Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
c0d1ng

Penjelasan Singkat Tentang Hypervisor

Recommended Posts

Hypervisor adalah sebuah teknik virtualisasi yang memungkinkan beberapa operating system untuk berjalan bersamaan pada sebuah host. Dikatakan teknik virtualisasi karena OS yang ada bukanlah sebuah OS yang sesungguhnya, hanya sebuah virtual machine saja. Tugas dari hypervisor adalah untuk mengatur setiap operating system tersebut sesuai dengan gilirannya agar tidak mengganggu satu dengan yang lainnya. Terkadang, hypervisor juga disebut sebagai Virtual Machine Management (VMM), sesuai dengan tugasnya dalam mengatur beberapa virtual machine.

Pada setiap jenis komputer, seperti cluster computing, grid computing, PC ataupun mainframe, memiliki OS yang berbeda satu sama lain karena memiliki sistem yang juga berbeda. Setiap OS tersebut di desain sesuai dengan kebutuhan dari sistem masing masing. Untuk Hypervisor sendiri, didesain lebih mirip OS untuk mainframe dari pada Windows OS. Hal ini dikarenakan sebuah hypervisor, harus bisa mengatur beberapa sistem sekaligus, layaknya sebuah host melayani beberapa client pada mainframe.

Pada cloud computing, bukan hanya satu sistem saja yang harus diatur.Maka dari itu digunakanlah sebuah Hypervisor sebagai OS dari cloud computing. Hypervisor bertugas untuk mengatur beberapa virtual machine ini sehingga nantinya sebuah cloud computing bisa berjalan dengan baik.

Quote

SINGKATNYA TUGAS DARI HYPERVISOR ADALAH UNTUK MENJALANKAN DAN MENGATUR VIRTUAL MACHINE

Jenis Hypervisor

Secara umum Hypervisor di bagi menjadi 2 jenis yaitu: Baremetal Architectur yang  dikenal dengan hypervisor tipe 1 dan Hosted Architecture yang dikenal dengan hypervisor tipe 2

Hypervisor Type 1 (Baremetal Architecture)

589d07d9aac70_hypervisortipe1.png.63b47837cf62fd24c4ea49ea1914c5a9.png

Hypervisor tipe ini berjalan langsung diatas perangkat keras server, artinya tidak di perlukan sistem operasi lain untuk menjalankan hypervisor tipe 1 ini . dengan begitu hypervisor memiliki akses langsung ke hardware tanpa harus melewati OS.Contoh hypervisor tipe 1 adalah VMware ESXi. Kalau dilihat dari teknik virtualisasi yang digunakan, jenis satu ini adalah jenis hardware assisted.

Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture)

589d0808050eb_hypervisortipe2.png.d3334267abfe236c490a83cad8312bd0.png

Hypervisor tipe ini  berperan sebagai software untuk menjalankan dan mengatur virtual machine. Akses resource hardware yang dibutuhkan oleh virtual machine harus melewati OS.Contoh hypervisor tipe 2 adalah VMware Server. Berbeda dengan tipe 1, tipe 2 ini lebih cenderung ke OS assisted hypervisor (para virtualization) dan juga full virtualization. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Membicarakan tentang Big data dan Cloud Computing saat ini dan ke depan merupakan suatu yang sangat penting, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana mengimplementasikan big data dan cloud computing ke dalam bisnis proses kita dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari Big data dan cloud computing. Ketika kita membicarakan Big Data, tidak hanya terkait dengan ukuran atau size dari data itu sendiri yang “Besar” (katakan lah ukuran data yang mencapai terabytes perhari) namun lebih dari itu, ketika kita berbicara tentang big data berarti kita berbicara bagaimana mengatur data, memberikan tanda atau “label” untuk data-data yang banyak ragamnya (terstruktur, tidak terstruktur, semi terstruktur, internal, atau external), dan penggunaan teknologi apa dan bagaimana yang digunakan untuk menyimpan, dan mengambil (proses baca tulis seperti database) serta banyak lagi aspek lainnya yang menjadi perhatian di dalam big data.
      So, Big Data adalah sebuah konsep yang meluas ketika ukuran data menjadi sangat besar dan tidak bisa dilakukan dengan menggunakan cara-cara tradisional. Big data secara singkat nya dapat dikatakan sebagai paradigma (kerangka berfikir) untuk mengumpulkan,menyimpan, mengatasi, menangani dan mengambil sesuatu yang berarti dari berbagai jenis data yang berbeda-beda.
      Cloud Computing adalah paradigma untuk melakukan komputasi secara on the fly, artinya kita dapat melakukan komputasi tanpa harus menyediakan (setup) perangkat hardware dan software secara mandiri, namun lebih memanfaatkan pihak ketiga dalam mempersiapkan perangkat (software, hardware dan infrastruktur) dan jaringan internet untuk melakukan komputasi, dengan kata lain kita bisa melakukan proses komputasi dengan cepat tanpa harus peduli bagaimana menyediakan dan menyiapkan infrastruktur pendukung nya. Contoh yang mudah dan sering kita gunakan untuk meng-upload dan men-download dokumen yaitu Dropbox. Dropbox memberikan kita akses untuk menyimpan dan mengambil dokumen hanya dengan menggunakan koneksi internet. Contoh lain nya adalah Amazon Web Services (AWS) atau Google (Cloud Computing) server (layanan berbayar) to melakukan beberapa proses atau tugas komputasi yang cukup besar (melakukan inversi matrix yang berukuran 10^15*10^15)(1). Sebelum masa cloud hadir, proses untuk menghitung inversi matrix tersebut membutuhkan biaya yang cukup mahal, dan secara teknis hal tersebut cukup menantang dan mungkin untuk hanya beberapa saja dapat melakukannya.
      Kalau kita berbicara Big Data dan Cloud Computing sebagai sebuah sistem yang terpadu, Big Data adalah isi (as content) dan Cloud Computing adalah infrastruktur, meskipun demikian kedua konsep tersebut mempunyai keterkaitan, dan berkat hadirnya cloud computing kita bisa melakukan proses komputasi dengan data yang sangat besar pada laptop personal kita. Kenyataannya hari ini kita bisa lebih mudah membuat perusahaan startup teknologi dibandikan dengan sebelumnya.
      Walaupun memungkinkan Big Data itu ada(exist) tanpa cloud computing, tapi elastisitas dari sifat cloud membuatnya menjadi ideal (efisien dan ekonomis) untuk proyek-proyek terkait big data.
    • By c0d1ng

      Saat ini, banyak bermunculan perusahaan-perusahaan lokal yang menyediakan jasa cloud computing seiring dengan tren yang berkembang.
      Dengan semakin banyaknya penyedia layanan komputasi awan, berarti semakin tinggi juga persaingan di antara setiap penyedia layanan. Hal ini menguntungkan bagi pelanggan baru maupun pelanggan lama karena persaingan bisnis ini akan menghadirkan harga yang semakin kompetitif serta fitur dan fasilitas yang semakin baik.
      Selain hal itu, berikut ini empat keuntungan yang bisa diperoleh jika memilih penyedia layanan komputasi awan lokal:
      1. Lokasi Server
      Lokasi server menjadi fokus paling penting dalam memilih layanan komputasi awan. Mengapa alasan pemilihan lokasi server ini penting? Logikanya bisa dibilang sangat sederhana. Semakin dekat lokasi server dengan end-user, maka akan semakin cepat server tersebut merespon permintaan dari user.
      Misalnya bila Anda membuat suatu website dan memiliki target audience adalah warga Indonesia, pemilihan serverlokal menjadi pilihan terbaik. Proses penampilan konten website akan sangat cepat sehingga pengunjung dapat segera melihat konten yang ada pada website.
      2. Komunikasi (Support)
      Sebagai pelanggan, pastinya Anda akan berkomunikasi dengan team support dari penyedia layanan yang Anda sewa.
      Masalah bahasa mungkin tidak menjadi masalah bila anda mahir dalam berbahasa Inggris. Pasalnya bila anda menggunakan layanan komputasi awan internasional, Anda akan menggunakan bahasa Inggris sebagai media berkomunikasi.
      Namun, jika Anda menggunakan layanan lokal, Anda bisa lebih mudah berkomunikasi dengan team support dari penyedia layanan karena menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Indonesia. Penyedia layanan yang baik pastinya juga memiliki dukungan support 7 hari x 24 jam, baik untuk support teknis maupun nonteknis.
      3. Variasi Layanan dan Harga
      Seperti yang disampaikan sebelumnya, di Indonesia Penyedia layanan komputasi awan jumlahnya semakin banyak. Tiap penyedia layanan pun menawarkan paket layanan yang berbeda-beda sehingga calon pelanggan memiliki banyak pilihan variasi layanan komputasi awan. Semakin banyak penyedia layanan tentunya persaingan harga pun semakin bervariasi sehingga harga layanannya pun semakin kompetitif.
      4. Metode Pembayaran
      Sebagai pelanggan suatu layanan, pastinya Anda akan melakukan pembayaran atas layanan yang Anda sewa atau Anda gunakan. Bila Anda menggunakan layanan lokal, metode pembayaran tidak akan menjadi kendala yang berarti. Anda bisa melakukan pembayaran menggunakan metode bank transfer dan bisa dibayarkan dengan cara transfer menggunakan ATM ataupun transfer tunai melaui bank.
      Bila anda menggunakan layanan cloud internasional, tentu saja metode pembayaran yang disediakan adalah metode pembayaran internasional juga, seperti menggunakan kartu kredit Visa, Master Card, PayPal, dan metode lainnya.
    • By c0d1ng

      Oracle ERP Cloud telah menambahkan lebih dari 190 feature baru serta memperkaya kemampuan untuk industri-industri spesifik. Walhasil, solusi cloud terdepan untuk keuangan, pengadaan barang (procurement), dan pengerjaan proyek ini menjadi lebih komprehensif bagi perusahaan global.
      Solusi ini terus meningkatkan kemampuannya di industri, termasuk di layanan profesional, layanan keuangan, retail, sektor publik, pendidikan tinggi, teknologi tinggi, dan manufaktur. Berbekal integrasi penuh dengan Oracle Supply Chain Management Cloud, solusi ini menawarkan orkestrasi keuangan rantai suplai yang lengkap dan menyeluruh.
      Oracle ERP Cloud menawarkan pengalaman pengguna yang sederhana dan intuitif, didorong oleh inovasi desain terbaru. Pengguna dapat langsung melihat hal-hal yang dianggap paling penting dan mendapatkan wawasan yang lebih mendalam, sehingga dapat memberikan informasi yang mendetail dan melanjutkan proses bisnis.
      Pengalaman pengguna yang modern ini dapat diakses dari perangkat apa pun dan akan meningkatkan produktivitas pengguna.
      Beberapa modul di dalam Oracle ERP Cloud yaitu Oracle Financials Cloud, Oracle Procurement Cloud, Oracle Project Portfolio Management (PPM) Cloud, dan Oracle Supply Chain Management (SCM) Cloud.
      Dibangun di atas arsitektur yang aman dan terskala, Oracle ERP Cloud menyediakan alternatif yang fleksibel bagi pelanggan melalui pengadopsian penuh ataupun modular, integrasi yang mulus antara aplikasi cloud, on-premise, dan pihak ketiga, serta praktik terbaik dan contoh implementasi yang cepat.
      “Oracle terus memaksimalkan nilai bisnis untuk pelanggan ERP Cloud dengan memberikan inovasi yang berpusat pada pelanggan dalam kecepatan yang tidak tertandingi oleh paket ERP mana pun yang ditawarkan sebagai SaaS,” kata Rondy Ng (Senior Vice President, Oracle Applications Development).
      “Fokus kami dan investasi berkelanjutan di industri tertentu, telah secara signifikan memperkuat dukungan kami untuk pelanggan di berbagai industri, dari yang berbasis layanan hingga berbasis produksi, saat mereka mengadopsi cloud.”
      Sejauh ini, Oracle ERP Cloud dipercaya oleh lebih dari 1.300 pelanggan di lebih dari 60 negara.
      Solusi-solusi untuk Enterprise Performance Management, Governance Risk dan Compliance, Supply Chain Management, serta integrasi dengan portofolio Oracle SaaS lainnya untuk Human Capital Management dan Customer Experience memungkinkan pelanggan untuk melakukan proses adopsi yang cepat, praktis, dan didorong oleh bisnis.
    • By c0d1ng

      Menjadi seorang admin server merupakan hal yang sangat beresiko jika tidak dijalani dengan kejelian dan tanggung jawab. Admin server merupakan orang yang mengatur semua aktifitas server, mulai dari awal dibangun, perawatan sampai perbaikan.
      Perlu anda ketahui bahwa menjadi admin server bukan perkara yang mudah. Admin server dituntut untuk merawat dan menjaga kinerja server agar tetap berjalan dengan baik. Dalam sebuah perusahaan, peran admin server sangatlah penting.
      Admin server mempunyai 3 tugas utama seperti membangun, mengelola, dan memperbaiki server. Ketiga tugas itulah yang “wajib” dilakukan seorang admin server untuk menjaga server tetap berjalan dengan baik.
      Seoarang admin server tidak bekerja sendirian, biasanya mereka membentuk sebuah team. Sangat mustahil hanya terdapat 1 admin server dalam sebuah perusahaan besar, dikarenakan menjadi admin server itu sangatlah sulit dan beresiko.
      Seorang admin server tidak hanya bekerja dengan rekannya saja. Mereka juga bekerja sama dengan pekerja lainnya seperti supervisor, hingga pekerja teknik. Selain itu, sebagai seorang admin server harus pandai berbicara dikarenakan admin server juga harus dapat menjelaskan berbagai hal-hal teknis kepada orang awam. Baca juga mengenai 6 Hal yang Perlu Anda Analisa Sebelum Membangun Server
      Seorang admin server sangat wajib membuat server berjalan dengan lancar dan memastikan keamanan server terjaga. Dikarenakan data dari sebuah perusahaan sangatlah penting, maka admin server harus benar-benar memperhatikan keamanan server tetap terjaga. Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab seorang admin server :
      Mengatasi segala permasalahan yang terjadi pada server. Melakukan perbaikan dan upgrade (jika perlu) pada server. Menjaga aktivitas jaringan pada perusahaan tetap berjalan dengan baik. Melakukan backup data secara berkala. Melakukan troubleshooting jika terjadi aktifitas yang mencurigakan pada server. Menjaga software yang digunakan server tetap up to date. Melakukan integrasi dengan teknologi baru (jika ada). Memanajemen pengguna seperti menambah atau menghapus pengguna. Penutup
      Menjadi admin server tidaklah mudah. Admin server bertanggung jawab penuh terhadap kinerja server dan seorang admin server harus mampu mengoptimal server sebaik mungkin agar berjalan dengan baik.
      Melakukan perbaikan, troubleshooting, pembaruan software dan mengkonfigurasi server menjadi lebih baik lagi merupakan rutinitas yang harus dilakukan oleh seorang admin server. 
    • By qbonk

      Dalam pidatonya di Oracle OpenWorld 2015, Thomas Kurian, President Oracle, mengumumkan sejumlah fungsi baru di layanan Oracle Cloud Infrastructure yang memungkinkan penggunanya menjalankan aplikasi apa pun di cloud.
      Layanan Infrastructure as a Service (IaaS) yang dimaksud antara lain, Oracle Compute Cloud, Oracle Storage Cloud – Archive and File Storage, Oracle Network Cloud, dan Oracle Container Cloud.
      “Perusahaan ingin infrastruktur yang fleksibel, terbukti, dan aman untuk menjalankan beban kerja perusahaan di cloud,” kata Kurian
      “Layanan infrastruktur Oracle sudah memperkuat Oracle Cloud Platform dan Oracle SaaS, serta beberapa perusahaan ternama di dunia,” tambahnya.
      Oracle Cloud saat ini telah melayani 70 juta pelanggan dengan lebih34 juta transaksi tiap harinya. Solusi ini dijalankan di lebih dari 50,000 perangkat dan lebih dari 800 petabyte media peyimpanan di 19 pusat data di seluruh dunia.
      Tambahan Terbaru di Portfolio Oracle Cloud Services Oracle mengumumkan Oracle Cloud Infrastructure terbaru, antara lain Oracle Elastic Compute Cloud: Menyediakan dua pilihan untuk pelanggan: Elastic Compute dan Dedicated Compute. 
      Elastic Compute memungkinkan pelanggan untuk memanfaatkan kemampuan komputasi elastis untuk menjalankan beban kerja apa pun di cloud di zona komputasi bersama, sedangkan Dedicated Compute menawarkan elastisitas untuk pelanggan dengan tambahan, seperti CPU pinning dan isolasi jaringan lengkap. 
      Compute Cloud merupakan fitur yang aman, layak digunakan di tingkat perusahaan, mudah dikonfigurasi, dan menyediakan kemampuan monitoring. Fitur ini mendukung berbagai sistem operasi, termasuk juga Linux dan Windows. 
      Oracle Storage Cloud Service – Archive Storage: Menyediakan storage untuk aplikasi dan beban kerja yang membutuhkan retensi jangka panjang, dengan harga terendah di industri, dan juga menyediakan SLA yang dapat diprediksi untuk penarikan data. 
      Sebagai arsip yang “deep cloud”, Archive Storage cocok untuk set data berskala besar yang jarang diakses, seperti dokumen perusahaan, arsip ilmiah, konten pelestarian budaya, dan master film digital. 
      Oracle Storage Cloud Service – FileStorage: Menyediakan akses protokol jaringn NFS v4 untuk Object Storage dan Archive Storage di Oracle Storage Cloud Service. 
      Perangkat lunak on-premise berperan sebagai storage getaway dari pusat data pelanggan ke cloud dan citra mesin teroptimisasi memungkinkan instansi mesin virtual berbasis cloud untuk mengoperasikan set data bersama. 
      Perluasan File Storage memungkinkan terjadinya integrasi yang mudah dengan solusi Oracle lainnya maupun dengan storage pihak ketiga. 
      Oracle Network Cloud: Menyediakan berbagai pilihan konektivitas, seperti VPN, Oracle Cloud Connect, networking bagi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang muncul setelah konfigurasi jaringan perangkat lunak. Fitur ini menyediakan konektivitas yang sangat aman dan berkinerja tinggi dari pusat data pelanggan ke cloud. 
      Oracle Container Cloud: Menyediakan kemampuan bagi pelanggan untuk menjalankan aplikasi di dalam container Docker, yang dapat dengan mudah diterapkan di dalam Oracle Compute Cloud. Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk mengotomatisasi penerapan aplikasi, dengan menggunakan teknologi terkenal, seperti Mesos dan Kubernetes. 
      Teknologi yang Tersertifikasi dan Stack Aplikasi: Oracle dan berbagai partner telah mensertifikasi stack teknologi di Oracle Cloud, termasuk juga berbagai teknologi open source, Oracle Technology, dan Oracle Applicatios, antara lain Oracle E-Business Suite, Oracle PeopleSoft, dan Oracle JD Edwards. Stack tersertifikasi ini tersedia di dalam katalog untuk menyederhanakan penerapan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy