Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Monica_Gunawan

WOW! Wahana Ekstrem di Everland Korea Selatan

Recommended Posts

intip-yuk-wahana-permainan-ekstrem-di-everland-korea-selatan-gO4VsJFOTE.JPG.7ece767f1d60e0d9a926aed8bc51fcba.JPG

Kalau lu pencinta reality show Running Man, pasti sudah tak asing dengan Taman Bermain Everland, yang sering dijadikan tempat adu nyali para peserta acara tersebut. Nah, taman ini sebenarnya merupakan taman bermain terbesar di Korea Selatan dan punya wahana ekstrem.

Salah satu wahana yang terkenal ekstrem itu T Express, sebuah roller coaster yang terbuat dari kayu. Kereta bakal bawa lu berpetualangan dan mendebarkan jantung hingga ketinggian 200 kaki dan juga ada jalur bundar dengan angel 77 derajat di ketinggian 5 ribu kaki. :1f602

Dijamin, jantung lu berdetak hebat waktu mengendarai wahana yang satu ini. Namun, buat yang suka tantangan, lebih baik duduk di bangku depan dan nikmati wahana lebih dekat lagi serta jangan lupa untuk mengikuti tantangan juga.

Selain adanya roller coaster kayu, Taman Bermain ini juga punya wahana Hurricane dan dijamin bakal bikin lu pusing. Soalnya lu bakal diguncang dan diajak berputar 360 derajat serta mengudara dengan kecepatan tinggi. Ketinggiannya mencapai 19 meter, dan hanya orang dengan tinggi 130 cm saja yang boleh mengendarainya.

Ada juga wahana tak kalah menyeramkan lainnya kayak Colombus Adventure yang bentuknya kayak Kora-Kora di Ancol, hanya saja ini lebih ekstrem. Lu bakal diajak berayun dengan ketinggian hingga 33 meter, dan kemiringan hingga 77 derajat. Bayangin kayak apa naikinya? Yuk langsung pergi ke sana saja. Gue ikut tapi bayari ya? :1f60e

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Monica_Gunawan said:

Ada juga wahana tak kalah menyeramkan lainnya kayak Colombus Adventure yang bentuknya kayak Kora-Kora di Ancol, hanya saja ini lebih ekstrem. Lu bakal diajak berayun dengan ketinggian hingga 33 meter, dan kemiringan hingga 77 derajat. Bayangin kayak apa naikinya? Yuk langsung pergi ke sana saja. Gue ikut tapi bayari ya?

boleh jg barengan kita berangkatnya :1f60d

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By black_zombie
      im Eun-hee baru berusia 10 tahun, seorang siswa sekolah dasar dengan mimpi menjadi bintang tenis saat dia diperkosa oleh pelatihnya untuk pertama kali. Tidak hanya sekali, perkosaan itu berulang kali dilakukan oleh si pelatih terhadap Kim.
      Saat itu, calon juara Korea itu masih terlalu kecil untuk tahu bahwa dia telah menjadi korban perkosaan. Tetapi dia tahu bahwa dia merasa takut akan perintah berulang untuk datang ke kamar pelatihnya di kamp pelatihan mereka, rasa sakit yang dialami dan penghinaan yang dirasakan.
      "Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa itu adalah perkosaan," kata Kim. "Dia terus memerkosa saya selama dua tahun... Dia mengatakan kepada saya itu adalah rahasia yang harus dijaga antara dia dan saya."
      Saat ini, 17 tahun kemudian, Kim Eun-hee yang berusia 27 tahun berbicara kepada media internasional untuk pertama kalinya dan tanpa menyamarkan identitasnya, mengungkapkan bagaimana atlet di Korea Selatan telah lama diam, menderita pelecehan seksual oleh pelatih mereka.

      Korsel, selain dikenal dengan keunggulan teknologi dan bisnis pertunjukannya, juga memiliki reputasi yang baik di bidang olah raga. Negeri Ginseng adalah satu-satunya negara Asia, selain Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin. Negara itu juga secara rutin berada di peringkat 10 besar di kedua ajang olah raga besar itu dengan dominasi di cabang taekwondo, memanah dan seluncur.
      Meski begitu, sistem di bidang tersebut masih berdasarkan hierarki dan patriarki dalam berbagai sisi, seperti memiliki koneksi pribadi terkadang lebih penting performa yang ditunjukkan dalam mendorong karier seseorang. Dalam persaingan yang sangat ketat, banyak atlet muda yang meninggalkan sekolah atau tinggal jauh dari orangtua mereka dan tinggal di asrama selama bertahun-tahun untuk berlatih dengan pelatih dan rekan-rekannya secara penuh waktu.
      Sistem kamp pelatihan yang diterapkan di Korsel mirip dengan sistem latihan di China, yang meski dianggap berhasil mendorong prestasi atlet Negeri Ginseng di dunia internasional, telah terbukti mendorong penyiksaan di beberapa cabang olah raga. Penyiksaan ini terutama terjadi pada atlet-atlet di bawah umur yang berada di bawah kendali pelatih mereka.
      "Pelatih adalah raja dari dunia saya, dia mendiktekan segala sesuatu tentang kehidupan sehari-hari saya dari cara berolahraga sampai kapan harus tidur dan apa yang dimakan," kata Kim kepada AFP. Dia mengatakan, pelatihnya juga memukulinya berulang kali sebagai bagian dari latihan.

      Banyak korban terpaksa diam mengenai perlakuan yang mereka terima karena dalam sebagian besar kasus, mengungkap hal ini ke publik berarti berakhirnya mimpi mereka untuk menjadi bintang.
      "Ini adalah komunitas di mana orang-orang yang berbicara dikucilkan dan di-bully sebagai 'pengkhianat' yang membuat malu olah raga itu," kata Profesor Psikologi Olah Raga Universitas Sogang, Chung Yong-chul.
      Survei Komite Olahraga & Olimpiade Korea pada 2014 menunjukkan bahwa sekira satu dari tujuh atlet wanita mengalami pelecehan seksual pada tahun sebelumnya, namun, 70 persen dari mereka tidak mencari bantuan dalam bentuk apa pun.
      Kim Eun-hee yang kini telah pensiun mengatakan, “Saya merasa ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saya berpikir, 'Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk melecehkan gadis-gadis kecil lagi .'"
      Kim mengajukan tuntutan pidana terhadap pelatihnya yang kemudian didakwa. Pada Oktober lalu, Kim Eun-hee berdiri di luar pengadilan untuk mendengar dakwaan dibacakan terhadap mantan pelatihnya atas tuduhan perkosaan yang membuat pria itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
      "Saya terus menangis dan menangis, mengatasi semua emosi ini dari kesedihan menuju kebahagiaan," katanya.
    • By dugelo
      Sebuah permainan yang dibangun disebuah tempat yang tak lazim ini dapat Anda jumpai di kota Shanghai, Tiongkok. Jika selama ini Anda terbiasa menaiki pemainan bianglala yang menyentuh tanah, kenapa tak mencoba sensasi lain yang ,ebih menantang dengan menaiki bianglala sambil menikmati pemadangan kota Shanghai dari puncak gedung.

      Bianglala unik ini dilengkapi dengan 30 tabung, dimana setiap tabungnya dapat megangkut empat hingga enam orang. Tak hanya itu sembari menikmati keindahan kota, tabung ini dilengkapi dengan kursi-kursi empuk guna memberikan kenyamanan ekstra pada Anda.

      Untuk Anda yang gadget mania dan tidak bisa lepas dari ponsel hanya untuk ber-selfie, bianglala ini juga dilengkapi dengan saklar listrik untuk men-charge kamera atau ponsel Anda saat berada di dalam tabung.
      Setiap sesi pemutaran bianglala memiliki waktu sekitar 10-12 menit. Disela pemutaran biasanya bianglala berhenti sejenak mulai satu hingga dua menit, ini digunakan untuk wisatawan yang ingin berfoto sejenak menikmati keindahan dari puncak bianglala.

      Ada beberapa objek kota Shanghai yang terlihat dari sini yaitu meliputi Sungai Huangpu, Shanghai Tower, Menara Jinmao, Shanghai World Financial Centre, yang membentuk skyline besar kota sampai dengan Oriental Pearl TV Tower.

    • Guest News
      By Guest News
      Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan.

      Rektor Dong Eui Universiti, Busan memberikan keterangan terkait kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis 24 September 2015 (Foto: VOA/Petrus).
      Dilansir dari VOA Indonesia, kota Surabaya dan Kota Busan di Korea Selatan semakin intensif meningkatkan hubungan kerjasama khususnya di bidang pendidikan, setelah kedua kota menjalin hubungan sister city sejak 20 tahun lalu.
      Ratusan pelajar serta guru sekolah menengah di Surabaya telah dikirim ke Busan untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan pelatihan guru, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya.
      Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan. Menurut Yanuar Hermawan selaku Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri, Pemerintah Kota Surabaya, etos kerja serta karakter yang kuat dari orang Korea menjadi salah satu alasan menjadikan sistem pendidikan di Busan sebagai acuan.
      Menurut Yanuar, keberhasilan pembangunan suatu daerah ditentukan salah satunya oleh keberhasilan pendidikan, dari generasi mudanya.
      “Belajar tentang sistem pengajaran secara komprehensif ya, jadi sistem belajar mengajar, terus penyediaan infrastruktur, dan juga materi tidak kalah penting. Artinya kita melihat Korea itu kan, karakter buildingnya kan kuat dan itu memang mau tidak mau kita melihatnya dari basic, pendidikan," kata Yanuar Hermawan, Kasubbag Kerjasama Luar Negeri Pemkot Surabaya.
      "Bagaimana menciptakan generasi yang mandiri, bagaimana menciptakan generasi yang tidak gampang menyerah dan itu juga hal-hal yang bisa kita pelajari untuk bisa kita terapkan disini, karena pendidikan, ya saya pikir kita semua sepakat pendidikan adalah yang penting untuk bisa meningkatkan kualitas generasi,” imbuhnya.
      Sejak lima tahun terakhir Pemerintah Kota Surabaya rutin mengirimkan delegasi pendidikan ke Busan, yaitu kelompok guru sekolah menengah dan juga pelajar serta mahasiswa untuk belajar di Busan.
      Yunsook Jun selaku Wakil Kepala Institut Pendidikan dan Pelatihan Dong Eui University mengatakan, pengajaran dan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru dari Surabaya telah diberikan seperti sistem pengajaran di Korea, dimana para guru diajarkan untuk dapat menjadikan para murid lebih aktif, dan mampu mengungkapkan pendapat secara bebas.
       
      “Kami disini mengajarkan sistem pengajaran Korea kepada para guru, jadi bagaimana mengajarkan guru-guru di Indonesia mengenai bagaimana mengajarkan murid-murid bisa lebih aktif di kelas. Jadi bukan hanya guru yang menerangkan, tapi murid-murid juga beraktifitas seperti melakukan presentasi maupun bertanya kepada guru, artinya supaya murid-murid lebih aktif,” kata Yunsook Jun, Wakil Kepala Education Training Institut, Dong Eui University.
      Keunggulan sistem pendidikan di Busan, Korea Selatan juga diakui Caroline, salah seorang mahasiswi asal Indonesia. Menurutnya sistem pendidikan di Korea mengharuskan para murid untuk bekerja keras agar memperoleh hasil yang baik. Semangat kerja keras yang dimiliki orang Korea, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Busan.
      “Kalau aku bilang disini kemauan buat belajarnya, kalau disini itu bisa dibilang mereka itu kerja keras buat belajar, kalau orang SMA (di Indonesia) dari jam 7 pagi sampai jam 2 (siang), disini juga sama jam 7 pagi sampai jam 2 (siang) tapi setelah selesai jam 2 mereka ada program belajar lagi di sekolah sampai jam 9 malam,” kata Caroline, Mahasiswi Indonesia di Busan, Korea Selatan.
       
      Caroline, mahasiswi Kyungsung University di Busang berharap, pemerintah Indonesia lebih memperhatikan perbaikan dan kemajuan pendidikan sebagai kunci keberhasilan sebuah bangsa.
      Kendala berupa tenaga pengajar yang terbatas khususnya di daerah terpencil, serta dana pendidikan yang masih sangat minim di beberapa daerah, harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air.
      “Karena kita kurang ada dukungan dari pemerintah misalnya kurang dana dari pemerintah, pasokan gurunya itu kurang ke daerah-daerah. Mungkin di kota-kota besar kayak Jakarta, Surabaya, itu guru-gurunya tidak kurang, di daerah kita bisa lihat sedikit banget. Jadi mereka juga yang dari daerah susah buat ke kota besar untuk melakukan pendidikan," kata Caroline.
      "Terus yang aku lihat sekarang itu, daripada kota besar, orang-orang daerah lebih mempunyai kemauan untuk belajarnya lebih tinggi, jadi kalau misalnya kita bisa kirim guru atau kita bisa nyumbang dana buat orang daerah datang ke kota besar untuk belajar itu lebih efektif, jadi persaingannya juga lebih tinggi,” imbuhnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu menuduh kegagalan pihak berwenang disana melaksanakan langkah pengendalian yang memadai sebagai penyebab besarnya wabah di Korea Selatan itu.

      Seorang pekerja di distrik perkantoran Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan mengenakan masker untuk tindakan pencegahan penularan virus MERS 
      Korea Selatan melaporkan satu lagi penderita baru Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau MERS, hari Sabtu, yang menjadikan jumlah penderita di negara itu 182, yang paling besar di luar Arab Saudi.
      Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada korban jiwa baru dilaporkan, sehingga jumlah yang meninggal akibat virus itu tetap 31.
      Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu menuduh kegagalan pihak berwenang disana melaksanakan langkah pengendalian yang memadai sebagai penyebab besarnya wabah di Korea Selatan itu.
      WHO mengatakan kurangnya kesadaran akan risiko MERS di antara staff perawatan kesehatan, dan langkah pengendalian dan pencegahan infeksi rumah sakit tidak mencukupi. Namun, badan PBB itu mengatakan wabah tersebut belum dianggap keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi keprihatinan internasional.
      Gejala MERS, antara lain, batuk-batuk dan nafas pendek – semuanya juga biasanya dianggap indikasi penyakit yang tidak serius seperti pilek.
      Sumber: VOA Indonesia
    • By Adeus
      Saya ingin KakaoTalk menjadi platform bagi orang-orang muda untuk secara bebas menyebarkan mimpinya.” (Kim Bum-Soo, pendiri KakaoTalk)
      Nama KakaoTalk menjadi perbincangan publik dan pengamat teknologi dunia setelah melakukan akuisisi terhadap Path, aplikasi media sosial besutan Dave Morin. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pasar Daum Kakao (pemilik merek KakaoTalk) di kawasan Asia, khususnya Indonesia, yang menjadi salah satu pasar terbesar Path.
      Namun, di balik layar KakaoTalk, tersimpan kisah inspiratif dari pendirinya yang bernama Kim Bum-Soo. Melalui tangan Kim, lahirlah KakaoTalk yang mendunia dan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan. Ia bahkan digadang sebagai salah satu ikon kesuksesan entrepreneur digital asal Negeri Ginseng tersebut.
      Kesuksesan KakaoTalk di pasar mobile messaging mengantarkan Kim ke jajaran orang terkaya di dunia. MajalahForbes menaksir kekayaan pria berusia 49 tahun itu senilai US$2,2 miliar. Ia adalah salah salah satu wiraswastawan internet paling sukses di Korsel. Kehadirannya merupakan sebuah fenomena karena kebanyakan konglomerat di Korsel mendapatkan kekayaannya secara turun temurun.
      Akan tetapi, Kim bukanlah dari keluarga konglomerat. Jangankan limpahan harta, untuk makan sehari-hari pun keluarganya mengalami kesulitan. Ayah Kim hanya merupakan buruh di sebuah pabrik pulpen, sedangkan sang ibu adalah seorang pelayan hotel berpendidikan rendah. Kim dan empat saudaranya harus tinggal berjejalan di sebuah apartemen sempit. Ketika kedua orang tuanya bercerai, Kim kemudian diasuh oleh neneknya.
      Meski kondisi keluarganya pas-pasan, Kim dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia merupakan anak pertama yang berhasil menembus bangku kuliah. Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil kuliah di universitas paling bergengsi, Seoul National University. Kim membiayai sendiri kuliahnya dengan memberikan les privat. Kim terkadang tidak makan untuk menghemat uang.
      Namun, kampus itu pula yang mengubah hidupnya. Di bangku kuliah, Kim untuk pertama kalinya Kim melihat komputer milik kawannya yang terhubung ke bulletin board system, sebuah layanan pesan online yang cukup beken di kala itu.
      “Itulah pertama kalinya saya melihat internet dan terkoneksi dengan dunia,” kata pria yang sering disapa Brian itu, seperti dikutip dari Forbes.
      Lulus dari Seoul National University, Kim sempat mengabdi ke Samsung selama lima tahun. Pada tahun 1998, Kim memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan game online, Hangame. Setahun kemudian, Hangame melakukan merger dengan Naver menjadi NHN, yang kemudian mendominasi Korsel dalam situs pencarian.
      Sukses menggawangi NHN, Kim pindah ke Silicon Valley pada Juli 2005 untuk menancapkan kehadiran perusahaan di Negeri Paman Sam. Ia menjalankan perusahaan selama dua tahun sebelum akhirnya meninggalkan NHN  karena adanya perbedaan tentang arah bisnis dengan partner bisnisnya.
      Selama dua tahun Kim menganggur. Memasuki tahun ketiga, Kim membujuk istri dan kedua anaknya untuk kembali ke Korsel. Ia bahkan menyuruh anak-anaknya untuk istirahat sejenak dari bangku sekolah. Kim membiarkan anak-anaknya bermain, dan tidak melakukan apapun selain bersenang-senang. Mereka berempat benar-benar menikmati kehidupannya tanpa kerumitan sekolah dan pekerjaan.
      “Saya sepertinya perlu menemukan keinginan terdalam saya kembali. Sesuatu yang saya sukai, sesuatu dengan nilai dan arti, yang hilang selama saya mendapatkan kekayaan. Saya sangat bahagia,” ucapnya.
      Lahirnya KakaoTalk
      Setelah setahun bersenang-senang menikmati hidup bersama keluarganya, Kim akhirnya memutuskan untuk memulai lagi pekerjaannya.
      “Saya merasa sepertinya saya harus bekerja lagi,” ujarnya.
      Pada Maret 2010, KakaoTalk lahir. Kim mengambil peluang dari booming telepon pintar. KakaoTalk menawarkan layanan online messaging untuk menggantikan pesan singkat (SMS) yang dianggap kuno dan harus berbayar.
      KakaoTalk langsung sukses besar. Di bulan pertamanya, pengguna KakaoTalk mencapai 2 juta orang. Saat ini, KakaoTalk digunakan oleh hampir 93 persen pengguna telepon pintar Korsel dan 75 persen penduduk Korsel. Menurut Nielsen, KakaoTalk digunakan oleh warga Korea rata-rata 33 menit per hari. Jumlah pengguna total KakaoTalk di seluruh dunia mencapai 158 juta.
      Namun kesuksesan Kim bukan sekadar membuat aplikasi chat. Kim berhasil memadukan layanan mobile messagingdengan aplikasi games, belanja, dan feature lain. Kim berhasil menunjukkan bahwa aplikasi layanan pesan tidak hanya sekadar chat. Platformnya bisa digunakan untuk meraup keuntungan dari jasa lain seperti games atau penjualan kupon dan stiker.
      Aplikasi lainnya itulah yang menyumbang pendapatan besar. KakaoTalk melaporkan 64 persen pendapatannya darigames seperti Anipang dan Candy Crush. Pencapaian itu membuat KakaoTalk menjadi salah satu dari sedikit perusahaan jasa perpesanan mobile yang berhasil meraup laba. Pada tahun 2014, KakaoTalk meraup laba hingga US$52 juta.
      “KakaoTalk memungkinkan penggunanya untuk berbagi apa pun yang mereka harapkan dengan siapa pun di seluruh dunia,” ujar Kim.
      Dari Teman Jadi Lawan
      Kesuksesan KakaoTalk ternyata menginspirasi layanan sejenis. Yang mungkin agak ironis, persaingan itu datang dari Lee Hae-Jin, sesama pendiri NHN sekaligus teman lama Kim. Lee membuat Line yang kini sukses menguasai pasar Jepang. Saingan lain KakaoTalk adalah WeChat yang kini menguasai China.
      WeChat sendiri adalah produk mobile messaging Tencent, yang terkenal dengan layanan QQ (messaging berbasisdesktop). Ironisnya lagi, awalnya Kim dan Tencent sebenarnya ingin melakukan kerjasama membuat aplikasi mobile messaging untuk pasar China. Namun belakangan Tencent meniru semua langkah KakaoTalk, bahkan kini memiliki jumlah pengguna jauh lebih besar dibanding KakaoTalk. “Hubungan kami menjadi tidak sehat lagi,” ujar Kim.
      Persaingan keras itulah yang mendorong KakaoTalk untuk melakukan merger dengan Daum Communication; perusahaan pencarian terbesar kedua di Korea Selatan. Dengan kesepakatan ini, Kim ingin menancapkan dominasi KakaoTalk di Korea Selatan. Ia kini juga memiliki cukup tenaga untuk bersaing dengan Line dan WeChat di kawasan masing-masing.
      “Di dunia mobile messaging, mereka yang berhasil menjadi pionir dan menguasai sebuah area cenderung sulit digeser,” ungkap Kim kepada Forbes. Harus ada cara istimewa untuk melakukan hal yang sulit itu. Dan cara istimewa itulah yang harus dilakukan Kim.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy