Jump to content
monica_pendong

Cara hidup mahasiswa australia

Recommended Posts

post-144-0-83219500-1414050602_thumb.jpg

 

Biaya hidup

 

Peraturan di Australia mengharuskan mahasiswa internasional buat menunjukkan bukti bahwa mereka dapat menunjang diri mereka sendiri. Ini buat memastikan mahasiswa luar negeri agar dapat tinggal dengan nyaman, aman dan nikmat selama berada di Australia. Mahasiswa internasional dapat menambah gaya hidup mereka melalui pekerjaan paruh waktu, namun persyaratan 'biaya hidup' membantu buat memastikan kesuksesan mahasiswa pada masa kuliah mereka sehingga mereka nggak harus bergantung pada pekerjaan buat menutupi segala pengeluaran mereka.

 

Sejak 1 Januari 2010 pendaftar visa calon mahasiswa, dan anggota keluarga mereka, wajib memiliki akses kepada dana berikut ini buat memenuhi persyaratan biaya hidup:

  • A$18.000 per tahun buat mahasiswa utama
  • A$6.300 per tahun buat pasangannya mahasiswa
  • A$3.600 per tahun buat anak pertama mahasiswa dan
  • A$2.700 per tahun buat setiap anak lainnya dan di mana diperlukan.

 

Buat informasi lebih lanjut silakan kunjungi immi.gov.au

 

Di bawah ini disajikan beberapa perkiraan biaya buat belanja rumah tangga dan barang lainnya.

  • Seloyang roti - A$2.50 sampai A$4.00
  • Dua liter susu - A$2.20 sampai A$3.60
  • Koran - A$1.50 sampai A$3.00;
  • Sekotak sereal sarapan - A$3.00 sampai A$5.60
  • 100 kantung teh - A$3.50 - A$5.00
  • Sebotol minuman ringan - A$1.50 sampai A$3.00;
  • Sebotol sampo - A$2.50 sampai A$6.50;
  • Daging cincang (500 gram) - A$3.00 sampai A$7.50
  • Paha ayam tanpa tulang (500 gram) - A$5.50 sampai A$7.00

Buat informasi lebih lanjut tentang penyusunan anggaran kunjungi understandingmoney.gov.au

 

Hiburan dengan anggaran ketat

 

Australia memiliki banyak buat ditawarkan kepada mereka dengan anggaran ketat. Ketika kamu sudah mendapatkan keindahan alam yang mengagumkan di ambang pintu, iklim yang nyaman sepanjang tahun, dan banyak taman-taman nasional dan pantai buat berjalan-jalan, berlari atau bersepeda sepanjang pantai, kamu nggak perlu membelanjakan dolar kamu buat mendapatkan kesenangan.

 

Kegiatan bebas biaya lainnya di Australia termasuk: Berkunjung ke banyak pasar akhir pekan yang penuh keramaian dan fantastis; belajar tentang seni dan sejarah Australia di galeri bebas biaya dan museum; atau saksikan salah satu festival Australia yang berlangsung di kota dan pantai di seluruh negara bagian. Setiap tahun keluarga Australia berkumpul bersama di luar rumah buat mengikuti festival makanan, anggur dan musik gratis; dan kompetisi berselancar buat penyelamatan adalah yang biasa dilakukan pada musim panas di pantai.

 

Orang Australia sangat suka berada di luar rumah sehingga selalu ada banyak kesenangan gratis yang dapat diperoleh. Periksalah koran lokal kamu buat melihat apa yang sedang berlangsung di area kamu.

 

Bagaimana membuka akun di bank

 

Membuka akun bank di Australia relatif mudah buat mahasiswa luar negeri. Disarankan kamu melakukan ini secepat mungkin setelah kamu tiba. Yang kamu perlukan hanya paspor dan bukti alamat. Bank akan kemudian membuka akun buat kamu dan mengirim kartu ATM kamu yang memberi kamu akses ke uang kamu dari sejumlah mesin ATM di kota kecil maupun kota besar. Beberapa bank akan menghapuskan biaya akun bulanan jika kamu memberi bukti penerimaan sebagai mahasiswa purna waktu pendidikan tersier.

 

Buat informasi lebih lanjut ada baiknya mengunjungi situs bank dimana kamu bermaksud buat membuka akun.

 

MAKANAN

Makan di luar

Mereka bilang orang Australia adalah bangsa yang mencintai olah raga, tetapi hal yang sama berlaku buat kecintaan mereka pada makanan. Australia memiliki sejumlah koki terbaik dunia dan restoran pemenang penghargaan. Nggak dapat diragukan lagi, orang Australia menganggap makanan mereka hal yang serius. Berkat pengaruh budaya internasional di Australia di mana kamu dapat makan apa pun dan semuanya; dari Vietnam ke Venezuela, Maroko ke Meksiko, Turki ke Tapas, Jepang, Jerman dan banyak lagi.....

 

Iklimnya sangat bervariasi dari utara hingga selatan sehingga banyak ragam penawaran hasil pertanian, dan dengan garis pantai yang begitu besar, Australia membanggakan hidangan laut segar, yang berlimpah ruah dan lezat.

 

Makan di luar adalah cara hidup normal bagi masyarakat Australia dan pada umumnya makan di restoran adalah hal yang cukup biasa. Hal Ini juga sangat terjangkau, dengan beberapa restoran setempat yang lebih kecil mengenakan biaya sekecil $5 buat hidangan utama. Tentu saja ada beberapa restoran jenjang menengah dan kelas atas juga (untuk lebih royal!) dan di dalam kota-kota utama sudah pasti nggak ada kekurangan tempat buat menemukan makanan yang baik!

 

Di Australia banyak restoran adalah BYO (Bawa Sendiri) yang artinya kamu dapat menghemat uang cukup banyak buat tagihannya. Jika restoran mengatakan BYO, kamu diperbolehkan buat membawa minuman beralkohol sendiri. Biaya "melepas sumbatan" kecil sering kali ditambahkan pada tagihan kamu - pastikan kamu memeriksa berapa biaya melepas sumbatan karena dapat berbeda sangat banyak.

 

Makan di rumah

 

Makan di rumah juga merupakan kegembiraan bagi warga Australia, khususnya dalam bulan-bulan musim panas ketika mereka menyalakan api "barbie" (atau barbecue) dan memanggang udang atau 'snags' (sosis). Barbecue akhir pekan adalah cara yang sangat populer buat bersosialisasi dengan teman di rumah, dan makanan dapat dibeli dengan harga relatif murah di supermarket lokal, pasar tani, atau pasar makanan.

 

Buat pembelian makanan sehari-hari ada dua supermarket utama di Australia: Woolworths dan Coles; dan kamu biasanya nggak pernah jauh dari salah satunya di kota-kota utama. IGA adalah supermarket independen yang menawarkan penghematan saat berbelanja. Rantai supermarket lainnya, ALDI, beroperasi di wilayah Eastern Seaboard (NSW, QLD, ACT, VIC) menawarkan para pelanggan nilai belanja lebih baik.

 

BEKERJA DI AUSTRALIA

Pekerjaan paruh waktu

Mahasiswa dengan visa yang diterbitkan sesudah 26 April 2008 mendapat izin buat bekerja selama 20 jam per minggu buat menunjang proses belajar mereka sambil hidup di Australia. Apabila kamu membawa keluarga kamu, tanggungan kamu dapat juga bekerja sampai dengan 20 jam per minggu saat kamu telah mulai program kuliah kamu di Australia. Buat informasi lebih lanjut silakan lihat situs DIAC.

 

Banyak mahasiswa bekerja buat mendapatkan sedikit penghasilan tambahan agar mereka dapat bepergian atau menyimpan, lainnya bekerja buat memperoleh pengalaman, bertemu warga setempat dan berteman. Mahasiswa dapat memilih buat bekerja di bar, restoran, dan kafe, atau buat melakukan kerja paruh waktu di industri yang terkait dengan bidang kuliah mereka. Kesempatan kerja paruh waktu dapat ditemukan di koran lokal dan di internet, seperti situs seek.com.au atau careerone.com.au

 

Mahasiswa yang ingin bekerja (atau buat memperoleh akun bank) memerlukan Tax File (Berkas Pajak) yang dapat kamu peroleh dengan mudah melalui pendaftaran di Laman Beranda Kantor Pajak Australia dan mengikuti instruksi buat mengisi formulir; proses biasanya memerlukan 2-3 minggu.

 

Bekerja sukarela

 

Bekerja sukarela adalah cara yang baik sekali buat mengenal orang lain di komunitas Australia dan berteman. Selain itu, banyak mahasiswa bekerja sukarela agar mereka dapat memperoleh keterampilan ekstra kurikuler atau memperluas cakrawala budaya mereka.

 

Peluang bekerja sukarela dapat melibatkan kerja dengan organisasi nirlaba atau komunitas; atau membantu bisnis yang terkait dengan studi mereka. Di Australia bekerja sukarela dapat mengerjakan apa saja dari menanam pohon, membersihkan pantai, menyelamatkan hidup peselancar, bekerja di acara olahraga utama atau musik, atau membantu komunitas orang tua.

 

Mungkin hanya sejam per minggu, atau sedikit komitmen lebih, namun ini merupakan kesempatan baik sekali buat menonjol dari keramaian. Mahasiswa dengan keterampilan tambahan dan pengalaman sering dipandang dengan baik oleh pemberi kerja potensial.

 

Institusi pendidikan kamu dapat juga memasang iklan peluang bekerja sukarela.

Baca lebih lanjut tentang bekerja sukarela di: govolunteer.com.au

 

Menjaga kesehatan

 

Ketika kamu tiba di Australia kamu sebaiknya mendaftar pada dokter lokal/GP.

 

Australia memiliki sistem kesehatan yang melindungi mahasiswa internasional secara spesifik disebut Overseas Student Health Cover (OSHC). kamu perlu buat membeli OSHC sebelum kamu datang ke Australia buat melindungi kamu pada saat kedatangan. kamu perlu mempertahankan OSHC selama kamu tinggal berbasis visa mahasiswa di Australia. OSHC kamu akan membantu kamu membayar perawatan medis atau rumah sakit apa pun yang mungkin kamu perlukan selama kamu belajar di Australia, dan itu akan berperan terhadap biaya dari sebagian besar resep obat-obatan, dan layanan darurat.

 

Ada lima penyedia OSHC di Australia. Lihat tautan di bawah buat mendapatkan informasi lebih mendetil tentang masing-masing penyedia:

  • Australian Health Management OSHC
  • BUPA Australia
  • Medibank Private
  • OSHC Worldcare
  • NIB OSHC

OSHC nggak mencakup perawatan gigi, mata atau fisioterapi. kamu tetap dapat menggunakan layanan kesehatan ini, namun apabila kamu ingin terlindungi buat perawatan tersebut kamu akan perlu membeli tambahan asuransi kesehatan pribadi.

 

Layanan darurat

Dalam keadaan darurat, nomor buat dihubungi adalah 000.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) naik daun karena kisah horor yang beredar di dunia maya. Kejadian serupa juga dialami mahasiswa Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon pada 2018 lalu.
      Fani, salah seorang peserta KKN mengaku tak akan melupakan kejadian mengerikan itu. Fani mengatakan, saat sudah diterjunkan ke desa tersebut, Fani ditunjukkan dua rumah untuk disewa.
      "Rumah pertama untuk mahasiswa laki-laki dekat balai desa tapi yang perempuan jaraknya jauh dari rumah warga," kata dia.
      Rumah yang ditempati Fani dikelilingi pohon bambu. Tapi, program pengabdian ke masyarakat itu punya bumbu misteri, kala seorang peserta KKN bernama Lastri (bukan nama sebenarnya), tiba-tiba kerap melakukan aktivitas yang aneh.
      Berkaca di Cermin Besar
      Lastri kerap memakan bunga melati. Dia juga minum botol air khusus.
      "Kami sempat mencari tahu tentang Lastri setelah minggu kedua kami diberi tahu kalau air itu diberi keluarganya karena diyakini punya khasiat apa gitu. Kami tetap positif saja karena yang penting kegiatan KKN mahasiswa Cirebon ini lancar," ujar dia.
      Tapi, tingkah Lastri semakin mencurigakan. Wanita itu cenderung suka menyendiri dan berkaca di cermin besar.
      Pada pekan ketiga KKN, Fani mengaku, tingkah laku Lastri terlihat lebih berbeda. Saat Kamis, malam Jumat Kliwon menjelang maghrib, Lastri tiba-tiba mandi dan keramas.
      "Setelah Lastri mandi, saya bersama kawan lain di ruang tengah bersiap untuk salat maghrib. Nah, Lastri setelah keluar dari kamar mandi langsung menuju kamar yang biasanya dijadikan tempat untuk berkaca," ujar dia.
      Tak Lazim
      Saat itu, pintu kamar yang digunakan Lastri dalam kondisi sunyi seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Fani bersama dua teman lainnya berinisiatif menghampiri kamar tersebut untuk memastikan keberadaan Lastri.
      "Saya buka pintu pelan-pelan melihat Lastri sedang duduk di depan kaca sambil membelai rambutnya tanpa suara dan pandangannya kosong," kata dia.
      Tidak lama kemudian, Lasti mengalami aktivitas aneh yang diduga kerasukan. Setelah kedatangan kelompok KKN laki-laki dan pihak desa, Lasti disembuhkan.
      "Kalau kata Pak Kiai desa bilangnya kejadian ini berawal dari Lastri yang punya kebiasaan tak lazim sehingga mengundang makhluk halus hadir di rumah yang kami sewa ini," ujar dia.
      Usai pulih, Lastri bersama kedua temannya diantarkan pulang untuk mendapat perawatan dari keluarga mereka.
    • Guest News
      By Guest News
      Di berbagai universitas di AS, jumlah mahasisiwi jurusan informatika kurang dari 20 persen dibanding mahasiswanya. Namun tidak demikian di Universitas Harvey Mudd, Los Angeles, kaena lebih dari separuh mahasiswa jurusan informatika yang lulus tahun lalu adalah perempuan. Simak dalam liputan berikut.
       
       
    • By berita_semua
      Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor
      Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia.
      Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut.
      Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari.
      "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus.
      Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal.
      "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya.
      Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas.
      "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya.
      Kurangnya Persiapan
      Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya.
      Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut.
       Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal.
      "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya.
      Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
    • By desipermatakenz
      Sebagai kota terbesar di Benua Australia, Sydney memiliki sejumlah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam hingga wisata modern tersedia di kota yang dijuluki City of Harbours ini.
      Nah, bagi kamu yang baru pertama kali mengunjungi Sydney dan tidak memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi, berikut 4 destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi.
      Sydney Opera House
      Sydney Harbour
      Bondi Beach
      Taronga Zoo
       
    • By agenrahasia
      Tony Abbott
      Media di Indonesia kini diramaikan dengan dua berita yaitu konflik Polri versus KPK  dan rencana eksekusi mati terpidana kasus narkoba warga negara Australia. Persoalan konflik di tataran nasional kini telah diredakan oleh Presiden Jokowi dengan membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dan mengajukan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru. Presiden juga mengeluarkan Keppres memberhentikan sementara Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua Bambang Widjojanto, serta mengeluarkan Perppu menunjuk tiga orang sebagai Plt KPK.
      Walau kemelut ini belum selesai tetapi paling tidak getaran berupa ancaman terhadap stabilitas keamanan telah mereda. Kesimpulannya masalah nasional lebih mudah diredakan dengan keputusan yang bijak dan dikomunikasikan dengan baik.
      Kini menurut penulis, ada hal penting lain yang harus diperhatikan oleh presiden serta unsur polisi dan militer Indonesia (TNI). Penulis mengamati dan mempelajari keberatan pemerintah Australia dengan rencana eksekusi mati dua tokoh pedagang narkoba yang dikenal kelompok Bali Nine. Dua terpidana mati WN Australia   telah ditolak grasinya oleh Presiden Jokowi.
      Bahaya yang penulis amati dari sudut pandang intelijen demikian serius dan sebaiknya harus dicermati serta dilakukan penilaian dan penyelidikan intelijen agar Indonesia tidak kecolongan atas  kemungkinan tindak ekstrem dari Australia. Penulis mencoba mengurai kasus keberatan Australia dengan beberapa fakta serta analisis berikut dibawah ini.
      Kelompok ini disebut Bali Nine karena terdiri dari sembilan orang penyelundup narkotika yang ditangkap pada 17 April 2005 di Bali dalam usaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg dari Indonesia ke Australia.  Anggota Bali Nine asal Australia tersebut adalah Scott Anthony Rush, Myuran Sukumaran, Andrew Chan, Renae Lawrence,  Tan Duc Tanh Nguyen, Si Yi Chen, dan Mathew James Norman,  Michael William Czugaj, dan Martin Eric Stephen.
      Setelah melalui pengadilan panjang, kini yang menjadi berita besar, dua orang diputuskan akan segera dieksekusi tembak mati. Keduanya adalah Andrew Chan, disebut sebagai God Father dan Myuran Sukumaran. Pada tanggal 10 Desember 2014 Presiden  Jokowi menyatakan dalam pidatonya bahwa ia tidak akan menyetujui setiap pemintaan keringanan karena pelanggaran narkoba. Tanggal 30 Desember 2014, permohonan Sukumaran untuk grasi ditolak, sementara permohonan grasi dari  Chan  ditolak pada tanggal 22 Januari 2015. Kedua terpidana itu kini ditahan di lapas Kerobokan Bali. Menurut informasi keduanya akan dipindahkan ke Nusakambangan.
      Posisi Politik dan Sikap PM Australia Tony Abbott
      Pada bulan Januari 2015, PM Australia Tony Abbott serta Menlu Julie Bishop meminta kepada Presiden Jokowi  untuk meninjau penolakan grasi kedua WN Australia tersebut. Pemerintah Indonesia bergeming dan menolak permohonan tersebut. Selain Australia, Sekjen PBB , Ban Ki-moon juga mendesak pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Jokowi, untuk menghentikan hukuman mati. Desakan dari Ban Ki-moon itu disampaikan oleh Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
      Jaksa Agung Prasetyo  menegaskan bahwa Indonesia tetap akan melanjutkan eksekusi. "Tidak akan dibatalkan," kata Prasetyo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015). Tim eksekutor dikatakannya sudah siap, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pelaksanaan.
      PM Tony Abbott menyatakan bahwa Australia akan menempuh semua opsi hukum untuk menyelamatkan dua warga negaranya dari eksekusi mati di Indonesia. Demikian janji Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Senin (16/2/2015). "Saya tidak ingin memberikan harapan palsu, tetapi saya ingin semua orang paham, kami sedang mengupayakan setiap celah untuk membantu orang-orang itu," kata Abbott.
      Selanjutnya Abbott mengatakan akan melakukan balasan diplomatik yang setimpal jika Indonesia mengeksekusi warganya. Ia mengatakan bahwa warga negara Australia sudah muak dengan langkah Indonesia tersebut. Warga negara Australia bahkan membuat petisi yang meminta Indonesia mengampuni Chan dan Sukumaran. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop bahkan  mengancam memboikot Indonesia, termasuk melarang warganya berkunjung ke Pulau Bali.
      Mengapa pemerintah Australia demikian gencar mengupayakan agar kedua warganya lepas dari regu tembak? Nampaknya ini dapat dikatakan lebih dilatar belakangi dengan posisi politik dari PM Abbott yang kurang baik beberapa waktu terakhir. Tony Abbott yang baru 17 bulan menjadi perdana menteri itu  terancam di impeach.  Pada awal Februari sebagian dari warga Australia, menganggap Abbott  gagal dalam meningkatkan perekonomian Australia, disamping kebijakannya dibidang perpajakan yang dinilai tidak sejalan dengan harapan warga Australia.
      Dia lolos dari vonis,”mosi tidak percaya”, dan tetap bertahan dalam posisinya sebagai PM Australia setelah selamat dari upaya voting di internal Partai Liberal, yang dilakukan hari Senin (9/2/2015) pagi di Canberra. Dalam voting  yang dihadiri 101 dari 102 anggota Partai Liberal yang memiliki hak suara, 61 menyatakan menolak mosi dan 39 menyatakan menerimanya.  Satu suara diberikan secara informal dan 1 anggota tidak hadir karena sedang cuti. Walau selamat, tetapi karir politiknya dinilai cedera (Tjiptadinata, Kompasiana).
      Nah menurut penulis, disinilah kesempatan Abbott untuk mengembalikan kepercayaan warga Australia dalam memperjuangkan jiwa warganya yang akan dieksekusi mati di Indonesia, tetangga dekatnya. Oleh karena itu kini terlihat dia berusaha mati-matian akan menyelamatkan Chan dan Sukumaran. Ini sebuah pertaruhan nama serta karir politik Abbott pastinya.
      Lobi politik Australia jelas sangat kuat, karena kini Sekjen PBB juga sudah ikut meminta agar hukuman mati itu dibatalkan, kita faham bahwa apa kata PBB itu juga kata AS. Selain itu pemerintah sebaiknya waspada, pada pemerintahan SBY, Australia adalah negara penyadap presiden SBY dan beberapa pejabat pemerintah. Hasilnya  disetorkan ke AS. Australia tergabung dalam jaringan intelijen lima negara (five eyes) dengan AS, Inggris, Canada dan New Zealand.
      Artinya, kini semua pembicaraan baik Presiden Jokowi serta beberapa pejabat terkait penulis perkirakan sudah disadap oleh intelijen Australia. Yang penulis khawatirkan, pemerintah (baca : Jokowi) kini lebih sibuk dengan urusan BG, Badrodin, konflik Polri-KPK, ancaman DPR, Kompolnas,  tekanan elit PDIP dan pernik politik yang ringan tapi dibuat kusut oleh berbagai pihak. Pemerintah terlalu menganggap ringan ancaman Australia, negara yang pernah memonitor hingga bumbu dapur dan masakan dirumah Ibu Negara Ani Yudhoyono. Dengan menyadap, mereka akan menguasai kekuatan, kemampuan dan kerawanan si target.
      Penulis agak mencurigai, bahwa Australia bisa saja melakukan langkah ekstrem untuk menyelamatkan kedua warganya tersebut. Australia selama ini merasa sebagai negara besar, kuat, Deputy AS dikawasan Asia. Penulis saat bertugas  mendampingi Menhan Matori Abdul Djalil (Alm) sebagai penasihat intelijen pernah diminta membuat analisis apa resiko apabila  Menhan akan membuat pernyataan bahwa bom Bali-1 (oktober 2002) sebagai serangan Al-Qaeda dengan Jamaah Islamiyah. Ternyata dibalik itu semua, Australia serta AS yang marah karena banyak warganya yang tewas, bisa melakukan langkah preemtive strike ke Indonesia.
      Mereka mempunyai konsep mengejar terorisme hingga jauh ke garis belakang sebuah negara, apabila sebuah negara menjadi ancaman keamanan nasionalnya. Ini berarti mereka selalu menyiapkan kemampuan melakukan intervensi baik dalam skala terbatas maupun besar ke sebuah negara. Operasi bisa dilakukan mandiri ataupun berupa gabungan. Dikawasan Asean, Australia masih tergabung dalam pakta pertahanan FPDA (Five Power Defence Arrangements) disamping pakta ANZUS (kini antara Australia dan AS). Dengan demikian maka Indonesia dikelilingi tetangga yang tergabung dalam pakta pertahanan.
      Australia sudah sejak lama selalu aktif mendukung AS dalam pelbagai operasi militer di pelbagai belahan dunia, seperti serangan ke Afghanistan dan Irak misalnya. Demikian juga kini dalam operasi serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Syria Australia mengirimkan pesawat tempur Hornet. Pasukan khususnya sangat berpengalaman terlatih bertempur  di negara lain.
      Nah, dengan sense of intelligence yang dimiliki (cara berfikir intelijen adalah kondisi terburuk agar kita tidak terkena unsur pendadakan), apakah bukan tidak mungkin pemerintah Australia akan melakukan langkah ekstrem menyelamatkan Chan dan Sukumaran?. Dimasa lalu, saat operasi Timor Timur, intelijen militer Australia diketahui juga melakukan infiltrasi dalam mendukung Fretilin. Ini disebabkan karena masih ada wilayah Indonesia yang belum ter-cover radar di wilayah Timur. Tetapi kini dapat dikatakan semua wilayah sudah dapat dimonitor radar Kohanudnas dan sipil.
      Pertanyaannya, bagaimana kalau pasukan khusus Australia melakukan upaya penculikan dan membawa lari kedua tersangka tersebut? Dari pengalaman pengamanan lapas, nampak sistem keamanannya sangat lemah apabila dilakukan ambush oleh anggota militer terlatih. Peristiwa Cebongan menunjukkan bahwa keamanan lapas sangat mudah ditembus hanya dengan sebuah team terdiri dari beberapa orang terlatih yang hanya dipersenjatai  dengan sebuah AK-47. Mision acomplish.

      Australian S.A.S.R di Phuoc Tuy Vietnam 1967 
      Apakah mereka mampu menyerang? Kemampuan SAS (Pasukan Khusus Australia) yang diantaranya dikenal sebagai The Special Air Service Regiment adalah pasukan khusus yang sangat terlatih. Belum lagi apabila mereka didukung oleh teknologi intelijen Australia dan juga AS (NSA dan CIA). Mereka bisa melakukan raid baik dengan serangan dukungan laut, atau bisa juga serangan udara mirip "raid on Entebbe" saat pasukan khusus Israel membebaskan sandera warga Israel di lapangan terbang  Entebbe Uganda. Misi juga sukses.
      Dalam operasi lintas negara, yang menonjol adalah saat penyergapan Osama bin Laden pemimpin Al-Qaeda yang bersembunyi di negara Pakistan (Abottabat), dimana penyerang hanya terdiri dari empat helikopter dan didukung beberapa pesawat tempur serta monitoring satelit. Pemerintah Pakistan yang tidak mengira negaranya akan diinfiltrasi, ternyata kebobolan. Pertahanan udara Pakistan, intelijen militernya  serta pesawat tempurnya dikenal cukup canggih, tetapi toh mereka kecolongan karena mereka tidak siap dan tidak memperkirakannya. Misi senyap pasukan khusus anti teror US Navy, Navy Seals X-Team (DEVGRU)  sukses tanpa korban. Kerugian hanya satu heli rusak.
      Nah, apakah Australia berani dan akan nekat menculik warganya dari Indonesia? Ini sebuah pekerjaan rumah Polri dan TNI, karena menurut penulis yang dipertaruhkan adalah harkat, martabat dan kedaulatan Indonesia. Sebaiknya kita siap dan memperkuat pengamanan kedua napi tersebut. Yang terpenting  kerahasiaan informasi harus dijaga, dimana kini semua dibuka di media. Lihat saja penjara Kerobokan terbuka bagi keluarga dan insan pers, bukan tidak mungkin ada unsur intelijen yang menyusup dan membuat pemetaan.
      Saran penulis, penjara Kerobokan jangan hanya dijaga oleh sipir penjara dan  polisi saja, tempatkan pasukan khusus (Gultor Kopassus, Denjaka Marinir, Den Bravo Paskhasau serta Densus) untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Demikian juga radar Kohanudnas, pesawat tempur serta kapal perang perlu disiapkan disekitar daerah dimana kedua napi berada. Termasuk apabila kedua napi itu digeser ke lokasi lainnya. Sebaiknya mulai dilakukan  kini hingga eksekusi selesai.
      Pertimbangan penulis, apabila tidak di antisipasi sejak awal dan pasukan khusus Australia mampu membawa lari Chan dan Sukumaran ke Australia, apakah kita akan perang dengan Australia? Kalau terjadi, apa keputusan pemerintah? Memutuskan persoalan BG saja dibutuhkan waktu yang cukup lama. Ini dimonitor juga oleh Australia pastinya.
      Keberanian pimpinan nasional menjadi ukuran langkah tindakan berani mereka kedepan. Karena itu pemikiran the worst condition harus dimulai dari Presiden, Menhan, Panglima TNI,  BIN, Bais TNI, agar kita tidak dipermalukan. Kunci keputusan terakhir ada pada intelijen, seberapa jauh dapat memonitor apa yang akan dikerjakan oleh pihak Australia. Selain info intelijen kekuatan, kemampuan dan kerawanan, intelijen perlu tahu apa "niat" mereka.  Yang penting, jangan kita dipermalukan di negara kita sendiri.
      Langkah Antisipasi
      Keributan serta kesibukan Australia menurut penulis adalah sesuatu yang biasa dan wajar, karena itulah yang harus dikerjakan PM Abbott. Kepentingan dirinya dalam kondisi menurunnya karir politiknya digabungkannya  kedalam kepentingan nasional Australia.
      Penulis sempat bertanya kepada salah satu pejabat di BKPM apa kerugian Indonesia apabila Australia melakukan embargo ekonomi misalnya. Dari informasinya, masalah utama adalah kita akan kekurangan suplai daging sapi. Sementara perdagangan lainnya tidak terlalu besar dan mengganggu. Demikian juga, walaupun warga Australia diimbau melakukan boikot ke Bali, nampaknya tidak akan "mempan" karena Bali rumah kedua warganya yang ingin berlibur.
      Nah, berbicara langkah antisipasi, persoalannya adalah komunikasi atau diplomasi politik belum tertata dengan rapih. Disinilah peran para diplomat kita untuk meyakinkan negara akreditasi dimana mereka ditugaskan. Perlu menjelaskan bahwa Indonesia seperti dikatakan Presiden Jokowi sudah darurat narkoba, karena itu sudah tiada maaf bandar besar akan dihukum mati. Perdagangan, produksi dan konsumsi narkoba sudah demikian besar dan mengakar di Indonesia. Kita tidak akan mau mengorbankan bangsa dan negara hanya untuk menyelamatkan dua bandar narkoba. Ketegasan Indonesia karena kita tidak ingin mafia narkoba serta jaringannya menguasai harkat hidup rakyat banyak.
      Jadi langkah antisipasi preventif jauh hari sebelum pelaksanaan eksekusi menjadi tanggung jawab para diplomat kita. Dilain sisi, unsur pertahanan dan keamanan sebaiknya menyiagakan kekuatannya untuk menghidari raid pendadakan. Intelijen sebaiknya terus memonitor apa langkah yang akan dilakukan Australia serta sekutunya. Apa resiko yang akan didapat Indonesia dalam kondisi yang berlaku. Tentang sudut pandang analisis, apabila tidak terjadi, paling tidak kita sudah terus bersiaga menghadapi kondisi terburuk. Dan apabila kita siap siaga, Australia akan berfikir ulang apabila di benaknya terfikir akan melakukan langkah penyelamatan ekstrem. Semoga saja tidak. (Tetapi pikiran ini menyatakan"who knows?").
      Australia terlatih melakukan intervensi ke negara lain. Kinipun tanpa ijin pemerintah Syria, mereka juga bergabung dengan AS melakukan penggempuran udara di negara tersebut. Penulis mengingatkan bahwa resiko kerugian besar bisa terjadi apabila Abbott nekat mau mencoba semacam operasi Geronimo di sini. Jangan pandang enteng Indonesia, jangan sepelekan Indonesia. Yang penting  mari sepakat kita berantas Narkoba. Kalau ada warga Indonesia tertangkap di Australia terkait narkoba, kita ikhlas-ikhlas saja, kita wakafkan mereka, hukum saja yang berat.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy