Jump to content

Misteri Pembunuhan Manusia Es


BincangEdukasi

Recommended Posts

post-19-0-98826300-1412907179_thumb.jpg

 

Teknik terbaru nanoteknologi menggunakan mikroskop berkekuatan atom untuk memeriksa jasad korban pembunuhan pertama dalam sejarah manusia, Otzi. Cara penelitian ini menemukan jejak penanda pendarahan, fibrin.

 

"Fibrin terbentuk segera setelah Anda terluka. Hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya menghilang," ujar Kepala Institut Mumi dan Manusia Es di Bolzano, Italia, Albert Zink. Penemuan fibrin pada luka panah  manusia es ini menunjukkan Otzi meninggal sangat cepat setelah dipanah.

 

Langkah yang menggunakan teknologi baru ini dapat dimanfaatkan untuk membantu penyelidikan pembunuhan manusia era modern.

 

Ilmuwan juga menemukan sampel sel darah merah dari tubuh Otzi. Sel darah tua ini lebih elastis dari sampel yang segar. Dengan cara analisis darah yang sama, Zink menilai teknik serupa dapat berguna untuk menyelidiki tempat kejadian perkara.

 

"Jika jejak darah kering, tim peneliti forensik tidak memiliki metode yang baik untuk memperkirakan usia tetesan darah. Mereka tidak bisa menilai darah ini menetes dalam hitungan hari, minggu, atau bulan," imbuhnya seperti dikutip dari laman Discovery.com.

 

Menurut Zink, teknologi ini dapat merekam perbedaan elastisitas struktur darah untuk memprediksi umur titik darah pada lokasi kejahatan.

 

Penemuan ini menjelaskan misteri pembunuhan pria berusia 46 tahun ini. Otzi kali pertama ditemukan pada 1991 di utara Tyrol, sekitar 3.210 meter di atas permukaan laut. Manusia es ini menjadi salah satu mumi yang paling tua dan tersimpan dengan dengan sangat baik.

 

Penelitian awal menemukan Otzi menghabiskan hidupnya dalam radius 60 km dari tempat penemuan tubuhnya. Ilmuwan telah mengetahui kegiatan Otzi sebelum meninggal sejak 2007.

 

Pria ini memakan daging rusa. Para ilmuwan memperkirakan Otzi meninggal akibat terlibat pertempuran. Pendapat lain mengatakan dia dibunuh sebagai bagian dari ritual pengorbanan manusia.

 

Menurut pakar medis, Ruhli, tembakan panah ini tampak seperti berasal dari pertempuran atau terpanah saat berburu dibanding bagian dari ritual pengorbanan.

 

Ruhli berspekulasi Otzi ditembak di gletser, bukan di lembah, karena luka arteri menyebabkan kematian secara singkat. Manusia es ini lalu melarikan diri ke pegunungan hingga ajal menjemputnya.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...