Jump to content
Supraman

Miris! Korban yang Mobilnya Dirusak Massa Sopir Angkot di Bandung

Recommended Posts

cerita-miris-korban-yang-mobilnya-dirusak-massa-sopir-angkot-di-bandung-NAA0qjBFhs.jpg.f50b87a4dc871c7e6a801a98b0b8ffa3.jpg

Eggy Muhamad Juniardi (29) belum bisa melupakan peristiwa yang terjadi saat mobil Toyota Avanza yang dikendarainya dihentikan sekelompok orang lalu dirusak. Aksi itu terjadi saat massa menggelar sweeping terhadap taksi online di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 9 Maret 2017.

Sambil meneteskan air mata, Eggy menceritakan, saat itu ia sedang membawa keluarganya ke Purwakarta untuk menjemput adiknya yang sudah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana. Di dalam mobil juga ada anaknya yang masih berusia 16 bulan.

Tiba-tiba mobilnya diberhentikan sejumlah orang diduga sopir angkot. Karena diduga taksi online, Avanza milik Eggy pun jadi sasaran amukan warga. Peristiwa itu hampir berbarengan dengan demo para sopir angkot di Gedung Sate, Bandung, menolak kehadiran taksi online.

Mereka dalam mobil hanya bisa pasrah dengan aksi brutal massa. Video kejadian itu pun akhirnya beredar di dunia maya dan menjadi viral di media sosial. Yang ikut jadi sorotan adalah anak Eggy yang masih bayi.

''Anak saya yang masih berumur 16 bulan masih trauma sampai saat ini,'' tutur Eggy saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/3/2017).

Eggy menuturkan, sebelum kejadian, mobil Avanza yang dikemudikannya bergerak dari daerah Kopo menuju kantor kakaknya dulu sebelum ke Purwakarta.

Unknown.jpg.46b207bd9f27dd566fe3bbee87bb2189.jpg
Konferensi pers soal perusakan mobil oleh massa di Bandung (CDB/Okezone)

''Saya mau ke kantor kakak dulu, di Jalan Gatot Subroto dengan melintas ke Jalan Sriwijaya,'' kata pria bertubuh gempal tersebut.

Setibanya di lampu merah Jalan Sriwijaya, Eggy pun menghentikan kendaraannya saat rombongan angkutan kota sedang melintas untuk ikut berdemo ke Gedung Sate.

Namun tiba-tiba dari rombongan tersebut terdengar teriakan ke arah mobil yang kendarain Eggy. ''Sopir online-sopir online,'' tutur Eggy menirukan para pelaku yang merusak mobilnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By worldwidemarket
      Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online.
      Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online. Grab atau Gojek pasti ada atau bahkan keduanya dipastikan terdapat di gawai masing-masing.
      Grab sendiri adalah aplikasi penyedia transportasi berbasis online yang berasal dari Malaysia. Anthony Tan adalah pendiri sekaligus orang yang berjuang membesarkan Grab sampai se-Asia Tenggara.
      Anthony Tan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga konglomerat. Ayah Anthony merupakan salah satu orang terkaya di Malaysia, sementara Ibunya adalah pialang saham.
      Kakek Anthony sangat sukses di bisnis perakitan dan pengadaan kendaraan roda empat, bahkan sampai berafiliasi dengan Nissan. Intinya, Anthony lahir di lingkungan keluarga pebisnis.
      Marganya, Keluarga Tan mempunyai Motto “tidak pernah mengatakan tidak”. Bahkan ketika usianya 6 tahun Anthony bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Dan umur 11 tahun Thony kecil menjalankan bisnis pertamanya, yaitu berjualan komik.
      Anthony menempuh studi di Harvard Business School Suatu hari sahabat sekelasnya menghampirinya dan mengeluh, “Mengapa sistem taxi di Malaysia buruk sekali? Kakek buyutmu supir taxi, dan kakekmu berhasil menjadi pengusaha transportasi sukses di Malaysia, seharusnya kau bisa melaksanakan sesuatu.”
      Pertanyaan ini terpatri dalam benak Anthony dan coba dipecahkan dalam sebuah tugas kuliah. Model bisnis ini kemudian direalisasikannya setelah mendapat gelar master pada 2011, dan menjadi Grab yang kita kenal sekarang.
    • Guest News
      By Guest News
      Mulai 1 November 2016, Pemerintah Kota Bandung secara resmi melarang penggunaan bahan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman.
      Selain untuk menjaga kesehatan warga Kota Bandung, larangan penggunaan styrofoam juga bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang sulit terurai. Pasalnya, sampah dari bekas styrofoam tersebut menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air sungai sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bandung. Larangan penggunaan styrofoam di Kota Bandung dimulai sejak 1 November kemarin.
      Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mengimbau warganya agar menggunakan bahan lain yang lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sebagai kemasan untuk makanan dan minuman. Larangan penggunaan styrofoam ini juga berlaku bagi para pengusaha kuliner, pedagang kecil, dan produsen pembuat makanan kemasan, seperti mie instan.
      “Sudah terbukti, waktu kita menjual plastik kresek harus berbayar, menurut catatan BPLH kan turun 25 persen penggunaan kresek. Nah kita monitor saja, dalam sebulan ke depan kira-kira pengaruhnya seperti apa. Berita baiknya, produsen mie instan cup yang cepat seduh itu ternyata sudah ketemu saya dan menyerahkan seluruh distribusi se-Indonesia akan diubah,” kata Walikota Bandung, Ridwan Kamil.
      Styrofoam selama ini merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mengemas makanan dan minuman. Kemasan makanan ini dianggap membahayakan kesehatan karena terbuat dari bahan kimia yang mengandung karsinogen sebagai salah satu penyebab penyakit kanker. Terlebih jika makanan yang panas dituangkan ke dalam wadah styrofoam ini, maka makanan tersebut langsung terkontaminasi zat berbahaya yang terkandung dalam bahan styrofoam.
      Styrofoam terbuat dari butiran-butiran styrene yang diproses dengan menggunakan benzana. Benzana ini bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid dan mengganggu sistem syaraf. Saat benzana termakan, lama-lama akan merusak sumsum tulang belakang dan penyakit anemia. Efek lainnya, sistem imun akan berkurang, sehingga seseorang akan mudah terinfeksi penyakit.
      Efek jangka panjang penggunaan wadah stryfoam bagi kesehatan yaitu bisa mengakibatkan penyakit kanker payudara dan kanker prostat. Sementara itu, efeknya bagi lingkungan, penggunaan styrofoam ini bisa menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan banjir. Pasalnya, seperti halnya plastik, limbah styrofoam juga merupakan jenis limbah yang sulit terurai. Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah atau BPLHD Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, limbah styrofoam yang menumpuk di aliran sungai akan berdampak menyumbat aliran sungai tersebut, sehingga menyebabkan banjir.
      “Memang dari kajiannya, stryfoam itu berpotensi untuk mengandung karsinogenik yang berakibat gangguan kesehatan pada manusia. Jika memang dipakai untuk wadah makanan dalam suhu tertentu dan sering dan untuk menyimpan makanan berlemak,” kata Hikmat Ginanjar, Kepala BPLHD Kota Bandung.
      Hikmat menambahkan, Kota Bandung menghasilkan limbah styrofoam sebanyak 27,02 ton per bulan. Jumlah ini tentu akan terus bertambah jika kebijakan larangan penggunaan styrofoam tidak segera diberlakukan. Dengan demikian, kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah styrofoam ini pun akan semakin parah.
      “Bahwa styrofoam ini penyumbang tertinggi terhadap pencemaran di sungai, karena memang tidak bisa terurai, sehingga membuat aliran sungai menjadi mampet,” lanjut Hikmat Ginanjar.
      Larangan penggunaan wadah styrofoam sebelumnya sudah diberlakukan di beberapa negara. Di Amerika Serikat misalnya, larangan penggunaan styrofoam diberlakukan di Washington DC sejak 1 Januari 2015. Pihak pemerintah telah mengeluarkan undang-undang distrik yang melarang penggunaan styrofoam untuk makanan cepat saji. Kebijakan ini lalu diikuti oleh Kota Portland, Oregon.
      Di kota New York, larangan penggunaan stryrofoam berlaku mulai 1 Juli 2015. Lebih dari 70 kota di Amerika Serikat telah melarang styrofoam, termasuk San Fransisco, Oakland, dan Seattle. Di negara lainnya, larangan penggunaan styrofoam telah diberlakukan di Kota Sibu, Malaysia dan Oxford, Inggris.
      Di Indonesia, Kota Bandung merupakan kota pertama yang memberlakukan larangan penggunaan styrofoam ini. Meski belum menjadi aturan baku dan baru sebatas imbauan, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pelanggaran terhadap imbauan ini tetap akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari teguran secara lisan, tertulis, hingga pencabutan ijin usaha. Pemerintah Kota Bandung bersama pihak terkait kini sedang merumuskan payung hukum untuk larangan penggunaan styrofoam ini. [www.voaindonesia.com
    • By dugelo
      Walikota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan, Pusat Komando ini di bangun untuk memberi service umum yang lebih cepat serta moderen.
      BANDUNG
      Kota Bandung saat ini mempunyai Command Center atau pusat komando serta kendali untuk memonitor semuanya info, termasuk juga jalan raya, titik kemacetan jalan, keadaan banjir, sampai kehadiran tempat pembuangan sampah.
      Berlokasi di kompleks kantor pemerintah kota Bandung, ruang pusat komando ini di bangun dengan design serupa sarang tawon serta tampak megah seperti ruang kontrol dalam film Star Trek.
      Di dalamnya ada data cuaca, peta, video analisa, dsb untuk memonitor kondisi kota Bandung. Contoh spesifiknya yaitu pemakaian CCTV di berjalan-jalan yang ada di Bandung yang bakal tersambung segera ke Command Center, hingga melalui pengawasan kamera itu dapat di ketahui pelanggaran jalan raya yang berlangsung serta terekam oleh CCTV.
      Bukan sekedar itu, dari Command Center dapat juga tampak titik lokasi banjir, kebakaran, sampai kehadiran tempat pembuangan sampah. Ada monitor besar di ruang Command Center yang dikelilingi dengan monitor ukuran kecil yang lain.
      Pusat Komando ini dikelola oleh 15 pakar info tehnologi yang bukanlah adalah pegawai negeri.
      Walikota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan, Pusat Komando ini di bangun untuk memberi service umum yang lebih cepat serta moderen.

      “Memulai satu langkah baru dalam memberi service umum yang tambah baik. Kan service umum itu yang diinginkan orang-orang kan bila ada permasalahan cepat lah responnya lalu mutunya juga baik. Karenanya ada Bandung Command Center ini kita memakai tehnologi untuk tahu persoalan info lebih cepat, lalu memutuskan lebih cepat, " katanya.
      Ridwan memberikan, untuk lebih memberi service umum yang cepat pada orang-orang, th. ini Command Center akan di bangun di kecamatan-kecamatan.
      “Tahun ini ada Command Center juga di kecamatan, namun ruangnya kecil saja, 3x4 (mtr.). Camat-camat ada monitor minimum empat hingga enam (unit) lalu mengkoneksi CCTV di lokasi kecamatannya, bikin ketentuan. Jadi berikut rencana desentralisasi dalam ‘Smart City’, " katanya.
      Disamping itu, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung beberapa waktu terakhir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi menyampaikan, Command Center layak ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia.
      Menurut dia, service umum yang sempurna mesti selalu mempercepat satu sistem keperluan orang-orang, memperpendek permasalahan perizinan, serta responsif.
      “Sangat inovatif serta futuristik di mana beragam bebrapa masalah perkotaan dapat dengan cara real time diikuti serta ini satu diantara bentuk service umum yang sempurna serta excellent. Layak jadikan pilot project untuk diaplikasikan mulai di kota-kota besar yang ada, " katanya.
      Warga Kota Bandung menyongsong baik kehadiran Command Center. Mereka juga bangga Kota Bandung mempunyai sarana umum yang mutakhir.
      “Kalau menurut saya ini satu terobosan yang baru lantaran banyak keuntungan-keuntungan yang didapat untuk warga Kota Bandung, " tutur seseorang warga bernama Feri.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy