumpulkan informasi tentang status merokok mereka dan kondisi kesehatan lainnya. Mereka juga menjalani scan otak magnetic resonance imaging (MRI).

 

Scan otak itu, menurut para peneliti, digunakan untuk melihat aktivitas antara dua wilayah otak -nucleus accumbens dan medial prefrontal cortex. Kedua wilayah ini memainkan peran dalam perilaku adiktif dan pembelajaran motivatif.

 

Merokok meningkatkan aktivitas otak yang mengurangi daya tahan terhadap sakit punggung kronis

 

Petre dan timnya menemukan bahwa hubungan antara dua wilayah otak ini memainkan peran penting dalam pengembangan nyeri kronis. Mereka menjelaskan bahwa semakin kuat hubungan antara keduanya, semakin lemah daya tahan seseorang terhadap sakit kronis.

 

Merokok tampaknya mempengaruhi hubungan ini. Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan peserta yang tidak merokok, mereka yang merokok memiliki hubungan yang lebih kuat antara nucleus accumbens dan medial prefrontal cortex, meningkatkan risiko sakit punggung kronis. Tim ini menghitung bahwa perokok tiga kali lipat lebih mungkin untuk mengembangkan sakit punggung kronis dibanding bukan perokok.

 

“Tapi kami melihat penurunan dramatis dalam kegiatan sirkuit ini pada perokok yang -dengan kehendak mereka sendiri- berhenti merokok selama penelitian,” jelas Petre. “Jadi ketika mereka berhenti merokok, kerentanan mereka terhadap rasa sakit kronis juga mengalami penurunan.”

 

Tim menunjukkan bahwa peserta perokok yang mengatasi nyeri punggung kronisnya dengan obat -seperti obat anti-inflamasi- mengalami pengurangan rasa sakit, tetapi obat ini tidak mengubah sirkuit otak.

 

Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perokok dapat mengurangi risiko sakit punggung kronis dengan mengikuti program berhenti merokok atau intervensi perilaku lain yang dapat membantu mereka keluar dari kebiasaan itu.

 

Karena temuan tim menunjukkan bahwa merokok dapat mempengaruhi sirkuit otak yang terkait dengan nyeri kronis, mereka menduga bahwa kemungkinan ada hubungan antara kecanduan dan sakit kronis pada umumnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By anonymous_content
      Ratusan petani di lereng Gunung Merbabu di Desa Senden Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, menggelar upacara ritual gunungan hasil bumi "Tungguk Tembakau" wujud syukur dimulai masa panen tanaman tembakau.
      Pada upacara ritual adat masyarakat Tungguk Tembakau (petik tembakau) di Lereng Merbabu tersebut diawali kirab gabungan hasil bumi dan sejumlah kesenian tradisional keliling di sepanjang jalan desa, sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, atas hasil panen tembakau tahun ini.
      Ratusan warga setelah melakukan kirab, mereka kemudian melakukan doa bersama, dan dilanjutkan acara kenduri bersama di sepanjang jalan desa setempat.
      Menurut Yoto Pawiro (65) salah satu tokoh masyarakat Desa Senden upacara ritual Tungguk Tembakau merupakan tradisi turun-temurun warga setempat, tetapi baru kali ini dilakukan secara massal oleh masyarakat.
      "Tradisi tungguk tembakau atau memetik daun tembakau sebagai tanda masa panen. Sebelumnya hanya dilakukan secara pribadi oleh setiap petani tembakau di desa ini," kata Yoto.
      Menurut dia, petani tembakau melakukan upacara ritual tersebut selain untuk melestarikan tradisi warga yang sudah turun-menurun, juga tanda syukur atas hasil panen tembakau yang dikelola dan dipelihara selama tiga hingga empat bulan.
      Ia mengatakan tradisi adat warga setempat tersebut memang mempunyai arti penting karena komoditas tembakau selama turun menurun menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di lereng Merbabu ini.
      Menurut dia, petani dengan tanaman tembakau mampu meningkatkan taraf hidupnya lebih baik, seperti untuk menyekolahkan anak-anaknya, dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
      "Komoditas tembakau memang paling menguntungkan dibanding komoditas lainnya bagi petani setempat," katanya.
      Meskipun petani tanaman tembakau tahun ini kecewa terhadap hasil panen akbat dampak musim kemarau basah yang menyebabkan kualitas menurun, mereka tetap mengharapkan produksi dapat laku dengan harga baik.
      "Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, kadar air menjadi tinggi, dan menurunkan kadar nikotin daun tembakau," katanya.
    • By monica_pendong
      Rumah-rumah sakit di Prancis menawarkan uang bagi perempuan perokok jika mereka meninggalkan nikotin. Hal tersebut, seperti dilansir The Independent, dilakukan dalam sebuah studi untuk menguji dampaknya bagi keuangan. 
      Para perempuan hamil yang berkomitmen meninggalkan rokok akan dibayar secara bertahap dalam bentuk voucher €20 atau setara Rp 304 ribu. Mereka berkesempatan mendapat hingga €300 (Rp4,6 juta) jika tidak merokok lagi.
      Studi dilakukan oleh sistem rumah sakit Paris yang bekerja sama dengan Institut Kanker Nasional Prancis. Mereka menguji apakah memberikan uang kepada perempuan hamil akan membantu meyakinkan para perempuan ini menjauhi tembakau sepanjang masa kehamilan. 
      Para perempuan yang berusia lebih dari 18 tahun dengan usia kehamilan kurang dari empat bulan dapat mengajukan permohonan untuk ambil bagian dalam studi tersebut. Asalkan mereka merokok lebih dari lima rokok pabrik (atau tiga rokok linting) setiap hari. 
      Angka-angka dari tahun 2015 menunjukkan satu dari lima perempuan Prancis tetap merokok selama masa kehamilan. Menteri Kesehatan Prancis Marisol Touraine mengatakan Prancis adalah “negara di mana perempuan hamil paling banyak merokok di Eropa”.
      Merokok selama masa kehamilan dapat mengurangi pasokan oksigen bagi janin, yang meningkatkan risiko bayi lahir mati, lahir prematur, dan lahir dengan berat di bawah normal.
    • Guest News
      By Guest News
      Untuk pertama kali Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA) melarang penjualan rokok elektrik dan beberapa produk tembakau lain kepada orang dibawah usia 18. Langkah itu guna mencegah generasi baru kecanduan nikotin

      Kaum muda perokok elektrik meningkat tiga kali lipat, yang menimbulkan kekhawatiran meluasnya pencandu nikotin.
      Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA) untuk pertama kali melarang penjualan rokok elektrik dan beberapa produk tembakau lain kepada orang dibawah usia 18.  Langkah itu guna mencegah generasi baru kecanduan nikotin.
      Selain rokok elektrik, FDA melarang penjualan pipa tembakau, tembakau hookah dan cerutu kepada orang dibawah umur.  FDA sebelumnya sudah membuat peraturan untuk rokok, tembakau tanpa asap dan produk tembakau yang digulung sendiri.
      Rokok elektrik berkembang menjadi industri bernilai tiga miliar dolar, karena penggunaannya meningkat di kalangan siswa SMP dan SMU.  Menurut Pusat Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Amerika dan FDA, tiga juta siswa SMP dan SMU dilaporkan menggunakan rokok elektrik pada tahun 2015, naik dari sekitar 2,5 juta pada tahun sebelumnya.
      Larangan itu, yang berlaku dalam 90 hari, mengharuskan produsen rokok mengajukan produk itu untuk dikaji oleh lembaga terkait, memberi daftar bahan yang digunakan dan memasang peringatan gangguan kesehatan pada kemasan dan dalam iklan.
      FDA mulai berfokus pada rokok elektrik tahun 2009 ketika produk itu mulai muncul di rak-rak toko di Amerika.  Pada tahun yang sama, Presiden Barack Obama menandatangani undang-undang yang memberi wewenang kepada FDA atas produk-produk yang sebelumnya tidak diatur.  Kongres Amerika juga memberi FDA wewenang untuk menegaskan yurisdiksi atas mereka.
    • By Aladin

      Terlalu banyak perokok tidak menyadari risiko penyakit paru obstruktif kronik.
      Perokok dihimbau untuk tidak mengabaikan gejala sederhana, seperti batuk-batuk, karena bisa jadi pertanda penyakit serius.
      Badan Kesehatan Inggris mengatakan, terlalu banyak perokok tidak menyadari risiko penyakit paru obstruktif kronik (COPD).
      Penyakit tersebut, yang menyempitkan saluran pernafasan, dapat membuat penderita perlu bersusah payah untuk melakukan aktivitas ringan; misalnya naik tangga.
      COPD sebenarnya istilah umum untuk sejumlah penyakit paru-paru serius termasuk bronkitis kronis dan emfisema.
      Belum ada penyembuh
      Orang dengan penyakit ini akan kesulitan bernapas, yang terutama disebabkan penyempitan saluran napas dan kerusakan jaringan paru.
      Gejala umum termasuk kehabisan napas saat beraktivitas, batuk terus-menerus, dan nyeri dada yang sering.
      Pakar kesehatan mengatakan, perokok sering mengabaikan gejala awal berupa batuk; namun dengan melanjutkan kebiasaan merokok, kondisi tersebut memburuk dan merusak kualitas hidup.
      Sampai saat ini belum ada penyembuh untuk COPD, namun berhenti merokok, olahraga khusus, dan pengobatan dapat memperlambat perkembangan penyakit itu.
      Profesor Dame Sally Davies, kepala petugas medis Inggris, menambahkan, "COPD adalah penyakit paru-paru serius dan tidak dikenali dengan baik.
      "Satu hal terbaik yang bisa dilakukan perokok untuk mengurangi risiko penyakit ini dan memperpanjang umur mereka ialah berhenti merokok."
    • By Blaster
      Salah satu konsekuensi utama yang bisa Anda dapatkan dari rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. Kenapa rokok begitu berbahaya? Apa saja efek negatif lainnya dari rokok?

      Lihat saja kandungan yang terdapat pada sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat di dalamnya. Ratusan di antaranya zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat kanker. Bahan-bahan berbahaya pada sebatang rokok, antara lain:
      Karbon monoksida. Zat yang kerap ditemukan pada asap knalpot mobil ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalang penyediaan oksigen ke tubuh. Hal tersebut membuat Anda cepat lelah. Tar. Ketika merokok, kandungan tar di dalam rokok akan ikut terisap. Zat ini akan mengendap di paru-paru Anda dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru. Padahal rambut tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya keluar dari paru-paru Anda. Gas oksidan. Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaannya pada tubuh lebih meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah. Benzene. Zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak ini bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia. Selain bahan-bahan di atas, masih banyak kandungan beracun pada sebatang rokok seperti arsenic (digunakan dalam pestisida), toluene (ditemukan pada pengencer cat),formaldehyde (digunakan untuk mengawetkan mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan cadmium (digunakan untuk membuat baterai).
      Ketika Anda merokok, Anda akan lebih mungkin terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi lagi jika Anda perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.
      Saat merokok, Anda akan turut memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak buruk tubuh, khususnya jantung. Contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang bisa memicu serangan jantung. Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.
      Otak
      Merokok bisa meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 50 persen. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami aneurisma otak. Aneurisma otak adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak.
      Mulut dan Tenggorokan
      Bau mulut dan gigi bernoda merupakan efek yang akan timbul akibat merokok. Penyakit gusi dan kerusakan indera perasa pun dapat timbul. Masalah serius yang akan hinggap pada mulut dan tenggorokan adalah meningkatnya risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.
      Paru-paru
      Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia pada rokok berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru yang bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa Anda alami adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema.
      Lambung
      Merokok bisa melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan Anda. Hal tersebut memungkinkan asam dari lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu ke kerongkongan. Kondisi tersebut dinamakan penyakit asam lambung. Beberapa risiko penyakit yang akan dihadapi oleh seorang perokok adalah ulkus atau tukak dan kanker lambung.
      Tulang
      Racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi. Oleh sebab itu, perokok lebih berisiko mengalami tulang rapuh atau osteoporosis. Racun rokok juga bisa mengganggu keseimbangan hormon-hormon yang bertugas menjaga tulang tetap kuat, seperti hormon estrogen.
      Kulit
      Perokok akan terlihat lebih tua ketimbang yang bukan perokok karena kurangnya asupan oksigen ke kulit. Penuaan dini akan dirasakan, seperti kemunculan kerutan di sekitar mata dan mulut. Racun rokok juga bisa menyebabkan selulit pada kulit.
      Organ Reproduksi
      Merokok bisa mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda. Pada pria, merokok bisa menyebabkan impotensi, mengurangi produksi sperma, dan kanker testis. Sementara pada wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Selain itu, risiko terkena kanker serviks pun lebih tinggi karena rokok mengurangi kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi human papillomavirus atau HPV.
      Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin Anda mengira merokok bisa membuat lebih rileks. Anda menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan pikiran Anda, tapi ternyata itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas adalah gejala putus obat terhadap nikotin. Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres.
      Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup Anda sehari-hari. Efek rokok yang bisa Anda rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk, sesak napas, lebih mudah lelah, lebih rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian merasa kelelahan di pagi hari.
      Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja.
      Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua. Tidak hanya Anda, orang-orang terdekat pun akan merasakan efeknya karena menghirup asap rokok yang beracun.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy