Jump to content

Jaringan Paedofil Meluas


Guest Metrotvnews

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dinilai menjadi ladang subur bagi pergerakan para pelaku paedofilia. Sebabnya, pascapenangkapan empat tersangka dari 11 jaringan nasional dan internasional, masih ada sejumlah orang yang berpotensi menjadi tersangka.

"Indonesia harus waspada menjadi sasaran pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat dan Kepala Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu di Jakarta, kemarin.

Roberto mengatakan keempat tersangka kasus paedofilia, yakni M. Bahrul Ulum alias Wawan alias Snorlax, 25, T-Day, 17, Illu Inaya alias Alicexandria, 24, dan Siha Dwiti, 16, terhubung dengan 11 grup kejahatan terhadap anak di beberapa negara. Di antaranya beranggotakan lintas negara, seperti dari Argentina, Peru (Amerika Latin), Pakistan, dan India.

Kasus paedofilia secara daring terungkap setelah polisi menemukan akun Facebook Official Loly Candy's 18+ yang dikelola Wawan. Roberto mengatakan adanya grup ini sebagai tanda Indonesia menjadi sasaran pemangsa kekerasan seksual terhadap anak.

Akun grup itu, tambah Wahyu, dibuat pada September 2014 dengan jumlah anggota 7.497 orang. Berdasarkan penyidikan, terdapat 500 video dan 100 foto berkonten kekerasan terhadap anak.

"Itu belum termasuk yang di WhatsApp. Bisa ribuan. Kita masih analisis apakah foto itu dari Asia atau negara lain," tambahnya.

grafis%20pencabulan%20anak.JPG

Untuk itu, jelas Roberto lagi, Polri berkoordinasi dengan kepolisian dari negara lain, seperti Federal Bureau of Investigation (FBI), Australian Federal Police (AFP), serta melalui wadah Interpol guna mengejar para pelaku. Sebab, diduga sebelumnya ada pula grup Facebook dari sebelas jaringan tersebut yang telah ditutup.

Datangkan Keuntungan

Roberto mengatakan konten di akun grup tersebut baru dan dibuat sendiri oleh para pelaku. Sebab, mereka dilarang mengambil foto dari internet. Para anggota pun dituntut aktif untuk membagi konten pornografi agar tidak dikeluarkan dari grup.

"Kalau dilihat ciri-cirinya secara kasatmata, rata-rata korban anak di bawah umur. Aksi yang dilakukan para pelaku sebenarnya tidak terorganisasi. Mereka mencari korban sendiri-sendiri, kemudian foto dibagikan ke sesama anggota grup.

Baca: Polisi Sinyalir Korban Paedofil Bertambah

Tersangka Wawan, yang pengangguran itu, menurut Roberto, mulanya mengunduh video untuk menuntaskan hasrat seksualnya yang menyimpang. Namun, aktivitas itu mendatangkan keuntungan. Sebab, admin dari grup memperoleh USD15 untuk setiap pengunjung yang datang. Keuntungan diperoleh melalui akun Paypal yang dikonversi dari bentuk mata uang elektronik.

Polisi hingga kini masih mencari tahu jumlah keuntungan yang didapat tersangka dari aktivitas tersebut. "Wawan itu dulu kerja di warnet kemudian dipecat entah karena apa. Sekarang sehari-hari kerjaannya main di warnet," ujar Roberto.

Di sisi lain, saat ditemui terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan aspek pencegahan atas kasus ini mencakup komitmen dari sejumlah pihak. Pihak keluarga diharapkan mampu memberi proteksi secara preventif kepada anak.

Sementara itu, penegakan hukum terkait kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak perlu menjadi atensi.

"Kita sudah punya undang-undang yang sudah dikuatkan. Ada perppu. Kita tahu kejahatan seksual terhadap anak akan mendapatkan hukuman lebih keras lagi. Kita tunggu proses sedang berjalan," kata Boy Rafli. (Nicky Aulia )

 

www.metrotvnews.com

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...