Jump to content

Hyperloop, Transportasi Masa Depan


Guest News

Recommended Posts

Setiap tahun, kompetisi Hyperloop Space-X menarik para mahasiswa dan insinyur untuk berlomba-lomba menciptakan konsep sistem transportasi jarak jauh tercepat di dunia. Simak kiprah tim Universitas Teknologi Delft dari Belanda, yang tahun lalu berada di peringkat ke-2 dalam liputan berikut ini.

 

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By dugelo
      Bayangkan bagaimana orang kaya hidup hari ini, ujar Hal Varian, ekonom utama di Google. Mereka punya supir sendiri. Bankirnya sendiri. Hidupnya serba dilayani dan bagaikan mimpi. Inikah pula yang kamu idamkan?
      Demikianlah, cara mudah membayangkan membayangkan masa depan menurut Varian: Di masa mendatang, pekerjaan-pekerjaan akan dituntaskan oleh robot. Rutinitas-rutinitas yang menyita waktu dan menyiksa akan diambil alih mereka sementara manusia akan memiliki semakin banyak waktu untuk dihabiskannya sendiri.
      Perjalanan mereka akan disetiri oleh kendaraan dengan kecerdasan buatan. Setiap orang akan memiliki sistem yang bekerja mengurusi tetek bengek yang menguras waktu dan tenaganya.
      Masa depan yang menyenangkan? Masa depan yang sudah tak terlalu jauh lagi, Varian percaya.
      Inovasi sudah terjadi tapi…
      Persoalannya, inovasi-inovasi teknologi serta pengorganisasian kerja sebenarnya sudah sejak lama memangkas berbagai kewajiban kerja yang kita perlukan. Sejak kapan telepon genggam kita berubah menjadi perkakas serba bisa?
      Apakah 2005 yakni sejak Blackberry serta Blackberry Messenger diperkenalkan dan memudahkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi Anda? Apakah sejak iOS, Android diperkenalkan dan segala ragam aplikasi pengatur hidup tersedia dalam genggaman tangan?
      Yang pasti, berkatnya Anda kini tidak perlu lagi merepotkan diri mengirim dokumen-dokumen lewat pos.Anda tidak harus lagi mendatangi orang dan bergelut dengan kemacetan ketika detail pekerjaan dapat diterangkan melalui surel, pesan WhatsApp, atau panggilan video.
      Dan setiap saat, aplikasi-aplikasi, sistem operasi memutakhirkan diri sehingga kebutuhan-kebutuhan kecil—mengunggah foto atau dokumen, katakanlah—semakin tidak perlu Anda pikirkan.
      Apakah pekerjaan berkomunikasi Anda semakin sedikit, pertanyaannya? Apakah waktu luang Anda semakin banyak? Saya jamin, tidak. Bagi kebanyakan dari kita, tidak. Apa yang terjadi adalah Anda masih mesti menanggapi surel dari atasan atau klien pada pukul tiga dini hari. Boleh jadi, Anda bahkan masih harus bergelut dengan rapat melalui panggilan video pada hari raya Lebaran.
      Anda seorang desainer? Anda, boleh jadi, pernah bergelut merevisi pekerjaan Anda puluhan kali—menyambangi semua yang diinginkan klien dan bos Anda hanya untuk kembali ke desain pertama yang Anda ajukan. Semua berkat kemudahan berkomunikasi.
      Potret kerja media daring
      Bagaimana awalnya kepelikan ini terjadi? Keinginan. Ia, saya rasa, berawal dari keinginan manusia yang bukan saja tak tuntas-tuntas melainkan juga mengada-ada. Pekerjaan, toh, tak pernah sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan bertahan hidup belaka sebuah masyarakat.
      Saya tak tahu bagaimana menerangkannya dengan kalkulasi ekonometri yang teliti. Tetapi, saya dapat menceritakan awal mula wartawan di Indonesia diharuskan menulis lima belas berita per harinya.
      Awalnya adalah kesuksesan Detik.com yang mengantarkannya menjadi media daring terbesar hingga hari ini. Pada waktu itu, media daring adalah wahana yang benar-benar baru. Belum ada yang benar-benar tahu strategi agar pengunjung secara konsisten terpikat mendatanginya.
      Detik.com, lantas, mencoba menayangkan sebanyak-banyaknya berita di portalnya. Lebih banyak selalu lebih baik. Lagi pula, berbeda dengan media cetak, media daring sanggup menayangkan berita sebanyak apa pun. Strategi ini berhasil meraup pembaca. Dan, memang, perhitungannya masuk akal. Dengan menayangkan lebih banyak berita, peluang berita mereka dibaca, disebarkan, dan dibicarakan dengan sendirinya akan lebih besar.
      Akan tetapi, apa yang terjadi selepas standar Detik.com menjadi mantra semua media daring yang ada? Media disesaki pengulangan-pengulangan tak berbobot. Satu cerita yang sama dapat didedah menjadi tiga-empat berita. Berita-berita merupakan jiplakan mentah dari siaran pers. Tentu saja, dengan cara apa lagi seorang awak media dapat menulis lima belas berita dalam sehari kecuali dengan taktik-taktik semacam ini?
      Keinginan siapa yang dipuaskan dengan berita-berita daring yang demikian? Keinginan pembaca, boleh jadi. Tetapi, bukankah keinginan mereka seharusnya dapat dipuaskan dengan berita secukupnya yang mengena dan merangkum semua informasi yang dibutuhkan? Dan bukankah kalau media daring tak menciptakan sendiri rasa penasaran tidak sehat pembaca dengan berita-berita sepotong dan umpan klik, wartawan tidak harus bekerja bak mesin atau bahkan menulis berita yang lebih bernas?
      Tak hanya media
      Saya kira, kepelikan ini kini tak sekadar mencekik para pekerja media. Beberapa editor media daring menetapkan standar wartawannya harus dapat dikontak 24 jam penuh. Bayangkan, 24 JAM PENUH!
      Peraturan menyesakkan serupa, kendati tak pernah disampaikan secara terbuka, juga menjadi norma yang sebenarnya dipaksakan kepada banyak pekerja di ranah-ranah lainnya.
      Staf Humas Elon Musk bercerita ia dapat dipanggil bosnya itu pukul tiga pagi hanya karena Sang Bos menemukan kritik sepele terhadap dirinya. Kondisi ini, saya yakin, bukan kondisi yang sulit dipahami pekerja-pekerja di Indonesia.
      Mereka mesti sudi dikontak atasannya dini hari lantaran Sang Atasan tersulut emosinya oleh satu dan lain hal. Mereka perlu menanggapi dengan ramah, manis, dan menguras kesabaran keluhan-keluhan klien atau penyandang dana ketika baru bangun tidur.
      Dan, lagi-lagi, sebagaimana kerja para wartawan media daring, kerja yang paling menguras waktu bukanlah kerja yang konkret. Ia adalah kerja-kerja menyusui keinginan yang tak ada habisnya bila seseorang tidak mengeremnya. Teknologi membuka ruang selebar-lebarnya, selentur-lenturnya untuk menagih kerja orang lain kapan pun dan di mana pun, dan relasi kerja yang timpang menyebabkan mereka tidak mungkin menolaknya. "Belum tipes, belum loyal,” katanya.
      Relasi kerja timpang
      Hal Varian, dengan demikian, boleh saja memimpikan orang-orang kian dimanjakan seiring tak terelakkannya perkembangan teknologi. Namun, dengan lemahnya posisi pekerja di Indonesia—dan sebenarnya juga di banyak negara lain—ia rentan menjadi mimpi muluk-muluk belaka bagi kebanyakan orang. Inovasi teknologi alih-alih memangkas kerja malah menciptakan kerja, dan alih-alih menghemat waktu kerja malah menyebabkan kerja menjajah waktu senggang kita hingga jengkal terakhirnya.
      Dengan tersedianya laptop, yang katanya memudahkan hidup banyak orang, toh, apa yang terjadi kalau bukan pekerjaan kini dianggap dapat dituntaskan di mana pun?
      Dan dengan tersedianya angkutan daring, apa yang terjadi kalau bukan manajemen tidak lagi mempermasalahkan jam pulang pekerjanya?
      Apa yang bisa kita antisipasi dari perkembangan teknologi menghebohkan selanjutnya, karenanya, kalau bukan ia semakin menyempurnakan eksploitasi pekerja?
      Mungkin, dengan demikian, teknologi tidak seharusnya semata berkembang dan melangkah maju. Ia juga tidak bisa melaju dengan kacamata kuda. Ia tidak seyogianya terjatuh ke tangan yang salah.
    • Guest News
      By Guest News
      Layanan cloud alias komputasi awan seperti Dropbox dan Google Drive memungkinkan konsumen pribadi maupun usaha menyimpan berkas-berkas yang bisa diakses dari mana saja. Layanan-layanan tersebut menjanjikan keamanan data yang tersimpan, meski peneliti mencatat enkripsi ini perlu lebih ketat lagi.
       
    • By c0d1ng
      Teka-teki mengenai jadwal Apple merilis smartphone terbarunya sedikit terjawab. Lewat sebuah poster yang muncul di dunia maya, disebutkan bahwa perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Tim Cook tersebut pada tanggal 12 September 2017 akan menggelar acara "Apple Special Event".
      Tak sedikit rumor yang menyebutkan, acara yang mengambil tempat di Steve Jobs Theater, Apple akan merilis tiga smartphone sekaligus. Ketiga smartphone itu adalah iPhone 7s, iPhone 7s Plus dan iPhone 8.
      Disebut-sebut, iPhone 7s dan iPhone 7s Plus merupakan pengembangan dari model sebelumnya, yakni iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Sementara itu, iPhone 8 sengaja dihadirkan sebagai perangkat spesial untuk memperingati ulang tahun ke-10 iPhone.

      Sebagai perangkat spesial, tentu saja Apple akan mengemas iPhone 8 lebih berbeda dibandingakn dengan seri iPhone lainnya. Bocorannya, smartphone ini hadir dengan layar yang mengusung teknologi OLED.
      Dirancang dengan desain full display, smartphone ini akan memiliki bentang layar 5,8 inci plus bezel yang sangat tipis di sisi-sisinya. Bocoran lainnya, iPhone 8 sudah dibekali dengan chipset Apple A11 yang memiliki performa lebih bertenaga.
      Kabar lainnya juga menyebutkan, Apple tak akan menyematkan Touch ID ke dalam smartphone spesialnya ini. Sebagai gantinya, Apple akan menyematkan 3D facial recognition. Tak ketinggalan, Apple juga akan melengkapi iPhone 8 dengan Augmented Reality (AR) dan Wireless Charging.
      Berbekal sistem operasi iOS 11, ini juga menjadi senjata Apple untuk memasarkan iPhone 8 ke banyak pecinta gadget. Sedangkan terkait dengan internal storage yang dibenamkan, akan ada tiga varian yang dihadirkan, yakni 64 GB, 256 GB, 512 GB.
      Diprediksi, iPhone 8 dengan internal storage tertinggi akan dijual dengan harga mencapai US$ 1.400 atau sekitar Rp18 jutaan. Setelah diluncurkan pada tanggal 12 September 2017, iPhone 8 baru dapat dipesan secara pre-order mulai tanggal 22 September 2017.
      Selain dua iPhone dan satu iPhone spesial, Apple dikabarkan pada acara "Apple Special Event" ini juga akan merilis berbagai produk lainnya, seperti Apple Watch 3 dengan dukungan 4G-LTE, Apple TV yang mendukung kemampuan 4K  terbaru, dan beberapa perangkat lainnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak koroner atau dokter forensik di Los Angeles memastikan salah satu saksi kasus korupsi E-KTP Johannes Marliem meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di California, AS. Menurut petugas koroner, jenazah Johannes Marliem masih berada di kamar jenazah menunggu klaim dari pihak keluarga.
       
    • By berita_semua
      Mengantisipasi lonjakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan seluruh operator seluler Indonesia akan meningkatkan performa jaringan dengan menaruh mobile BTS di seluruh titik arus mudik termasuk bandara.
      "Kenapa kita lebih khususkan ke bandara? Karena lebih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan pesawat terbang. Jadi saya minta kepada teman-teman operator untuk menaruh mobile BTS di titik-titik keberangkatan dan pulang," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).
      Pria yang kerap disapa Chief RA itu juga mengungkapkan, titik bandara yang dimaksud yakni Jakarta (Cengkareng dan Halim), Surabaya dan khususnya Bali.
      "Sebenarnya, masyarakat terbang ke Bali mungkin bukan buat lebaran mudik ya, tetapi untuk liburan dan perkiraan ini juga diperoleh dari teman-teman Kementerian Perhubungan. Pemerintah juga selalu melakukan koordinasi antara sektor Kementerian untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," imbuh Chief RA.
      Chief RA juga memaparkan timnya juga akan berjaga pada jalur darat yakni kereta api.
      "Kalau kereta api tidak terlalu tinggi seperti bandara, karena infrastruktur kereta api terbatas tidak seperti pesawat, pertumbuhan pembangunannya lebih cepat," tutup Chief RA.
      Sekadar informasi, Mobile BTS kabarnya akan ditaruh di 300 titik, meliputi titik keberangkatan mudik (Jakarta, Batam, Balikpapan), jalur mudik dan arus balik (kereta api dan jalur darat), serta titik kedatangan mudik (Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Padang, Lampung, Semarang).
×
×
  • Create New...