Jump to content

Wah wah, Direktur Umum PLN Akui Kalau Ada Kesahalan Subsidi


Recommended Posts

Direktur-Utama-PT-PLN-Sofyan-Basir.jpg
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menegaskan bahwa pencabutan subsidi listrik tidak menyasar rakyat miskin. "Yang dilakukan pemerintah bukan mencabut subsidi, sebagaimana perkiraan banyak orang, tetapi membenahi yang selama ini tidak berhak memperoleh subsidi, namun tetap memperoleh subsidi," ujarnya, Jumat (13/1/2017).

Sofyan menjelaskan, pembenahan itu dilakukan kepada pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi.

Mantan Direktur Utama BRI ini pun mengakui bahwa selama ini memang terdapat kesalahan dalam pemberian subsidi. "Mereka selama ini tidak layak menerima subsidi dan jumlahnya tidak fair," tuturnya.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut.

Soal apakah nanti pemberian subsidi listrik dikaitkan dengan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), menurut Sofyan, pihaknya akan membangun kartu sendiri. Hal ini karena PLN memiliki nomor pelanggan. "Lokasinya kami datangi, karena setiap bulan kami ambil rekeningnya. Jadi tidak mungkin salah," ujarnya.

Berdasarkan data PLN, pada tahun 2017, tercatat beban subsidi untuk 450 VA bagi orang yang mampu sebesar Rp1,1 miliar. Hal serupa juga terjadi pada pemakaian 900 VA dengan beban subsidi Rp2,9 miliar. Hal inilah yang perlu diperbaiki sehingga pemberian bantuan dapat tepat sasaran.

"Sehingga secara bertahap kami harus melakukan penajaman sasaran kembali sehingga betul-betul subsidi listrik ini tepat sasaran dan diterima oleh memang masyarakat yang tidak mampu, yang membutuhkan," pungkasnya. 

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Jennifer_Wirayang
      Kapal pesiar terombang-ambing di tengah Laut Adelaide, Australia. Gara-garanya, listrik kapal padam!
      Kapal Vasco da Gama milik perusahaan Cruise & Maritime Voyage (CMV) sedang dalam tur pelayaran selama 58 hari di Australia bagian tenggara, ketika kapten melakukan tindakan 'pemadaman pencegahan'.
      Seorang penumpang melaporkan melalui radio, pemadaman ini menyebabkan kapal tidak memiliki daya, tidak ada air, toilet tidak bisa digunakan, tidak bisa memasak, dan tidak bisa melakukan apapun. Dia menyebut kondisi di atas kapal saat itu mengerikan dan kapal terombang-ambing tertiup angin.
      "Mereka punya daya tambahan untuk menerangi koridor, tapi hanya itu saja. Ini seperti kapal hantu," katanya seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber.
      Menurut CMV, keputusan yang dilakukan sekitar pukul 5.45 pagi pada 6 Desember 2012 kemarin, adalah bagian dari tindakan pemadaman kebakaran terkendali. Itu dilakukan setelah lampu alarm yang ada di ruang kontrol mesin menyala.
      Tindakan ini merupakan upaya pencegahan terhadap kerusakan sistem di atas kapal (onboard) dan sebagai langkah awal untuk menyelidiki penyebab alarm itu menyala.
      "Semua pemeriksaan pencegaah pasca-insiden diselesaikan tanpa ditemukan penyebab (alarm menyala) yang perlu dikhawatirkan," tulis pernyataan CMV.
      "Daya telah sepenuhnya pulih pagi itu dan kapal melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan Adelaide sesuai jadwal," sambungnya
      Kapal Vasco da Gama mengangkut 828 penumpang ketika insiden itu terjadi. Kapal ini mulai berlayar dari London Tilbury pada 9 Oktober 2019 lalu.
      Otoritas setempat juga diberitahu bahwa insiden itu merupakan tindakan pencegahan yang dilakukan kapten kapal.
      CMV mengklaim, kapal ini memiliki catatan keandalan yang sangat baik dan semua penumpang di kapal diberi informasi tentang masalah teknis yang dialami.
    • By news
      Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Hutan Nasional Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 14 September 2019.
      Polisi Indonesia mengatakan bahwa mereka telah menangkap 185 orang yang dicurigai memulai kebakaran hutan yang menyebarkan kabut tebal dan berbahaya di Asia Tenggara.
      Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa polisi secara resmi menyerahkan penyelidikan 23 orang kepada jaksa pekan lalu, sementara 45 lainnya akan diadili akhir bulan ini. Polisi masih menyelidiki selebihnya.
      Prasetyo mengatakan para tersangka dapat dituntut berdasarkan undang-undang perlindungan lingkungan yang memungkinkan hukuman penjara maksimum 10 tahun karena membakar hutan untuk membersihkan lahan.
      Pihak berwenang Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menutup sedikitnya 42 perusahaan perkebunan, termasuk perusahaan yang berbasis di Singapura dan empat perusahaan yang berafiliasi dengan grup perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia.
      Hampir setiap tahun, kebakaran hutan Indonesia menyebarkan kabut yang berhahaya bagi kesehatan, tidak hanya di wilayah Indonesia, tetapi juga sampai ke negara-negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
    • By congek
      Ada gagasan baru yang menarik di kalangan peneliti. Gagasan energi terbarukan diproduksi  di lokasi-lokasi terpencil dan dikirim ke daerah perkotaan berjarak ribuan kilometer terdengar menarik.  menggunakan saluran transmisi DC bertegangan tinggi terdengar menarik. Cynthia Shahan, kontributor CleanTechnica bercerita seputar Australia yang memanfaatkan tenaga angin dan surya bagi negara tetangga.
      Para peneliti di University of Liège di Belgia membuktikan bahwa turbin angin di selatan Greenland dapat menciptakan banyak energi angin. Mereka yakin energi berlebih ini bisas terdistribusi ke Eropa menggunakan saluran transmisi High-voltage direct current (HVDC). Greenland memang memiliki potensi angin yang sangat besat yang disebut, angin Katabatic.
      Angin Katabatic sendiri berkaitan dengan arus angin yang menuruni lereng gunung atau gletser. Ketika udara bersentuhan dengan permukaan dingin gletser atau daerah atas pengunungan maupun lereng, udara mendingin, menjadi padat, lalu berhembus ke bawah.
      Menurut postingan blog universitas, komputer para peneliti tersebut dikembangkan secara khusus untuk mensimulasikan kondisi iklim daerah kutub. Komputernya juga memiliki kemampuan untuk memprediksi secara akurat lokasi angin Katabatic ini.
      Dalam beberapa bulan mendatang, tim akan memperbaiki penelitian mereka untuk memasukkan analisis biaya/manfaat dari ladang angin Greenland yang terhubung ke Eropa melalui interkoneksi HVDC. Penelitian itu juga mengkaji peraturan tinjauan lingkungan di Eropa dan dampak impor listrik dari Greenland selatan.
      HVDC adalah gagasan yang patut dipertimbangkan lebih lanjut. Beberapa menyatakan pembangkit listrik berbasis tenaga surya besar-besaran di Afrika utara berguna untuk menyediakan energi nol emisi ke Spanyol dan Portugal. Menempatkan sumber daya terbarukan di lokasi terpencil dapat membantu memaksimalkan produksi listrik tanpa harus mengambil alah pemukiman padat penduduk.
    • Guest news
      By Guest news
      Sebuah toko pakaian unik dibuka di kota New York baru-baru ini, yang menawarkan pakaian netral jender. “Phluid project” menjual busana yang tidak dikategorikan berdasarkan jender, untuk siapapun dengan jender dan orientasi seksual apapun.
       
    • By paimin
      Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Saatnya Alvin beranjak dari tempatnya menimba ilmu di SDN Kebon Kacang 02 Petang, Tanah Abang, Jakarta Pusat menuju rumahnya. Sekolah Alvin terletak di jantung Ibu Kota, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Thamrin City. 

      Akan tetapi, perjalanan Alvin untuk bisa bertemu orang tua dan saudaranya tak semudah yang dibayangkan. Bocah berusia 8 tahun itu saban harinya harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer sebelum sampai ke rumah. 

      Alvin tak mengeluh, kondisi seperti ini sudah ia lakoni sejak 6 bulan yang lalu saat kedua orang tuanya pindah ke Parung Panjang, Bogor. Dua kaki kecilnya dengan lincah berjalan menyusuri trotoar yang dipadati kendaraan. Mengenakan tas ransel berwarna merah, topi merah putih berlambang garuda dan seragam putih Alvin tampak bersemangat. 

      Ia berhenti di depan SPBU Kebon Kacang dan menunggu angkutan umum yang biasa mengantarnya ke Stasiun Karet.Sesak udara di angkutan biru tak membuatnya menyerah. 
      Sesampainya di Stasiun Karet, siswa kelas dua itu bergegas menuju loket untuk membeli tiket ke stasiun Parung Panjang seharga Rp 6.000. Memasuki stasiun, Alvin menunggu di tempat yang paling ujung agar dekat dengan gerbong wanita. 
      "Biasanya duduk di gerbong wanita," ujar Alvin saat ditemui pada Senin (9/4). 

      Baru 10 menit ia duduk di kursi KRL, anak ketiga dari lima bersaudara itu sudah harus bersiap di pintu gerbong untuk transit di stasiun Tanah Abang dan pindah ke gerbong lain tujuan Parung Panjang. 

      Suasana stasiun Tanah Abang memang selalu ramai dan padat oleh pengunjung, terlebih di jam-jam pulang kantor. Duh, tak terbayang anak sekecil itu harus berdesakan bersama orang dewasa lainnya. 

      Belum lagi, ia harus gerak cepat untuk mendapatkan tempat duduk, bila tak ingin berdiri selama 1,5 jam hingga sampai ke tujuan akhir, stasiun Parung Panjang. 
      Selama di dalam gerbong, Alvin lebih banyak diam dan menikmati pemandang melalui kaca bening yang ada di gerbong KRL. Sesekali ia berjalan menyusuri gerbong, tak jarang beberapa orang yang ditemuinya bertanya-tanya. 
      "Kamu naik KRL yang ngajarin siapa?" tanya seorang perempuan berambut panjang di sebelahnya. 
      "Aku sendiri," jawab Alvin. 
      "Ya Allah, anak gue seumuran dia ini, enggak tega lihatnya," sahut perempuan berkacamata yang duduk di depan Alvin. 

      Setelah menempuh waktu 1,5 jam menggunakan KRL, akhirnya kereta mengantarkan Alvin di pemberhentian terakhir yakni stasiun Parung Panjang. "Habis dari stasiun, biasanya jalan kaki kalau enggak ada ongkos. Tapi kalau punya ongkos naik mobil (omprengan)," kata Alvin 

      Langit semakin gelap, Alvin berlari kecil mengejar kendaraan roda empat berwarna hitam alias omprengan yang sedari tadi terparkir di seberang stasiun. Si sopir menjalankan omprengannya dengan hati-hati, karena jalan yang dilalui belum beraspal, berlubang, dan digenangi air. 

      Jarak dari stasiun Parung Panjang menuju rumah Alvin masih sekitar 7 km atau 20 menit dengan mengendarai omprengan. Itu pun bila uang saku Alvin masih tersisa, berbeda saat uang jajannya habis di perjalanan. Alvin akan berjalan dari stasiun Parung Panjang menuju rumahnya. 
      "Turun di mana dek?" tanya si sopir kepada Alvin. 
      "Di minimarket Ceria," sahut Alvin. 

      Rumah Alvin berada di paling ujung berdampingan dengan kebun yang terlihat tak terawat. Bangunan sederhana namun hangat. Di rumah itu, Alvin tinggal bersama ayah, ibu, tiga saudaranya, dan keluarga tantenya. 

      Sesampainya di rumah, Alvin lantas melepas sepatu dan berganti baju. Lalu bermain dengan saudara-saudaranya, bertemu ibu dan teman-teman lainnya. 

      "Saya bangga sama Alvin, saya merasa sedih apalagi kalau lihat Alvin tidur. Saya sedih banget lihat dia kecapekan," ujar Lasmawati, ibunda Alvin. Sebelum tertidur, ibu bertanya,"Ada PR enggak? Kalau ada dikerjain dulu," kata ibu. 

      Alvin menggeleng, ia sibuk bercengkerama dengan adik bungsunya yang masih berusia 7 bulan. Ayah Alvin jarang pulang karena mencari nafkah untuk keluarga. 
      "Kerjanya serabutan, kadang empat hari baru pulang bawa Rp70 ribu. Yah dicukup-cukupin aja," ujar wanita berusia 38 tahun itu. Saat azan magrib berkumandang, Alvin pulang ke rumah lalu beristirahat. Jarak 50 kilometer yang ia tempuh tentu membuat raganya lelah.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/alvin-tempuh-jarak-50-km-dari-sekolah-ke-rumah-2KtG



×
×
  • Create New...