Jump to content

Permainan Mematikan Skip Challenge udah ada dari tahun 1995


pusat_indoindo

Recommended Posts

skip-challenge-2.jpg.46b3df4b2b98b131c7cfab88c48fa799.jpg

Dunia tengah dihebohkan dengan Skip Challenge, dimana permainan' viral ini dilakukan dengan 'mencekik' sampai tak sadarkan diri. Ironisnya, dalam banyak kasus akan berakhir dengan kematian. Skip Challenge yang menjadi tren anak muda menyebut 'permainan' ini sebagai space monkey, the pass out challenge, atau choking game.

Pada intinya, tantangan ini dilakukan dengan menekan dada dan menghambat pernapasan. Terhambatnya pernapasan ini membuat si pelaku kehabisan napas dan akhirnya kejang serta pingsan seketika.

Terhambatnya oksigen ke otak ini disebut sebagai hypoxic-anoxic brain injury (HAI). Selain menyebabkan masalah seketika (sesak napas dan lainnya), aksi ini juga menyebabkan efek jangka panjang untuk tubuh. Aksi ini akan menyebabkan kematian sel tubuh, masalah penglihatan, kerusakan fungsi motorik tubuh.

Dokter Anak, Dr Michael McKenna mengatakan aksi ini akan mengubah denyut jantung secara drastis.

"Mereka mencoba mengondisikan saraf vagus yang mengontrol detak jantung memberikan sinyal untuk memperlambat detak jantung. Ini akan menyebabkan denyut jantung berhenti beberapa detik dan membuat Anda pingsan," katanya dikutip dari Fox59.

"Setiap kali Anda mengacau asupan oksigen ke otak, Anda akan menempatkan diri pada kondisi bahaya dan risiko ekstrem. Bisa jadi risiko kematian atau risiko kerusakan otak."

Skip challenge ini bukanlah tren baru. Sebuah laporan menyebutkan bahwa permainan mencekik atau skip challengesudah ada sejak 1995. 

Di Indonesia, permainan ini baru populer beberapa waktu belakangan dan dilakukan oleh siswa sekolah. Permainan berbahaya ini bisa menyebabkan sesak napas, patah tulang rusuk, kejang, pingsan, bahkan sampai meninggal dunia. 

Mengutip No Bullying, studi yang dilakukan oleh Oregon Health Authority dan CDC di 2012, permainan menantang maut ini diperkirakan mulai pada tahun 1995-2007. Dan direntang tahun ini sekitar 82 orang anak dengan usia 6-19 tahun meninggal dunia.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...